Ditulis oleh Tim Konten Medis
Ciri-ciri pubertas anak perempuan terjadi secara bertahap, dimulai dari mengalami menstruasi, pembesaran payudara, tinggi badan yang berkembang cepat, hingga perubahan suasana hati. Proses ini berlangsung alami dan merupakan bagian penting dari pertumbuhan.

Masa pubertas adalah masa penting dalam tumbuh kembang setiap anak, termasuk anak perempuan. Pada fase ini, tubuh mulai mengalami berbagai perubahan fisik dan emosional sebagai tanda bahwa sistem reproduksi wanita sedang berkembang.
Setiap anak memiliki waktu pubertas yang berbeda-beda. Namun secara umum, usia pubertas pada anak perempuan adalah sekitar 8–13 tahun, di rentang usia inilah akan mulai terlihat ciri-ciri pubertas wanita yang khas, mulai dari perubahan fisik, pertumbuhan tinggi badan, hingga perubahan suasana hati.
Mengenal Masa Pubertas pada Wanita
Pubertas pada wanita merupakan fase alami yang menandai berfungsinya organ reproduksi. Proses ini dikendalikan oleh sistem hormon, terutama peningkatan hormon estrogen yang memicu perubahan fisik dan perkembangan seksual sekunder.
Menurut MSD Manuals, pubertas dimulai dari aktivasi hipotalamus di otak yang mengirim sinyal ke kelenjar pituitari dan ovarium sehingga tubuh mulai memproduksi hormon-hormon yang memengaruhi pertumbuhan payudara, perkembangan organ reproduksi, dan siklus menstruasi. Biasanya, gejala pubertas pada anak perempuan muncul secara bertahap.
Dalam beberapa bulan atau tahun, tubuh akan menyesuaikan diri dengan perubahan-perubahan tersebut. Selama periode ini, anak mungkin mengalami rasa tidak nyaman atau bingung dengan perubahan yang terjadi.
Itulah mengapa penting untuk mendampingi anak dan memberi edukasi yang benar tentang apa yang terjadi saat pubertas pada remaja perempuan.
Baca Juga: Ciri-Ciri Wanita Tidak Subur dan Cara Mengetahuinya
Ciri-Ciri Pubertas pada Wanita
Berikut ini adalah berbagai ciri fisik pubertas pada anak perempuan yang umum terjadi:
1. Payudara Mulai Membesar
Tanda pertama ciri-ciri pubertas anak perempuan adalah mulai membesarnya payudara. Proses ini biasanya dimulai dengan benjolan kecil di bawah puting yang terasa sensitif disebut juga breast buds.
Seiring waktu, jaringan payudara akan terus berkembang hingga membentuk bentuk payudara dewasa. Ini merupakan salah satu tanda paling awal dari pubertas.
2. Tumbuh Rambut di Area Ketiak dan Kemaluan
Selanjutnya, akan muncul rambut halus di area kemaluan dan ketiak. Awalnya hanya sedikit dan tipis, namun lama-lama akan tumbuh lebih gelap dan lebat.
Ini adalah bagian normal dari yang terjadi saat pubertas pada remaja perempuan, dan sering kali membuat anak merasa tidak nyaman atau malu sehingga penting bagi orang tua untuk memberi pemahaman bahwa ini adalah hal yang wajar.
3. Pertumbuhan Tinggi Badan yang Cepat
Salah satu ciri fisik pubertas pada anak perempuan adalah percepatan pertumbuhan tinggi badan atau dikenal dengan growth spurt. Biasanya, lonjakan tinggi badan terjadi dalam waktu singkat, sebelum atau saat menstruasi pertama.
Anak yang sebelumnya terlihat pendek bisa tiba-tiba tampak jauh lebih tinggi hanya dalam beberapa bulan.
4. Menstruasi Pertama (Menarche)
Menstruasi adalah ciri khas pubertas yang menandakan bahwa tubuh perempuan sudah siap secara biologis untuk bereproduksi, meskipun belum secara emosional. Saat menarche biasanya terjadi sekitar 2 tahun setelah pertumbuhan payudara.
Tanda-tanda sebelum menstruasi biasanya berupa keputihan, perubahan suasana hati, dan nyeri ringan di perut bagian bawah.
Baca Juga: 10 Penyebab Menstruasi Tidak Teratur dan Cara Mengatasinya
5. Kulit dan Wajah Mulai Berjerawat
Perubahan hormon selama pubertas dapat memicu peningkatan produksi minyak di kulit, sehingga muncul jerawat di wajah, punggung, atau dada. Jerawat menjadi salah satu gejala pubertas pada anak perempuan yang cukup umum dan bisa membuat anak merasa tidak percaya diri.
Perawatan kulit yang lembut serta pola makan sehat dapat membantu mengurangi jerawat.
6. Keringat Lebih Banyak dan Bau Badan
Kelenjar keringat mulai aktif saat pubertas, menyebabkan anak berkeringat lebih banyak. Akibatnya, bau badan juga bisa mulai tercium berbeda.
Untuk mengatasinya, anak bisa Anda ajarkan untuk mandi dua kali sehari dan mulai menggunakan deodoran ringan khusus remaja.
7. Pinggul Melebar
Sebagai bagian dari ciri-ciri pubertas wanita, struktur tubuh juga berubah. Pinggul mulai melebar sebagai persiapan alami tubuh untuk proses kehamilan di masa dewasa nanti.
Perubahan ini juga membuat tubuh tampak lebih berlekuk, menandai transisi dari anak-anak ke remaja perempuan.
8. Kenaikan Berat Badan
Selama masa pubertas, berat badan anak perempuan bisa naik secara alami karena perubahan hormon dan peningkatan massa tubuh. Ini adalah bagian dari perkembangan normal dan tidak perlu khawatir selama masih dalam rentang sehat.
Orang tua sebaiknya menghindari komentar negatif agar anak tidak mengalami tekanan terkait bentuk tubuhnya.
9. Perubahan Emosi
Perubahan hormon juga memengaruhi kondisi emosi. Anak perempuan yang memasuki pubertas cenderung menjadi lebih sensitif, mudah marah, atau murung tanpa alasan yang jelas.
Ini merupakan gejala pubertas pada anak perempuan yang wajar, meski terkadang membingungkan. Komunikasi yang terbuka dan sabar akan sangat membantu anak melewati masa ini dengan lebih tenang.
Baca Juga: Ini 10 Tanda Mau Haid yang Wajib Diketahui
Yuk, jaga kesehatan secara menyeluruh dengan rutin melakukan medical check up di Ciputra Hospital. Dapatkan kemudahan untuk konsultasi dan membuat janji dengan dokter pilihan Anda.
Cek informasi lengkap mengenai layanan Ciputra Hospital, mulai dari rawat jalan hingga Medical Check Up (MCU), hanya di situs resmi atau kunjungi langsung fasilitas terdekat sekarang juga.
Telah direview oleh Dr. Sony Prabowo, MARS
Source:
- MSD MANUAL Consumer Version. Puberty in Girls. Agustus 2025.
- BetterHealth Channel. Puberty. Agustus 2025.
- Healthy Children Org. Physical Development in Girls: What to Expect During Puberty. Agustus 2025.