Hematoma adalah kondisi ketika darah terkumpul di dalam jaringan tubuh akibat pembuluh darah yang rusak dan tidak dapat mengalir keluar. Penanganannya dapat Anda lakukan dengan perawatan sederhana seperti metode RICE hingga tindakan medis seperti operasi atau drainase, tergantung tingkat keparahannya.

Gejala hematoma bisa bervariasi, mulai dari perubahan warna kulit hingga nyeri dan pembengkakan, tergantung pada lokasi dan tingkat keparahannya. Pada kondisi yang lebih serius, hematoma juga dapat menimbulkan gejala seperti sakit kepala berat, gangguan penglihatan, hingga penurunan kesadaran.
Untuk mencegah hematoma, penting menjaga tubuh dari risiko cedera dan mengelola kondisi kesehatan yang dapat memicu perdarahan. Selain itu, menerapkan gaya hidup sehat dan berhati-hati saat beraktivitas dapat membantu mengurangi kemungkinan terjadinya hematoma.
Apa Itu Hematoma
Hematoma adalah kondisi ketika darah terkumpul di dalam jaringan tubuh akibat pembuluh darah yang rusak, tetapi tidak keluar dari tubuh. Darah yang terperangkap ini kemudian mengisi ruang tertentu dan dapat menekan jaringan di sekitarnya.
Kondisi ini termasuk luka tertutup dan bisa terjadi di berbagai bagian tubuh, mulai dari bawah kulit hingga organ dalam. Hematoma berukuran kecil cukup umum terjadi dan biasanya tidak menimbulkan masalah serius.
Namun, hematoma dapat menjadi berbahaya jika ukurannya besar atau menekan organ penting di sekitarnya. Dalam kasus tertentu, kondisi ini juga perlu Anda waspadai jika muncul akibat cedera berat atau gangguan kesehatan tertentu.
Baca Juga: 9 Penyebab Mudah Memar Tanpa Sebab pada Badan
Penyebab Hematoma
Hematoma umumnya terjadi akibat perdarahan di dalam tubuh yang tidak dapat keluar sehingga menumpuk di jaringan tertentu. Kondisi ini bisa karena cedera fisik maupun gangguan kesehatan yang menyebabkan perdarahan internal.
- Cedera akibat benturan (trauma tumpul)
- Cedera tembus dengan perdarahan yang terperangkap di dalam tubuh
- Patah tulang, terutama yang parah atau menembus seluruh tulang
- Cedera pada wajah seperti hidung patah atau telinga cauliflower
- Cedera kepala dan cedera otak traumatis dengan perdarahan di dalam tengkorak
- Cedera organ dalam dengan perdarahan signifikan
- Prosedur medis seperti komplikasi pemasangan infus atau operasi
- Memar otot (kontusio)
- Robekan atau ruptur jaringan di dalam tubuh
- Cedera akibat tarikan atau keseleo pada sendi
- Robekan pembuluh darah seperti diseksi aorta
- Gangguan pembekuan darah seperti hemofilia
- Kanker darah seperti leukemia atau limfoma
- Pertumbuhan abnormal seperti tumor (jinak maupun ganas)
- Stroke perdarahan
- Kerusakan organ akibat kondisi seperti batu ginjal
- Tukak pada saluran pencernaan
- Perdarahan otak nontraumatik akibat tekanan darah tinggi
- Pecahnya aneurisma
- Infeksi yang menyebabkan perdarahan internal seperti demam berdarah viral
Jenis Hematoma
Hematoma dapat Anda bedakan berdasarkan lokasi terjadinya di dalam tubuh. Letaknya penting untuk diketahui karena dapat memengaruhi tingkat keparahan dan risiko yang ditimbulkan.
- Hematoma telinga (aural hematoma): Terjadi di antara tulang rawan telinga dan kulit, sering dialami oleh atlet yang mengalami benturan di kepala.
