Ditulis oleh Tim Konten Medis
TBC (Tuberkulosis) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis, biasanya menyerang paru-paru. Gejalanya meliputi batuk berkepanjangan, demam, dan penurunan berat badan. Cara mencegah TBC termasuk menjaga kebersihan pernapasan, menghindari kontak dengan penderita, menjalani vaksinasi BCG, serta pemeriksaan rutin dan pengobatan dini bagi yang berisiko tinggi.

TBC menular melalui udara.
Penyakit TBC (Tuberkulosis) adalah penyakit menular karena adanya bakteri Mycobacterium tuberculosis yang menyerang paru-paru, meskipun bisa juga memengaruhi organ lain. Penyakit ini dapat menyebar melalui udara, terutama saat penderitanya batuk atau bersin.
Gejala TBC meliputi batuk berkepanjangan, demam, penurunan berat badan, dan berkeringat malam. Karena penyebarannya yang cepat, TBC menjadi salah satu masalah kesehatan global yang perlu mendapat perhatian serius, terutama dalam upaya pencegahannya.
Meskipun TBC dapat sembuh dengan pengobatan yang tepat, pencegahan lebih penting untuk menghentikan penyebarannya. Mengerti cara mencegah TBC dapat membantu kita menjaga kesehatan diri sendiri dan orang lain di sekitar.
Cara Menghindari Penyakit TBC
Setiap orang perlu tahu cara menghindari tertularnya virus TBC, baik penderita maupun orang-orang di lingkungan sekitarnya. Penderita dapat melakukan beberapa cara untuk membantu mencegah penyebaran infeksi TBC pada minggu pertama pengobatan.
Berikut beberapa cara yang bisa Anda lakukan:
1. Mendapatkan Vaksin BCG
Vaksin BCG adalah satu-satunya vaksin untuk mencegah TBC mengandung bakteri TBC yang dilemahkan dan biasanya diberikan kepada bayi baru lahir di banyak negara. Ini efektif melindungi bayi dan anak-anak dari bentuk TBC parah.
Vaksin BCG di Indonesia menjadi bagian dari program pencegahan TB dan termasuk dalam imunisasi wajib anak menurut IDAI 2020. Vaksin sebaiknya diberikan segera setelah bayi lahir atau sebelum usia 1 bulan.
Jika bayi lebih dari 2 bulan, vaksinasi dilakukan setelah uji tuberkulin negatif. Dosis vaksinnya adalah:
- Bayi <1 tahun: 0,05 mL
- Anak 1−18 tahun: 0,1 mL
Menurut CDC, pemberian vaksin BCG pada anak-anak ini lebih direkomendasikan apabila:
- Bayi baru lahir atau kurang dari usia 16 tahun belum pernah mendapat BCG yang tinggal pada daerah rentan TBC
- Bayi atau anak-anak yang tinggal dan tidak dapat pisah dari orangtua penderita TB atau mendapatkan pengobatan TB namun tidak efektif
- Bayi atau anak yang tidak bisa mendapatkan pengobatan TB jangka Panjang
Sedangkan untuk orang dewasa, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) merekomendasikan vaksin BCG dilakukan sebelum usia 35 tahun dengan kondisi tertentu, seperti:
- Pernah kontak langsung dengan penderita TB paru aktif
- Tenaga medis atau staf laboratorium yang sering berinteraksi dengan pasien atau sampel TB
- Profesi dengan risiko tinggi, seperti dokter hewan atau pekerja yang menangani hewan rentan TB
- Petugas yang bekerja di lingkungan dengan risiko tinggi penularan, seperti penjara, panti jompo, atau tempat penampungan pengungsi dan tuna wisma
- Orang yang akan tinggal atau bekerja lebih dari satu bulan di negara dengan kasus TB lebih dari 40 per 100.000 penduduk
Baca Juga: Apakah Pasien TBC Bisa Sembuh Total? Cek Fakta Medisnya!
2. Menghindari Kontak dengan Penderita TBC
Salah satu cara paling efektif untuk menghindari penularan TBC adalah dengan menghindari kontak langsung dengan orang yang terinfeksi. TBC menyebar melalui udara ketika seseorang yang terinfeksi batuk atau bersin.
