Penyebab cegukan adalah kontraksi pada otot diafragma. Ada beberapa faktor yang memengaruhi kondisi ini, mulai dari minum minuman panas atau bersoda hingga gejala penyakit tertentu seperti gangguan pencernaan dan masalah pada pernapasan.

Cegukan sangat umum terjadi.
Setiap orang pasti mengalami cegukan selama hidupnya, mulai dari bayi hingga orang dewasa. Kondisi ini cenderung tidak berbahaya dan bisa menghilang dengan sendirinya.
Namun, Anda perlu waspada apabila mengalami cegukan secara terus menerus. Cegukan bisa disebabkan oleh infeksi penyakit tertentu sehingga mengganggu kesehatan tubuh.
Jenis Cegukan Berdasarkan Durasi
Cegukan dapat dibedakan berdasarkan lamanya kondisi berlangsung. Sebagian besar cegukan bersifat ringan dan dapat hilang sendiri, tetapi ada juga yang berlangsung lama hingga membutuhkan penanganan medis. Pembagian jenis cegukan berdasarkan durasi penting diketahui untuk membantu menentukan tingkat keparahan dan langkah penanganannya.
Berikut jenis cegukan berdasarkan durasi:
- Cegukan Akut (Acute Hiccups). Cegukan akut merupakan jenis yang paling umum terjadi dan biasanya berlangsung kurang dari 48 jam. Kondisi ini sering dipicu oleh makan terlalu cepat, minuman bersoda, stres, atau perubahan suhu mendadak.
- Cegukan Persisten (Persistent Hiccups). Cegukan persisten adalah cegukan yang berlangsung lebih dari 48 jam hingga kurang dari satu bulan. Kondisi ini dapat berkaitan dengan gangguan pencernaan, saraf, atau efek samping obat tertentu.
- Cegukan Intractable (Intractable Hiccups). Cegukan intractable berlangsung lebih dari satu bulan dan tergolong kondisi serius. Jenis cegukan ini dapat mengganggu makan, tidur, hingga kesehatan mental sehingga membutuhkan pemeriksaan medis lebih lanjut.
Penyebab Cegukan
Cegukan bisa terjadi karena kontraksi pada diafragma, yaitu otot yang berada di antara perut dan rongga dada. Otot ini dapat berkontraksi secara tiba-tiba dan tidak bisa dikendalikan oleh tubuh. Kontraksi terjadi karena udara yang bergerak dari luar tubuh menuju paru-paru terjadi sangat cepat.
Penyebab cegukan terus menerus dapat terjadi karena berbagai faktor, seperti mengonsumsi makan secara berlebihan hingga mengalami penyakit tertentu. Berikut beberapa hal yang dapat menyebabkan cegukan, antara lain:
1. Mengonsumsi Makanan dan Minuman Tertentu
Cegukan biasanya terjadi dalam waktu singkat sekitar beberapa menit saja. Kondisi ini sebenarnya tidak perlu Anda khawatirkan karena dapat hilang dengan sendirinya.
Cegukan bisa timbul karena mengonsumsi makanan dan minuman tertentu, seperti minuman panas, bersoda, alkohol, makanan pedas, dan kebiasaan makan terlalu cepat.
Makan makanan pedas rentan melukai lapisan kerongkongan yang memicu kontraksi diafragma. Begitu juga dengan makan terlalu cepat bisa membuat udara masuk ke dalam kerongkongan ketika menelan, sehingga otot diafragma berkontraksi dan menyebabkan cegukan.
Baca Juga: Anak Sering Cegukan? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya
2. Terdapat Gangguan Kesehatan
Penyebab cegukan pada bayi hingga orang dewasa bisa terjadi karena gangguan kesehatan di dalam tubuh. Anda perlu mewaspadai apabila bayi mengalami cegukan yang tidak normal. Kondisi ini terjadi akibat penyakit GERD atau naiknya asam lambung pada bayi.
