Umumnya, ring jantung bisa bertahan selama beberapa dekade tanpa perlu Anda ganti. Seiring waktu, jaringan jantung akan tumbuh menyatu dengan ring, sehingga membuatnya menjadi bagian permanen dari struktur jantung.

Ring jantung adalah alat medis berbentuk cincin kecil yang berguna untuk memperbaiki katup jantung yang melemah atau rusak. Alat ini membantu katup jantung menutup lebih rapat, sehingga aliran darah tetap mengalir ke arah yang benar.
Seseorang mungkin membutuhkan pemasangan ring jantung jika mengalami kelainan katup jantung akibat penyakit jantung bawaan, infeksi, atau gagal jantung. Prosedur ini bertujuan mencegah komplikasi serius seperti sesak napas, kelelahan ekstrim, hingga gagal jantung total.
Apa Itu Ring Jantung?
Ring jantung atau annuloplasty adalah prosedur medis untuk memperbaiki katup jantung yang bocor karena bentuknya melebar, kendur, atau rusak. Dalam tindakan ini, dokter akan memasang cincin kecil yang terbuat dari logam, plastik, atau bahan jaring khusus untuk memperkuat katup, sehingga bisa menutup lebih rapat dan mencegah aliran darah yang berbalik arah.
Cara pasang ring jantung biasanya dapat Anda lakukan melalui operasi jantung, baik secara terbuka maupun dengan metode minimal invasif, tergantung pada kondisi pasien. Biaya pasang ring jantung bervariasi, tergantung rumah sakit, teknik yang dokter gunakan, serta jaminan kesehatan yang pasien miliki.
Meskipun prosedur ini tergolong aman dan efektif, tetap ada kelemahan pasang ring jantung seperti risiko infeksi, pembekuan darah, atau gangguan irama jantung. Setelah tindakan, pasien sebaiknya mematuhi pantangan setelah pasang ring jantung seperti menghindari aktivitas berat, menjaga pola makan, serta rutin kontrol ke dokter untuk memastikan fungsi ring tetap optimal.
Secara umum, keputusan mengenai jenis ring jantung yang akan dipasang ditentukan berdasarkan hasil pemeriksaan menyeluruh terhadap kondisi katup dan struktur jantung pasien. Faktor usia, tingkat keparahan kerusakan katup, serta riwayat kesehatan turut Anda pertimbangkan sebelum prosedur berjalan.
Baca Juga: Catat, 13 Cara untuk Menjaga Jantung Tetap Sehat
Kenapa Ring Jantung Bisa Bertahan Lama?
Ring jantung dirancang agar tahan lama karena terbuat dari bahan kuat seperti logam, plastik khusus, atau kain medis. Bahan-bahan ini mampu menjaga bentuk ring jantung agar tetap stabil mengikuti struktur katup, sekaligus cukup fleksibel mengikuti gerakan alami jantung, sehingga dapat berfungsi optimal dalam jangka panjang.
Cara pasang ring jantung umumnya melalui prosedur yang minim invasif, yaitu tanpa operasi besar, sehingga risiko komplikasi lebih kecil dan waktu pemulihan lebih cepat. Namun, dalam beberapa kasus berat, prosedur tetap dapat Anda lakukan lewat operasi jantung terbuka.
Setelah tindakan ini, penting untuk memperhatikan pantangan setelah pasang ring jantung, seperti menghindari aktivitas berat atau konsumsi makanan tertentu. Meskipun aman, tetap ada efek samping setelah pemasangan ring jantung seperti infeksi atau pembekuan darah yang perlu Anda waspadai dan konsultasikan ke dokter. Daya tahan ring jantung juga berpengaruh oleh seberapa baik jaringan tubuh pasien beradaptasi dengan material yang tertanam.
Baca Juga: 14 Tanda Sakit Jantung yang Penting Diwaspadai
Efektivitas Pemasangan Ring Jantung
Prosedur non bedah seperti pemasangan ring jantung terbukti efektif dalam menangani kondisi sindrom koroner akut (SKA), yaitu gangguan aliran darah ke jantung yang dapat menyebabkan serangan jantung.
Tindakan ini direkomendasikan dalam berbagai situasi, mulai dari sumbatan total hingga sebagian. Selain itu, pemasangan ring jantung juga dapat BPJS kesehatan tanggung, selama memenuhi syarat medis dan dirujuk secara resmi oleh fasilitas kesehatan tingkat pertama.
1. STEMI
Pada kasus ST-Elevation Myocardial Infarction (STEMI), yaitu serangan jantung dengan penyumbatan parah, prosedur pemasangan ring sangat membantu menurunkan risiko kematian dan kerusakan otot jantung. Jika Anda lakukan dalam waktu 12 hingga 72 jam setelah gejala pertama muncul, efektivitasnya jauh lebih tinggi dari pengobatan biasa.
Jika Anda lakukan dalam 24 jam setelah STEMI dapat meningkatkan tingkat kelangsungan hidup hingga 85% dalam lima tahun, dari 59% pada pasien yang tidak mendapat tindakan sama sekali.
Selain kecepatan penanganan, keberhasilan prosedur pada kasus STEMI juga berpengaruh dari lokasi dan luas penyumbatan pembuluh darah koroner. Pada kasus penyumbatan di pembuluh darah utama, pemantauan intensif pascatindakan biasanya dokter anjurkan, agar potensi komplikasi dapat terdeteksi lebih awal.
2. NSTEMI dan Angina
Untuk kasus Non ST Elevation Myocardial Infarction (NSTEMI) prosedur non bedah ini juga memberikan manfaat besar. Bila dalam 24 jam pertama, tingkat kelangsungan hidup jangka pendek meningkat hingga 58% daripada pasien yang mendapat penanganan terlambat.
Sementara itu, pasien dengan angina tak stabil juga dapat bermanfaat dari pemasangan ring jantung. Namun, prosedur ini dapat mengurangi risiko serangan jantung dalam jangka panjang, meski tetap memiliki risiko kecil saat atau setelah tindakan.
Pada pasien dengan angina tak stabil, evaluasi tambahan seringkali perlu untuk menentukan tindakan selanjutnya. Keputusan tersebut biasanya dokter ambil berdasarkan hasil pemeriksaan penunjang seperti EKG dan pemeriksaan enzim jantung.
Baca Juga: Mengenal Anatomi Jantung: Bagian dan Fungsinya
Jika Anda ingin memasang ring jantung, segera kunjungi Ciputra Hospital, dapatkan kemudahan untuk konsultasi dan membuat janji dengan dokter pilihan Anda.
Cek informasi lengkap mengenai layanan Ciputra Hospital, mulai dari rawat jalan hingga Medical Check Up (MCU), hanya di situs resmi atau kunjungi langsung fasilitas terdekat sekarang juga.







