Buat janji Ciputra HospitalWhatsapp Ciputra Hospital

Rumah Sakit Terbaik Berstandarisasi Internasional | Ciputra Hospital

  • Home
  • Rumah Sakit
    • CitraRaya Tangerang
    • CitraGarden City Jakarta
    • Ciputra Mitra Hospital Banjarmasin
    • Ciputra Hospital Surabaya
  • Fasilitas & Layanan
  • Center of Excellence
  • Cari Dokter
  • Artikel
  • Home
  • Artikel Kesehatan
  • Penyebab Campak pada Orang Dewasa dan Cara Mengatasi
Asifah
Minggu, 04 Januari 2026 / Published in Artikel Kesehatan

Penyebab Campak pada Orang Dewasa dan Cara Mengatasi

Ditulis oleh Tim Konten Medis

Campak pada orang dewasa disebabkan virus yang menimbulkan demam tinggi, batuk, mata merah, dan ruam kemerahan beberapa hari setelah terinfeksi. Pencegahannya dengan vaksinasi, dan orang dewasa yang sudah divaksin saat kecil masih disarankan mendapatkan 2 dosis vaksin dengan jarak minimal 28 hari.

campak pada orang dewasa
Melakukan vaksin campak merupakan salah satu pencegahan agar tidak terkena campak.

Penyakit campak merupakan penyakit menular yang sangat mudah menyebar dan disebabkan oleh virus. Ciri-ciri campak pada orang dewasa dengan munculnya ruam di seluruh tubuh serta gejala mirip flu seperti demam dan batuk, namun penyakit ini bukan sekadar ruam kulit biasa karena dapat menyebabkan peradangan otak, pneumonia, hingga meningkatkan risiko terkena infeksi lain.

Sebelum vaksin campak menjadi bagian dari imunisasi rutin anak, penyakit ini telah menyebabkan jutaan kematian di seluruh dunia setiap tahunnya. Hingga kini, campak masih ditemukan di berbagai negara dan belum ada pengobatan khusus untuk menyembuhkannya sepenuhnya, penyakit ini juga terkenal dengan sebutan rubeola, campak merah, atau campak 10 hari, dan berbeda dengan rubella (campak Jerman).

Daftar Isi

Toggle
  • Penyebab Campak pada Orang Dewasa
  • Gejala Campak pada Orang Dewasa
  • Bahaya Campak pada Orang Dewasa
  • Cara Mengatasi Campak
  • Apakah Terkena Campak Saat Dewasa Perlu Vaksin Lagi?

Penyebab Campak pada Orang Dewasa

Penyakit campak karena infeksi virus yang mudah menyebar dari satu orang ke orang lain. Virus ini dapat menular melalui:

  • Percikan air liur atau lendir dari hidung dan mulut saat penderita batuk atau bersin.
  • Menyentuh benda atau permukaan yang terkontaminasi cairan tubuh penderita, lalu menyentuh hidung, mulut, atau mata.

Virus campak bisa bertahan di udara atau di permukaan benda hingga 2 jam, sehingga penularannya sangat cepat. Seseorang bisa menularkan campak sejak satu hari sebelum merasa sakit hingga empat hari setelah ruam muncul.

Orang yang belum pernah vaksin atau belum pernah terkena campak sebelumnya lebih rentan tertular. Selain itu, individu dengan daya tahan tubuh lemah juga berisiko mengalami penyakit ini yang lebih parah dan membutuhkan perawatan intensi

Baca Juga: Perbedaan Campak dan Rubella, Jangan Sampai Salah!

