Ditulis oleh Tim Konten Medis
Rincian biaya program bayi tabung di Indonesia sangat bervariasi, umumnya berkisar mulai dari Rp 40 juta hingga 200 juta per siklus. Biaya bayi tabung ini bergantung pada jenis klinik, teknologi yang digunakan, kondisi kesehatan pasien (perlu konsumsi obat atau tidak), hingga paket yang dipilih. Biaya bayi tabung di Ciputra IVF mungkin lebih tinggi, di tahun 2026 rata-rata berkisar dari 90 juta hingga 120 juta, namun sudah mencangkup obat, pemeriksaan, hingga transfer embrio.

Transfer embrio, tahap terakhir IVF.
Program bayi tabung atau in vitro fertilization (IVF) melalui lima tahap utama. Keberhasilan program bayi tabung dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti kondisi kesuburan, usia, serta kualitas sel telur dan sperma, termasuk fasilitas tempat Anda menjalani program bayi tabung.
Untuk meningkatkan peluang keberhasilan, lakukan persiapan secara matang dan ikuti anjuran dokter, termasuk menjaga pola hidup sehat sebelum dan selama menjalani program kehamilan.
Selain persiapan fisik, penting juga untuk memahami biaya program bayi tabung. Biaya IVF umumnya berbeda-beda, tergantung pada fasilitas kesehatan atau rumah sakit. Rata-rata biaya program bayi tabung sekitar 40 juta –200 juta.
Biaya tersebut sudah termasuk janji pemantauan, pengambilan telur, pembuatan embrio, dan transfer embrio. Adapun rincian biaya untuk program bayi tabung berdasarkan tahapannya sebagai berikut:
1. Pemeriksaan Awal (Fertility Screening)
Pemeriksaan kesuburan pasangan suami istri mencangkup konsultasi dengan dokter, analisis sperma, serta pemeriksaan USG transvaginal. USG transvaginal pada wanita bertujuan untuk menilai kondisi rahim dan menghitung cadangan sel telur, sementara analisis sperma bertujuan untuk mengetahui kualitas dan kuantitas sperma pasangan.
Paket pemeriksaan kesuburan dasar yang mencakup konsultasi dokter, analisis sperma, dan USG transvaginal umumnya memiliki perikiraan biaya mulai dari 2 juta rupiah. Selain itu, pemeriksaan laboratorium berupa tes darah untuk mengevaluasi kadar hormon, seperti AMH, estradiol, dan FSH, biasanya terpisah dengan kisaran biaya sekitar 3 sampai 4 juta rupiah, baik di rumah sakit maupun di klinik laboratorium khusus.
Baca juga: Syarat Program Bayi Tabung yang Harus Dipenuhi
2. Tahap Stimulasi Ovarium
Selama pemantauan dokter akan melakukan tes darah dan ultrasound (USG). Pemantauan biasanya setiap hari atau beberapa hari selama 2 minggu. Umumnya proses pemantauan berlangsung selama 8-14 hari. Dokter akan menggunakan USG untuk melihat rahim dan ovarium Anda. Tes darah berguna untuk mengukur kadar hormon estrogen dan progesteron.
Dokter juga akan mengukur jumlah folikel ovarium yang sedang tumbuh. Folikel yang lebih besar dari 14 milimeter (mm) mengandung telur matang. Sementara telur yang terkandung dalam folikel kurang dari 14 mm lebih mungkin belum matang dan tidak akan membuahi. Biaya untuk memantau perawatan, mulai dari tes darah dan pemeriksaan ultrasound, sekitar Rp 20 juta – Rp 40 juta.
Baca Juga: Apakah Program Bayi Tabung Bisa Pakai BPJS Kesehatan?
3. Proses Pengambilan Sel Telur (Ovum Pick Up atau OPU)
Setelah simulasi hormon, dokter akan melakukan pengambilan sel telur menggunakan jarum kecil yang dipandu USG transvaginal. Pasien biasanya mendapatkan obat penenang dan pereda nyeri untuk mengurangi rasa tidak nyaman. Pada saat yang sama, sampel sperma dari pasangan pria juga dikumpulkan. Perkiraan biaya tindakan pengambilan sel telur berkisar antara 15 juta hingga 20 juta.
