Ditulis oleh Tim Konten Medis
Meskipun makanan manis dianjurkan saat berbuka puasa, Anda tidak boleh mengonsumsinya terlalu banyak. Bahaya makan manis saat buka puasa secara berlebihan bisa menyebabkan berat badan berlebih, meningkatnya kadar gula darah, dan mengalami nyeri sendi.

Hindari makan makanan manis berlebihan.
Puasa memiliki banyak manfaat, salah satunya adalah meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Setelah seharian berpuasa, banyak orang memilih makanan dan minuman manis untuk mengawali buka puasa.
Rasanya memang menyegarkan dan memberikan energi bagi tubuh dengan cepat. Namun, kebiasaan ini bisa menyebabkan gangguan kesehatan akibat mengonsumsinya terlalu banyak.
Makanan Sehat yang Dianjurkan untuk Buka Puasa
Saat waktu berbuka puasa tiba, Anda dianjurkan untuk minum lebih banyak air putih, mengonsumsi makanan rendah lemak, dan makanan yang mengandung gula alami untuk mengembalikan energi tubuh. Contohnya dapat berupa:
- Minuman: Anda bisa minum air putih, susu, dan buah segar sebagai hidangan saat berbuka puasa. Hindari minuman yang mengandung banyak gula tambahan karena bisa meningkatkan kalori dan risiko gejala gula darah tinggi.
- Kurma: Secara tradisional, kurma menjadi salah satu makanan yang baik saat berbuka puasa karena menyediakan gula alami. Buah ini kaya akan vitamin dan mineral yang berperan penting untuk menjaga kesehatan tubuh secara menyeluruh.
- Buah-buahan: Selain kurma, buah yang mengandung banyak air dapat dijadikan sebagai menu berbuka puasa selama bulan Ramadhan. Jenis buah ini meliputi semangka, melon, dan jeruk manis.
- Sup: Makanan sehat yang sebaiknya dimakan saat berbuka puasa adalah sup. Jenis makanan ini dapat mengembalikan cairan tubuh setelah berpuasa seharian.
Bahaya Makan Manis Saat Buka Puasa
Buka puasa dengan makanan atau minuman manis sangat penting untuk mengembalikan energi tubuh. Namun, Anda tidak boleh mengonsumsinya terlalu banyak karena bisa memicu masalah kesehatan tertentu.
Berikut ini adalah efek samping makan manis berlebihan yang perlu Anda waspadai:
1. Meningkatkan Berat Badan
Penelitian membuktikan bahwa kasus obesitas di seluruh dunia semakin meningkat akibat mengonsumsi gula tambahan terlalu banyak. Ini sering kali berasal dari minuman manis, seperti soda dan jus kemasan.
Minuman manis mengandung banyak fruktosa yang bisa meningkatkan rasa lapar. Jenis minuman ini juga membuat Anda makan lebih banyak dari biasanya serta menyebabkan berat badan naik.
Baca Juga: Cek 12 Manfaat Puasa untuk Kesehatan Tubuh
2. Meningkatkan Kadar Gula Darah
Makanan manis, seperti permen dan kue bisa meningkatkan kadar kadar gula darah dengan cepat. Ketika gula darah turun, Anda bisa merasa gelisah dan cemas, dikhawatirkan dapat terjadi sugar crash atau penurunan energi secara tiba-tiba.
Jika terlalu sering makan gula, hal ini bisa memengaruhi suasana hati. Terdapat studi yang melaporkan bahwa asupan gula yang terlalu banyak berkaitan dengan peningkatan risiko terkena depresi pada orang dewasa.
3. Memicu Penyakit Jantung
Pola makan tinggi gula bisa meningkatkan risiko penyakit jantung. Ini juga menyebabkan obesitas dan peradangan serta tingginya kadar gula darah, tekanan darah, dan kolesterol dalam tubuh.
Selain itu, minuman manis yang mengandung pemanis buatan berkaitan dengan aterosklerosis yang ditandai dengan endapan lemak yang menyumbat arteri. Oleh sebab itu, Anda sebaiknya tidak mengonsumsi gula terlalu banyak untuk mencegah penyakit kronis tersebut.
4. Nyeri Sendi
Mengutip dari WebMD, mengonsumsi banyak permen dapat memperparah gejala nyeri sendi dan peradangan di dalam tubuh. Ditambah lagi, penelitian membuktikan bahwa orang yang memiliki pola makan tinggi gula bisa mengalami artritis reumatoid.
Kondisi ini bermula ketika sistem imun yang seharusnya melindungi tubuh menjadi tidak berfungsi dan mulai menyerang jaringan tubuh. Akibatnya, sendi mengalami pembengkakan, kemerahan, hangat, dan terasa nyeri.
