Ditulis oleh Tim Konten Medis
Hernia adalah kondisi yang ditandai dengan organ tubuh menonjol keluar melalui otot atau jaringan yang lemah di sekitarnya. Benjolan ini bisa menyebabkan nyeri dan rasa tidak nyaman. Penyakit turun berok bisa berbahaya jika tidak ditangani dan umumnya terjadi di area perut atau selangkangan. Penyebabnya beragam, mulai dari karena sering mengangkat beban berat sampai sembelit.

Apa Itu Hernia?
Hernia adalah kondisi ketika sebagian organ dalam tubuh menonjol keluar melalui area otot atau jaringan yang lemah. Biasanya, kondisi ini terjadi di bagian perut saat organ di dalam rongga perut terdorong melalui dinding otot yang menahannya.
Turun berok bisa muncul secara perlahan seiring bertambahnya usia dan melemahnya otot akibat tekanan berulang. Namun, kondisi ini juga dapat terjadi karena cedera, efek operasi sebelumnya, atau kelainan bawaan sejak lahir yang membuat dinding otot tidak menutup sempurna.
Jenis Penyakit Hernia
Turun berok terjadi ketika jaringan tubuh, seperti lemak atau organ dalam, menonjol keluar melalui area otot atau jaringan di sekitarnya yang lemah. Kondisi ini dapat muncul di berbagai bagian tubuh, terutama di area perut, dan masing-masing memiliki penyebab serta ciri khas yang berbeda.
1. Hernia Inguinalis
Hernia inguinalis adalah jenis penyakit yang paling sering terjadi, di mana jaringan lemak atau bagian usus menonjol ke area selangkangan bagian atas paha dalam. Kondisi ini lebih sering dialami pria dan biasanya berkaitan dengan penuaan atau tekanan berulang pada dinding perut.
Selain menyebabkan benjolan di selangkangan, hernia inguinalis juga dapat menimbulkan rasa tidak nyaman saat berdiri atau mengangkat benda berat. Jika tidak diobati, hernia ini bisa membesar dan menimbulkan komplikasi seperti terjepitnya usus.
Baca juga: Cara Mencegah Hernia
2. Hernia Femoralis
Hernia femoralis terjadi ketika jaringan lemak atau bagian usus menonjol ke area selangkangan bagian atas paha, mirip dengan hernia inguinalis. Namun, jenis ini lebih jarang terjadi dan lebih sering dialami oleh wanita.
Kondisi ini juga sering dikaitkan dengan penuaan serta tekanan berulang pada perut, seperti akibat batuk kronis atau kehamilan. Hernia femoralis berisiko menimbulkan komplikasi serius jika jaringan usus terjepit, sehingga perlu segera mendapatkan penanganan medis.
3. Hernia Umbilikalis
Jenis penyakit ini terjadi ketika jaringan lemak atau bagian usus menonjol melalui dinding perut di dekat pusar. Kondisi ini dapat muncul pada bayi jika lubang tempat tali pusar tidak menutup sempurna setelah lahir.
Pada orang dewasa, hernia umbilikalis bisa disebabkan oleh tekanan berlebih di perut akibat kehamilan, obesitas, atau sering mengangkat beban berat. Meskipun umumnya tidak berbahaya, turun berok ini bisa menimbulkan rasa nyeri dan memerlukan operasi jika ukurannya membesar.
4. Hernia Hiatus Diafragmatika
Hernia hiatus diafragmatika terjadi saat sebagian lambung terdorong ke rongga dada melalui celah pada diafragma, yaitu otot pemisah antara dada dan perut. Kondisi ini dapat terjadi tanpa gejala, tetapi pada beberapa kasus bisa menimbulkan rasa panas di dada atau heartburn.
Penyebab pasti hernia hiatus diafragmatika belum diketahui secara pasti, namun bisa dipicu oleh melemahnya otot diafragma akibat penuaan atau tekanan tinggi pada perut. Gaya hidup sehat dan menjaga berat badan ideal dapat membantu mengurangi risikonya.
