Mengetahui cara mencegah kanker usus adalah hal penting. Dengan mengetahuinya, Anda dapat menurunkan atau terhindar dari risiko menderita kanker usus. Salah satu caranya sangat mudah, yaitu dengan rutin melakukan olahraga. Selain itu, masih ada cara mencegah kanker usus lainnya, simak selengkapnya di bawah ini.

Konsumsi lebih banyak makanan bergizi dapat menurunkan risiko kanker usus sebesar 49%.
Kanker Usus
Kanker usus adalah jenis kanker yang dimulai di usus besar. Usus besar adalah bagian terakhir dari saluran pencernaan. Kanker lebih banyak menyerang orang dewasa dibanding anak-anak. Kanker usus dimulai dengan munculnya gumpalan kecil sel non-kanker yang disebut polip pada bagian dalam usus. Seiring waktu, polip tersebut dapat berkembang menjadi kanker usus.
Cara Mencegah Kanker Usus
Tindakan pencegahan kanker usus dapat membantu mengurangi risiko kanker usus. Namun, terdapat beberapa faktor risiko penyakit kanker usus yang tidak dapat dicegah, seperti faktor usia dan riwayat keluarga. Meski demikian, peluang untuk mencegah kanker usus tetap bisa Anda lakukan dengan memiliki pola hidup sehat. Berikut ini adalah ulasan lengkap tentang cara mencegah kanker usus.
1. Lakukan Pemeriksaan Kolonoskopi
Kolonoskopi adalah pemeriksaan yang dilakukan dengan memasukkan selang tipis dan lentur berkamera melalui rektum untuk memeriksa seluruh bagian usus besar. Dokter spesialis pencernaan atau bedah yang menangani prosedur ini akan mengamati dinding usus untuk mendeteksi polip maupun tanda-tanda kanker pada tahap awal.
Keunggulan kolonoskopi dibandingkan metode lain adalah kemampuannya tidak hanya mendeteksi, tetapi juga langsung mengangkat polip yang berpotensi berkembang menjadi kanker (adenoma) saat prosedur berlangsung. Ada juga pemeriksaan serupa bernama sigmoidoskopi fleksibel, namun cakupannya lebih terbatas karena hanya memeriksa usus besar bagian bawah sehingga berisiko melewatkan kanker di area usus yang lebih dalam.
Selain kolonoskopi, tersedia pula metode skrining lain yang bekerja dengan cara mendeteksi jejak darah atau DNA abnormal dalam sampel tinja, seperti tes darah samar tinja, tes imunokimia tinja, dan Cologuard yang memeriksa darah sekaligus DNA abnormal. Meski dapat memberi peringatan dini akan adanya polip atau kanker, metode-metode ini tidak dapat langsung mengangkat polip seperti yang dilakukan pada kolonoskopi.
Baca juga: Cara Mengobati Kanker Usus Tanpa Operasi
2. Mengonsumsi Lebih Banyak Makanan Bergizi
Salah satu cara terbaik mencegah kanker usus yang dapat Anda lakukan adalah dengan mengonsumsi lebih banyak makanan bergizi. Sebuah penelitian tahun 2015 menemukan bahwa mengonsumsi lebih banyak makanan bergizi dapat menurunkan risiko kanker usus sebesar 49%.
Oleh karena itu, dengan mengonsumsi lebih banyak makanan bergizi akan menutrisi sel-sel di dalam tubuh Anda. Ketika nutrisi dalam tubuh Anda terpenuhi, maka risiko menderita kanker usus dan kanker lainnya akan menurun. Makanan bergizi yang mengandung banyak nutrisi antara lain buah-buahan, sayuran, dan biji-bijian.
3. Membatasi Konsumsi Daging Merah dan Daging Olahan
Daging merah dan daging olahan yang dikonsumsi dalam jumlah banyak juga dapat menyebabkan kanker usus. Terutama daging yang dimasak dengan cara digoreng atau dibakar akan lebih berpotensi menyebabkan kanker usus. Mengetahui fakta tersebut, membatasi konsumsi daging merah dan daging olahan dapat secara signifikan mengurangi risiko menderita kanker usus.
