Buat janji Ciputra HospitalWhatsapp Ciputra Hospital

Rumah Sakit Terbaik Berstandarisasi Internasional | Ciputra Hospital

  • Home
  • Rumah Sakit
    • CitraRaya Tangerang
    • CitraGarden City Jakarta
    • Ciputra Mitra Hospital Banjarmasin
    • Ciputra Hospital Surabaya
  • Fasilitas & Layanan
  • Center of Excellence
  • Cari Dokter
  • Artikel
  • Home
  • Artikel Kesehatan
  • Hidrokel: Penyebab, Gejala, Cara Mengatasi
Asifah
Rabu, 07 Januari 2026 / Published in Artikel Kesehatan

Hidrokel: Penyebab, Gejala, Cara Mengatasi

Ditulis oleh Tim Konten Medis

Hidrokel adalah penumpukan cairan di sekitar testis yang menyebabkan pembengkakan pada skrotum. Gejala utama berupa pembengkakan buah zakar pada salah satu atau kedua sisi skrotum. Cara mengatasinya dapat dengan operasi dan aspirasi jarum.

hidrokel adalah
Penyakit hidrokel dapat dialami oleh siapa saja baik bayi maupun orang dewasa.

Hidrokel adalah kondisi ketika terjadi penumpukan cairan di sekitar testis yang menyebabkan pembengkakan pada skrotum. Meski sering tidak menimbulkan rasa sakit, ia dapat menimbulkan rasa tidak nyaman.

Kondisi ini bisa dialami bayi baru lahir, anak-anak, maupun orang dewasa dengan penyebab dan risiko yang berbeda. Mengenali gejala serta cara penanganannya penting untuk mencegah komplikasi lebih lanjut.

Daftar Isi

Toggle
  • Apa Itu Hidrokel
  • Jenis Hidrokel
  • Penyebab Hidrokel
    • 1. Penyebab Hidrokel pada Bayi
    • 2. Penyebab Hidrokel pada Orang Dewasa
  • Faktor Risiko Hidrokel
  • Gejala Hidrokel
  • Diagnosis Penyakit Hidrokel
  • Komplikasi Hidrokel
  • Cara Mengatasi Hidrokel
    • 1. Operasi Hidrokel
    • 2. Needle Aspiration
  • Cara Mencegah Hidrokel
  • Pengobatan Hidrokel Ke Dokter

Apa Itu Hidrokel

Hidrokel adalah kondisi ketika terdapat penumpukan cairan di dalam kantong yang biasanya melapisi testis, sehingga menimbulkan pembengkakan pada skrotum atau kantong buah zakar. Kondisi ini umumnya tidak menimbulkan rasa sakit dan sering ditemukan pada bayi laki-laki, terutama yang lahir prematur.

Pada sebagian besar bayi, hidrokel dapat sembuh dengan sendirinya seiring saluran yang menghubungkan perut dan skrotum menutup. Namun, jika tidak membaik, tindakan operasi mungkin perlu, terutama pada hidrokel komunikans.

Sedangkan pada remaja atau orang dewasa, biasanya terjadi karena produksi cairan berlebih di sekitar testis dan perlu diperiksa lebih lanjut jika ukurannya membesar.

Baca Juga: Biaya Cek Sperma di Klinik dan Proses Pemeriksaannya

Jenis Hidrokel

Hidrokel bisa muncul dengan cara yang berbeda pada setiap orang, baik itu pada bayi, hidrokel testis, maupun pada orang dewasa. Meskipun umumnya tidak berbahaya, penting untuk memahami jenis-jenisnya agar lebih mudah dikenali dan ditangani dengan tepat.

Berikut adalah beberapa jenis hidrokel yang paling umum:

  • Hidrokel Nonkomunikans. Terjadi ketika kantong di sekitar testis sudah menutup, tetapi cairan yang ada di dalamnya tidak terserap oleh tubuh. Biasanya cairan ini akan hilang dengan sendirinya dalam waktu sekitar satu tahun.
  • Hidrokel Komunikans. Kondisi ini muncul jika kantong di sekitar testis tidak menutup sempurna, sehingga cairan bisa keluar masuk dari perut ke skrotum. Jenis ini lebih sering membutuhkan penanganan medis.
  • Hidrokel Nuck. Jenis yang jarang terjadi dan bisa muncul pada orang tanpa testis. Hidrokel ini terbentuk di lapisan dinding panggul dan dapat menimbulkan pembengkakan yang menyakitkan di area lipatan paha, bahkan sering disalahartikan sebagai kista ovarium atau kondisi lain.

Penyebab Hidrokel

Hidrokel bisa dialami oleh siapa saja, baik bayi baru lahir maupun orang dewasa. Kondisi ini dapat muncul tanpa penyebab yang jelas, tetapi sering kali berkaitan dengan peradangan, cedera, atau masalah pada penyerapan cairan di sekitar testis.

