Ditulis oleh Tim Konten Medis
Penyakit arteri perifer adalah kondisi penyempitan pembuluh darah yang menghambat aliran darah ke bagian tubuh tertentu, terutama kaki. Penyebabnya meliputi peradangan pada pembuluh darah, cedera pada bagian lengan atau kaki, perubahan pada struktur otot atau ligamen, dan paparan radiasi janga panjang. Cara mengatasinya dapat Anda lakukan dengan obat, operasi, dan perubahan gaya hidup.

Penyakit arteri perifer merupakan gangguan pada sistem peredaran darah yang dapat memengaruhi kualitas hidup seseorang jika tidak Anda tangani dengan baik. Kondisi ini terjadi ketika aliran darah ke kaki menjadi terhambat sehingga menimbulkan berbagai keluhan yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari.
Penting untuk memahami penyakit ini karena sering berkembang secara perlahan dan tidak Anda sadari hingga muncul gejala yang lebih berat. Dengan mengenali tanda-tandanya lebih awal, pengobatan dapat Anda lakukan segera untuk mencegah komplikasi yang berbahaya.
Apa Itu Penyakit Arteri Perifer
Penyakit arteri perifer adalah penyakit penyumbatan pembuluh darah yang terjadi ketika arteri di kaki, pinggul, atau tangan menyempit karena penumpukan plak. Kondisi ini menyebabkan aliran darah berkurang sehingga menimbulkan keluhan seperti nyeri atau kram pada kaki saat berjalan.
Apa itu penyakit arteri perifer perlu Anda pahami karena cukup sering terjadi pada orang dewasa, terutama seiring bertambahnya usia. Penyakit ini dapat Anda kendalikan dan obati jika terdeteksi sejak awal, sehingga penting untuk mengenali gejala dan segera melakukan pemeriksaan bila mulai Anda rasakan.
Baca Juga: 11 Gejala Akibat Peredaran Darah Tidak Lancar pada Tubuh
Penyebab Penyakit Arteri Perifer
Penyebab penyakit arteri perifer yang paling umum adalah penumpukan lemak, kolesterol, dan zat lain di dinding arteri yang membentuk plak. Kondisi ini membuat pembuluh darah menyempit dan menghambat aliran darah menuju tangan maupun kaki. Selain itu, ada beberapa penyebab lain yang juga dapat memicu penyempitan pembuluh darah, yaitu:
- Peradangan atau pembengkakan pada pembuluh darah.
- Cedera pada bagian lengan atau kaki.
- Perubahan pada struktur otot atau ligamen.
- Paparan radiasi dalam jangka panjang.
Faktor Risiko Penyakit Arteri Perifer
Faktor risiko penyakit arteri perifer dapat meningkat apabila seseorang memiliki kondisi kesehatan tertentu atau gaya hidup yang kurang sehat. Semakin banyak faktor risiko yang Anda miliki, semakin besar kemungkinan terjadinya penyempitan pembuluh darah pada kaki maupun tangan. Beberapa faktor risiko penyakit arteri perifer meliputi:
- Riwayat keluarga dengan penyakit arteri perifer, penyakit jantung, atau stroke.
- Diabetes
- Tekanan darah tinggi.
- Kolesterol tinggi atau trigliserida tinggi.
- Usia di atas 65 tahun, atau di atas 50 tahun bila memiliki faktor risiko aterosklerosis.
- Obesitas.
- Kebiasaan merokok.
- Penyakit ginjal kronis.
Gejala Penyakit Arteri Perifer
Gejala penyakit arteri perifer umumnya muncul karena aliran darah ke kaki atau tangan tidak mencukupi saat beraktivitas. Pada beberapa orang, gejala bisa ringan atau bahkan tidak terasa, sehingga sering baru diketahui setelah Anda melakukan pemeriksaan. Berikut beberapa gejalanya yang sering terjadi:
- Nyeri, kram, atau rasa lelah pada betis, paha, atau bokong saat berjalan dan membaik setelah istirahat.
- Rasa nyeri atau terbakar pada kaki saat beristirahat, terutama saat berbaring.
- Luka pada kaki atau jari yang sulit sembuh.
- Perubahan warna kulit menjadi pucat, ungu, atau tampak lebih gelap.
- Kulit terasa dingin pada bagian kaki dari sisi lainnya.
- Mati rasa, kesemutan, atau kelemahan pada kaki.
- Denyut nadi kaki terasa sangat lemah atau tidak teraba.
- Kulit tampak mengkilap, pertumbuhan kuku dan rambut menjadi lambat.
- Impotensi pada pria akibat aliran darah yang terganggu.
Diagnosis Penyakit Arteri Perifer
Diagnosis penyakit arteri perifer dapat Anda lakukan melalui pemeriksaan fisik, riwayat kesehatan, dan evaluasi gejala yang pasien rasakan. Berikut beberapa metode diagnosis penyakit arteri perifer:
- Pemeriksaan fisik dan denyut nadi kaki: untuk melihat apakah denyut terasa lemah atau tidak teraba pada area yang mengalami gangguan aliran darah.
- Tes darah: mengecek kadar kolesterol dan gula darah yang dapat memicu penyumbatan arteri.
- Ankle-Brachial Index (ABI): membandingkan tekanan darah di lengan dan pergelangan kaki guna menilai kelancaran aliran darah menuju kaki.
- Vascular ultrasound / Doppler ultrasound: menilai kecepatan aliran darah pada arteri dan menemukan area yang tersumbat.
- Pulse Volume Recording (PVR): mengukur jumlah darah yang mencapai jaringan di kaki.