Sebuah penelitian di Eropa tahun 2005 pada 478.000 orang. Menunjukkan bahwa mereka yang paling banyak mengonsumsi daging merah atau daging olahan kira-kira 5 ons atau lebih per hari lebih mungkin mengalami kanker usus daripada mereka yang mengonsumsi dengan jumlah sedikit dalam sehari.
Penelitian terbaru pada tahun 2015 juga memperkuat temuan sebelumnya bahwa mengkonsumsi daging merah dan daging olahan dalam jumlah besar dapat meningkatkan risiko kanker usus sebesar 20% hingga 30%. Mengingat bahaya mengonsumsi daging yang berlebihan, maka untuk dapat terhindar dari kanker usus ada baiknya mulai mengurangi porsi mengonsumsi daging merah atau daging olahan.
4. Mengurangi atau Menghindari Konsumsi Alkohol
Banyak studi yang menetapkan bahwa mengkonsumsi alkohol dengan jumlah banyak dapat meningkatkan risiko menderita kanker usus. Badan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga mengonfirmasi hal tersebut bahwa terdapat hubungan antara alkohol dengan risiko kanker usus.
Oleh karena itu, mengurangi atau menghindari konsumsi alkohol dapat menurunkan kanker usus. Namun, jika Anda tidak bisa menghindari untuk mengonsumsi alkohol. Anda tetap dapat mengonsumsi alkohol dengan aturan tidak lebih dari satu gelas sehari untuk wanita dan dua gelas untuk pria.
5. Berhenti Merokok
Sebuah studi menunjukkan mereka yang merokok memiliki risiko 50% lebih tinggi terkena kanker usus dibandingkan mereka yang tidak pernah merokok. Artinya, jika Anda adalah seorang perokok, maka akan berisiko lebih besar untuk terkena kanker usus.
Salah satu cara untuk mengurangi risiko menderita kanker usus adalah dengan mencoba berhenti merokok. Sebab, penelitian yang dilakukan selama 12 tahun terhadap orang yang merokok. Ditemukan bahwa mereka yang berhenti merokok sebelum usia 40 tahun, risiko menderita kanker usus akan menurun seiring waktu. Disamping itu, Anda juga harus mengimbangi hal tersebut dengan memiliki pola hidup yang sehat juga, seperti makan makanan bergizi dan rajin berolahraga.
Baca Juga: Radang Usus Buntu
6. Mempertahankan Berat Badan Ideal
Menjaga berat badan ideal adalah cara lain untuk dapat mengurangi risiko menderita kanker usus. Menurut Institut Kanker Nasional Amerika, orang dengan kelebihan berat badan atau obesitas berisiko sebesar 30% menderita kanker usus daripada mereka yang memiliki berat badan ideal.
Selain itu, sebuah ulasan dalam jurnal tahun 2016 juga menyebutkan bahwa obesitas dapat meningkatkan risiko seseorang terkena kanker usus. Oleh karena itu, tetap mempertahankan berat badan ideal dan sehat dapat membantu menurunkan risiko Anda terkena kanker usus. Anda dapat mempertahankan berat badan ideal dengan cara berolahraga dan mengurangi jumlah kalori yang Anda makan setiap harinya.
7. Olahraga Secara Teratur
Jarang melakukan olahraga dapat meningkatkan peluang lebih besar terkena kanker usus. Studi yang dilakukan tahun 2019 menemukan bahwa aktivitas fisik seperti olahraga dapat mencegah penyakit kanker usus.
Selain itu, olahraga juga dapat menurunkan risiko kematian dan kambuhnya kanker usus sebelum dan sesudah didiagnosis menderita kanker usus.
Jadi cobalah untuk berolahraga setidaknya 30 menit setiap hari. Jika Anda sudah lama tidak melakukan olahraga. Mulailah secara perlahan dan tingkatkan secara bertahap hingga mencapai 30 menit setiap harinya. Selain menjadi cara untuk mencegah kanker usus, olahraga juga dapat meningkatkan semangat, kesehatan mental, dan membantu Anda tidur lebih baik.
