Ditulis oleh Tim Konten Medis
Manfaat minyak canola sangat beragam, mulai dari menjaga kesehatan jantung, membantu program diet, hingga mendukung pertumbuhan bayi melalui MPASI. Selain itu, minyak ini juga bermanfaat untuk kulit dan menjadi sumber lemak sehat seperti omega-3 dan omega-6 yang penting bagi tubuh.

Canola oil adalah minyak nabati yang berasal dari tanaman Brassica napus, salah satu jenis tanaman biji minyak yang banyak dibudidayakan di dunia. Nama canola sendiri merupakan gabungan dari kata Canada dan ola yang berarti oil, karena pertama kali dikembangkan di Kanada.
Minyak ini dihasilkan melalui penyilangan tanaman rapeseed agar aman dikonsumsi, dengan menghilangkan senyawa berbahaya seperti erucic acid dan glukosinolat. Saat ini, sebagian besar tanaman canola telah dimodifikasi secara genetik untuk meningkatkan kualitas minyak serta ketahanan terhadap hama dan herbisida, menjadikannya salah satu minyak nabati paling populer di pasaran.
Kandungan Gizi Minyak Kanola
Minyak kanola dikenal sebagai salah satu jenis minyak nabati yang sering digunakan untuk memasak karena kandungan lemak baiknya. Canola oil adalah sumber lemak tak jenuh yang dapat membantu menjaga kesehatan jantung dan menjadi pilihan populer bagi mereka yang ingin menjalani pola makan sehat.
Selain itu, minyak kanola juga mengandung berbagai vitamin dan asam lemak esensial yang dibutuhkan tubuh. Kandungan gizinya menjadikan minyak ini bermanfaat untuk mendukung fungsi otak, menjaga keseimbangan kolesterol, serta membantu penyerapan vitamin yang larut dalam lemak.
Berikut kandungan gizi minyak kanola per satu sendok makan:
- 124 kalori
- 16% dari kebutuhan harian vitamin E
- 9% dari kebutuhan harian vitamin K
- 14 gram total lemak
- 1,03 gram lemak jenuh
- 8,86 gram lemak tak jenuh tunggal
- 3,94 gram lemak tak jenuh ganda
- Mengandung 21% asam linoleat (omega-6) dan 11% asam alfa-linolenat (omega-3)
Meskipun kaya akan asam lemak omega-3 dan omega-6, proses pemanasan seperti menggoreng dapat menurunkan kualitas kandungan lemak baik dalam minyak kanola. Selain itu, minyak ini juga mengandung sedikit lemak trans yang sebaiknya dibatasi konsumsinya agar tetap aman bagi kesehatan tubuh.
Baca Juga: 10 Manfaat Minyak Kelapa untuk Tubuh dan Cara Konsumsinya
Manfaat Minyak Canola
Minyak kanola dikenal sebagai salah satu minyak nabati sehat yang kaya akan lemak tak jenuh, vitamin, dan antioksidan. Manfaat minyak kanola tidak hanya baik untuk kesehatan jantung, tetapi juga bermanfaat untuk menjaga berat badan ideal, mendukung pertumbuhan bayi, hingga merawat kulit secara alami.
1. Membantu Menjaga Kesehatan Jantung
Salah satu manfaat minyak kanola yang paling dikenal adalah kemampuannya membantu menjaga kesehatan jantung. Kandungan lemak tak jenuh ganda dan tunggal dalam minyak ini dapat membantu menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL) sekaligus menjaga kadar kolesterol baik (HDL).
Selain itu, mengganti lemak jenuh dari makanan seperti mentega atau daging berlemak dengan minyak kanola dapat mengurangi risiko tekanan darah tinggi dan penyakit jantung. Konsumsi teratur dengan porsi wajar dapat membantu menjaga fungsi pembuluh darah tetap sehat dan elastis.
2. Meningkatkan Asupan Vitamin E
Minyak kanola merupakan sumber vitamin E yang cukup tinggi. Vitamin ini berperan penting sebagai antioksidan yang melindungi sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas dan membantu memperkuat sistem kekebalan tubuh.
Setiap satu sendok makan minyak kanola mengandung sekitar 16% dari kebutuhan harian vitamin E. Selain mendukung daya tahan tubuh, vitamin E juga membantu menjaga kesehatan kulit dan mencegah penuaan dini.
3. Cocok untuk Program Diet Sehat
Manfaat minyak canola untuk diet berasal dari kandungan lemak tak jenuh yang membantu mengontrol kadar gula darah dan meningkatkan sensitivitas insulin. Hal ini membuat minyak kanola cocok dikonsumsi bagi yang sedang menurunkan berat badan atau menjaga kestabilan metabolisme tubuh.
Selain rendah kalori, minyak ini juga membuat rasa kenyang bertahan lebih lama, sehingga membantu mengurangi keinginan makan berlebih. Menggunakan minyak kanola untuk menumis atau memanggang makanan bisa menjadi alternatif sehat dibandingkan minyak goreng biasa.
4. Mendukung Pertumbuhan Bayi dan MPASI
Manfaat minyak canola untuk bayi terletak pada kandungan omega-3 dan omega-6 yang penting untuk perkembangan otak dan sistem saraf. Lemak sehat dalam minyak ini juga membantu penyerapan vitamin A, vitamin D, vitamin E, dan vitamin K yang larut dalam lemak.
Dalam porsi kecil, manfaat minyak canola untuk MPASI dapat membantu meningkatkan nilai gizi makanan pendamping ASI. Teksturnya ringan dan rasanya netral, sehingga mudah Anda campurkan ke dalam bubur atau puree bayi tanpa mengubah cita rasa.
