Ditulis oleh Tim Konten Medis
Mastalgia adalah nyeri payudara yang dapat terjadi secara siklik maupun non-siklik dengan tingkat keparahan berbeda. Gejelanya seperti nyeri hingga ketiak, dan payudara bengkak. Cara mengatasinya dapat Anda lakukan dengan mengonsumsi obat pereda nyeri, menggunakan obat hormonal, mengonsumsi suplemen, dan menghentikan kafein.

Mastalgia adalah kondisi medis yang merujuk pada nyeri atau sakit di payudara, yang umum banyak wanita alami dan sering menimbulkan rasa tidak nyaman. Meskipun biasanya bukan tanda penyakit serius, rasa sakit ini dapat mengganggu aktivitas harian.
Kondisi ini bisa bersifat sementara atau menetap, tergantung pada penyebab dan jenisnya, baik siklik maupun non siklik. Mengenali gejala, penyebab, dan cara penanganannya penting agar mastalgia dapat Anda tangani dengan tepat.
Apa Itu Mastalgia
Mastalgia adalah istilah medis untuk nyeri payudara, kondisi yang cukup umum banyak wanita alami. Rasa nyeri ini sering menimbulkan ketidaknyamanan hingga kecemasan, meski pada umumnya tidak berkaitan dengan kanker payudara atau penyakit serius lainnya.
Mastalgia bisa muncul hanya pada salah satu payudara atau keduanya, dan tingkat keparahannya berbeda pada setiap orang. Meskipun mastalgia biasanya tidak berbahaya, rasa sakit yang cukup kuat dapat mengganggu aktivitas sehari-hari.
Baca Juga: Pengobatan Kanker Payudara yang Tepat
Jenis Mastalgia
Mastalgia terbagi menjadi dua jenis utama, yaitu mastalgia siklik dan non-siklik. Keduanya memiliki pola dan penyebab yang berbeda, sehingga penting untuk dikenali agar penanganannya lebih tepat.
1. Mastalgia Siklik
Mastalgia jenis ini adalah nyeri pada payudara yang berhubungan langsung dengan siklus menstruasi. Nyeri biasanya muncul beberapa hari hingga satu minggu sebelum menstruasi, kemudian mereda setelah periode datang.
- Sering wanita usia 20–50 tahun alami.
- Rasa nyeri cenderung tumpul, berat, atau seperti pegal.
- Biasanya terasa di bagian luar atas payudara hingga ke area ketiak.
- Dapat mengenai kedua payudara, meski kadang lebih terasa pada salah satunya.
- Pola nyeri teratur dan berulang setiap siklus menstruasi.
- Umumnya membaik setelah memasuki masa menopause.
2. Mastalgia Non Siklik
Mastalgia non siklik tidak berhubungan dengan siklus menstruasi dan dapat terjadi kapan saja. Jenis nyeri ini lebih sering wanita berusia di atas 40 tahun yang alami.
- Rasa sakit pada payudara seperti terbakar, tertarik, atau ngilu.
- Biasanya hanya mengenai satu payudara di area tertentu.
- Bisa datang dan pergi, atau berlangsung terus-menerus.
- Dapat dipicu oleh ukuran payudara, cedera, infeksi, atau benjolan jinak.
- Dapat terjadi meskipun sudah melewati masa menopause.
Penyebab Mastalgia
Penyebab sastalgia dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor. Perubahan hormon sering kali menjadi penyebab utama, karena dapat memengaruhi saluran maupun kelenjar susu. Kondisi ini bisa memicu terbentuknya kista payudara yang menimbulkan rasa tidak nyaman. Nyeri jenis ini umumnya muncul secara siklikal, mengikuti siklus menstruasi.
Selain faktor hormonal, mastalgia juga bisa terjadi akibat hal lain seperti cedera pada payudara, pernah menjalani operasi, atau tekanan tertentu pada jaringan payudara. Pada sebagian kasus, penyebab pasti mastalgia tidak dapat Anda ketahui. Namun, beberapa kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko munculnya keluhan mastalgia baik secara ringan maupun lebih mengganggu.
Faktor Risiko Penyebab Mastalgia
Mastalgia bisa karena berbagai faktor yang berbeda pada setiap orang. Beberapa kondisi tertentu dapat membuat seseorang lebih rentan mengalami keluhan ini, baik yang berkaitan dengan perubahan fisik, gaya hidup, maupun penggunaan obat-obatan. Berikut beberapa faktor risiko yang perlu Anda perhatikan:
- Usia dan menopause. Mastalgia lebih sering dialami oleh wanita yang belum memasuki menopause, meskipun keluhan ini tetap bisa muncul setelah menopause. Pada pria dengan kondisi ginekomastia dan individu transgender yang menjalani terapi hormon juga berisiko mengalami mastalgia.
