Gonore menular lewat kontak seksual dari vaginal, seks anal, hingga seks oral dengan orang yang terinfeksi. Penyakit ini juga bisa menular dari ibu ke bayi saat persalinan. Bakteri penyebab Gonore tidak bisa bertahan lama di luar tubuh, sehingga tidak menular lewat toilet, kolam renang, atau berbagi peralatan makan. Untuk mencegah penyakit, pastikan untuk selalu menggunakan kondom saat berhubungan seks, tidak berganti-ganti pasangan, dan skrining rutin bila aktif secara seksual.

Mengetahui bagaimana cara penularan penyakit gonore menjadi hal penting untuk melakukan langkah pencegahan lebih dini. Simak ulasan tentang bagaimana cara penularan penyakit gonore di bawah ini.
Apa Itu Penyakit Gonore?
Gonore adalah salah satu jenis penyakit menular seksual yang bisa menyerang baik laki-laki maupun perempuan. Penyakit ini karena infeksi bakteri Neisseria gonorrhoeae, yang apabila tidak Anda tangani dapat menimbulkan infeksi pada area kelamin, rektum atau lubang anus, hingga tenggorokan.
Pada dasarnya, siapa pun yang aktif secara seksual berpotensi terkena gonore. Meski begitu, penyakit ini paling sering ditemukan pada kelompok usia 15-30 tahun, terutama pada mereka yang memiliki lebih dari satu pasangan seksual.
Beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang terkena gonore antara lain:
- Merupakan pria yang berhubungan seks dengan sesama pria
- Berusia di bawah 25 tahun
- Memiliki riwayat penyakit menular seksual (PMS) sebelumnya
- Tidak menggunakan kondom atau dental dam secara konsisten saat berhubungan seks
- Berhubungan seks dengan pasangan yang baru saja dinyatakan negatif gonore
Baca Juga: Infeksi Jamur pada Kulit Kelamin
Bagaimana Cara Penularan Penyakit Gonore?
Dokter mengatakan penyakit gonore tidak menular melalui ciuman, pelukan, kolam renang, dudukan toilet atau mandi bersama, handuk, cangkir, piring, dan peralatan makan. Sebab, bakteri tidak dapat bertahan lama di luar tubuh manusia. Berikut beberapa cara penularan penyakti gonore yang perlu Anda waspdai:
1. Hubungan Seks Vaginal
Penularan gonore melalui hubungan seks vaginal merupakan jalur penyebaran yang paling umum terjadi, terutama saat berhubungan tanpa pengaman. Risiko penularan dari pria ke wanita cenderung lebih besar dengan sebaliknya, karena cairan ejakulasi pria yang terinfeksi mengandung jutaan bakteri yang dapat berpindah ke pasangannya.
Menariknya, wanita yang tertular gonore lewat vagina seringkali tidak merasakan gejala apa pun. Sebaliknya, pria biasanya mulai merasakan gejala dalam seminggu pertama setelah terinfeksi, seperti nyeri saat buang air kecil dan keluarnya cairan abnormal menyerupai nanah dari penis.
Baca Juga: Bagaimana Cara Mengetahui Jika Kita Terjangkit Penyakit Menular Seksual?
2. Hubungan Seks Anal
Hubungan seks anal memiliki risiko penularan yang cukup tinggi karena area anus tidak menghasilkan cairan pelumas alami, sehingga gesekan yang terjadi berulang kali lebih mudah menimbulkan luka pada jaringan di dalamnya. Ketika luka ini muncul, bakteri yang terdapat dalam cairan mani pasangan yang terinfeksi dapat lebih mudah masuk dan menyebabkan infeksi, termasuk lewat kontak tangan yang terkena cairan tersebut.
Pada banyak kasus, gonore anal tidak menimbulkan gejala yang jelas, sehingga penderita sering tidak menyadarinya. Namun, apabila muncul, gejala yang biasa penderita rasakan meliputi nyeri saat buang air besar, keluarnya lendir atau cairan menyerupai nanah, rasa gatal di sekitar anus, hingga perdarahan ringan.
3. Hubungan Seks Oral
Seks oral juga bisa menjadi salah satu jalur penularan gonore, meski kasusnya jauh lebih jarang Anda temukan daripada penularan melalui area genital. Kondisi ini biasanya terjadi ketika bakteri penyebab gonore yang ada dalam cairan mani atau cairan kelamin tertelan dan kemudian menginfeksi area tenggorokan.
Infeksi gonore pada tenggorokan, atau yang bernama gonore faring, umumnya tidak menimbulkan gejala yang berarti sehingga sering luput dari perhatian. Meski begitu, sebagian kecil penderita bisa merasakan gejala seperti nyeri dan gatal di tenggorokan, serta kesulitan menelan makanan.