Cara mencegah kanker usus erat kaitannya dengan mengubah pola hidup tidak sehat menjadi pola hidup yang sehat. Jika belum terbiasa, Anda bisa memulainya perlahan-lahan hingga akhirnya memiliki pola hidup yang sehat. Namun, jika Anda memiliki faktor risiko menderita kanker usus. Segera diskusikan faktor risiko tersebut dengan dokter untuk menentukan bagaimana cara mencegah kanker usus yang aman bagi Anda. Sekian ulasan tentang cara mencegah kanker usus. Semoga bermanfaat.
8. Mengonsumsi Lebih Banyak Makanan Bergizi
Pola makan yang tepat berperan besar dalam menurunkan risiko kanker kolorektal, terutama dengan memperbanyak makanan berserat tinggi seperti buah, sayur, dan biji-bijian utuh. Berikut beberapa langkah yang bisa diterapkan dalam keseharian:
- Perbanyak asupan serat. Pilih sumber karbohidrat seperti roti gandum utuh atau nasi merah, serta kacang-kacangan dan polong-polongan seperti kedelai, lentil, kacang polong, kacang pinto, kacang hitam, dan kacang merah. Bahan-bahan ini kaya protein, serat, vitamin B, dan vitamin E yang baik untuk tubuh.
- Jaga pola makan tetap seimbang. Konsumsi beragam jenis makanan nabati seperti sayuran, biji-bijian utuh, dan kacang-kacangan. Lengkapi dengan protein rendah lemak seperti ikan dan unggas, serta pilih produk susu rendah lemak bila tersedia.
- Penuhi kebutuhan cairan tubuh. Pastikan tubuh terhidrasi dengan baik sepanjang hari. Utamakan minuman tanpa kafein sebagai sumber cairan utama.
- Tambahkan konsumsi produk susu. Produk susu diketahui memiliki manfaat dalam membantu melindungi tubuh dari risiko kanker kolorektal. Menambahkannya secara rutin dalam menu harian bisa menjadi langkah pencegahan yang sederhana namun bermanfaat.
9. Cukupi Kebutuhan Kalsium
Mencukupi asupan kalsium dan vitamin D, terutama dari produk susu, dipercaya dapat membantu menekan risiko kanker usus besar. Kalsium yang berasal dari makanan berperan penting dalam menjaga pertumbuhan sel yang sehat sekaligus membantu mengendalikan sel-sel prakanker.
Namun, manfaat ini tampaknya tidak berlaku sama jika kalsium dan vitamin D diperoleh dari suplemen. Efektivitas suplemen nutrisi dalam mencegah kanker kolorektal masih menjadi hal yang belum sepenuhnya jelas, sehingga sumber alami dari makanan tetap menjadi pilihan yang lebih disarankan.
Baca Juga: Ketahui 7 Makanan dan Minuman Penyebab Kanker Usus
Kapan Harus ke Dokter
Jika Anda atau keluarga Anda mengalami salah satu gejala kanker usus, segera kunjungi Ciputra Hospital. Dapatkan kemudahan untuk konsultasi dan membuat janji dengan dokter pilihan Anda.
Cek informasi lengkap mengenai layanan Ciputra Hospital, mulai dari rawat jalan hingga Medical Check Up (MCU), hanya di situs resmi atau kunjungi langsung fasilitas terdekat sekarang juga.
FAQ
Apa penyebab bisa terkena kanker usus?
Penyebab terkenanya kanker usus karena tidak terkendalinya mutasi DNA pada sel-sel lapisan usus yang tumbuh.
Apa gejala awal kanker usus?
Gejala awal kanker usus diantaranya sembelit, diare, BAB berdarah, turunnya berat badan secara tiba-tiba, perut terasa usus, atau sensasi BAB yang tidak tuntas.
Makanan apa penyebab kanker usus?
Makanan yang menyebabkan kanker usus diantaranya daging merah yang berlebihan, makanan dengan serat yang kurang, dan daging olahan.