Baca juga: Penyebab Benjolan di Kepala dan Cara Mengatasinya
Penyebab Penyakit Hernia
Kondisi ini terjadi ketika ada tekanan pada bagian dalam tubuh yang mendorong jaringan atau organ melalui otot atau jaringan yang lemah. Umumnya, penyebabnya berasal dari kombinasi antara kelemahan otot dan peningkatan tekanan di dalam perut yang terjadi secara bertahap.
Kelemahan otot bisa sudah ada sejak lahir atau muncul seiring bertambahnya usia. Selain itu, beberapa aktivitas atau kondisi tertentu juga dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami kondisi ini.
Berikut beberapa faktor yang dapat menjadi penyebab hernia:
- Mengangkat beban berat tanpa posisi tubuh yang benar atau tanpa menstabilkan otot perut.
- Mengalami diare atau sembelit berkepanjangan yang membuat seseorang sering mengejan.
- Batuk atau bersin terus-menerus dalam jangka waktu lama.
- Kehamilan yang memberikan tekanan tambahan pada dinding perut.
- Riwayat operasi di area perut atau panggul yang melemahkan otot sekitar.
- Bayi yang lahir prematur atau memiliki kondisi bawaan tertentu seperti kelainan jaringan ikat atau gangguan saluran kemih dan reproduksi.
- Testis yang tidak turun sempurna pada bayi laki-laki (undescended testicle).
Faktor Risiko Penyakit Hernia
Faktor-faktor yang umumnya berkaitan dengan tekanan berlebih pada area perut atau kelemahan jaringan otot sejak lahir yang bisa menyebabkan turun berok di antaranya adalah:
- Pekerjaan yang melibatkan angkat beban berat atau berdiri dalam waktu lama
- Batuk kronis atau alergi yang menyebabkan bersin terus-menerus
- Sembelit berkepanjangan dan sering mengejan saat buang air besar atau kecil
- Riwayat operasi pada perut atau panggul
- Kehamilan, terutama pada wanita dengan kehamilan berulang
- Obesitas kronis (indeks massa tubuh di atas 30)
Faktor risiko hernia pada anak:
- Lahir prematur
- Mengidap cystic fibrosis
- Memiliki kelainan jaringan ikat
- Mengalami displasia panggul bawaan
- Memiliki testis yang tidak turun
- Mengalami kelainan pada sistem reproduksi atau saluran kemih
Gejala Penyakit Hernia
Pada sebagian orang, ciri-ciri hernia bisa muncul tanpa rasa sakit dan hanya tampak sebagai benjolan lembut di area perut atau selangkangan. Namun, pada beberapa kasus, gejalanya dapat menimbulkan rasa tidak nyaman atau tekanan yang semakin terasa saat berdiri, mengejan, atau mengangkat benda berat.
Jika membesar atau terasa nyeri, kondisi ini perlu segera diperiksa karena bisa menandakan adanya masalah serius seperti usus yang terjepit. Hernia yang terjebak atau terpelintir dapat menghambat aliran darah dan memicu nyeri hebat di perut serta gangguan pencernaan.
Gejala hernia yang umum meliputi:
- Muncul benjolan lembut di perut, selangkangan, atau bagian tubuh tertentu.
- Rasa tidak nyaman, tekanan, atau nyeri pada area benjolan, terutama saat berdiri atau mengangkat beban.
- Nyeri yang semakin parah disertai pembengkakan yang keras dan tidak bisa didorong kembali ke dalam perut.
- Rasa mual, muntah, atau sulit buang angin dan buang air besar.
- Pada hernia hiatus, muncul keluhan seperti sensasi terbakar di dada (heartburn) akibat asam lambung naik ke kerongkongan.
