Buat janji Ciputra HospitalWhatsapp Ciputra Hospital

Rumah Sakit Terbaik Berstandarisasi Internasional | Ciputra Hospital

  • Beranda
  • Rumah Sakit
    • CitraRaya Tangerang
    • CitraGarden City Jakarta
    • Ciputra Mitra Hospital Banjarmasin
    • Ciputra Hospital Surabaya
  • Cari Dokter
  • Center of Excellence
  • Artikel
  1. Beranda
  2. ›
  3. Artikel Kesehatan
  4. ›
  5. Jenis Alat Pacu Jantung, Fungsi, dan Efek Samping
  • Home
  • Artikel Kesehatan
  • Jenis Alat Pacu Jantung, Fungsi, dan Efek Samping
Riva
Jumat, 27 Juni 2025 / Published in Artikel Kesehatan

Jenis Alat Pacu Jantung, Fungsi, dan Efek Samping

Alat pacu jantung atau pacemarker adalah perangkat kecil yang terdiri dari tiga bagian utama, seperti generator, kabel, dan sensor elektroda. Dokter dapat meletakkan alat ini di bawah kulit dada melalui sayatan tepat di bawah selangka atau area perut. Fungsinya untuk mengendalikan detak jantung tidak teratur.

alat pacu jantung
Alat pacu jantung membantu menstabilkan detak jantung.

Orang yang menggunakan alat pacu jantung dapat menjalani aktivitas normal sehari-hari. Pada dasarnya, jantung memiliki sistem konduksi untuk menghasilkan sinyal listrik atau impuls.

Ketika sistem konduksi jantung tidak berfungsi dengan baik ini bisa menyebabkan detak jantung tidak teratur. Alat pacu jantung menggunakan impuls listrik untuk mengatasi kerusakan tersebut.

Daftar Isi

Toggle
  • Apa Itu Alat Pacu Jantung (Pacemaker)?
  • Jenis Alat Pacu Jantung
    • 1. Alat Pacu Jantung Sementara
    • 2. Alat Pacu Jantung Permanen
  • Fungsi Alat Pacu Jantung
  • Hal yang Harus Dipersiapkan Sebelum Pasang Alat Pacu Jantung
  • Apa yang Terjadi Setelah Prosedur Pemasangan?
  • Risiko Efek Samping

Apa Itu Alat Pacu Jantung (Pacemaker)?

Alat pacu jantung (pacemaker) adalah perangkat kecil untuk mengatur ritme detak jantung. Jenis alat ini memiliki tiga bagian utama, seperti generator, kabel, dan sensor elektroda.

Namun, seiring perkembangan teknologi, pacemaker bersifat nirkabel atau tanpa menggunakan kabel fisik. Cara kerja alat pacu jantung mampu menghasilkan impuls listrik untuk mengontrol detak jantung tidak teratur.

Dokter dapat meletakkan alat ini di bawah kulit dada, tepat di bawah tulang selangka atau di area perut melalui sayatan kecil. Pacemaker bisa terhubung melalui kabel kecil dan membuat sensor elektroda untuk mengembalikan detak jantung normal.

Alat ini terdiri dari 3 jenis berdasarkan jumlah kabelnya. Alat pacu jantung satu kabel ditempatkan di bilik kanan bawah jantung sedangkan dua kabel berada di atrium kanan dan ventrikel kanan.

Sementara tim medis dapat memasang pacemaker biventrikular (3 kabel) di atrium kanan, ventrikel kanan, dan ventrikel kiri. Pada pacemaker nirkabel, cara kerjanya hampir serupa.

Namun, alatnya cenderung lebih kecil dengan menggunakan generator denyut dan elektroda dalam satu perangkat. Ini tidak memerlukan operasi bedah dan biasanya terpasang di dalam jantung melalui kateter di salah satu pembuluh vena.

Setelah terpasang, pacemaker mampu mengirimkan impuls ke ventrikel kanan jantung. Alat pacu jantung tentu berbeda dengan defibrilator kardioverter implan (ICD).

Meskipun sama-sama perangkat untuk mengatasi masalah jantung, ICD memantau irama jantung dan bila terjadi aritmia ventrikel yang mengancam nyawa, memberikan kejutan listrik berenergi tinggi untuk mengembalikan irama jantung ke normal.

Baca Juga: Tanda Sakit Jantung yang Penting Diwaspadai

Jenis Alat Pacu Jantung

Ada dua jenis alat pacu jantung yang paling umum yaitu:

1. Alat Pacu Jantung Sementara

Tim medis dapat merekomendasikan pacemaker sementara untuk mengontrol irama jantung pada waktu singkat. Alat ini bisa digunakan setelah mengalami serangan jantung dan saat pasien pulih dari operasi jantung.

Selain itu, tim medis juga menggunakan pacemaker sementara saat pasien menunggu pemasangan alat jantung permanen. Selama pemasangan alat ini, pasien perlu menjalani rawat inap guna memantau kondisi kesehatannya.