Berikut penjelasan lebih rinci mengenai penyebab hidrokel:

1. Penyebab Hidrokel pada Bayi

Penyebab bayi hidrokel umumnya terjadi sejak masa kehamilan, ketika testis turun dari perut menuju skrotum menjelang akhir kehamilan. Pada saat itu, testis dilapisi kantong berisi cairan yang seharusnya menutup dan cairannya diserap tubuh dalam tahun pertama kehidupan bayi.

Namun, pada bayi dengan hidrokel, kantong ini tetap terbuka atau cairannya tidak terserap dengan baik. Bayi yang lahir prematur lebih berisiko mengalami kondisi ini karena proses perkembangan testis belum sepenuhnya sempurna

2. Penyebab Hidrokel pada Orang Dewasa

Pada orang dewasa, hidrokel lebih sering muncul setelah usia 40 tahun. Kondisi ini bisa disebabkan oleh gangguan pada kantong testis (tunica vaginalis) yang tidak mampu menyerap cairan dengan baik, sehingga terjadi penumpukan.

Selain itu, hidrokel juga dapat terjadi akibat cedera atau peradangan pada skrotum. Peradangan ini sering kali dipicu oleh infeksi, misalnya epididimitis, atau kondisi medis lain yang menyerang area sekitar testis.

Faktor Risiko Hidrokel

Hidrokel bisa dialami sejak lahir maupun saat seseorang sudah dewasa. Bayi laki-laki yang lahir prematur memiliki kemungkinan lebih tinggi mengalami hidrokel, sementara pada orang dewasa kondisi ini lebih sering karena faktor tertentu. Berikut beberapa faktor risiko yang dapat meningkatkan peluang terjadinya hidrokel:

  • Kelahiran Prematur. Bayi yang lahir lebih dari tiga minggu sebelum waktunya memiliki risiko lebih besar mengalami hidrokel karena proses perkembangan testis belum sempurna.
  • Cedera atau Peradangan pada Skrotum. Trauma atau peradangan pada area skrotum dapat memicu penumpukan cairan di sekitar testis.
  • Infeksi. Termasuk infeksi menular seksual yang dapat menyebabkan peradangan pada testis atau saluran di sekitarnya, sehingga memicu terbentuknya hidrokel.

Gejala Hidrokel

Gejala utama hidrokel biasanya berupa buah zakar bengkak pada salah satu atau kedua sisi skrotum. Pembengkakan ini umumnya tidak menimbulkan rasa sakit, namun bisa membuat area skrotum terasa berat dan tidak nyaman.

Pada sebagian orang, benjolan di bawah buah zakar dapat berubah ukuran, misalnya tampak lebih kecil di pagi hari dan semakin membesar di siang atau malam hari. Rasa nyeri bisa muncul jika pembengkakan semakin besar seiring waktu.

Baca Juga: 8 Penyebab Benjolan di Selangkangan Bisa Jadi Tanda Kanker!

Diagnosis Penyakit Hidrokel

Untuk memastikan adanya hidrokel, pemeriksaan biasanya tenaga medis lakukan melalui tanya jawab seputar gejala dan pemeriksaan fisik. Dalam beberapa kasus, pemeriksaan penunjang juga perlu agar diagnosis lebih akurat. Berikut beberapa metode yang umum digunakan dalam mendiagnosis hidrokel:

  • USG Panggul (Pelvic Ultrasound). Menggunakan gelombang suara frekuensi tinggi untuk menghasilkan gambar jaringan lunak di area panggul, termasuk testis. Metode ini merupakan cara paling umum untuk mendeteksi hidrokel.
  • CT Scan. Pemeriksaan ini menggunakan sinar-X khusus untuk menghasilkan gambar penampang tubuh secara detail. Hasilnya lebih jelas dari rontgen biasa dan membantu melihat kondisi testis secara tiga dimensi.

Komplikasi Hidrokel

Meskipun hidrokel umumnya tidak berbahaya dan jarang memengaruhi kesuburan, kondisi ini tetap perlu Anda perhatikan. Dalam beberapa kasus, hidrokel dapat berkaitan dengan masalah kesehatan lain yang lebih serius, antara lain:

  • Infeksi atau Tumor. Kedua kondisi ini bisa mengganggu fungsi testis sehingga produksi sperma berkurang. Akibatnya, testis tidak bekerja optimal seperti biasanya.
  • Hernia Inguinalis. Hidrokel dapat terkait dengan hernia di area selangkangan. Jika tidak Anda tangani, hernia ini bisa memicu masalah kesehatan yang mengancam jiwa.

Cara Mengatasi Hidrokel

Hidrokel bisa hilang dengan sendirinya, terutama pada bayi di tahun pertama kehidupannya. Namun, pada beberapa kasus baik bayi maupun orang dewasa, kondisi ini membutuhkan penanganan medis untuk mencegah komplikasi dan ketidaknyamanan. Berikut beberapa cara mengatasinya yang umum dilakukan:

1. Operasi Hidrokel

Operasi hidrokel dengan bius total untuk mengangkat kantung berisi cairan di skrotum. Umumnya, pasien bisa pulang pada hari yang sama setelah operasi selesai.