4. Penularan dari Ibu ke Bayi
Selain melalui hubungan seksual, gonore juga dapat menular dari ibu hamil kepada bayinya saat proses persalinan normal berlangsung. Bakteri penyebab gonore berpotensi tertelan oleh bayi saat melewati jalan lahir, sehingga turut menjadi salah satu jalur penularan yang perlu Anda waspadai.
Apabila kondisi ini tidak segera Anda tangani, bayi berisiko mengalami infeksi mata serius yang bernama ophthalmia neonatorum. Jika Anda biarkan tanpa penanganan yang tepat, infeksi tersebut bahkan dapat menyebabkan gangguan penglihatan pada bayi di kemudian hari.
Baca Juga: Gejala Kutil Kelamin
Cara Mencegah Penularan Penyakit Gonore
Ada beberapa cara mencegah penyakit ini yang bisa Anda lakukan, di antaranya:
- Menggunakan kondom saat berhubungan seks.
- Menghindari berganti-ganti pasangan seksual.
- Melakukan pemeriksaan kesehatan secara teratur, terutama jika Anda aktif secara seksual.
- Memberitahukan kepada pasangan seksual Anda jika Anda terdiagnosis mengidap gonore untuk mereka dapat melakukan pemeriksaan dan pengobatan yang tepat.
Anda bisa kunjungi rumah sakit Ciputra Hospital terdekat untuk konsultasi kesehatan. Cek layanan rumah sakit Ciputra Hospital mulai dari rawat jalan hingga Medical Check Up (MCU).
Yuk, jaga dan cek kondisi kesehatan Anda sekeluarga bersama Ciputra Hospital!
FAQ
Apakah saya dapat berisiko terkena gonore?
Siapa pun yang aktif secara seksual berisiko tertular gonore, terutama jika melakukan hubungan seks vaginal, anal, atau oral tanpa kondom dengan pasangan yang mengidap infeksi ini. Jika Anda termasuk aktif secara seksual, sebaiknya diskusikan secara terbuka dengan dokter atau tenaga kesehatan mengenai perlu tidaknya menjalani tes gonore atau penyakit menular seksual lainnya.
Bagaimana cara mengurangi risiko terkena gonore?
Cara paling efektif untuk terhindar sepenuhnya dari infeksi menular seksual adalah dengan tidak melakukan hubungan seks vaginal, anal, maupun oral. Namun, bagi Anda yang aktif secara seksual, beberapa langkah berikut dapat membantu menurunkan risiko terkena gonore:
- Menjalin hubungan monogami dengan pasangan yang setia dan telah dipastikan bebas gonore melalui tes
- Menggunakan kondom secara benar setiap kali berhubungan seks
Apabila saya sedang hamil dan mengidap gonore, bagaimaan cara melindungi bayi saya agar tidak tertular?
Ibu hamil yang mengidap gonore berisiko menularkan infeksi tersebut kepada bayinya saat proses persalinan berlangsung, dan hal ini dapat menimbulkan masalah kesehatan serius bagi si kecil. Karena itu, sebaiknya segera konsultasikan dengan dokter mengenai pemeriksaan, tes, dan pengobatan yang tepat, sebab penanganan gonore sedini mungkin dapat membantu mengurangi risiko gangguan kesehatan pada bayi.
Kapan saya dapat berhubungan seks kembali setelah melakukan pengobatan gonore?
Sebaiknya tunggu setidaknya tujuh hari setelah pengobatan selesai sebelum kembali berhubungan seks. Anda dan pasangan juga perlu memastikan seluruh pengobatan telah tuntas dan gejala benar-benar hilang, agar tidak saling menularkan atau tertular kembali. Selain itu, disarankan untuk menjalani tes ulang sekitar tiga bulan setelah pengobatan awal, meski pasangan Anda sudah dinyatakan sembuh, karena gonore tetap bisa menular kembali bila berhubungan seks tanpa kondom dengan orang yang terinfeksi.
Apa yang akan terjadi jika gonore tidak diobati?
Gonore yang dibiarkan tanpa pengobatan dapat menimbulkan komplikasi kesehatan yang serius dan bahkan bersifat permanen. Pada wanita, kondisi ini berisiko memicu penyakit radang panggul (PID). Sementara pada pria, gonore yang tidak ditangani dapat menimbulkan rasa nyeri pada saluran yang terhubung ke testis, dan dalam kasus yang jarang terjadi, dapat berujung pada kemandulan.