2. Alat Pacu Jantung Permanen

Pasien dapat menjalani pemasangan pacemaker permanen bila memiliki gangguan irama jantung tertentu, misalnya, aritmia seperti detak jantung terlalu lambat (bradikardia), sindrom sinus sakit (disfungsi nodus sinus), dan blok jantung derajat tinggi, sesuai hasil evaluasi dokter.

Masalah jantung tersebut dapat membuat seseorang mengalami gejala kelelahan, sesak napas, pusing, pingsan, hingga mengancam nyawa. Oleh sebab itu, pemasangan pacemaker permanen penting untuk mengatur detak jantung dan mengelola gejala yang muncul.

Fungsi Alat Pacu Jantung

Penyebab harus pasang alat pacu jantung bisa terjadi karena Anda mengalami kondisi medis tertentu. Fungsi pacemaker terutama digunakan untuk mengatasi gangguan irama atau hantaran listrik jantung tertentu, seperti bradikardia simptomatik dan blok jantung. Pada sebagian pasien gagal jantung tertentu, dokter dapat mempertimbangkan terapi sinkronisasi jantung.

Riwayat serangan jantung sendiri bukan indikasi pemasangan alat pacu jantung. Alat ini baru dipertimbangkan bila serangan jantung meninggalkan gangguan hantaran listrik yang menetap, seperti blok AV derajat tinggi atau bradikardia yang bergejala.

Konsultasikan ke dokter apabila Anda memiliki gejala-gejala, sebagai berikut:

  • Sesak napas
  • Mengalami palpitasi jantung atau sering berdebar-debar
  • Pusing atau cenderung sakit kepala tanpa penyebab jelas
  • Mual dan pingsan
  • Merasa bingung
  • Sering buang air kecil beberapa kali di malam hari
  • Bengkak di pergelangan kaki, tungkai, dan perut
  • Detak jantung tidak teratur, seperti terlalu lambat (bradikardia) atau terlalu cepat (takikardia)

Bila mengalami gejala tersebut, dokter dapat merekomendasikan alat pacu jantung. Namun, sebelum itu, pasien perlu menjalani serangkaian pemeriksaan untuk mendeteksi adanya masalah pada jantung.

Baca Juga: Mengenal Anatomi Jantung: Bagian dan Fungsinya

Hal yang Harus Dipersiapkan Sebelum Pasang Alat Pacu Jantung

Sebelum memasang pacemaker, dokter akan melakukan pemeriksaan untuk memastikan jenis gangguan irama atau hantaran listrik jantung dan menentukan alat yang paling sesuai. Pemeriksaan ini meliputi:

  • Ekokardiogram: Melibatkan gelombang suara untuk menghasilkan gambar detail detak jantung. Tes ini juga mendeteksi aliran darah yang mengalir melalui jatup dan katup jantung.
  • Tes stres atau latihan: Pada pemeriksaan ini, pasien dapat berjalan di atas treadmill atau mengendarai sepeda statis. Tes stres atau latihan mampu memantau detak dan ritme jantung, serta merespons aktivitas fisik.
  • Elektrokardiogram (EKG): Tes ini dilakukan secara cepat tanpa menimbulkan rasa sakit untuk memeriksa aktivitas listrik jantung. EKG dapat mengetahui detak jantung secara akurat.
  • Monitor holter: Ini merupakan perangkat portabel yang dapat pasien pakai selama satu hari atau lebih. Fungsinya merekam denyut dan irama jantung secara terus-menerus selama aktivitas sehari-hari, sehingga mampu menangkap gangguan irama yang tidak terekam pada EKG singkat, seperti jeda henti sinus atau blok jantung yang hilang timbul.

Apa yang Terjadi Setelah Prosedur Pemasangan?

Sebagian besar pasien dapat pulang pada hari yang sama atau keesokan harinya. Namun, batasi aktivitas lengan di sisi pemasangan selama sekitar 2-4 minggu agar kabel alat pacu jantung tidak bergeser.

Dokter dapat memberikan kartu yang perlu Anda bawa saat berpergian. Kartu terkait alat pacu jantung sangat penting apabila pasien mengalami kondisi darurat.

Kartu ini memuat data alat yang dibutuhkan saat kontrol rutin maupun keadaan darurat, sedangkan pemantauan kondisi alat pacu jantung dilakukan melalui pemeriksaan berkala atau sistem pemantauan jarak jauh.

Selain itu, pantangan pemakai alat pacu jantung sebaiknya tidak melakukan aktivitas atau mengangkat beban berat terlebih dahulu. Misalnya, mengangkat benda yang memiliki berat lebih dari 4,5 hingga 7 kilogram.

Hindari mendorong, menarik, dan memutar lengan selama 2-3 minggu setelah prosedur. Pasien juga tidak boleh mengangkat lengan di atas bahu selama beberapa minggu untuk mengurangi risiko efek samping alat pacu jantung.

Risiko Efek Samping

Sama seperti prosedur medis lainnya, terdapat risiko dan efek samping dari alat pacu jantung. Hal ini dapat memicu beberapa kondisi, seperti:

  • Mengalami infeksi di dekat jaringan jantung
  • Bengkak, memar, atau pendarahan, terutama saat Anda minum obat pengencer darah
  • Paru-paru kolaps
  • Muncul darah di ruang antara dinding dada dan paru-paru
  • Gumpalan darah di sekitar alat yang ditempatkan
  • Terjadi pergerakan atau pergeseeran pada perangkat dan kabel alat pacu sehingga menimbulkan risiko lubang di jantung.

