Ditulis oleh Tim Konten Medis
Cara mengatasi depresi pascamelahirkan (postpartum depression) merupakan kombinasi dari dukungan sosial dan emosional, gaya hidup sehat, hingga konsumsi obat dan terapi yang dilakukan oleh profesioanl. Penderita harus mendapatkan cukup istirahat, makanan bergizi, olahraga, hingga dukungan yang kuat dari orang-orang terdekat. Mendapatkan penanganan segera bisa mengurangi risiko gejala semakin parah.

Postpartum depression adalah gangguan kesehatan mental serius yang dapat terjadi pada ibu setelah melahirkan. Kondisi ini sering berawal dari baby blues, yaitu perasaan sedih, mudah menangis, dan hampa yang muncul beberapa hari setelah persalinan.
Jika baby blues tidak membaik lebih dari dua minggu, kondisi ini dapat berkembang menjadi gejala depresi postpartum seperti kelelahan berat, sulit tidur, cemas berlebihan, hingga merasa tidak terhubung dengan bayi. Penyebabnya beragam, mulai dari perubahan hormon yang drastis, kelelahan fisik, kurangnya dukungan emosional, hingga tekanan psikologis setelah melahirkan.
Cara Mengatasi Depresi Setelah Melahirkan
Menghadapi depresi setelah melahirkan bisa menjadi tantangan besar bagi setiap ibu. Kondisi ini bukanlah kesalahan Anda, melainkan reaksi tubuh dan pikiran terhadap perubahan besar pasca persalinan.
Dengan penanganan yang tepat, gejala depresi dapat dikurangi sehingga ibu dan bayi tetap sehat secara fisik dan emosional. Berikut beberapa cara mengatasi depresi setelah melahirkan:
1. Psikoterapi
Salah satu cara bangkit dari depresi adalah dengan terapi bicara. Terapi ini dilakukan bersama psikiater, psikolog, atau tenaga profesional kesehatan mental lainnya.
Ibu yang baru melahirkan sering merasa terisolasi, cemas, dan takut. Perasaan ini bisa terasa lebih ringan ketika dibagikan dan dibicarakan kepada orang lain.
Profesional kesehatan mental membantu ibu menemukan cara memahami dan mengelola perasaan mereka. Ada dua jenis psikoterapi yang umum terapis gunakan, yaitu terapi perilaku kognitif (CBT) dan terapi interpersonal (IPT).
Terapi tidak hanya dibantu oleh profesional, tetapi pasangan atau anggota keluarga juga dapat ikut berperan. Tujuannya adalah membantu ibu mengembangkan cara yang lebih positif untuk menghadapi dan pulih dari depresi pasca melahirkan.
Baca Juga: Apa Itu Perdarahan Postpartum? Penyebab hingga Pengobatan
2. Konsumsi Obat Antidepresan
Obat antidepresan bisa direkomendasikan jika depresi pasca melahirkan tergolong sedang atau berat, atau jika terapi psikologis tidak cukup membantu. Obat ini juga dapat diberikan pada depresi ringan jika ibu memiliki riwayat depresi sebelumnya.
Antidepresan bekerja dengan menyeimbangkan zat kimia di otak yang memengaruhi suasana hati. Dengan begitu, gejala seperti sedih berkepanjangan, mudah marah, sulit konsentrasi, dan susah tidur bisa berkurang, sehingga ibu lebih mudah berfungsi normal dan merawat bayi.
Efek manfaat antidepresan biasanya mulai terasa setelah 1–2 minggu pemakaian, dan hasil maksimal bisa terlihat hingga 6 minggu. Biasanya obat ini ibu konsumsi selama sekitar 6 bulan setelah mulai merasa lebih baik untuk mencegah depresi kambuh.
Jika ingin menghentikan obat, selalu konsultasikan ke dokter atau spesialis agar bisa berhenti dengan aman. Untuk ibu menyusui, dokter akan memilih jenis obat dengan risiko terendah bagi ibu dan bayi, sambil tetap memperhatikan risiko depresi.
Efek samping umum antidepresan:
- Gelisah atau gemetar
- Mual
- Penglihatan kabur
- Mulut kering
- Sembelit
- Pusing
Baca Juga: Perawatan Setelah Melahirkan agar Ibu Kembali Sehat
3. Terapkan Gaya Hidup Sehat
Untuk mengatasi depresi pasca melahirkan, ibu dianjurkan untuk terbuka tentang perasaan dan meminta bantuan ketika diperlukan. Dukungan dari keluarga, teman, atau tenaga profesional bisa meringankan beban mengurus bayi, pekerjaan rumah, dan kegiatan sehari-hari.
Menerapkan gaya hidup sehat dapat membantu menjaga kesehatan fisik dan mental ibu. Beberapa hal yang bisa Anda lakukan antara lain:
- Luangkan waktu untuk diri sendiri setiap hari: Misalnya membaca, mandi, berjalan santai, atau meditasi selama 15 menit untuk menyegarkan pikiran.
- Olahraga rutin: Cukup 30 menit sehari, seperti jalan kaki dapat membantu mengurangi gejala depresi.
- Menulis jurnal: Catat perasaan dan emosi setiap hari untuk menyalurkan pikiran dan frustrasi.
- Ekspresikan perasaan kepada orang terpercaya: Bicara dengan teman atau anggota keluarga yang mendukung bisa meringankan beban emosional.
- Tetap realistis terhadap pencapaian sehari-hari: Bahkan menyelesaikan satu tugas kecil pun sudah langkah maju, dan jangan marah pada diri sendiri jika ada hari yang tidak produktif.
Ibu juga perlu memahami bahwa merasa kewalahan adalah hal yang wajar setelah melahirkan. Jangan memaksakan diri menjadi “supermom,” minta bantuan saat dibutuhkan, nikmati hiburan yang positif, dan pastikan keluarga atau teman mengetahui gejala depresi pascapersalinan agar bisa memberikan dukungan saat diperlukan.
Baca Juga: Cara agar Persalinan Normal Lancar, Cepat, Nyaman
Anda juga bisa kunjungi Ciputra Hospital untuk berkonsultasi dan dapatkan kemudahan membuat janji dengan dokter pilihan Anda. Cek informasi lengkap mengenai layanan Ciputra Hospital, mulai dari rawat jalan hingga Medical Check Up (MCU), hanya di situs resmi atau kunjungi langsung fasilitas terdekat sekarang juga.
Telah direview oleh dr Silvia Valentina
Source:
- The Department of Veterans Affairs (VA). Treating Postpartum Depression. Januari 2026.
- NHS. Treatment – Postnatal Depression. Januari 2026.
- WebMD. Postpartum Depression. Januari 2026.



