Mengatasi cegukan pada bayi dapat Anda lakukan dengan memegang bayi pada posisi tegak, menyendawakan bayi, serta memberikan makan dan minum saat bayi sudah tenang. Bayi sering cegukan adalah hal yang normal, serta kondisi ini muncul akibat kejang otot pada diafragma dan biasanya dipicu oleh proses menyusui.

Jika bayi mengalami cegukan akan lebih baik untuk memperlambat pemberian makan atau ASI.
Penyebab Cegukan pada Bayi
Penyebab cegukan atau singultus pada bayi umumnya karena minum ASI atau susu terlalu banyak, menyusu terlalu cepat, atau menelan terlalu banyak udara saat menyusu. Selain itu, cegukan juga dapat dipicu oleh perubahan suhu yang terjadi secara mendadak atau ketika bayi terkejut akibat suara yang keras, tetapi kondisi tersebut merupakan hal yang normal.
Menurut American Academy of Pediatrics (AAP), cegukan merupakan salah satu kebiasaan yang terjadi pada bayi dan dapat membantu perkembangan otak serta sistem pernapasannya. Bahkan, bayi dapat mengalami cegukan beberapa kali dalam sehari dan berlangsung sekitar 10 menit atau lebih.
Selama bayi tampak nyaman, aktif, dan tidak rewel, cegukan umumnya tidak perlu Anda khawatirkan karena akan mereda dengan sendirinya. Pada beberapa kasus, cegukan yang berlangsung terus-menerus dapat berkaitan dengan gastroesophageal reflux (GER), yaitu kondisi ketika isi lambung naik kembali ke kerongkongan sehingga menyebabkan rasa tidak nyaman saat bayi menyusu. Jika cegukan tidak kunjung membaik, terjadi terlalu sering, bayi tampak kesakitan, atau rewel, sebaiknya segera konsultasikan ke dokter.
Baca Juga: Cara Mengatasi Cegukan Terus Menerus & Penyebabnya
Cara Menyembuhkan Cegukan Pada Bayi
Cegukan atausingultus pada bayi umumnya dapat hilang dengan sendirinya. Namun, terdapat cara membantu bayi merasa lebih nyaman sekaligus mengurangi frekuensi cegukan yang muncul setelah menyusu atau saat perut terlalu penuh. Berikut caranya:
1. Sendawakan Bayi Saat Menyusui
Menyendawakan bayi dapat membantu mengeluarkan udara yang masuk ke lambung saat proses menyusu. Udara yang terperangkap sering kali memicu kontraksi pada diafragma sehingga bayi menjadi cegukan.
Orang tua dapat mencoba menyendawakan bayi di tengah atau setelah sesi menyusu. Posisi bayi dapat Anda sandarkan di bahu sambil ditepuk perlahan pada bagian punggung agar udara lebih mudah keluar.
2. Perlambat Pemberian ASI atau Susu
Bayi yang minum terlalu cepat cenderung menelan lebih banyak udara bersamaan dengan susu. Kondisi ini dapat membuat perut bayi terasa penuh dan memicu cegukan setelah menyusu.
Cobalah memberikan ASI atau susu secara perlahan dengan jeda yang cukup. Jika menggunakan botol susu, pilih dot dengan aliran yang sesuai agar bayi tidak minum terlalu terburu-buru.
3. Beri Makan Hanya Saat Bayi Tenang
Memberikan susu ketika bayi sedang menangis dapat membuat bayi menelan udara lebih banyak. Hal tersebut dapat meningkatkan kemungkinan munculnya cegukan sesudah makan.
Sebaiknya tunggu hingga bayi lebih tenang sebelum mulai menyusu. Suasana menyusu yang nyaman juga membantu bayi makan dengan ritme yang lebih stabil dan tidak tergesa-gesa.
Baca Juga: Anak Sering Cegukan? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya
4. Pegang Bayi Tegak Setelah Menyusui
Memposisikan bayi tetap tegak setelah menyusu dapat membantu sistem pencernaan bekerja lebih baik. Cara ini juga membantu mengurangi tekanan pada diafragma yang dapat memicu cegukan.
