Ditulis oleh Tim Konten Medis
Tes TBC membantu mendeteksi infeksi bakteri penyebab tuberkulosis secara akurat melalui pemeriksaan darah, kulit, atau dahak. Pemeriksaan TB sebaiknya Anda lakukan saat mengalami batuk lebih dari dua minggu, serta muncul demam, keringat malam, atau penurunan berat badan.

Tuberkulosis (TBC) masih menjadi salah satu penyakit menular yang perlu Anda waspadai karena dapat menyerang siapa saja tanpa memandang usia. Pemeriksaan TBC menjadi langkah penting untuk mendeteksi penyakit ini sejak dini agar pengobatan dapat Anda lakukan lebih cepat dan efektif.
Melalui berbagai jenis tes TBC, dokter dapat menentukan apakah seseorang terinfeksi bakteri TBC aktif atau mengalami infeksi Tuberkulosis Laten (TBC Laten) yang tidak menular. Dengan pemeriksaan yang tepat, risiko penularan dapat Anda cegah dan proses penyembuhan berjalan lebih optimal.
Tes Pemeriksaan TBC
Melakukan pemeriksaan TBC untuk mengetahui apakah seseorang terinfeksi bakteri penyebab tuberkulosis (TBC). Pemeriksaan ini penting agar penyakit dapat terdeteksi lebih awal dan segera Anda tangani sebelum menimbulkan komplikasi serius.
Saat ini terdapat beberapa jenis tes TBC yang umum dilakukan, mulai dari tes darah, tes kulit Mantoux, hingga pemeriksaan dahak atau sputum test. Berikut penjelasannya:
1. Tes Darah
Tes darah TBC atau IGRA untuk mendeteksi adanya infeksi bakteri TBC melalui sampel darah. Maka, tes ini bekerja dengan mengukur respons sistem kekebalan tubuh ketika darah dicampurkan dengan protein dari bakteri TBC.
Hasilnya akan menunjukkan apakah seseorang memiliki infeksi TBC baik yang aktif maupun laten / tidak menular. Tes darah ini sering direkomendasikan untuk orang yang sudah pernah menerima vaksin BCG karena hasilnya lebih akurat dibandingkan tes kulit.
Selain itu, tes ini juga cocok bagi mereka yang kesulitan datang kembali untuk pemeriksaan lanjutan. Pemeriksaan TBC melalui darah tergolong aman, termasuk bagi ibu hamil, dan biasanya dilakukan di fasilitas kesehatan seperti puskesmas atau rumah sakit dengan biaya tes TBC yang bervariasi tergantung lokasi dan jenis layanan.
Baca Juga: Apakah Pasien TBC Bisa Sembuh Total? Cek Fakta Medisnya!
2. Tes Kulit Mantoux
Mantoux test atau tes kulit TBC dilakukan dengan cara menyuntikkan sedikit cairan tuberkulin ke bawah kulit lengan bagian dalam. Setelah 2–3 hari, pasien harus kembali ke fasilitas kesehatan untuk melihat reaksi kulit di area suntikan. Ukuran indurasi (pembengkakan lokal) yang muncul menjadi dasar penilaian apakah hasil tes menunjukkan tanda infeksi TBC atau tidak.
Tes kulit ini bisa dilakukan oleh siapa saja, termasuk anak-anak, ibu hamil, maupun orang dengan daya tahan tubuh lemah. Namun, bagi seseorang yang pernah mendapatkan vaksin BCG, hasil tes kulit bisa menunjukkan reaksi positif palsu, sehingga dokter biasanya menyarankan untuk melakukan pemeriksaan TBC melalui tes darah sebagai alternatif.
3. Tes Dahak
Melakukan sputum test dengan memeriksa dahak yang Anda keluarkan saat batuk untuk melihat keberadaan bakteri penyebab TBC. Tes ini penting terutama bagi pasien yang menunjukkan gejala TBC aktif pada paru-paru, seperti batuk berkepanjangan dan nyeri dada. Sampel dahak kemudian diperiksa di laboratorium untuk memastikan apakah terdapat bakteri TBC.
Beberapa jenis tes laboratorium lanjutan juga dapat Anda lakukan untuk mengetahui apakah bakteri TBC bersifat resisten terhadap obat. Informasi ini membantu tenaga medis dalam menentukan jenis pengobatan yang paling efektif. Pemeriksaan ini biasanya tersedia di rumah sakit dan puskesmas dengan biaya tes TBC yang terjangkau serta hasil yang cukup akurat untuk diagnosis TBC aktif.
Baca Juga: Bagaimana Kondisi Paru-Paru Penderita Tuberkulosis (TBC)?
Cara Membaca Hasil Tes TBC
Hasil positif menunjukkan adanya bakteri Mycobacterium tuberculosis di dalam tubuh. Dokter akan melakukan pemeriksaan lanjutan, seperti rontgen dada atau tes dahak, untuk mengetahui apakah TBC bersifat aktif atau masih dalam kondisi tidak aktif (laten).
Hasil negatif menandakan kemungkinan kecil adanya infeksi TBC aktif maupun laten. Namun, pemeriksaan tambahan mungkin tetap butuh jika seseorang memiliki kondisi berikut:
- Mengalami gejala TBC aktif seperti batuk berkepanjangan, nyeri dada, demam, penurunan berat badan, atau mudah lelah.
- Mengidap HIV.
- Baru-baru ini memiliki kontak atau terpapar dengan penderita TBC.
Waktu untuk mengetahui hasil tes juga berbeda tergantung jenis pemeriksaannya. Tes kulit TBC biasanya membutuhkan waktu sekitar 48 hingga 72 jam untuk dibaca setelah penyuntikan, sementara hasil tes darah TBC dapat diketahui dalam 1 hingga 2 hari setelah pengambilan sam
Baca Juga: 9 Ciri Penyakit TBC yang Sudah Parah, Waspada!
Jika Anda atau keluarga Anda mengalami gejala tuberculosis, segera kunjungi Ciputra Hospital. Dapatkan kemudahan untuk konsultasi dan membuat janji dengan dokter pilihan Anda.
Cek informasi lengkap mengenai layanan Ciputra Hospital, mulai dari rawat jalan hingga Medical Check Up (MCU), hanya di situs resmi atau kunjungi langsung fasilitas terdekat sekarang juga.
Telah Direview oleh dr. Ira Hapsari Gazali
Source
- CDC. Testing for Tuberculosis: Blood Test. April 2026
- Mayo Clinic. Tuberculosis. April 2026
- Cleveland Clinic. Tuberculosis (TB) Test. April 2026