Jika Anda mengetahui seseorang yang menderita TBC, pastikan mereka mendapatkan perawatan yang tepat dan hindari berada di dekat mereka selama mereka masih dalam masa menular.
3. Pakai Masker
Masker, terutama masker bedah atau masker N95, dapat membantu melindungi diri dari partikel bakteri yang terhirup dari udara. Menggunakan masker sangat penting saat berada di tempat umum atau di lingkungan yang berisiko tinggi, seperti rumah sakit atau tempat tinggal bersama orang yang terinfeksi.
Masker dapat mencegah penularan bakteri TBC melalui udara yang kita hirup.
4. Cuci Tangan
Menjaga kebersihan tangan adalah langkah sederhana tetapi sangat efektif dalam mencegah penyebaran TBC. Setelah berinteraksi dengan orang lain, terutama di tempat umum, pastikan untuk mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir.
Cuci tangan secara menyeluruh setelah menyentuh benda yang mungkin terkontaminasi, seperti pegangan pintu, alat makan, atau fasilitas umum lainnya untuk mengurangi risiko penularan melalui permukaan yang terkontaminasi.
5. Tinggallah di Rumah
Seseorang yang menderita TBC perlu mengisolasi diri di dalam hingga mendapat pengobatan hingga kembali beraktivitas oleh dokter. Hal ini guna menghindari terjadinya penularan penyakit ke orang lain.
Penderita TBC sebaiknya jangan mengunjungi kantor, sekolah, atau bahkan kamar orang lain. Penderita juga harus menahan diri untuk tidak menerima tamu di rumah.
Baca Juga: 9 Ciri Penyakit TBC yang Sudah Parah, Waspada!
6. Rutin Membuka Jendela Rumah
Mycobacterium Tuberculosis, yaitu bakteri penyebab TBC, menyebar dengan lebih mudah pada ruangan tertutup. Oleh karena itu, penderita TBC harus rutin membuka jendela ataupun pintu agar sirkulasi udara yang terkontaminasi dapat keluar.
Dengan alasan yang sama, kenapa penderita perlu tidur sendiri daripada bersama orang lain.
7. Menutup Mulut Ketika Batuk atau Bersin
Ketika penderita sedang batuk atau pilek, mereka wajib menutup mulut dan hidung agar tidak menyebarkan bakteri TBC. Jika perlu gunakan tisu atau masker untuk menutupinya area mulut dan hidung.
Hal ini untuk mengurangi atau menghindari penyebaran bakteri ke orang lain.
8. Menjaga Pola Hidup Sehat
Seseorang dengan sistem kekebalan atau kesehatan tubuh yang buruk akan lebih rentan terinfeksi bakteri TBC dan penyakit lainnya. Oleh karena itu, penting untuk menjaga dan menjalani pola hidup sehat.
Rajin melakukan olahraga, makan makanan sehat, kurangi mengkonsumsi tembakau dan alkohol, serta tidur yang cukup.
9. Menyelesaikan Pengobatan yang Diberikan
Sangatlah penting untuk penderita menyelesaikan pengobatan yang telah teresepkan oleh dokter. Kegagalan pengobatan dapat membuat bakteri TBC berkesempatan untuk bermutasi dan jauh lebih kebal terhadap obat.
Menyelesaikan pengobatan tidak hanya baik untuk penderita, tetapi juga untuk orang-orang sekitar.
Baca Juga: 6 Makanan untuk Penderita TBC dan Pantangannya
Jika Anda mengalami ciri-ciri penyakit TBC, sebaiknya segera periksakan ke dokter untuk mencegah risiko komplikasi serius.
Anda bisa kunjungi rumah sakit Ciputra Hospital terdekat untuk konsultasi kesehatan. Cek layanan rumah sakit Ciputra Hospital mulai dari rawat jalan hingga Medical Check Up (MCU).
Yuk, jaga dan cek kondisi kesehatan Anda sekeluarga bersama Ciputra Hospital!
Telah direview oleh dr Jennifer Electra
Source:
- Healthline. How to Prevent Tuberculosis. Januari 2025.
- WebMD. Tuberculosis Prevention: What to Know. Januari 2025.