- CT angiogram atau Magnetic Resonance Angiogram (MRA): menampilkan gambaran detail pembuluh darah untuk mendeteksi sumbatannya.
- Angiografi dengan pewarna khusus: melihat lokasi penyumbatan lebih jelas melalui pencitraan pembuluh darah.
Baca Juga: 5 Penyebab Pembuluh Darah Pecah Berdasarkan Lokasinya
Komplikasi Penyakit Arteri Perifer
Penyakit arteri perifer (PAD) yang tidak Anda tangani dengan tepat dapat menyebabkan kerusakan jaringan serius hingga berujung pada kehilangan anggota tubuh. Pada kondisi tertentu, operasi amputasi seperti pengangkatan jari kaki, telapak, atau sebagian kaki mungkin perlu untuk mencegah risiko yang lebih besar bagi keselamatan pasien.
Selain itu, PAD sering berkaitan dengan penyakit jantung koroner dan penyakit pembuluh darah otak seperti stroke. Kondisi ini bukanlah komplikasi langsung, tetapi sering muncul bersamaan karena penumpukan plak dapat terjadi di berbagai pembuluh darah, bukan hanya di arteri kaki. Oleh sebab itu, pengobatan PAD biasanya juga mencakup terapi untuk menurunkan risiko serangan jantung atau stroke.
Cara Mengatasi Penyakit Arteri Perifer
Perawatan penyakit arteri perifer bertujuan untuk meningkatkan aliran darah, meredakan gejala, dan mencegah komplikasi yang lebih serius. Beberapa langkah pengobatan arteri perifer dapat melibatkan penggunaan obat, prosedur medis, serta perubahan gaya hidup agar kondisi lebih terkendali.
1. Obat untuk Arteri Perifer
- Statin. Digunakan untuk menurunkan kadar kolesterol jahat dan membantu mengurangi penumpukan plak pada pembuluh darah. Hal ini membantu mencegah penyumbatan yang semakin parah.
- Obat tekanan darah tinggi. Membantu menjaga tekanan darah tetap stabil agar pembuluh darah tidak menjadi kaku dan sempit. Kondisi ini penting untuk memperlancar aliran darah.
- Obat diabetes. Mengontrol kadar gula darah agar tidak memperburuk. Cara mengobati penyakit arteri perifer ini penting bagi penderita diabetes.
- Obat pencegah penggumpalan darah. Perlu untuk mencegah terbentuknya bekuan darah yang dapat menghambat aliran darah. Aspirin atau clopidogrel sering dokter resepkan sebagai obat arteri perifer.
- Obat pereda nyeri kaki. Cilostazol membantu meningkatkan aliran darah dan mengurangi nyeri saat berjalan. Obat ini membantu meningkatkan kemampuan bergerak.
2. Prosedur Medis dan Operasi
- Terapi trombolitik. Obat khusus diberikan langsung ke pembuluh darah yang tersumbat untuk melarutkan bekuan darah. Teknik ini dapat memulihkan aliran darah dengan cepat.
- Angioplasti dan pemasangan stent. Balon kecil dimasukkan ke pembuluh darah yang menyempit untuk memperlebarnya, lalu dipasang stent agar tetap terbuka. Cara pembuluh darah tersumbat ini membantu mengurangi keluhan nyeri kaki.
- Operasi bypass. Dokter membuat jalur baru untuk mengalirkan darah ke bagian tubuh yang terhambat. Prosedur ini membantu mengembalikan sirkulasi ke otot dan jaringan.
3. Perubahan Gaya Hidup
- Berhenti merokok. Menghentikan rokok penting untuk mencegah kerusakan pembuluh darah semakin parah. Merokok meningkatkan risiko penyumbatan dan memperburuk gejala.
- Olahraga teratur. Aktivitas fisik membantu meningkatkan aliran darah ke kaki dan mengurangi nyeri saat berjalan. Program latihan rutin sangat dianjurkan sebagai bagian dari pengobatan arteri perifer.
- Pola makan sehat. Konsumsi buah, sayur, dan biji-bijian membantu menjaga pembuluh darah tetap sehat. Kurangi garam, gula, dan lemak jenuh.
- Memperhatikan obat yang Anda konsumsi. Produk yang mengandung pseudoephedrine dapat mempersempit pembuluh darah. Selalu periksa label obat bebas agar tidak memperburuk PAD.
- Mengatur posisi kaki saat tidur. Tidur dengan kepala tempat tidur sedikit terangkat dapat membantu mengurangi nyeri. Menurunkan posisi kaki di bawah jantung terkadang memberikan kenyamanan sementara.
Baca Juga: Penyumbatan Pembuhluh Darah di Otak: Penyebab dan Pengobatan
Pengobatan Penyakit Arteri Perifer Ke Dokter
Jika Anda atau keluarga Anda mengalami penyakit Arteri Perifer, segera kunjungi Ciputra Hospital. Dapatkan kemudahan untuk konsultasi dan membuat janji dengan dokter pilihan Anda.
Cek informasi lengkap mengenai layanan Ciputra Hospital, mulai dari rawat jalan hingga Medical Check Up (MCU), hanya di situs resmi atau kunjungi langsung fasilitas terdekat sekarang juga.
Telah Direview oleh dr. Sony Prabowo, MARS
Source:
- Mayo Clinic. Peripheral artery disease (PAD). Februari 2026
- Cleveland Clinic. Peripheral Artery Disease. Februari 2026
- NHS. Peripheral Arterial Disease (PAD). Februari 2026