5. Menjaga Kesehatan Kulit
Manfaat minyak canola untuk kulit berasal dari kandungan vitamin E, flavonoid, dan karotenoid yang bersifat antioksidan. Nutrisi ini membantu melembapkan kulit, mengurangi peradangan, serta melindungi dari paparan sinar UV yang dapat menyebabkan kerusakan kulit.
Selain itu, minyak kanola juga bisa Anda gunakan sebagai bahan alami perawatan kulit kering atau iritasi ringan. Oleskan sedikit minyak kanola pada kulit sebagai pelembap alami untuk menjaga kelembutan dan elastisitasnya.
6. Kaya Asam Lemak Omega-3 dan Omega-6
Minyak kanola mengandung kombinasi seimbang antara asam lemak omega-3 (ALA) dan omega-6 (linoleic acid). Kedua nutrisi ini penting untuk menjaga fungsi otak, sistem imun, serta kesehatan jantung.
Berikut kandungan lemak sehat utama dalam minyak kanola:
- Asam linoleat (omega-6) sebesar 21%
- Asam alfa-linolenat (omega-3) sebesar 11%
Kombinasi tersebut membantu menurunkan kadar trigliserida dan menjaga tekanan darah tetap stabil, sekaligus mendukung keseimbangan hormon dalam tubuh.
7. Harga Terjangkau dan Aman untuk Memasak
Selain manfaat kesehatannya, minyak kanola juga banyak orang gemari karena harganya yang ekonomis dan rasanya yang netral. Titik asapnya cukup tinggi, yaitu sekitar 204°C, sehingga aman untuk menumis atau memanggang.
Namun, sebaiknya hindari penggunaan minyak kanola yang dipanaskan berulang kali karena dapat menurunkan kualitas lemak baiknya. Untuk hasil maksimal, gunakan minyak kanola segar dan simpan di tempat sejuk agar nutrisinya tetap terjaga.
Baca Juga: 10 Manfaat Minyak Zaitun dan Cara Mengonsumsinya
Risiko Efek Samping Minyak Kanola
Meskipun terkenal sebagai minyak nabati yang sehat, penggunaan minyak kanola dalam jumlah berlebihan juga bisa menimbulkan efek yang kurang baik bagi tubuh. Beberapa efek minyak kanola ini muncul karena proses pengolahannya yang tinggi serta ketidakseimbangan asupan lemak dalam pola makan sehari-hari.
1. Ketidakseimbangan Asam Lemak Omega-6 dan Omega-3
Salah satu bahaya minyak canola adalah kandungan omega-6 yang lebih tinggi dari omega-3. Ketidakseimbangan ini dapat memicu peradangan dalam tubuh jika Anda konsumsi berlebihan, terutama bila asupan makanan kaya omega-3, seperti ikan berlemak atau biji chia, terlalu sedikit.
Kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan kronis seperti penyakit jantung, obesitas, dan gangguan fungsi otak. Oleh karena itu, penting untuk menyeimbangkan konsumsi minyak kanola dengan sumber lemak sehat dari makanan alami.
2. Mengandung Bahan Rekayasa Genetika (GMO)
Sebagian besar tanaman kanola untuk memproduksi minyak telah melalui proses rekayasa genetika. Meskipun aman, efek minyaknya dari bahan GMO sering menimbulkan kekhawatiran terkait dampaknya terhadap lingkungan dan kesehatan jangka panjang.
Untuk menghindari potensi bahayanya ini, pilihlah produk berlabel non-GMO atau organic cold pressed yang lebih alami. Jenis minyak ini biasanya diolah tanpa bahan kimia tambahan, meskipun tidak disarankan untuk memasak dengan suhu tinggi.
3. Proses Pemurnian yang Tinggi
Minyak kanola yang beredar di pasaran umumnya melalui proses pemurnian, pemutihan, dan penghilangan bau yang melibatkan suhu tinggi dan bahan kimia. Tahapan ini dapat mengurangi kandungan vitamin, antioksidan, serta asam lemak esensial di dalamnya.
Selain itu, minyak kanola hasil olahan kimia sering kali disebut sebagai minyak “refined” yang kurang ideal untuk kesehatan bila dikonsumsi setiap hari. Untuk meminimalkan efek minyak kanola, pilihlah versi cold pressed atau extra virgin yang lebih alami dan minim proses kimia.
4. Dapat Mempengaruhi Fungsi Memori
Beberapa hasil percobaan menunjukkan bahwa bahaya minyak canola mungkin berkaitan dengan penurunan fungsi memori, terutama jika dikonsumsi dalam jangka panjang. Kandungan lemak tak seimbang serta proses pengolahannya dapat memengaruhi fungsi otak dan berat badan.
Mengganti minyak kanola dengan sumber lemak sehat seperti minyak zaitun extra virgin bisa membantu menjaga kesehatan otak. Selain itu, pola makan seimbang dengan asupan nutrisi lengkap sangat penting untuk menjaga daya ingat dan fungsi kognitif tetap optimal.
Baca Juga: 10 Manfaat Minyak Ikan untuk kesehatan, Bagus untuk Otak!
Yuk kunjungi Ciputra Hospital, dan dapatkan kemudahan untuk konsultasi dan membuat janji dengan dokter pilihan Anda. Cek informasi lengkap mengenai layanan Ciputra Hospital, mulai dari rawat jalan hingga Medical Check Up (MCU), hanya di situs resmi atau kunjungi langsung fasilitas terdekat sekarang juga.
Telah Direview oleh Dr. Sony Prabowo, MARS
Source
- Medical News Today. All about canada oil. Januari 2026
- health. Potential Benefits and Risks of Canola Oil. Januari 2026
- verywell health. Should You Use Rapessed Oil? Everything You Need to Know. Januari 2026