Gejala Campak pada Orang Dewasa

Meskipun jarang terjadi, campak pada orang dewasa tetap bisa muncul pada mereka yang belum memiliki kekebalan tubuh terhadap virus campak. Setelah masa inkubasi sekitar 7–21 hari, ciri-cirinya akan mulai tampak secara bertahap dengan muncul rasa demam dan ruam khas di seluruh tubuh. Beberapa gejala campak pada orang dewasa antara lain:

  • Demam tinggi, tubuh terasa lemas, nafsu makan menurun, dan sakit kepala.
  • Batuk kering, hidung tersumbat, atau pilek akibat peradangan pada saluran pernapasan atas.
  • Mata merah, berair, sensitif terhadap cahaya, serta kelopak mata yang tampak bengkak.
  • Muncul bintik kecil berwarna putih keabu-abuan di dalam mulut (bintik Koplik) dengan lingkaran merah di sekitarnya.
  • Ruam merah muda timbul 3–4 hari setelah demam tinggi, mulai dari belakang telinga lalu menyebar ke wajah, leher, tubuh, hingga tangan dan kaki. Saat ruam menyebar, suhu tubuh biasanya mulai menurun.

Bahaya Campak pada Orang Dewasa

Campak pada orang dewasa dapat menimbulkan komplikasi serius yang berisiko tinggi terhadap kesehatan. Kondisi ini bisa menyebabkan radang otak (ensefalitis), kejang, kelumpuhan, gangguan kesadaran, hingga penurunan fungsi kognitif.

Pada sebagian kasus dengan komplikasi berat, tingkat kematian dapat mencapai hingga 15%. Ibu hamil yang tertular campak juga berisiko mengalami keguguran, bayi lahir mati, lahir prematur, berat badan lahir rendah, atau gangguan bawaan pada janin.

Masa pemulihan campak pada orang dewasa umumnya berlangsung selama 2 hingga 3 minggu, tergantung daya tahan tubuh dan tingkat keparahan gejala. Selama masa ini, penderita perlu menjaga kebersihan diri, beristirahat cukup, serta mengonsumsi makanan bergizi untuk mempercepat proses penyembuhan.

Baca Juga: Bagaimana Upaya untuk Mencegah Penyakit Campak?

Cara Mengatasi Campak

Hingga saat ini, belum ada obat khusus yang benar-benar bisa menyembuhkan penyakit ini. Namun, terdapat beberapa langkah cara mengobati campak pada orang dewasa yang dapat membantu meringankan gejala dan mencegah terjadinya komplikasi serius. Berikut beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk mengatasi campak:

  • Istirahat cukup agar tubuh memiliki waktu untuk memulihkan diri.
  • Minum air putih yang cukup untuk mencegah dehidrasi.
  • Konsumsi makanan bergizi seimbang guna meningkatkan daya tahan tubuh.
  • Jaga kebersihan diri dan lingkungan sekitar agar tidak menularkan virus ke orang lain.
  • Hindari paparan cahaya terang jika mata terasa sensitif.
  • Segera ke rumah sakit jika mengalami sesak napas, nyeri dada, muntah berat, atau kebingungan.
  • Dokter mungkin akan memberikan suplemen vitamin A di bawah pengawasan medis untuk membantu menurunkan risiko komplikasi.

Apakah Terkena Campak Saat Dewasa Perlu Vaksin Lagi?

Bagi orang dewasa yang hanya menerima satu dosis vaksin campak saat kecil, umumnya sudah memiliki perlindungan yang cukup terhadap virus ini. Namun, dalam kondisi tertentu, beberapa orang dewasa ddokter sarankan untuk mendapatkan dosis kedua sebagai langkah pencegahan tambahan terhadap campak. Orang dewasa yang dokter anjurkan untuk mendapatkan dua kali vaksin campak meliputi:

  • Mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan di perguruan tinggi atau lembaga pasca-sekolah menengah.
  • Tenaga kesehatan yang bekerja di rumah sakit atau fasilitas medis.
  • Wisatawan internasional yang bepergian ke negara dengan risiko tinggi penularan campak.
  • Anggota keluarga atau orang yang tinggal serumah dengan individu yang memiliki daya tahan tubuh lemah.
  • Penderita HIV yang masih dapat menerima vaksin MMR karena tidak mengalami gangguan kekebalan berat.
  • Orang yang dinyatakan berisiko tinggi tertular campak oleh pihak kesehatan selama terjadi wabah.

