Ditulis oleh Tim Konten Medis
Vaksin polio adalah program imunisasi untuk melindungi tubuh dari infeksi virus. Jenis vaksin ini bermanfaat untuk menurunkan risiko terjadinya gejala penyakit polio, seperti nyeri otot, tubuh mudah lelah, dan kehilangan refleks tubuh.

Vaksin polio bertujuan untuk meningkatkan sistem imunitas terhadap infeksi virus polio.
Polio adalah jenis penyakit yang sangat menular dan sebagian besar menyerang anak-anak. Penyakit ini disebabkan oleh virus polio yang menginfeksi sistem saraf dan dapat memicu kelumpuhan tulang belakang serta dapat menginfeksi sistem pernapasan.
Bahkan, polio bisa mengancam nyawa sehingga perlu Anda waspadai. Anda bisa mencegah penyakit ini dengan melakukan imunisasi polio secara rutin pada anak.
Apa Itu Vaksin Polio?
Vaksin polio merupakan salah satu langkah pencegahan untuk penyakit polio. Meskipun tidak ada obat untuk mengobati polio, pemberian imunisasi ini pada anak-anak bisa mencegah risiko terkena penyakit tersebut. Imunisasi polio dapat berupa polio suntik dan polio tetes.
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit di Amerika Serikat merekomendasikan agar anak-anak mendapatkan 4 dosis imunisasi poliountuk melindungi mereka dari penyakit polio parah, termasuk kelumpuhan.
Kebanyakan orang dewasa jarang terinfeksi penyakit polio karena kemungkinan besar sudah divaksin saat masih anak-anak sehingga terlindungi dari infeksi virus.
Bayi dan anak-anak harus mendapatkan vaksin polio untuk melindungi diri dari penyakit polio. Ini termasuk anak-anak yang belum memulai rangkaian imunisasi polio atau yang terlambat mendapatkan semua dosis yang dianjurkan.
Sebagai orang tua dan berencana untuk pergi ke luar negeri, Anda dapat memastikan bahwa anak telah memperoleh vaksinasi lengkap terhadap polio sebelum keberangkatan. Selain itu, orang dewasa berisiko tinggi terkena polio apabila:
- Berpergian ke negara atau tempat yang memiliki risiko tinggi terpapar virus polio
- Bekerja sebagai petugas di laboratorium dalam menangani spesimen yang mengandung virus polio
- Merawat atau memiliki kontak dekat dengan penderita virus polio
- Bekerja sebagai petugas kesehatan yang menangani penderita virus polio
Baca juga: Mengenal Flu Singapura pada Anak dan Gejalanya
Tujuan dan Manfaat Vaksin Polio
Imunisasi polio bertujuan untuk melindungi tubuh dari bahaya infeksi virus polio. Vaksin ini telah disediakan oleh layanan kesehatan pemerintah agar masyarakat memperoleh sistem kekebalan tubuh yang maksimal.
Manfaat vaksin polio juga mampu menekan risiko seseorang terkena penyakit polio. Pastikan untuk mendapatkan dosis vaksin lengkap agar terhindar dari gejala polio berat, termasuk kelumpuhan.
Jenis Vaksin Polio
Berikut ini adalah beberapa jenis imunisasi polio:
1. Imunisasi Polio Tetes
Imunisasi atau vaksin polio tetes menjadi salah satu cara efektif untuk menurunkan risiko terjadinya infeksi virus yang menyerang tubuh. Jenis vaksin ini diberikan dalam bentuk tetes cairan pada anak usia hingga 5 tahun.
Polio tetes merupakan hak seorang anak untuk melindungi tubuhnya dari virus polio sehingga orang tua harus bertanggung jawab dalam memenuhi kebutuhannya. Jika anak belum divaksin, segeralah datang ke layanan kesehatan terdekat.
Bayi bisa mendapatkan imunisasi polio lengkap sebanyak 7 kali kunjungan. Imunisasi ini dilakukan secara gratis di seluruh layanan kesehatan pemerintah. Dokter atau ahli medis dapat memberikan vaksin polio tetes (OPV) sebanyak 4 kali di usia 1, 2, 3, dan 4 bulan.
Umumnya, anak bisa diberikan vaksin secara lengkap hingga usia 5 tahun. Jenis vaksin ini terbukti aman dan efektif untuk mencegah virus polio pada anak. Bahkan, imunisasi polio tetes telah disetujui oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO). Vaksin ini sudah berlangsung sejak lama di Indonesia pada tahun 1980-an.