Baca juga: Penyebab Muncul Benjolan di Anus dan Cara Mengatasi
Diagnosis Penyakit Hernia
Pemeriksaan fisik biasanya sudah cukup untuk memastikan adanya hernia pada pria maupun wanita. Dokter akan memeriksa area benjolan dengan cara melihat atau merabanya, dan terkadang meminta pasien untuk batuk atau mengubah posisi tubuh agar hernia terlihat lebih jelas.
Selain pemeriksaan manual, dokter juga dapat melakukan pemeriksaan lanjutan menggunakan pencitraan jaringan lunak seperti CT scan. Tes ini membantu memastikan ukuran, lokasi, serta tingkat keparahan hernia agar dapat menentukan penanganan yang paling tepat.
Komplikasi Penyakit Hernia
Meskipun hernia seringkali tampak ringan pada awalnya, kondisi ini dapat berkembang menjadi masalah serius jika tidak segera ditangani. Beberapa komplikasi dapat menimbulkan rasa nyeri hebat dan bahkan membahayakan organ di dalam tubuh, sehingga penting untuk mengenali bahaya hernia sedini mungkin.
1. Hernia Inkarserata
Hernia inkarserata terjadi ketika bagian usus atau jaringan tubuh terjebak di dalam celah hernia dan tidak bisa kembali ke posisi semula. Kondisi ini menyebabkan rasa sakit yang parah serta dapat menimbulkan gejala lain seperti mual, muntah, dan diare.
Jika dibiarkan terlalu lama, hernia dapat menjadi kronis dan menimbulkan tekanan terus-menerus pada jaringan sekitar. Karena itu, pemeriksaan medis segera sangat diperlukan untuk mencegah komplikasi yang lebih berat.
2. Hernia Strangulata
Hernia strangulata adalah kondisi ketika jaringan yang terjebak di dalam hernia mengalami gangguan aliran darah dan mulai rusak. Kondisi ini menimbulkan nyeri yang sangat hebat dan dapat membahayakan organ yang terjepit.
Situasi ini merupakan keadaan darurat medis yang membutuhkan tindakan operasi segera. Penanganan cepat sangat penting untuk mencegah kerusakan permanen pada organ yang terdampak akibat bahaya hernia ini.
Cara Mengatasi Penyakit Hernia
Mengatasi hernia dapat dilakukan dengan beberapa cara tergantung pada tingkat keparahan dan jenis hernia yang dialami. Penanganannya bisa dimulai dari perawatan sederhana di rumah hingga tindakan operasi untuk memperbaiki jaringan yang menonjol.
1. Perawatan di Rumah
Perawatan di rumah tidak dapat menyembuhkan hernia sepenuhnya, namun dapat membantu meredakan gejalanya. Meningkatkan asupan serat seperti dari buah, sayur, dan biji-bijian dapat membantu mengatasi sembelit yang sering memperparah tekanan pada area hernia.
Selain itu, menghindari makan dalam porsi besar, tidak berbaring setelah makan, serta menjaga berat badan ideal juga bisa membantu mengurangi gejala hernia, terutama hernia hiatus. Menghentikan kebiasaan merokok juga dianjurkan karena dapat menurunkan risiko perburukan kondisi.
2. Olahraga
Olahraga ringan dapat membantu memperkuat otot di sekitar area hernia dan mengurangi tekanan pada perut. Aktivitas ini juga membantu menurunkan berat badan yang menjadi salah satu pemicu munculnya hernia.
Namun, tidak semua latihan aman. Olahraga yang melibatkan angkat beban atau memberikan tekanan kuat pada perut sebaiknya dihindari. Konsultasikan dengan dokter atau fisioterapis untuk menentukan jenis latihan yang sesuai agar tetap aman dan efektif.
3. Operasi
Operasi terbuka dilakukan dengan membuat sayatan di area hernia, kemudian jaringan yang menonjol didorong kembali ke posisi semula. Setelah itu, dokter akan menutup area yang lemah dan dapat memperkuatnya dengan menggunakan jaring bedah (mesh).