5. Muncul Jerawat
Pola makan tinggi karbohidrat olahan, seperti makanan dan minuman manis memiliki risiko lebih tinggi munculnya jerawat pada wajah. Jerawat adalah kondisi ketika pori-pori kulit tersumbat.
Ini bisa menimbulkan komedo hitam, putih, dan jenis jerawat lainnya. Terkadang, jerawat juga terjadi bersamaan dengan benjolan berisi nanah yang terasa nyeri.
Baca Juga: Waspadai 12 Penyakit Saat Puasa dan Cara Mencegahnya
6. Memicu Terjadinya Penyakit Kanker
Konsumsi gula berlebihan dapat meningkatkan risiko terkena kanker. Tidak hanya itu, pola makan tinggi gula juga meningkatkan peradangan dalam tubuh dan menyebabkan resistensi insulin.
Mengutip dari Healthline, risiko kanker bisa meningkat sebesar 60-95 persen seiring dengan meningkatnya asupan gula. Saat berbuka puasa, sebaiknya Anda mengonsumsi makanan yang mengandung gula alami, seperti kurma dan jenis buah lainnya untuk mencegah terkena kanker.
7. Membuat Kulit Cepat Menua
Efek samping dari makan manis terlalu banyak yaitu membuat kulit cepat menua. Gula dapat menempel pada protein di dalam aliran darah yang memicu molekul berbahaya (AGEs).
Molekul ini merusak kolagen dan elastin di kulit sehingga membuat wajah tampak keriput dan kendur. Selain tidak makan gula terlalu banyak, Anda bisa mencegah penuaan dini dengan olahraga teratur.
8. Merusak Hati
Bahaya makan manis saat buka puasa terlalu banyak bisa merusak organ hati. Hal ini bisa terjadi karena makanan manis mengandung fruktosa tinggi.
Ketika organ hati mencerna fruktosa, kandungan dapat berubah menjadi lemak. Akibat, tubuh mengalami penumpukan lemak berlebih.
9. Menurunkan Energi Tubuh
Pada dasarnya, konsumsi gula dapat mengembalikan energi tubuh. Namun, jika mengonsumsinya terlalu banyak, hal ini bisa membuat tubuh tidak bertenaga.
Pola makan tinggi gula dengan cepat meningkatkan kadar gula darah dan insulin. Anda bisa mencegah kondisi ini dengan memilih sumber karbohidrat yang rendah gula dan kaya serat.
10. Kerusakan Ginjal
Jika mengidap diabetes, konsumsi gula terlalu banyak bisa meningkatkan risiko kerusakan ginjal, seperti gagal ginjal. Kondisi ini dapat menimbulkan gejala, seperti kelelahan ekstrem, bengkak pada bagian tubuh tertentu, mual, dan muntah.
Tanpa pengobatan yang tepat, komplikasi gagal ginjal bisa memicu tekanan darah tinggi, anemia, dan penyakit tulang. Dokter dapat mengatasi kondisi ini dengan meresepkan satu atau lebih obat, serta prosedur dialisis.
Baca Juga: Sakit Kepala Saat Puasa? Ini Penyebab dan Pengobatannya
Aturan Konsumsi Gula Per Hari
Para ahli menganjurkan untuk mengonsumsi gula alami tidak melebihi 5 persen energi (kalori) yang Anda peroleh dari makanan dan minuman setiap hari. Ini berarti:
- Orang dewasa: Tidak boleh mengonsumsi gula lebih dari 30 gram dalam sehari
- Anak usia 7-10 tahun: Tidak boleh melebihi 24 gram gula dalam sehari
- Anak usia 4-6 tahun: Tidak melebihi 19 gram gula dalam sehari
- Usia di bawah 4 tahun: Disarankan untuk menghindari minuman manis dan makanan yang mengandung gula tambahan
Jika mengalami kondisi medis tertentu dan ingin mengetahui asupan gula yang tepat, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter. Anda bisa kunjungi rumah sakit Ciputra Hospital terdekat untuk konsultasi kesehatan.
Yuk, jaga kesehatan tubuh dengan rutin melakukan medical check up di Ciputra Hospital. Anda juga bisa konsultasi dan buat janji dengan dokter di Ciputra Hospital terdekat.
Cek layanan rumah sakit Ciputra Hospital mulai dari rawat jalan hingga Medical Check Up (MCU) selengkapnya sekarang juga.
Telah direview oleh dr. Sony Prabowo, MARS.
Source:
- Healthline. 11 Reasons Why Too Much Sugar Is Bad for You. Maret 2025.
- NHS. Sugar: The Facts. Maret 2025.
- Nutrition. A Healthy Ramadan. Maret 2025.
- WebMD. How Does Too Much Sugar Affect Your Body?. Maret 2025.