Jika Anda tidak yakin sudah mendapatkan vaksin campak secara lengkap, sebaiknya berkonsultasi dengan tenaga medis untuk memastikan status imunisasi Anda.

Baca Juga: Cara Mengenali Perbedaan Bintik Merah DBD dan Campak

Jika Anda atau keluarga Anda mengalami gejala campak, segera kunjungi Ciputra Hospital. Dapatkan kemudahan untuk konsultasi dan membuat janji dengan dokter pilihan Anda.

Cek informasi lengkap mengenai layanan Ciputra Hospital, mulai dari rawat jalan hingga Medical Check Up (MCU), hanya di situs resmi atau kunjungi langsung fasilitas terdekat sekarang juga.

Telah Direview oleh Dr. Sony Prabowo, MARS

Source

  • Cleveland Clinic. Measles (Rubeola). Januari 2026
  • health direct. Measles. Januari 2026
  • Vinmec Healthcare System. Understanding Measles in Adults: Potential Risks and Health Implications. Januari 2026

Artikel Terkait

  • disleksia pada orang dewasa
    Gejala Disleksia pada Orang Dewasa dan Pengobatannya
  • Mengatasi Alergi Telur pada Anak dan Orang Dewasa
    Penanganan Alergi Telur pada Anak dan Dewasa
  • gejala diare pada anak
    Gejala Diare pada Anak dan Cara Cepat Menghentikannya
  • penyebab muntaber pada anak
    Penyebab Muntaber pada Anak dan Cara Mengatasinya
  • cacing gelang pada manusia
    Gejala Cacing Gelang pada Manusia dan Cara Mengatasinya
  • sepsis pada bayi
    Penyebab Sepsis pada Bayi, Gejala, dan Cara Mengatasi
  • Ketahui Penyebab Usus Buntu pada Anak dan Cara Mengatasinya
    Ketahui Penyebab Usus Buntu pada Anak dan Cara Mengatasinya
Tagged under: Gangguan Penyakit

Artikel Terkait

  • disleksia pada orang dewasa
    Gejala Disleksia pada Orang Dewasa dan Pengobatannya
  • Mengatasi Alergi Telur pada Anak dan Orang Dewasa
    Penanganan Alergi Telur pada Anak dan Dewasa
  • gejala diare pada anak
    Gejala Diare pada Anak dan Cara Cepat Menghentikannya
  • penyebab muntaber pada anak
    Penyebab Muntaber pada Anak dan Cara Mengatasinya
  • cacing gelang pada manusia
    Gejala Cacing Gelang pada Manusia dan Cara Mengatasinya
  • sepsis pada bayi
    Penyebab Sepsis pada Bayi, Gejala, dan Cara Mengatasi
  • Ketahui Penyebab Usus Buntu pada Anak dan Cara Mengatasinya
    Ketahui Penyebab Usus Buntu pada Anak dan Cara Mengatasinya

Ciputra Hospital

Ciputra Hospital menyediakan layanan kesehatan berkualitas tinggi dengan fasilitas teknologi canggih.

Unit Rumah Sakit:

Ciputra Hospital – CitraRaya Tangerang
Ciputra Hospital – CitraGarden City Jakarta
Ciputra Mitra Hospital Banjarmasin
Ciputra Hospital Surabaya

Unit Klinik:

Ciputra Medical Center
Ciputra SMG Eye Clinic
C Derma
Ciputra IVF

Karir / Lowongan

Lokasi Kami:

CitraRaya – Tangerang
CitraGarden – Jakarta
Banjarmasin
Surabaya

Lowongan

  • GET SOCIAL

© 2025 All rights reserved. Ciputra Hospital

TOP