Ditulis oleh Tim Konten Medis
Lordosis adalah kelainan tulang belakang yang melengkung ke dalam. Kelainan ini biasanya tidak menimbulkan gejala dan umum terjadi pada bagian punggung bawah dan leher. Penyebabnya bisa dipengaruhi karena faktor postur tubuh yang kurang baik, obesitas, hingga gangguan penyakit tertentu. Jika parah, kondisi ini dapat menimbulkan rasa sakit dan memerlukan prosedur pembedahan.

Setiap manusia memiliki struktur tulang belakang untuk menopang tubuh dan mendukung gerak tubuh. Namun, tidak semua kelengkungan tulang belakang bersifat normal.
Salah satu kondisi kelainan pada tulang belakang yang sering terjadi adalah lordosis. Ketika kelengkungannya melebihi batas wajar, hal ini dapat menimbulkan rasa tidak nyaman, gangguan postur tubuh, hingga nyeri kronis. Oleh sebab itu, penting untuk menjaga kesehatan tulang sejak dini agar terhindar dari kelainan lordosis.
Apa Itu Lordosis?
Lordosis adalah kelainan akibat tulang belakang membengkok ke depan secara berlebihan. Beberapa orang menyebutnya sebagai swayback.
Lordosis paling sering terjadi di punggung bagian bawah dengan sebutan lordosis lumbar. Bila lengkungan yang terlalu dalam terjadi di leher, disebut sebagai lordosis servikal.
Tulang belakang juga bisa melengkung ke arah luar, seolah-olah membentuk punuk. Ini disebut sebagai kifosis yang terjadi di punggung bagian tengah atau atas.
Baca juga: Apa Itu Osteoporosis? Penyebab, Gejala, Pengobatan
Jenis Lordosis
Seperti yang sudah dijelaskan di atas, jenisnya paling umum dapat berupa lordosis lumbar dan lordosis cervical. Berikut ini adalah penjelasannya:
1. Lordosis di Punggung Bawah
Ini merupakan jenis kelainan yang paling umum. Cara paling mudah untuk memeriksanya di punggung bawah bisa dengan berbaring telentang di permukaan yang datar.
Anda bisa menyelipkan tangan di punggung bagian bawah. Bila mengalami lordosis, akan ada ruang ekstra di antara punggung bawah dan permukaan tempat berbaring.
Terkadang, beberapa orang memiliki lengkungan yang terlihat sangat jelas saat berdiri, seolah-olah seperti huruf C. Bahkan, perut dan bokong seseorang akan tampak menonjol keluar.
2. Lordosis Serviks
Bagian leher seharusnya berbentuk lengkungan huruf C yang lebar dan melengkung ke arah belakang leher. Lordosis servikal terjadi ketika lengkungan di leher ini tidak terbentuk seperti seharusnya. Ini berarti lengkungannya dapat bergerak ke kanan, kiri, atau berbalik arah.
Penyebab Lordosis
Sebagian besar penyebabnya tidak diketahui penyebab. Meskipun lebih sering menyerang remaja, beberapa anak dapat terlahir dengan risiko lebih tinggi untuk mengalami kondisi tersebut.
Berikut penyebab penyakit lordosis adalah:
- Postur: Anak yang mengalami kelemahan otot perut lebih rentan terhadap lordosis. Sebab, otot-otot di sekitar perut dan punggung bawah berperan penting untuk menopang tubuh serta tulang belakang lumbar.
- Berat badan berlebih: Orang yang memiliki berat badan berlebih mampu memberi tekanan pada punggung bawah dan menariknya ke depan. Hal inilah yang meningkatkan risiko lordosis.
- Gangguan pinggul: Beberapa orang dengan displasia pinggul dapat mengalami lordosis.
- Masalah pada fungsi saraf: Gangguan fungsi saraf dan otot, seperti distrofi otot, cerebral palsy, dan beberapa lainnya bisa memicu terjadinya lordosis.
- Mengalami trauma: Ini dapat berupa cedera olahraga, kecelakaan, atau jatuh parah yang menyebabkan spondylolysis. Akibatnya, tulang belakang mengalami kelemahan dan memicu ruas tulang belakang melengkung pada sudut yang ekstrem.
- Kondisi medis tertentu: Misalnya, mengalami osteoporosis (penyakit yang melemahkan tulang), kifosis(punggung melengkung), dan ensefalopati statis.
Baca juga: Apa Itu Osteogenesis Imperfecta? Penyebab hingg Pengobatan
Gejala Lordosis
Gejala lordosis paling umum yaitu nyeri otot. Hal ini bisa muncul karena tulang belakang melengkung tidak normal sehingga menarik otot ke arah yang berbeda dan memicu tegang atau kejang.
Bila mengalami lordosis cervical, rasa nyeri bisa menjalar ke leher, bahu, dan punggung bagian atas. Bahkan, Anda dapat merasa gerakan leher atau punggung bagian bawah terbatas.