- Hematoma subungual: Muncul di bawah kuku, biasanya akibat cedera ringan seperti jari terjepit atau terbentur.
- Hematoma kulit kepala (scalp hematoma): Tampak sebagai benjolan di kepala dan umumnya hanya melibatkan jaringan luar tanpa memengaruhi otak.
- Hematoma septum: Terjadi di dalam hidung, biasanya akibat hidung patah dan dapat menimbulkan gangguan pernapasan jika tidak ditangani.
- Hematoma subkutan: Terbentuk tepat di bawah kulit, biasanya pada pembuluh darah kecil dekat permukaan.
- Hematoma retroperitoneal: Terjadi di rongga perut bagian belakang, tetapi tidak berada di dalam organ tertentu.
- Hematoma limpa (splenik): Muncul di limpa dan sering berkaitan dengan cedera perut akibat benturan keras.
- Hematoma hati (hepatik): Terjadi di organ hati akibat cedera atau kondisi tertentu.
- Hematoma epidural spinal: Terbentuk di antara lapisan pelindung sumsum tulang belakang dan tulang belakang.
- Hematoma epidural intrakranial: Terjadi di antara tulang tengkorak dan lapisan luar otak.
- Hematoma subdural: Terjadi di antara tengkorak dan permukaan otak, biasanya akibat cedera kepala.
Gejala Hematoma
Gejala hematoma dapat berbeda-beda tergantung pada lokasi dan tingkat keparahannya. Pada hematoma ringan yang dekat permukaan kulit, tanda-tandanya biasanya lebih mudah dikenali dibandingkan yang terjadi di dalam tubuh.
- Perubahan warna kulit
- Peradangan dan pembengkakan
- Nyeri saat disentuh
- Kulit terasa hangat di sekitar area hematoma
- Rasa sakit
- Sakit kepala berat yang semakin memburuk
- Gangguan penglihatan
- Kebingungan
- Penurunan kemampuan mendengar
- Perubahan suasana hati atau kepribadian
- Kelemahan atau kehilangan gerakan pada satu sisi tubuh
- Kesulitan berjalan atau sering terjatuh
- Penurunan kesadaran
- Kejang
Diagnosis Hematoma
Hematoma dapat didiagnosis melalui pemeriksaan fisik untuk melihat perubahan pada kulit serta merasakan adanya pembengkakan atau jaringan yang tidak normal. Selain itu, riwayat cedera dan gejala yang Anda alami juga menjadi pertimbangan penting dalam menilai kondisi ini.
Untuk memastikan lokasi dan tingkat keparahannya, pemeriksaan pencitraan sering digunakan agar bagian dalam tubuh dapat terlihat lebih jelas. Beberapa metode ini membantu mendeteksi perdarahan tersembunyi yang tidak tampak dari luar.
- CT scan: Untuk melihat apakah hematoma, terutama di kepala, menekan jaringan otak.
- Angiografi: Membantu mendeteksi perdarahan di pembuluh darah dan lokasinya di dalam tubuh.
- USG (ultrasound): Untuk melihat hematoma yang lebih dekat ke permukaan atau di area tertentu seperti sekitar rahim.
Komplikasi Hematoma
Hematoma umumnya tidak menimbulkan komplikasi serius, terutama jika ukurannya kecil dan tidak melibatkan perdarahan besar. Namun, pada kondisi tertentu, hematoma dapat menyebabkan gangguan yang memengaruhi fungsi organ atau jaringan di sekitarnya.
- Syok hipovolemik
- Iskemia akibat aliran darah terhambat
- Gejala penekanan saraf
Baca Juga: Waspadai 11 Gejala Kanker Darah pada Anak dan Cara Diagnosis
Cara Mengatasi Hematoma
Penanganan hematoma bergantung pada ukuran dan tingkat keparahannya. Pada kondisi ringan, perawatan sederhana di rumah biasanya sudah cukup untuk membantu proses pemulihan.