Selain itu, terdapat beberapa masalah kesehatan yang bisa ditimbulkan oleh cegukan, antara lain:
- Mengalami gangguan metabolisme, seperti diabetes, gula darah rendah, dan kadar gula tinggi
- Iritasi atau gangguan pada saraf vagus, seperti radang tenggorokan (faringitis), radang laring, atau adanya benda asing maupun iritasi pada telinga, leher, atau dada
- Mengalami gangguan pada sistem saraf pusat, seperti meningitis (radang selaput otak), ensefalitis (radang jaringan otak), tumor otak, stroke, dan cedera kepala berat.
- Sistem pernapasan yang terganggu, seperti pneumonia atau paru-paru basah, radang selaput dada, dan asma
- Akibat reaksi psikologis, seperti rasa takut, syok, dan terlalu gembira
- Mengalami gangguan pada sistem pencernaan, seperti naiknya asam lambung atau GERD, radang usus, dan penyumbatan usus.
3. Mengonsumsi Obat-Obatan Tertentu
Penyebab cegukan bisa karena konsumsi obat-obatan tertentu sehingga terjadi kontraksi diafragma dan mengakibatkan pita suara tertutup. Ketika mengalami kondisi ini, Anda kerap ingin terburu-buru menghentikannya.
Cegukan yang terjadi akibat konsumsi obat-obatan dapat mengganggu proses makan dan minum. Jenis obat-obatan yang dapat menimbulkan kondisi ini, seperti obat kemoterapi, golongan opioid atau meredakan rasa sakit, obat mengatasi kecemasan, bius sebelum operasi, obat untuk mengatasi hipertensi, dan obat mencegah kejang pada tubuh.
Baca Juga: Cegukan Saat Puasa? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya
Cara Mengatasi Cegukan
Mengatasi cegukan terus-menerus dapat Anda lakukan dengan beberapa cara, antara lain:
- Menahan napas dalam waktu singkat: Cara ini mampu meningkatkan kadar karbondioksida sehingga dapat mengatasi cegukan secara efektif.
- Menggigit jeruk nipis: Untuk meredakan cegukan, Anda dapat mengonsumsi buah yang mengandung vitamin C seperti jeruk nipis.
- Mengonsumsi air hangat: Tindakan ini untuk melancarkan sistem aliran darah dan memenuhi kebutuhan oksigen di dalam tubuh.
- Minum air putih menggunakan sedotan: Anda juga dapat menutup hidung sehingga minum dalam keadaan tidak bernapas.
- Menjulurkan lidah: Cara ini mampu mengatasi cegukan secara maksimal dan mencegahnya terjadinya refleks muntah.
- Duduk dalam posisi memeluk lutut: Kondisi ini memungkinkan penekanan di bagian diafragma. Anda dapat mencobanya dalam waktu beberapa menit sampai cegukan menghilang
- Mengonsumsi gula dan madu: Cara ini juga mampu mengatasi cegukan secara efektif. Gula mampu mengubah aliran pernapasan menjadi lebih efektif.
- Menggunakan kantong kertas: Anda hanya perlu menyiapkan kantong kertas. Kemudian, letakkan di bagian mulut dan hidung. Lalu, tarik napas dan hembuskan secara perlahan-lahan.
- Menekan bagian tubuh tertentu: Cara ini cukup efektif dengan menekan titik tertentu untuk mengendurkan diafragma. Misalnya, meremas telapak tangan dan menekan hidung sambil minum air.
- Mengalihkan perhatian: Anda dapat menggunakan solusi ini untuk mengatasi cegukan yang terjadi secara terus-menerus. Alihkan perhatian, seperti berinteraksi dengan orang lain atau menonton film.
- Menggosok bagian belakang tenggorokan: Anda dapat mencoba menggosok bagian belakang tenggorokan dengan menggunakan kapas secara perlahan-lahan. Cobalah beberapa kali hingga Anda merasa ingin muntah atau batuk. Hati-hati menggunakan cara ini, terutama pada anak kecil sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu kepada dokter.
Cegukan biasanya terjadi bersamaan dengan tekanan pada bagian dada, perut, atau tenggorokan. Kondisi ini dapat berlangsung selama beberapa hari hingga berbulan-bulan yang memiliki sebutan cegukan berkepanjangan (persisten). Cegukan dalam waktu lama memerlukan pemeriksaan fisik, mulai dari tes darah, endoskopi, dan elektrokardiografi (EKG).
