Kaki yang bengkak mungkin terkesan seperti masalah sepele. Padahal bengkak pada kaki bisa terjadi karena berbagai alasan, salah satunya penyakit jantung. Kondisi ini bisa menjadi tanda peringatan bahwa jantung Anda sedang mengalami masalah. Penting mengetahui ciri-ciri, penyebab, hingga cara mengatasi kaki bengkak karena jantung.

Jantung yang tidak mampu memompa darah dengan baik dapat menyebabkan penumpukan cairan di berbagai bagian tubuh, salah satunya kaki.
Gejala Kaki Bengkak karena Jantung
Jantung merupakan organ yang bekerja paling keras untuk memompa darah ke seluruh tubuh. Rata-rata jantung memompa 2.000 galon darah per hari. Artinya, jika ada gangguan pada jantung maka akan berdampak pada organ dan bagian tubuh lainnya, termasuk pembengkakan pada kaki.
Namun, perlu diingat kaki bengkak bukan berarti Anda mengalami sakit jantung. Berikut beberapa gejala gagal jantung yang umum terjadi antara lain:
- Sesak napas saat beraktivitas, istirahat, atau tidur. Terkadang sesak napas hingga membuat Anda tiba-tiba terbangun dari tidur
- Nafsu makan menurun, perut terasa kembung, dan mual
- Detak jantung lebih cepat atau jantung berdebar
- Batuk disertai lendir berwarna putih atau merah jambu. Terkadang napas sampai bunyi
- Sering merasa kelelahan hingga merasa tidak punya energi untuk beraktivitas ringan · Sulit berkonsentrasi, kebingungan, sampai mengalami disorientasi
Kaki bengkak karena jantung juga dapat ditandai dengan gejala awal berikut ini:
- Kaki terasa penuh dan berat
- Kulit kaki terasa kencang dan mengkilap, biasanya pada kedua kaki dan terasa dingin atau normal. Apabila kaki bengkak hanya pada satu sisi disertai kemerahan, terasa panas, dan nyeri, itu bukan ciri khas bengkak karena jantung melainkan tanda infeksi atau sumbatan pembuluh darah vena (DVT) yang harus segera diperiksa ke IGD.
- Telapak kaki terlihat bengkak dan sulit dilenturkan
- Saat menekan area yang bengkak akan meninggalkan bentuk penyok
- Kaus kaki, celana, atau legging dipakai terasa kencang serta tidak nyaman
- Kesulitan untuk melenturkan jari kaki, pergelangan kaki, atau kaki
Baca Juga: 9 Penyebab Jantung Berdebar, Apakah Berbahaya?
Penyebab Kaki Bengkak karena Jantung
Banyak orang yang bingung apa hubungannya kaki bengkak dengan penyakit jantung. Padahal jantung berada di atas sedangkan kaki berada di bawah. Ternyata, kaki bengkak karena jantung saling berhubungan.
Kaki bengkak merupakan reaksi proses tubuh yang dimulai dari jantung. Berikut penjelasan lengkap penyebab kaki bengkak karena jantung.
1. Insufisiensi Sisi Kanan
Insufisiensi sisi kanan jantung terjadi ketika ventrikel kanan jantung tidak mampu memompa darah dengan efisien ke paru-paru untuk mendapatkan oksigen. Penyebab tersering gagal jantung kanan adalah gagal jantung kiri yang sudah lanjut, disusul penyakit paru kronis dan hipertensi pulmonal (kor pulmonal), kelainan katup, serta serangan jantung yang mengenai bilik kanan. Ketika ventrikel kanan tidak dapat memompa darah dengan cukup, darah tertahan di serambi kanan dan pembuluh darah balik (vena) seluruh tubuh, sehingga tekanan vena meningkat.
Hal ini dapat menyebabkan peningkatan tekanan dalam pembuluh darah vena, yang selanjutnya dapat mendorong cairan merembes keluar dari pembuluh darah dan masuk ke dalam jaringan tubuh. Cairan yang merembes ini bisa terakumulasi di kaki dan pergelangan kaki, menyebabkan bengkak.
2. Insufisiensi Sisi Kiri
Insufisiensi sisi kiri jantung terjadi ketika ventrikel kiri jantung tidak mampu memompa darah dengan cukup ke seluruh tubuh. Ini biasanya terkait dengan gagal jantung kiri. Saat ventrikel kiri tidak berfungsi dengan baik, darah kaya oksigen yang seharusnya dipompa ke seluruh tubuh tidak mencapai organ dan jaringan dengan cukup.