Nyeri akibat penyakit ini bisa menyebabkan gejala lain, seperti:
- Mati rasa
- Kesemutan
- Rasa sakit seolah-olah seperti sengatan listrik
- Sulit menahan buang air kecil
- Kelemahan otot
- Sulit mengendalikan gerakan otot
Gejala tersebut bisa menjadi tanda kondisi medis lebih serius, termasuk saraf kejepit. Kondisi ini membutuhkan perawatan medis yang tepat sesuai anjuran dokter.
Diagnosis Penyakit Lordosis
Dokter dapat mendiagnosis kelainan ini melalui pemeriksaan fisik. Tim medis mampu memeriksa postur tubuh dan tulang belakang untuk mengetahui adanya lengkungan yang tidak normal.
Mereka juga melakukan pemeriksaan untuk mendeteksi kondisi lain yang memengaruhi punggung dan tulang belakang, termasuk skoliosis dan kifosis. Jika lengkungan bergerak saat Anda menekuk leher atau punggung bawah, kondisi ini tidak memerlukan perawatan medis atau operasi.
Cara Mengatasi Lordosis
Kondisi lordosis ringan bisa sembuh sendirinya dengan menjaga pola hidup sehat dan menjalani aktivitas fisik untuk postur tubuh. Berikut ini adalah beberapa cara mengatasinya:
1. Terapi Fisik
Tim medis dapat menganjurkan terapi fisik untuk memperkuat otot-otot di sekitar tulang belakang. Perawatan ini dapat mengurangi gejala nyeri di leher atau punggung dan memperbaiki postur tubuh.
Terapi fisik biasanya termasuk perawatan rawat jalan yang berarti Anda tidak perlu menginap di rumah sakit. Perawatan ini sangat aman dan efektif, serta minim risiko cedera.
2. Latihan
Anda bisa berkonsultasi dengan dokter untuk mengetahui latihan yang tepat bagi penderitanya. Salah satu latihan ini dapat berupa cat-cow pose.
Untuk melakukannya, mulailah dengan bertumpu pada tangan dan lutut di lantai. Gunakan otot perut untuk menggerakkan tulang belakang ke posisi netral dan buang napas, serta melengkungkan tulang belakang perlahan ke arah langit. Biarkan kepala tertunduk, lalu tahan posisi ini selama 10-15 detik.
Kemudian, tarik napas dan merilekskan tulang belakang. Tarik tulang belakang ke bawah punggung dan tahan posisi 10-15 detik.
3. Menggunakan Penyangga
Cara mengatasi lordosis berikutnya adalah dengan menggunakan penyangga. Ini dapat mencegah lengkungan bertambah parah.
Dokter dapat memberi tahu Anda terkait seberapa sering mengenakan penyangga. Sebagian besar orang perlu menggunakan alat ini setidaknya 20 jam dalam sehari.
Baca Juga: Bahaya Osteoporosis untuk Kesehatan Tulang dan Tubuh
4. Operasi Bedah
Operasi bedah mampu meluruskan tulang belakang dan mengurangi lengkungan. Namun, prosedur ini jarang terjadi, hanya diperlukan apabila cukup parah atau bertambah parah seiring waktu.
Tim medis dapat memberi tahu jenis operasi yang Anda perlukan. Lama waktu pemulihan pasca operasi cenderung bervariasi, tergantung kondisi kesehatan penderita.
Cara Mencegah Lordosis
Meskipun tidak ada cara mencegah lordosis, Anda bisa melakukan latihan sebagai berikut untuk menjaga postur tubuh dan kesehatan tulang belakang:
- Mengangkat dan menurunkan bahu
- Memiringkan leher ke samping
- Melakukan gerakan yoga, seperti cat pose dan bridge pose
- Mengangkat kaki
- Latihan memiringkan panggul pada bola yoga
Selain itu, sebaiknya hindari berdiri terlalu lama karena bisa mengubah lengkungan tulang belakang. Justru, duduk bisa mengurangi perubahan pada lengkungan punggung bawah asalkan dilakukan dengan tepat dan tidak terus-menerus. Pastikan untuk menggunakan kursi dengan sandaran punggung yang cukup nyaman dan mendukung.
Baca Juga: Apa Itu Skoliosis? Penyebab, Gejala, Pengobatan
Pengobatan Lordosis ke Dokter
Jika mengalami sakit punggung dan merasa tulang belakang melengkung secara tidak normal, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Anda bisa kunjungi rumah sakit Ciputra Hospital terdekat untuk konsultasi kesehatan.
Cek layanan rumah sakit Ciputra Hospital mulai dari rawat jalan hingga Medical Check Up (MCU). Yuk, jaga dan cek kondisi kesehatan Anda sekeluarga bersama Ciputra Hospital!
Telah Direview oleh Dr. Steffe Lie
Source:
- Boston Children’s Hospital. Lordosis. Desember 2025.
- Cleveland Clinic. Lordosis (Swayback). Desember 2025.
- Healthline. What Causes Lordosis?. Desember 2025.



