Ditulis oleh Tim Konten Medis
TB laten adalah infeksi bakteri Mycobacterium tuberculosis yang tidak menimbulkan gejala namun berisiko menjadi TB aktif. Perbedaan TB laten dan aktif terletak pada gejalanya, di mana TB laten tidak menimbulkan keluhan, sedangkan TB aktif menunjukkan gejala dan bisa menular ke orang lain.

Penyakit TBC merupakan salah satu masalah kesehatan yang masih banyak dijumpai dan dapat menyerang siapa saja, termasuk mereka yang tampak sehat. Dalam beberapa kasus, infeksi ini tidak langsung menimbulkan gejala karena bakteri penyebabnya berada dalam kondisi tidak aktif di dalam tubuh.
Meski tidak menular, tahap ini sebagai TB laten yang tetap memiliki potensi berkembang menjadi penyakit TBC aktif di kemudian hari. Dengan pemeriksaan rutin dan pengobatan yang sesuai, risiko perubahan infeksi menjadi TBC aktif dapat Anda cegah lebih awal.
Apa Itu TB Laten?
Tuberkulosis laten atau TB laten adalah kondisi ketika seseorang terinfeksi bakteri Mycobacterium tuberculosis namun belum menunjukkan gejala sakit. Pada tahap ini, bakteri berada dalam keadaan tidak aktif (dorman) di dalam tubuh, sehingga penderita tidak menularkan penyakitnya kepada orang lain.
Orang dengan TBC laten umumnya merasa sehat dan tidak mengalami batuk lebih dari 2 minggu, demam, gejala keringat malam atau penurunan berat badan. Meski begitu, bila sistem kekebalan tubuh melemah, infeksi ini dapat berkembang menjadi TB aktif yang berpotensi menular dan membahayakan kesehatan. Beberapa kondisi berikut dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami infeksi TB laten:
- Kontak dekat dengan penderita TB aktif.
- Pernah tinggal, bekerja, atau bepergian ke negara dengan angka TB tinggi.
- Termasuk dalam kelompok dengan risiko penularan tinggi, seperti tunawisma, pengguna narkoba suntik, dan penderita HIV atau AIDS.
- Tinggal atau bekerja di lingkungan padat seperti rumah sakit, penjara, panti jompo, tempat penampungan, atau tempat pengungsian.
- Memiliki daya tahan tubuh lemah, menderita penyakit tertentu, berusia lanjut, atau bayi di bawah satu tahun.
Baca Juga: 9 Ciri Penyakit TBC yang Sudah Parah, Waspada!
Perbedaan TB Laten dan TBC Aktif
Mengetahui perbedaan TB laten dan TB aktif penting agar seseorang dapat memahami tingkat risiko dan langkah pengobatan yang sesuai. Keduanya sama-sama disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis, tetapi memiliki dampak dan tingkat penularan yang berbeda pada tubuh.
Berikut penjelasan mengenai perbedaan antara TB laten dan TB aktif:
TB Laten
- Kuman TB berada dalam kondisi tidak aktif (dorman) di dalam tubuh dan dapat bertahan selama bertahun-tahun tanpa menimbulkan gejala.
- Penderita tidak menunjukkan tanda-tanda sakit, dan hasil rontgen dada biasanya terlihat normal.
- Tidak menular kepada orang lain karena kuman belum aktif menyerang jaringan tubuh.
- Dapat Anda obati dengan satu atau kombinasi jenis obat yang dokter rekomendasikan, dengan durasi pengobatan yang bervariasi (mulai dari 3 bulan hingga 9 bulan), untuk mencegah berkembang menjadi TB aktif.
TB Aktif
- Kuman TB berkembang biak dan menyebar di dalam tubuh, menyebabkan kerusakan jaringan.
- Penderita biasanya mengalami gejala seperti batuk lebih dari 3 minggu, demam, keringat malam, dan penurunan berat badan.
- Dapat menular jika kuman berada di paru-paru atau tenggorokan dan menyebar lewat batuk, bersin, atau berbicara.
- Memerlukan pengobatan 3 hingga 4 jenis obat selama minimal 6 bulan untuk menyembuhkan infeksi sepenuhnya.