Akibatnya, darah yang kaya oksigen bisa menumpuk di paru-paru, menyebabkan cairan merembes dari pembuluh darah ke dalam jaringan paru-paru. Ini disebut edema paru. Pada gagal jantung kiri, tekanan yang tinggi di paru lama-kelamaan diteruskan ke jantung sisi kanan sehingga jantung kanan ikut melemah, ditambah penurunan aliran darah ke ginjal yang memicu tubuh menahan garam dan air, tekanan di pembuluh vena seluruh tubuh meningkat dan cairan merembes ke jaringan kaki serta pergelangan kaki.

Olahraga teratur dapat membantu meningkatkan sirkulasi darah dalam tubuh.
3. Retensi Cairan
Retensi cairan adalah suatu kondisi di mana tubuh tidak dapat mengeluarkan cairan secara efektif. Kondisi ini sering terjadi pada masalah jantung. Jantung yang tidak mampu memompa darah dengan baik dapat menyebabkan penumpukan cairan di berbagai bagian tubuh. Cairan ini yang seharusnya disaring melalui ginjal akan berkumpul di jaringan tubuh.
Ketika cairan berlebihan menumpuk di kaki dan pergelangan kaki dapat menyebabkan pembengkakan terlihat dan terasa. Selain pembengkakan, retensi cairan juga dapat menyebabkan berat badan yang cepat terutama jika cairan menumpuk di sekitar organ dalam, seperti hati atau paru-paru.
Cara Mengatasi Kaki Bengkak karena Jantung
Cara mengatasi kaki bengkak karena penyakit jantung yang utama adalah mendapatkan tindakan medis yang tepat dari dokter. Anda juga dapat membantu meredakan gejalanya dengan menjalani pola hidup sehat serta melakukan sejumlah perawatan kesehatan secara mandiri, seperti:
1. Batasi Konsumsi Garam Berlebih
Garam dapat menyebabkan retensi cairan dalam tubuh, yang dapat memperburuk bengkak pada kaki. Batasi konsumsi garam berlebihan dalam makanan Anda, termasuk makanan olahan yang umumnya mengandung banyak garam.
Baca Juga: Transplantasi Jantung: Syarat, Prosedur, dan Risiko
2. Olahraga Rutin untuk Melancarkan Sirkulasi Darah
Olahraga ringan dan teratur dapat membantu meningkatkan sirkulasi darah dalam tubuh. Ini dapat membantu mengurangi pembengkakan pada kaki dan mendorong aliran darah yang lebih baik ke seluruh tubuh.
3. Konsumsi Makanan Sehat dengan Gizi Seimbang
Pola makan seimbang dan kaya nutrisi dapat membantu menjaga kesehatan jantung dan mencegah pembengkakan berlebihan. Fokus pada makanan yang rendah garam, kaya serat, serta vitamin dan mineral penting.
4. Membatasi Cairan pada Tubuh
Pada kaki bengkak akibat gangguan jantung, asupan cairan justru perlu dibatasi sesuai anjuran dokter (umumnya sekitar 1,5-2 liter per hari, termasuk kuah, teh, dan kopi). Jangan menambah minum tanpa seizin dokter, timbang berat badan setiap pagi, dan segera hubungi dokter bila berat badan naik lebih dari 2 kg dalam 3 hari atau sesak bertambah.
5. Hindari Kompres Hangat pada Bagian Kaki yang Bengkak
Hindari kompres hangat pada kaki yang bengkak karena panas dapat memperberat pembengkakan dan berisiko melukai kulit yang menipis, lebih aman meninggikan kaki, membatasi garam, dan minum obat diuretik sesuai resep dokter.
6. Berbaring dan Meletakkan Kaki Sedikit Lebih Tinggi dari Jantung
Ketika Anda berbaring, letakkan kaki Anda sedikit lebih tinggi dari jantung dengan menambahkan bantal di bawah kaki. Ini membantu mengurangi efek gravitasi pada sirkulasi darah dan mengurangi pembengkakan.
Baca Juga: Berbagai Jenis Penyakit Jantung dan Dampaknya
Demikian informasi mengenai kaki bengkak karena jantung. Jika Anda mengalami gejala di atas, sebaiknya konsultasikan dengan dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Segera hubungi 119 atau 112, atau pergi ke IGD terdekat, jika mengalami gangguan pada jantung. Anda bisa kunjungi rumah sakit Ciputra Hospital terdekat untuk konsultasi kesehatan dan pemeriksaan rutin, seperti tes tekanan darah, kadar kolesterol, serta gula darah.
Yuk, jaga kesehatan tubuh dengan rutin melakukan medical check up di Ciputra Hospital. Anda juga bisa konsultasi dan buat janji dengan dokter di Ciputra Hospital terdekat.
Cek layanan rumah sakit Ciputra Hospital mulai dari rawat jalan hingga Medical Check Up (MCU) selengkapnya sekarang juga.