Metode RICE untuk hematoma ringan:
- Istirahatkan area yang cedera agar proses penyembuhan lebih optimal
- Kompres dingin dengan es yang dibungkus kain untuk mengurangi pembengkakan
- Gunakan perban elastis untuk memberikan tekanan (kompresi)
- Posisikan bagian tubuh yang cedera lebih tinggi dari jantung
Berikut Penanganan pada hematoma yang lebih serius:
- Pemberian transfusi darah jika terjadi kehilangan darah yang signifikan
- Tindakan darurat seperti CPR untuk menjaga sirkulasi darah jika Anda perlukan
Penanganan lanjutan sesuai penyebab:
- Operasi untuk memperbaiki pembuluh darah atau jaringan yang rusak
- Prosedur pengeluaran darah yang mengumpul menggunakan jarum (drainase)
- Penanganan patah tulang dengan pemasangan dan imobilisasi
- Pengangkatan darah yang menumpuk agar tidak menekan jaringan sekitar
- Pemberian obat untuk mengatasi tekanan darah, gangguan pembekuan, atau kondisi terkait lainnya
Penanganan yang tepat membantu mencegah komplikasi dan mempercepat proses penyembuhan hematoma. Pilihan terapi dapat Anda sesuaikan dengan kondisi masing-masing individu.
Cara Mencegah Hematoma
Hematoma sering kali terjadi secara tiba-tiba sehingga tidak selalu dapat Anda cegah sepenuhnya. Namun, ada beberapa langkah yang dapat Anda lakukan untuk mengurangi risiko terjadinya kondisi ini.
- Mencegah cedera atau mengurangi tingkat keparahannya: Gunakan perlengkapan keselamatan seperti helm, pelindung tubuh, dan sabuk pengaman saat berkendara. Langkah ini membantu melindungi tubuh dari benturan yang dapat menyebabkan perdarahan di dalam jaringan.
- Mengelola penyakit kronis: Mengontrol kondisi kesehatan seperti gangguan pembekuan darah atau tekanan darah tinggi dapat membantu mencegah perdarahan internal.
- Berolahraga dengan hati-hati: Lakukan aktivitas fisik dengan teknik yang benar dan sesuai kemampuan tubuh.
Pengobatan Hematoma Ke Dokter
Tidak semua hematoma membutuhkan penanganan medis, tetapi ada kondisi tertentu yang perlu Anda periksa lebih lanjut. Mengenali tanda-tanda yang tidak normal dapat membantu mencegah komplikasi yang lebih serius. Segera periksakan diri jika mengalami:
- Memar yang tidak kunjung sembuh dalam waktu lebih dari dua minggu
- Memar yang sering muncul tanpa penyebab yang jelas
- Memar disertai gejala lain seperti kelemahan otot, kesemutan, mati rasa, atau perubahan warna kulit akibat gangguan aliran darah
Segera ke rumah sakit atau IGD jika mengalami:
- Kesulitan bernapas
- Kehilangan kesadaran
- Nyeri dada
- Sakit kepala mendadak yang sangat hebat
- Kelemahan atau kelumpuhan pada satu sisi tubuh
- Gangguan keseimbangan
- Perubahan penglihatan
- Kesulitan berbicara dengan jelas
- Mual dan muntah tanpa sebab yang jelas
Baca Juga: Mengenal Hemofilia, dari Penyebab hingga Gejalanya
Jika Anda atau keluarga Anda mengalami gejala-gejala tersebut, segera kunjungi Ciputra Hospital. Dapatkan kemudahan untuk konsultasi dan membuat janji dengan dokter pilihan Anda.
Cek informasi lengkap mengenai layanan Ciputra Hospital, mulai dari rawat jalan hingga Medical Check Up (MCU), hanya di situs resmi atau kunjungi langsung fasilitas terdekat sekarang juga.







