Ditulis oleh Tim Konten Medis
Penyebab obesitas bisa berasal dari berbagai faktor seperti pola makan berlebihan, kurang aktivitas fisik, faktor genetik, efek samping obat, kurang tidur, dan pengaruh lingkungan sosial. Cara mengatasinya dapat Anda lakukan dengan mencatat asupan makanan dan aktivitas fisik, serta memantau perkembangannya setiap

Obesitas sering kali ditandai dengan penumpukan lemak berlebih, peningkatan berat badan yang signifikan, serta kesulitan dalam beraktivitas karena tubuh terasa cepat lelah. Ciri-ciri obesitas juga dapat mencakup napas pendek, nyeri sendi, dan meningkatnya lingkar perut yang melebihi batas ideal.
Untuk mengatasinya, perlu perubahan gaya hidup secara menyeluruh, mulai dari pola makan sehat, olahraga teratur, hingga pengendalian stres. Dengan langkah-langkah sederhana namun konsisten, risiko komplikasi akibat obesitas bisa Anda kurangi, dan kualitas hidup pun menjadi lebih baik.
Faktor Risiko Penyebab Obesitas
Obesitas adalah kondisi ketika tubuh memiliki kelebihan lemak akibat ketidakseimbangan antara asupan energi yang Anda gunakan. Banyak faktor penyebab obesitas yang saling berkaitan, mulai dari pola makan, gaya hidup, hingga pengaruh lingkungan dan obat-obatan tertentu.
Mengetahui faktornya sejak dini penting untuk mencegah dampak buruk terhadap kesehatan, seperti diabetes, penyakit jantung, dan tekanan darah tinggi. Dengan memahami penyebabnya, seseorang dapat mengambil langkah yang tepat untuk menjaga berat badan tetap ideal dan hidup lebih sehat.
1. Terlalu Banyak Konsumsi Kalori
Salah satu penyebab obesitas adalah kelebihan asupan kalori yang tidak seimbang dengan energi yang keluar. Makanan cepat saji, minuman manis, dan porsi makan berlebih dapat menyebabkan penumpukan kalori yang disimpan sebagai lemak di tubuh.
Rata-rata pria membutuhkan sekitar 2.500 kalori per hari, sedangkan wanita sekitar 2.000 kalori. Jika jumlah kalori yang Anda konsumsi melebihi kebutuhan tubuh, sisa energi akan tersimpan sebagai lemak sehingga memicu obesitas dan meningkatkan risiko penyakit metabolik.
Baca Juga: Perut Buncit Tanda Obesitas Sentral?
2. Kurang Aktivitas Fisik
Kurangnya aktivitas fisik menjadi faktor yang paling umum di era modern. Gaya hidup yang banyak duduk, bekerja di depan komputer, atau lebih sering menggunakan kendaraan membuat tubuh jarang bergerak dan membakar kalori.
Jika tubuh tidak aktif, energi dari makanan tidak digunakan secara optimal dan akhirnya disimpan sebagai lemak. Oleh karena itu, disarankan untuk berolahraga minimal 150 menit per minggu, seperti berjalan cepat, bersepeda, atau aktivitas aerobik lainnya untuk menjaga berat badan tetap sehat.
3. Pola Makan Tidak Sehat
Makanan penyebab obesitas biasanya tinggi lemak jenuh dan gula tambahan. Konsumsi berlebihan makanan cepat saji, gorengan, dan minuman manis membuat tubuh menerima lebih banyak kalori daripada yang dibutuhkan.
Selain itu, kebiasaan makan berlebih tanpa memperhatikan kandungan gizi dapat mengganggu keseimbangan metabolisme tubuh. Untuk mencegah obesitas, sebaiknya batasi lemak jenuh hingga kurang dari 10% total kalori harian dan pilih makanan kaya serat seperti sayur, buah, dan biji-bijian utuh.
4. Faktor Genetik
Obesitas disebabkan oleh kombinasi faktor genetik dan lingkungan juga. Beberapa orang mungkin memiliki gen yang memengaruhi cara tubuh mengubah makanan menjadi energi atau menyimpan lemak lebih mudah.
Namun, genetik bukan satu-satunya alasan seseorang menjadi obesitas. Lingkungan dan kebiasaan hidup, seperti pola makan tidak sehat atau kurang olahraga, tetap menjadi faktor dominan dalam menentukan berat badan seseorang.
5. Efek Samping Obat
Beberapa obat dapat menjadi faktor karena memengaruhi nafsu makan atau cara tubuh mengatur metabolisme. Obat-obatan ini bisa membuat tubuh lebih mudah menyimpan lemak atau meningkatkan rasa lapar secara tidak sadar. Contoh obat yang dapat menyebabkan kenaikan berat badan meliputi:
- Antidepresan
- Antipsikotik
- Beta-blocker (untuk tekanan darah tinggi)
- Kontrasepsi hormonal
- Glukokortikoid (untuk penyakit autoimun)
- Insulin (untuk penderita diabetes)
Jika berat badan meningkat saat menggunakan obat-obatan tertentu, sebaiknya konsultasikan dengan dokter untuk mencari alternatif yang lebih sesuai.