Proses operasi melibatkan sayatan kecil di skrotum atau perut, lalu mengangkatnya dan area insisi ditutup. Untuk kasus tertentu, dokter mungkin akan memasang perban besar atau selang drainase sementara.

Risiko anestesi:

  • Reaksi alergi.
  • Gangguan pernapasan.
  • Gangguan irama jantung.

Risiko operasi:

  • Pembekuan darah atau perdarahan berlebihan.
  • Cedera pada skrotum, termasuk kerusakan saraf.
  • Infeksi pada area operasi.

2. Needle Aspiration

Alternatif lain cara menghilangkan benjolan pada kantung zakar adalah dengan aspirasi jarum. Prosedur ini dengan memasukkan jarum panjang ke dalam kantung hidrokel untuk mengeluarkan cairan.

Dalam beberapa kasus, obat khusus juga disuntikkan untuk mencegah cairan menumpuk kembali. Efek samping yang paling sering muncul adalah rasa nyeri sementara di skrotum dan risiko infeksi setelah tindakan.

Cara Mencegah Hidrokel

Hidrokel pada bayi umumnya tidak bisa Anda cegah karena terbentuk sejak dalam kandungan. Kondisi ini terjadi secara alami saat testis turun ke dalam skrotum dan biasanya akan hilang dengan sendirinya seiring pertumbuhan bayi.

Pada anak yang lebih besar, remaja, maupun orang dewasa, cara terbaik untuk mencegah hidrokel adalah melindungi area testis dari cedera. Menggunakan pelindung khusus seperti cup atletik saat berolahraga atau melakukan aktivitas fisik yang intens dapat membantu menjaga kesehatan skrotum.

Baca Juga: Mengenal Vesektomi pada Pria dan Efek Sampingnya

Pengobatan Hidrokel Ke Dokter

Segera periksakan diri ke dokter jika Anda atau anak mengalami pembengkakan pada skrotum. Hal ini penting untuk memastikan apakah pembengkakan karena hidrokel atau kondisi lain, seperti hernia inguinalis, yang membutuhkan penanganan medis.

Pada bayi, biasanya ia menghilang sendiri, tetapi jika tidak membaik setelah satu tahun atau semakin membesar, sebaiknya melakukan pemeriksaan ulang. Jika muncul nyeri hebat atau pembengkakan mendadak, terutama setelah cedera, segera cari bantuan medis karena bisa menjadi tanda torsi testis yang harus ditangani dalam hitungan jam.

Yuk segera kunjungi Ciputra Hospital. Dapatkan kemudahan untuk konsultasi dan membuat janji dengan dokter pilihan Anda. Cek informasi lengkap mengenai layanan Ciputra Hospital, mulai dari rawat jalan hingga Medical Check Up (MCU), hanya di situs resmi atau kunjungi langsung fasilitas terdekat sekarang juga.

Telah Direview oleh Dr. Sony Prabowo, MARS

Source:

  • Cleveland Clinic. Hydrocele. Januari 2026.
  • Mayo Clinic. Hydrocele. Januari 2026.
  • healthline. Hydrocele: Causes, Symptoms, and Treatment. Januari 2026.

Diperbarui pada 7 Januari 2026

Artikel Terkait

  • makanan untuk kesuburan pria
    10 Makanan untuk Kesuburan Sperma yang Bagus bagi Pria
  • penyebab penis lecet
    10 Penyebab Alat Kelamin Pria Lecet dan Cara Mengatasinya
  • penyakit pada sistem reproduksi pria
    11 Penyakit pada Sistem Reproduksi Pria yang Sering Terjadi
  • 8 Jenis Tes Kesehatan Khusus Pria dan Manfaatnya
    8 Jenis Tes Kesehatan Khusus Pria dan Manfaatnya
Tagged under: Kesehatan Reproduksi

Artikel Terkait

  • makanan untuk kesuburan pria
    10 Makanan untuk Kesuburan Sperma yang Bagus bagi Pria
  • penyebab penis lecet
    10 Penyebab Alat Kelamin Pria Lecet dan Cara Mengatasinya
  • penyakit pada sistem reproduksi pria
    11 Penyakit pada Sistem Reproduksi Pria yang Sering Terjadi
  • 8 Jenis Tes Kesehatan Khusus Pria dan Manfaatnya
    8 Jenis Tes Kesehatan Khusus Pria dan Manfaatnya

Ciputra Hospital

Ciputra Hospital menyediakan layanan kesehatan berkualitas tinggi dengan fasilitas teknologi canggih.

Unit Rumah Sakit:

Ciputra Hospital – CitraRaya Tangerang
Ciputra Hospital – CitraGarden City Jakarta
Ciputra Mitra Hospital Banjarmasin
Ciputra Hospital Surabaya

Unit Klinik:

Ciputra Medical Center
Ciputra SMG Eye Clinic
C Derma
Ciputra IVF

Karir / Lowongan

Lokasi Kami:

CitraRaya – Tangerang
CitraGarden – Jakarta
Banjarmasin
Surabaya

Lowongan

  • GET SOCIAL

© 2025 All rights reserved. Ciputra Hospital

TOP