Pegang bayi dalam posisi tegak selama sekitar 20 hingga 30 menit setelah makan. Selain membantu mengurangi cegukan, posisi ini juga dapat menurunkan risiko gumoh pada bayi.
5. Pastikan Posisi Botol Dot Benar
Posisi botol susu yang kurang tepat dapat menyebabkan udara ikut masuk saat bayi minum. Akibatnya, perut bayi menjadi lebih mudah kembung dan cegukan pun dapat terjadi.
Pastikan bagian dot selalu terisi susu agar bayi tidak mengisap udara kosong. Selain itu, gunakan ukuran dot yang sesuai dengan usia bayi untuk membantu aliran susu tetap nyaman.
Kapan Bayi Cegukan Perlu ke Dokter?
Cegukan pada bayi umumnya normal. Namun, pada beberapa kondisi, cegukan bisa menjadi tanda adanya gangguan kesehatan tertentu. Segera konsultasikan ke dokter apabila bayi mengalami kondisi berikut:
- Cegukan berlangsung lebih dari 2 jam tanpa berhenti atau sering berulang dalam waktu singkat.
- Mengganggu tidur atau proses menyusu sehingga bayi tampak tidak nyaman dan sulit beristirahat.
- Muntah atau regurgitasi berlebihan setelah cegukan yang dapat mengarah pada gangguan pencernaan.
- Bayi tampak kesakitan, rewel berlebihan, atau lemas saat cegukan terjadi.
- Disertai gangguan pernapasan, seperti napas cepat, sesak, atau bibir membiru.
Baca Juga: Cegukan Saat Puasa? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya
Jika cegukan pada bayi tidak kunjung membaik atau disertai tanda-tanda di atas, segera konsultasikan kondisi si kecil dengan dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Anda juga dapat langsung kunjungi Ciputra Hospital untuk berkonsultasi.
Dapatkan kemudahan untuk konsultasi dan membuat janji dengan dokter pilihan Anda. Cek informasi lengkap mengenai layanan Ciputra Hospital, mulai dari rawat jalan hingga Medical Check Up (MCU), hanya di situs resmi atau kunjungi langsung fasilitas terdekat sekarang juga.
FAQ
Berapa lama cegukan bayi normal?
Cegukan pada bayi umumnya berlangsung beberapa menit dan dapat berhenti sendiri tanpa pengobatan. Selama bayi tetap nyaman, menyusu dengan baik, dan tidak mengalami sesak napas atau gejala lain, kondisi ini biasanya tidak perlu khawatir. Namun, jika cegukan berlangsung sangat lama, sering berulang hingga mengganggu menyusu atau tidur, sebaiknya periksakan bayi ke dokter.
Apakah cegukan menandakan bayi kekenyangan?
Tidak selalu. Cegukan lebih sering terjadi karena diafragma terangsang, misalnya akibat lambung yang mengembang atau bayi menelan udara saat menyusu. Meski begitu, memberi susu dalam jumlah terlalu banyak sekaligus juga dapat memicu cegukan pada sebagian bayi.
Apakah boleh memberi air putih?
Tidak dianjurkan, terutama pada bayi berusia di bawah 6 bulan. Kebutuhan cairan bayi sudah tercukupi dari ASI atau susu formula, dan pemberian air putih tidak terbukti dapat menghentikan cegukan.
Kapan cegukan pada bayi perlu diperiksakan ke dokter?
Segera konsultasikan ke dokter jika cegukan berlangsung sangat lama, sering terjadi hingga mengganggu menyusu atau tidur, atau muncul gejala lain seperti muntah berulang, kesulitan bernapas, demam, atau bayi tampak lemas.
Apakah bayi cegukan boleh disusui?
Ketika bayi cegukan sebaiknya tunda dan kurangi intensitas pemberian ASI untuk mengurangi atau menghilangkan cegukan. Jika dilanjutkan, dapat menyebabkan bayi merasa tidak nyaman dan memperparah cegukan.