6. Berhenti Merokok
Berhenti merokok memang baik untuk kesehatan, namun dapat menyebabkan kenaikan berat badan sementara. Hal ini terjadi karena sebagian orang mengganti kebiasaan merokok dengan makan lebih banyak untuk mengatasi stres atau gejala putus nikotin.
Meski demikian, manfaat berhenti merokok jauh lebih besar dari risikonya terhadap berat badan. Dengan pola makan seimbang dan aktivitas fisik rutin, berat badan dapat tetap terjaga meski telah berhenti merokok.
7. Kurang Tidur
Kurang tidur dapat memicu perubahan hormon yang mengatur rasa lapar, seperti peningkatan hormon ghrelin dan penurunan leptin. Kondisi ini membuat seseorang lebih mudah merasa lapar dan cenderung mengonsumsi makanan tinggi kalori.
Sebaliknya, tidur terlalu lama juga dapat memperlambat metabolisme dan mengurangi pembakaran kalori. Menjaga waktu tidur ideal antara 7–9 jam per malam membantu mengontrol nafsu makan dan menurunkan risiko obesitas.
8. Pengaruh Lingkungan Sosial
Lingkungan sosial dan ekonomi juga berperan besar terhadap risiko obesitas. Akses yang terbatas terhadap makanan sehat, minimnya area olahraga, serta kebiasaan masyarakat yang cenderung konsumtif terhadap makanan cepat saji menjadi pemicu utama.
Beberapa contoh faktor lingkungan yang memengaruhi obesitas antara lain:
- Keterbatasan akses terhadap makanan bergizi dan terjangkau
- Tidak tersedianya tempat aman untuk beraktivitas fisik
- Desain lingkungan yang tidak mendukung aktivitas berjalan kaki
- Kurangnya dukungan fasilitas sekolah dan tempat kerja untuk gaya hidup sehat
- Keterbatasan layanan kesehatan dan transportasi
- Ketidakstabilan ekonomi yang memengaruhi pola konsumsi makanan
Lingkungan yang tidak mendukung kebiasaan sehat dapat membuat seseorang lebih rentan mengalami obesitas. Oleh karena itu, penting untuk membangun kebiasaan sehat di rumah, tempat kerja, dan komunitas sekitar.
Baca Juga: Cara Menghitung Indeks Massa Tubuh Pria dan Wanita
Cara Mengatasi Obesitas
Obesitas bisa berdampak serius pada kesehatan jika tidak Anda tangani dengan tepat. Oleh karena itu, berikut cara mencegah obesitas melalui perubahan gaya hidup sehat yang Anda lakukan secara bertahap dan konsisten agar berat badan dapat terjaga ideal.
- Catat Asupan Makanan dan Aktivitas Fisik. Gunakan aplikasi di ponsel atau buku catatan untuk mencatat makanan yang Anda konsumsi dan aktivitas fisik harian.
- Timbang Berat Badan Setiap Hari. Menimbang berat badan setiap hari dapat membantu memantau perubahan kecil yang terjadi.
- Tentukan Tujuan yang Spesifik. Buat target yang jelas dan terukur, seperti berjalan kaki 30 menit lima kali seminggu atau menambah porsi sayur di setiap makan.
- Lakukan Perubahan Secara Bertahap. Hindari mengubah banyak hal sekaligus karena bisa membuat tubuh sulit beradaptasi.
- Belajar dari Kegagalan. Jika suatu saat Anda tergoda atau tidak mengikuti rencana, jangan menyerah.
- Rayakan Setiap Keberhasilan. Berikan penghargaan pada diri sendiri setiap kali mencapai target, misalnya dengan membeli baju olahraga baru atau menonton film favorit.
- Kenali Godaan dan Pemicunya. Perhatikan situasi yang membuat Anda sulit menjaga pola hidup sehat, seperti menonton TV sambil ngemil atau makan berlebihan saat kumpul dengan teman.
- Berolahraga Bersama Teman. Melakukan aktivitas fisik bersama teman seperti jogging, bersepeda, atau berenang bisa membuat olahraga terasa lebih menyenangkan.
Baca Juga: Jam Makan yang Efektif untuk Diet Menurunkan Berat Badan
Yuk kunjungi Ciputra Hospital, dan dapatkan kemudahan untuk konsultasi dan membuat janji dengan dokter pilihan Anda. Cek informasi lengkap mengenai layanan Ciputra Hospital, mulai dari rawat jalan hingga Medical Check Up (MCU), hanya di situs resmi atau kunjungi langsung fasilitas terdekat sekarang juga.
Telah Direview oleh dr. Sony Prabowo, MARS
Source
- Mayo clinic. Obesity. Januari 2026
- NIH. Overweight and Obesity. Januari 2026
- NHS. Obesity. Januari 2026