Baca Juga: Bagaimana Cara Mengatasi Cegukan pada Bayi?
Komplikasi Cegukan yang Tidak Diobati
Cegukan umumnya dapat hilang dengan sendirinya dalam waktu singkat. Namun, pada beberapa kasus, cegukan dapat berlangsung terus-menerus hingga berhari-hari atau bahkan lebih lama. Kondisi ini dikenal sebagai cegukan persisten atau intractable hiccups dan tidak boleh dianggap sepele karena dapat memengaruhi kesehatan fisik maupun mental penderitanya.
Cegukan yang tidak segera ditangani dapat mengganggu aktivitas sehari-hari, pola makan, hingga kualitas tidur. Pada kondisi tertentu, terutama pada lansia atau penderita penyakit tertentu, komplikasi akibat cegukan berkepanjangan juga dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan yang lebih serius.
Berikut beberapa komplikasi cegukan yang tidak diobati:
- Dehidrasi. Cegukan yang terjadi terus-menerus dapat membuat penderita kesulitan makan dan minum dengan nyaman.
- Malnutrisi. Gangguan saat makan akibat cegukan berkepanjangan dapat menurunkan nafsu makan dan asupan nutrisi harian.
- Gangguan Tidur. Cegukan yang muncul terus-menerus, terutama pada malam hari, dapat mengganggu kualitas tidur.
- Refluks Asam Lambung. Cegukan kronis dapat berkaitan dengan gangguan pada saluran pencernaan, termasuk refluks asam lambung atau GERD.
- Depresi dan Gangguan Emosional. Pada kasus cegukan kronis atau intractable hiccups, penderita dapat mengalami stres, frustrasi, kecemasan, bahkan depresi akibat ketidaknyamanan yang berlangsung terus-menerus dan mengganggu aktivitas sehari-hari.
- Aspirasi pada Lansia. Pada orang lanjut usia, cegukan berkepanjangan dapat meningkatkan risiko aspirasi, yaitu masuknya makanan atau cairan ke saluran napas.
Pencegahan Cegukan
Meskipun cegukan sering kali tidak berbahaya, beberapa kebiasaan sederhana dapat membantu mengurangi risiko munculnya cegukan. Pencegahan penting dilakukan terutama bagi orang yang sering mengalami cegukan berulang.
Berikut beberapa cara mencegah cegukan:
- Makan dan minum secara perlahan agar tidak terlalu banyak udara masuk ke saluran pencernaan.
- Hindari makan berlebihan karena lambung yang terlalu penuh dapat memicu cegukan.
- Batasi konsumsi minuman bersoda dan alkohol yang dapat meningkatkan iritasi pada lambung.
- Kurangi makanan terlalu pedas atau panas yang dapat memicu iritasi pada diafragma dan saluran cerna.
- Kelola stres dengan baik karena emosi berlebihan dapat memicu cegukan pada sebagian orang.
- Hindari perubahan suhu mendadak saat makan atau minum karena dapat merangsang refleks cegukan.
- Jaga pola tidur dan kesehatan tubuh agar fungsi saraf dan sistem pencernaan tetap optimal.
Kapan Harus ke Dokter?
Apabila Anda mengalami gejala cegukan yang tidak kunjung berhenti dan menyebabkan rasa sakit pada bagian dada, sehingga mengganggu aktivitas sehari-hari, sebaiknya segera berkonsultasi pada dokter. Anda bisa kunjungi rumah sakit Ciputra Hospital terdekat untuk konsultasi kesehatan.
Cek layanan rumah sakit Ciputra Hospital mulai dari rawat jalan hingga Medical Check Up (MCU). Cek jadwal dokter Ciputra Hospital dan hubungi kami untuk membuat janji dokter lebih mudah dan cepat.
Yuk, jaga dan cek kondisi kesehatan kamu sekeluarga bersama Ciputra Hospital!