- Ukuran payudara. Payudara berukuran besar dapat menyebabkan nyeri non siklik yang berhubungan dengan beban atau tekanan pada jaringan. Kondisi ini sering kali muncul keluhan tambahan seperti sakit leher, punggung, atau bahu.
- Riwayat operasi payudara. Setelah menjalani operasi, jaringan parut di sekitar payudara bisa menimbulkan rasa nyeri yang bertahan lama meskipun luka operasi sudah sembuh.
- Ketidakseimbangan asam lemak. Perubahan kadar asam lemak dalam sel dapat memengaruhi sensitivitas jaringan payudara terhadap hormon yang beredar dalam tubuh, sehingga menimbulkan rasa nyeri.
- Penggunaan obat-obatan. Beberapa jenis obat, termasuk kontrasepsi hormonal, terapi hormon setelah menopause, obat kesuburan, antidepresan (seperti SSRI), obat tekanan darah, hingga antibiotik tertentu dapat memicu rasa nyeri atau nyeri tekan pada payudara.
- Konsumsi kafein berlebihan. Pada sebagian orang,mastalgia berkurang setelah mengurangi atau menghentikan konsumsi kafein, meskipun efek ini bisa berbeda pada setiap individu.
Gejala Mastalgia
Mastalgia bisa muncul dengan tanda-tanda yang berbeda, tergantung pada jenisnya. Secara umum, nyeri ini terbagi menjadi dua kategori, yaitu siklik yang berhubungan dengan siklus menstruasi, dan non siklik yang tidak terkait dengan perubahan hormon bulanan.
Masing-masing jenis memiliki ciri khas yang dapat membantu mengenali pola nyeri yang dirasakan. Berikut gejala dari masing-masing jenisnya:
1. Gejala Mastalgia Siklik
- Nyeri terasa tumpul, berat, atau seperti pegal.
- Payudara terasa bengkak, penuh, atau lebih padat dari biasanya.
- Sering menyerang kedua payudara, terutama bagian atas dan luar.
- Rasa nyeri dapat menjalar hingga ke ketiak.
- Gejala muncul sekitar dua minggu sebelum menstruasi, lalu mereda setelah periode selesai.
- Lebih sering dialami oleh wanita usia 20–30 tahun, serta wanita usia 40-an yang memasuki masa transisi menuju menopause.
2. Gejala Mastalgia Non Siklik
- Nyeri tidak ada kaitannya dengan siklus menstruasi.
- Rasa sakit terasa lebih tajam, seperti terbakar, menusuk, atau kencang.
- Bisa bersifat menetap atau muncul hilang timbul.
- Umumnya hanya terasa pada satu payudara dan terlokalisasi di satu area tertentu.
- Pada beberapa kasus, nyeri dapat menyebar ke area yang lebih luas di payudara.
Lebih sering terjadi setelah wanita memasuki masa menopause.
Baca Juga: Payudara Sakit Saat Menyusui? Penyebab dan Pengobatannya
Diagnosa Penyakit Mastalgia
Proses diagnosis mastalgia biasanya mulai dengan wawancara medis untuk mengetahui detail keluhan yang dirasakan, termasuk sejak kapan nyeri muncul, seberapa sering terjadi, serta tingkat keparahannya. Setelah itu, dilakukan pemeriksaan fisik pada payudara untuk mengecek adanya benjolan, perubahan jaringan, atau tanda-tanda lain yang dapat menjadi sumber rasa sakit.
Pada tahap ini, pasien mungkin juga diminta membungkuk sedikit untuk memastikan apakah nyeri benar berasal dari payudara atau justru dari area dada bagian dalam. Jika butuh, pemeriksaan lanjutan menggunakan alat pencitraan seperti mammogram atau USG payudara dapat Anda lakukan.
Rekomendasi pemeriksaan ini biasanya karena beberapa faktor, misalnya jenis nyeri yang Anda alami, hasil pemeriksaan payudara, usia pasien, serta kapan terakhir kali menjalani pemeriksaan pencitraan. Dengan cara ini, diagnosis mastalgia dapat Anda lakukan secara lebih tepat sehingga penanganan yang Anda berikan sesuai dengan kondisi yang Anda alami.
Komplikasi Mastalgia
Meskipun nyeri payudara sering kali tidak berbahaya, kondisi ini bisa menimbulkan gangguan yang memengaruhi kualitas hidup penderitanya. Pada mastalgia non siklik, rasa nyeri dapat menghambat aktivitas sehari-hari, membuat sulit tidur, hingga menurunkan kenyamanan dalam hubungan intim.
Jika berlangsung lama, hal ini tentu bisa memengaruhi kondisi fisik maupun emosional, dan kondisi ini dapat berkembang menjadi masalah yang lebih serius. Bahkan, meski jarang terjadi, mastalgia juga bisa berkaitan dengan kanker.