Baca Juga: Catat, Cara untuk Menjaga Jantung Tetap Sehat

Jika telah menjalani pemasangan alat dan mengalami efek samping yang mengganggu aktivitas sehari-hari, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Segera hubungi 119 atau 112, atau pergi ke IGD terdekat jika nyeri dada berlangsung lebih dari 5 menit, dengan sesak napas, keringat dingin, mual, pingsan, atau nyeri menjalar ke lengan atau rahang.

Anda bisa kunjungi rumah sakit Ciputra Hospital terdekat untuk konsultasi kesehatan. Yuk, jaga kesehatan tubuh dengan rutin melakukan medical check up di Ciputra Hospital. Anda juga bisa konsultasi dan buat janji dengan dokter di Ciputra Hospital terdekat.

Cek layanan rumah sakit Ciputra Hospital mulai dari rawat jalan hingga Medical Check Up (MCU) selengkapnya sekarang juga.

Ditinjau secara medis oleh dr. Sony Prabowo, terakhir pada 4 September 2026
Diterbitkan 27 Juni 2025
Ditulis oleh Tim Konten Medis
Sumber referensi (3)
  1. American Heart Association Pacemaker. Diakses Agustus 2025
  2. Cleveland Clinic Permanent Pacemaker. Diakses Agustus 2025
  3. Healthdirect Pacemaker. Diakses Agustus 2025

Artikel Terkait

  • Transplantasi Jantung
    Transplantasi Jantung: Syarat, Prosedur, dan RisikoKesehatan Jantung
  • dokter spesialis jantung jakarta
    Daftar Dokter Spesialis Jantung di Jakarta dan PerannyaKesehatan Jantung
  • dokter spesialis jantung Tangerang 
    Daftar Dokter Spesialis Jantung di Tangerang dan PerannyaKesehatan Jantung
  • ekokardiografi jantung
    Ekokardiografi Jantung: Proses, Fungsi, dan Efek SampingKesehatan Jantung
Tagged under: Kesehatan Jantung

Artikel Terkait

  • Transplantasi Jantung
    Transplantasi Jantung: Syarat, Prosedur, dan RisikoKesehatan Jantung
  • dokter spesialis jantung jakarta
    Daftar Dokter Spesialis Jantung di Jakarta dan PerannyaKesehatan Jantung
  • dokter spesialis jantung Tangerang 
    Daftar Dokter Spesialis Jantung di Tangerang dan PerannyaKesehatan Jantung
  • ekokardiografi jantung
    Ekokardiografi Jantung: Proses, Fungsi, dan Efek SampingKesehatan Jantung

Ciputra Hospital

Ciputra Hospital menyediakan layanan kesehatan berkualitas tinggi dengan fasilitas teknologi canggih.

Unit Rumah Sakit:

Ciputra Hospital – CitraRaya Tangerang
Ciputra Hospital – CitraGarden City Jakarta
Ciputra Mitra Hospital Banjarmasin
Ciputra Hospital Surabaya

Unit Klinik:

Ciputra Medical Center
Ciputra SMG Eye Clinic
C Derma
Ciputra IVF

Karir / Lowongan

  • GET SOCIAL

© 2025 All rights reserved. Ciputra Hospital

TOP
Rumah Sakit Terbaik Berstandarisasi Internasional | Ciputra Hospital

Ciputra Hospital menyediakan layanan kesehatan berkualitas tinggi dengan fasilitas teknologi canggih.

GET SOCIAL

Rumah Sakit

  • Ciputra Hospital – CitraRaya Tangerang
    Cari Dokter Tangerang
  • Ciputra Hospital – CitraGarden City Jakarta
    Cari Dokter Jakarta
  • Ciputra Mitra Hospital Banjarmasin
    Cari Dokter Banjarmasin
  • Ciputra Hospital Surabaya
    Cari Dokter Surabaya

Klinik

  • Ciputra Medical Center
    Kesehatan Umum
    Cari Dokter di Mega Kuningan
  • Ciputra SMG Eye Clinic
    Klinik Mata · Lasik & Katarak
    Cari Dokter di Lotte Kuningan
    Cari Dokter di PIM Pondok Indah
    Cari Dokter di Surabaya
  • C Derma
    Kulit & Estetika
    Cari Dokter di Lotte Kuningan
    Cari Dokter di PIM Pondok Indah
  • Ciputra IVF
    Fertilitas & Bayi Tabung
    Cari Dokter di CitraGarden City
    Cari Dokter di Lotte Kuningan
  • Ciputra Cardiac Center
    Pusat Jantung
    Cari Dokter Jantung
  • Ciputra Cancer Center
    Pusat Kanker
    CitraGarden Jakarta Barat

Hubungi Kami

WhatsApp Kami Karir / Lowongan
Events

© 2026 PT Ciputra Health. All rights reserved.

  • Kebijakan Privasi
  • Syarat & Ketentuan
  • Direktori Dokter