Baca Juga: Gejala Penyakit TBC (Tuberkulosis) dan Cara Deteksinya
Cara Mendeteksi TB Laten
Mengetahui ciri-ciri TB laten tidaklah mudah karena pada tahap ini kuman masih belum aktif dan tidak menimbulkan gejala. Oleh karena itu, pemeriksaan medis sangat penting untuk memastikan adanya infeksi TB laten agar dapat Anda tangani sebelum berkembang menjadi TB aktif.
Diagnosis TB laten dilakukan jika seseorang memiliki hasil tes darah TB atau tes kulit TB positif, namun pemeriksaan medis tidak menunjukkan tanda-tanda penyakit TB aktif. Proses diagnosis biasanya meliputi:
- Riwayat kesehatan dan paparan TB,
- Tes darah TB atau tes kulit TB,
- Pemeriksaan rontgen dada (chest X-ray),
- Pemeriksaan fisik menyeluruh, dan
- Pemeriksaan dahak (dalam kondisi tertentu).
Sebelum memulai pengobatan TB laten, sangat penting untuk memastikan bahwa TB aktif tidak terjadi. Jika hal ini Anda abaikan, pengobatan bisa gagal dan berisiko menyebabkan resistansi obat TB.
1. TB Blood Tests
Tes darah TB (Interferon Gamma Release Assay atau IGRA) untuk mengukur respons sistem imun terhadap protein TB dalam darah. Tes ini membantu menentukan apakah seseorang sudah terinfeksi bakteri TB meskipun belum menunjukkan ciri-ciri TBlaten.
Dalam pemeriksaan ini, sampel darah akan dicampur dengan zat yang meniru antigen dari bakteri TB. Jika tubuh pernah terinfeksi, sel darah putih akan mengenali antigen tersebut dan menghasilkan interferon-gamma (IFN-γ), yang kemudian diukur untuk menilai hasil tes.
2. TB Skin Test
Tes kulit TB atau Mantoux Tuberculin Skin Test (TST) dilakukan dengan menyuntikkan sedikit cairan PPD (purified protein derivative) ke bagian bawah kulit lengan. Setelah itu, area suntikan akan diperiksa oleh tenaga kesehatan setelah 48–72 jam untuk melihat apakah terdapat reaksi berupa benjolan keras (indurasi).
Ukuran benjolan tersebut akan menentukan apakah hasil tes dinyatakan positif atau negatif. Tes ini menjadi salah satu cara sederhana untuk mendeteksi TB laten, terutama bagi orang yang memiliki risiko tinggi namun belum menunjukkan gejala apapun.
Cara Mengatasi TB Laten
Perawatan TB laten biasanya lebih singkat dan menggunakan lebih sedikit obat dari pada dengan TB aktif. Pengobatan ini bertujuan untuk mencegah perkembangan bakteri menjadi aktif di kemudian hari, sehingga sangat penting untuk dijalani sesuai anjuran dokter agar hasilnya efektif dan aman.
Beberapa pilihan pengobatan TB laten yang umum direkomendasikan meliputi:
- 3HP: Kombinasi isoniazid dan rifapentine yang diminum sekali seminggu selama 3 bulan.
- 4R: Penggunaan rifampin setiap hari selama 4 bulan.
- 3HR: Kombinasi isoniazid dan rifampin yang diminum setiap hari selama 3 bulan.
Setiap regimen memiliki durasi dan jenis obat yang berbeda, tergantung pada kondisi tubuh dan riwayat kesehatan masing-masing. Konsultasi dengan dokter penting Anda lakukan untuk menentukan pilihan terapi yang paling sesuai serta memastikan pengobatan berjalan dengan aman tanpa efek samping berat.
Baca Juga: Apakah Pasien TBC Bisa Sembuh Total? Cek Fakta Medisnya!
Jika Anda atau keluarga Anda mengalami gejala tuberkulosis, segera kunjungi Ciputra Hospital. Dapatkan kemudahan untuk konsultasi dan membuat janji dengan dokter pilihan Anda.
Cek informasi lengkap mengenai layanan Ciputra Hospital, mulai dari rawat jalan hingga Medical Check Up (MCU), hanya di situs resmi atau kunjungi langsung fasilitas terdekat sekarang juga.
Telah Direview oleh dr. Ira Hapsari Gazali
Source
- Nationwide Children’s. Latent Tuberculosis Infection (LTBI). April 2026
- CDC. Clinical Overview of Latent Tuberculosis Infection. April 2026
- Everyday Health. Latent Tuberculosis Infection vs. Active TB Disease: What’s the Difference?. April 2026