Karena itu, penting untuk segera memeriksakan diri jika nyeri berlangsung lebih dari dua minggu atau muncul gejala lain seperti benjolan, perubahan kulit, atau kelainan pada puting. Berikut beberapa komplikasi yang dapat muncul:
- Gangguan tidur akibat rasa nyeri yang menetap.
- Masalah dalam hubungan intim karena rasa tidak nyaman pada payudara.
- Keterbatasan aktivitas fisik seperti olahraga atau kegiatan dengan gerakan intens.
- Infeksi atau penyakit pada payudara yang bisa memburuk bila tidak Anda tangani.
- Kemungkinan terkait kanker payudara, meski jarang, sehingga butuh kewaspadaan lebih.
Cara Mengatasi Mastalgia
Penanganan mastalgia umumnya dapat Anda sesuaikan dengan penyebab dan tingkat keparahan nyeri yang dirasakan. Pada mastalgia jenis siklik, nyeri biasanya akan mereda seiring dengan siklus menstruasi, namun beberapa langkah dapat membantu mengurangi rasa tidak nyaman.
Sementara itu, untuk mastalgia non siklik, perawatan lebih spesifik mungkin perlu apabila penyebabnya adalah infeksi, kista, atau kondisi medis lainnya. Berikut beberapa cara yang dapat Anda lakukan untuk meredakan mastalgia:
- Mengonsumsi obat pereda nyeri seperti paracetamol, ibuprofen, naproxen, aspirin, atau diclofenac sesuai anjuran.
- Menggunakan obat resep tertentu seperti danazol atau tamoxifen jika nyeri sangat parah, dengan pengawasan dokter karena efek sampingnya cukup kuat.
- Mengatur penggunaan obat hormonal termasuk kontrasepsi atau terapi hormon, hanya setelah berkonsultasi dengan tenaga medis.
- Memakai bra yang sesuai dan menopang dengan baik, karena ukuran dan bentuk payudara dapat berubah seiring waktu.
- Mengurangi atau menghentikan konsumsi kafein serta menghindari rokok untuk membantu menurunkan rasa nyeri.
- Mengompres hangat pada area payudara yang sakit untuk memberikan efek rileks pada jaringan.
- Mengonsumsi suplemen seperti vitamin E, minyak evening primrose, atau magnesium yang dapat membantu meredakan nyeri menstruasi.
- Mengoleskan krim pereda nyeri yang dijual bebas, seperti trolamine salicylate, pada area payudara.
- Melakukan relaksasi atau terapi pengelolaan stres agar tubuh lebih tenang dan rasa nyeri berkurang.
- Perawatan khusus sesuai penyebab bila mastalgia karena infeksi atau kista, misalnya dengan antibiotik atau tindakan medis tertentu.
Cara Mencegah Mastalgia
Mastalgia, terutama yang bersifat siklik, biasanya sulit Anda cegah sepenuhnya karena berkaitan erat dengan perubahan hormon selama siklus menstruasi. Namun, langkah sederhana dapat Anda lakukan untuk membantu mengurangi intensitas rasa nyeri sehingga tidak terlalu mengganggu aktivitas sehari-hari.
Dengan menjaga gaya hidup yang lebih sehat, gejala mastalgia bisa terasa lebih ringan dan mudah Anda atasi. Beberapa upaya yang bisa membantu antara lain dengan memakai bra yang nyaman serta memiliki penopang yang sesuai, mengurangi konsumsi kafein, dan menghindari kebiasaan merokok.
Perubahan kecil ini dapat berdampak positif pada kesehatan payudara dan membantu meminimalkan risiko nyeri yang berulang. Selain itu, menjaga pola hidup seimbang juga akan memberikan manfaat jangka panjang bagi kesehatan tubuh secara keseluruhan.
Baca Juga: 10 Ciri-Ciri Kanker Payudara Stadium Awal hingga Ganas
Pengobatan Mastalgia ke Dokter
Jika Anda atau keluarga Anda mengalami gejala Mastalgia, segera kunjungi Ciputra Hospital, dapatkan kemudahan untuk konsultasi dan membuat janji dengan dokter pilihan Anda.
Cek informasi lengkap mengenai layanan Ciputra Hospital, mulai dari rawat jalan hingga Medical Check Up (MCU), hanya di situs resmi atau kunjungi langsung fasilitas terdekat sekarang juga.
Telah Direview oleh dr. Sony Prabowo, MARS
Source:
- Johns Hopkins Medicine. Breast Pain (Mastalgia). Februari 2026
- Cleveland Clinic. Breast Pain (Mastalgia). Februari 2026
- Mayo Clinic. Breast Pain. Februari 2026