4. Proses Pembuahan dengan ICSI (Intracytoplasmic Sperm Injection)
ICSI adalah teknik pembuahan dengan menyuntikkan satu sperma terbaik langsung ke dalam sel telur. Metode ini bertujuan untuk meningkatkan peluang keberhasilan pembuahan, terutama pada kondisi tertentu.
Setelah pembuahan, embrio akan dipantau perkembangannya di laboratorium sebelum tahap transfer embrio. Perkiraan biaya tindakan ICSI sekitar Rp 15 jutaan.
5. Tahap Transfer Embrio (Fresh atau Frozen)
Transfer embrio merupakan tahap akhir dalam program bayi tabung, yang dapat dilakukan secara fresh transfer atau frozen embryo transfer (FET), tergantung kondisi pasien dan kesiapan rahim. Dalam prosedur ini, embrio dimasukkan ke dalam rahim menggunakan kateter kecil dengan panduan USG.
Tindakan ini relatif singkat dan umumnya tidak menimbulkan rasa sakit. Bila perlu, embrio dapat menjalani pemeriksaan genetik PGT-A sebelum transfer. Perkiraan biaya transfer embrio berkisar antara Rp10 juta hingga Rp15 juta.
Biaya Tambahan Program Bayi Tabung
Biaya keseluruhan program bayi tabung dapat berbeda pada setiap pasangan, tergantung pada kondisi dan permasalahan kesuburan yang pasien alami. Rata-rata biaya satu siklus bayi tabung (IVF) umumnya berada di atas Rp 80 juta, dan dapat menjadi lebih tinggi apabila pasien membutuhkan tindakan atau teknologi tambahan selama proses perawatan.
Beberapa biaya tambahan yang umum dalam program bayi tabung antara lain adalah pemeriksaan laboratorium lanjutan, prosedur pembekuan dan penyimpanan embrio (Freezing), serta pemeriksaan genetik embrio.
Salah satu pemeriksaan tambahan yang sering dokter rekomendasikan adalah PGT-A (Preimplantation Genetic Testing for Aneuploidy), yaitu pemeriksaan genetik untuk mendeteksi kelainan jumlah kromosom pada embrio sebelum dilakukan transfer. Biaya PGT-A biasanya dihitung terpisah dan besarnya tergantung pada jumlah embrio yang diperiksa serta fasilitas kesehatan yang dipilih.
Selain itu, terdapat pula teknologi Embryoscope Time Lapse Incubator, yang bertujuan untuk memantau perkembangan embrio secara terus-menerus tanpa harus mengeluarkannya dari inkubator. Teknologi ini membantu dokter menilai kualitas embrio secara lebih akurat dan memilih embrio dengan potensi implantasi terbaik. Di beberapa klinik, penggunaan teknologi Time Lapse dapat terkena biaya tambahan.
Secara keseluruhan, total biaya program bayi tabung sangat bergantung pada kondisi pasien dan kebutuhan medis selama menjalani IVF. Oleh karena itu, disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter agar mendapatkan perencanaan perawatan serta estimasi biaya yang sesuai sebelum memulai program bayi tabung.
Baca juga: Tahapan Prosedur Bayi Tabung dan Hal yang Harus Dipersiapkan
Apakah Program Bayi Tabung Bisa Menggunakan BPJS?
BPJS Kesehatan sering kali membantu meringankan biaya pengobatan. Mengingat biaya bayi tabung tidak murah, banyak orang yang bertanya “apakah program bayi tabung bisa ditanggung oleh BPJS?”
Berdasarkan Peraturan Presiden No. 12 Tahun 2013 Pasal 25 tentang pelayanan kesehatan untuk masalah infertilitas atau kesuburan, menerangkan bahwa masalah yang berhubungan dengan infertilitas, seperti bayi tabung tidak menndapatkan tanggungan dari BPJS kesehatan.
Namun, saat ini sudah banyak klinik maupun rumah sakit yang menawarkan program bayi tabung dengan biaya cukup terjangkau. Beberapa klinik kesuburan atau rumah sakit juga menawarkan diskon atau paket bayi tabung yang dapat Anda coba. Jadi tunggu apalagi? Ada lebih banyak jenis program kesuburan dan tanyakan langsung dengan dokter!
Telah direview oleh dr. Juan Alexandear
Source:
- Medical News Today. What to know about embryo transfers. Januari 2026
- Advanced Fertility Center of Chicago. Cost of Fertility Treatment. Januari 2026
- Advanced Fertility Center of Chicago. Low Cost Fertility Screening. Januari 2026