2. Vaksin Polio Suntik Lengkap
Jenis imunisasi polioselanjutnya adalah suntik lengkap. Vaksin ini diberikan secara kombinasi antara polio tetes dan suntik untuk melindungi tubuh dari infeksi virus polio.
Cara kerja vaksin polio suntik (IPV), yaitu membentuk kekebalan tubuh melalui darah. Jenis vaksin ini tidak menghambat perkembangan virus di saluran pencernaan sehingga aman.
Harga vaksin polio cenderung bervariasi, mulai dari 185 ribu rupiah. Namun, harga ini bisa berubah sewaktu-waktu, tergantung dari jenis dan fasilitas layanan kesehatan setempat.
Baca Juga: Pentingnya Pemberian Vaksin Covid untuk Anak
Dosis dan Jadwal Vaksin Polio
Adapun sejumlah dosis dan jadwal vaksin polio, sebagai berikut:
1. Bayi dan Anak-anak
Anak harus mendapatkan total 4 dosis imunisasi polio, satu pada setiap usia, seperti:
- Usia bayi 2 bulan mendapatkan dosis pertama
- Bayi usia 4 bulan diberikan dosis kedua
- Bayi usia 6-18 bulan mendapatkan dosis ketiga
- Anak usia 4-6 tahun diberikan dosis keempat
Namun, anak yang terlambat mendapatkan semua dosis vaksin, sebaiknya mengikuti jadwal susulan sesuai dengan anjuran dokter.
2. Orang Dewasa
Jika belum pernah mendapatkan vaksin polio, Anda bisa mendapatkan 3 dosis imunisasi polio suntik (IPV) saat:
- Dosis pertama kapan saja
- Dilanjutkan, dosis kedua 1-2 bulan kemudian
- Dosis ketiga 6-12 bulan setelah dosis kedua
Anda harus mendapatkan dosis vaksin lengkap untuk melindungi tubuh dari infeksi virus secara optimal. Apabila belum vaksin lengkap, Anda dapat memperoleh 1 atau 2 dosis sisanya.
Sementara itu, orang yang berisiko tinggi mengalami penyakit polio juga perlu mendapatkan dosis vaksin lengkap dan 1 dosis penguat IPV seumur hidup. Sebelum mendapatkan vaksin, pastikan telah berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu.
Hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum dan Sesudah Vaksin Polio
Berikut ini adalah beberapa hal yang perlu Anda perhatikan sebelum imunisasi polio:
- Berkonsultasi dengan dokter apabila memiliki reaksi alergi terhadap obat-obatan tertentu
- Hindari aktivitas fisik yang memberatkan sebelum vaksin
- Tidak minum yang mengandung alkohol agar tidak mengganggu sistem kekebalan tubuh
- Istirahat yang cukup
Setelah mendapatkan imuniasi, perhatikan beberapa hal berikut:
- Meredakan efek samping dengan perawatan mandiri di rumah hingga pengobatan medis
- Persiapkan diri untuk mengikuti vaksin selanjutnya apabila belum mendapatkan imunisasi secara lengkap
- Menjaga kesehatan tubuh dengan baik
Baca Juga: Informasi Lengkap Vaksin Pneumonia untuk Anak dan Dewasa
Efek Samping Vaksin Polio
Adapun sejumlah efek samping vaksin atau imunisasi polio, sebagai berikut:
- Reaksi alergi, seperti ruam kulit, gatal, dan pembengkakan pada wajah
- Gangguan pernapasan
- Perubahan perilaku ekstrem
- Demam tinggi lebih dari 38 derajat celcius
- Menangis tidak tertahankan selama 3 jam atau lebih
- Mengalami kejang
- Tubuh lemah atau lelah
- Memar, nyeri, atau bengkak di tempat suntikan
- Nafsu makan menurun
- Anak mudah rewel
- Mudah mengantuk
- Mual dan muntah
Jika mengalami efek samping akibat imunisasi polio, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan perawatan yang tepat. Anda bisa kunjungi rumah sakit Ciputra Hospital terdekat untuk konsultasi kesehatan.
Yuk, jaga kesehatan tubuh dengan rutin melakukan medical check up di Ciputra Hospital. Anda juga bisa konsultasi dan buat janji dengan dokter di Ciputra Hospital terdekat. Cek layanan rumah sakit Ciputra Hospital mulai dari rawat jalan hingga Medical Check Up (MCU) selengkapnya sekarang juga.
Telah direview oleh dr. Muhamad Rizki Nanda Faozan
Source:
- Kemenkes. Pencegahan Polio. Agustus 2024.
- Kemenkes. Polio. Agustus 2024.