Prosedur ini biasanya disarankan jika hernia sudah membesar atau menimbulkan rasa nyeri yang mengganggu. Waktu pemulihan pascaoperasi terbuka biasanya lebih lama daripada metode lainnya.
4. Laparoskopi
Operasi laparoskopi dilakukan dengan menggunakan kamera kecil dan alat bedah berukuran mini melalui beberapa sayatan kecil di perut. Metode ini lebih minim invasif dan menyebabkan kerusakan jaringan yang lebih sedikit daripada operasi terbuka.
Meskipun demikian, tidak semua jenis hernia dapat ditangani dengan laparoskopi. Setelah operasi, pasien biasanya merasakan nyeri ringan di area luka dan perlu menghindari aktivitas berat selama beberapa minggu. Proses pemulihan umumnya lebih cepat daripada operasi terbuka, namun tetap harus mengikuti petunjuk dokter terkait perawatan luka dan batasan aktivitas.
Cara Mencegah Penyakit Hernia
Meskipun hernia tidak selalu bisa tercegah sepenuhnya karena bisa terjadi karena faktor bawaan atau riwayat operasi sebelumnya, ada beberapa langkah sederhana yang dapat membantu menurunkan risikonya. Dengan menjaga gaya hidup sehat dan mengurangi tekanan berlebih pada otot tubuh, kemungkinan terjadinya hernia dapat berkurang.
Beberapa cara untuk mencegah penyakit hernia antara lain:
- Hindari mengangkat beban yang terlalu berat. Jika perlu mengangkat, tekuk lutut dan bukan pinggang, serta hembuskan napas saat mengangkat beban.
- Lakukan latihan yang memperkuat otot perut secara teratur.
- Segera obati batuk yang tidak kunjung sembuh agar tidak menambah tekanan pada perut.
- Jaga berat badan tetap ideal agar otot perut tidak terbebani.
- Hindari mengejan terlalu keras saat buang air besar atau kecil.
- Konsumsi makanan tinggi serat untuk mencegah sembelit.
- Berhenti merokok, karena kebiasaan ini dapat menyebabkan batuk kronis yang meningkatkan risiko hernia.
Pengobatan Penyakit Hernia Ke Dokter
Segera periksakan diri ke dokter jika Anda mengalami tanda-tanda yang mengarah pada hernia, terutama bila benjolan terasa nyeri atau tidak bisa masuk kembali. Penanganan medis yang cepat sangat penting untuk mencegah komplikasi serius seperti terjepitnya organ dalam.
Sebaiknya segera berkonsultasi ke dokter jika:
- Mencurigai adanya hernia pada tubuh Anda.
- Benjolan hernia tidak bisa didorong kembali atau terasa lunak kondisi ini bisa menjadi tanda hernia terjepit yang memerlukan penanganan segera.
- Merasakan nyeri atau muncul benjolan mencolok di area selangkangan dekat tulang kemaluan.
- Sudah mengetahui memiliki hernia, tetapi mulai mengalami gejala seperti nyeri hebat, mual, atau muntah.
Baca Juga: Sakit Perut Bagian Atas? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya
Jika Anda atau keluarga Anda mengalami penyakit hernia, segera kunjungi Ciputra Hospital. Dapatkan kemudahan untuk konsultasi dan membuat janji dengan dokter pilihan Anda.
Cek informasi lengkap mengenai layanan Ciputra Hospital, mulai dari rawat jalan hingga Medical Check Up (MCU), hanya di situs resmi atau kunjungi langsung fasilitas terdekat sekarang juga.
Telah direview oleh dr. Steffe Lie
Source:
- Cleveland Clinic. Hernia. Februari 2026
- Medical News Today. What are the complications of an inguinal hernia?. Februari 2026
- WebMD. Understanding Hernias: the Basics. Februari 2026




