Adenomiosis adalah kondisi yang dapat menimbulkan gejala seperti nyeri haid, perdarahan berlebihan, dan nyeri panggul. Penanganannya dapat Anda lakukan melalui obat pereda nyeri, terapi hormon, hingga tindakan medis sesuai tingkat keparahan.

Adenomiosis adalah kondisi yang berkaitan dengan pertumbuhan jaringan rahim yang tidak normal, namun penyebab pastinya belum diketahui secara jelas. Beberapa faktor seperti perubahan jaringan, riwayat operasi rahim, hingga pengaruh hormon estrogen diduga berperan dalam memicu kondisi ini.
Karena penyebabnya belum pasti, cara pencegahan adenomiosis juga belum dapat ditentukan secara spesifik. Meski begitu, menjaga kesehatan reproduksi dan rutin melakukan pemeriksaan dapat membantu mendeteksi masalah lebih awal.
Apa Itu Adenomiosis
Adenomiosis adalah kondisi yang terjadi pada rahim, yaitu organ berbentuk seperti buah pir yang menjadi tempat berkembangnya janin selama kehamilan. Pada kondisi ini, jaringan yang seharusnya melapisi bagian dalam rahim justru tumbuh ke dalam dinding otot rahim.
Jaringan tersebut tetap mengalami siklus seperti menstruasi, yaitu menebal, luruh, dan berdarah setiap bulannya. Hal ini dapat menyebabkan rahim membesar, menimbulkan nyeri, serta membuat menstruasi menjadi lebih banyak atau lebih berat dari biasanya.
Baca Juga: Ini 10 Tanda Mau Haid yang Wajib Diketahui
Penyebab Adenomiosis
Penyebab adenomiosis belum dapat Anda pastikan secara pasti, namun ada beberapa kemungkinan yang dapat menjelaskan bagaimana kondisi ini terjadi. Faktor-faktor tersebut berkaitan dengan perubahan jaringan di dalam rahim serta proses alami dalam tubuh wanita.
- Pertumbuhan jaringan endometrium ke dinding otot rahim. Jaringan yang melapisi bagian dalam rahim dapat tumbuh masuk ke otot rahim, kemungkinan akibat luka atau sayatan seperti setelah operasi.
- Jaringan endometrium terbentuk sejak masa perkembangan janin. Sebagian jaringan dapat terbentuk dan tersimpan di dalam otot rahim sejak dalam kandungan. Seiring waktu, jaringan ini berkembang dan memicu munculnya adenomiosis.
- Peradangan pada lapisan rahim setelah melahirkan. Proses persalinan dapat menyebabkan peradangan pada rahim. Peradangan ini memicu perubahan jaringan sehingga endometrium tumbuh ke dalam dinding rahim.
- Perubahan sel induk di otot rahim. Sel induk dari sumsum tulang yang berada di otot rahim dapat berubah menjadi sel yang menyerupai jaringan endometrium. Perubahan ini kemudian berperan dalam terbentuknya adenomiosis.
- Menstruasi retrograde. Darah menstruasi yang seharusnya keluar dari tubuh dapat mengalir kembali ke arah tuba falopi dan rongga panggul. Kondisi ini juga berkaitan dengan gangguan lain seperti endometriosis.
Apa pun penyebabnya, pertumbuhan jaringan pada adenomiosis sangat dipengaruhi oleh hormon estrogen. Hormon ini berperan dalam merangsang penebalan jaringan sehingga memperparah kondisi yang terjadi.
Faktor Risiko Adenomiosis
Adenomiosis lebih sering terjadi pada wanita dengan kondisi tertentu yang memengaruhi kesehatan rahim dan sistem reproduksi. Beberapa faktor dapat meningkatkan kemungkinan seseorang mengalami kondisi ini.
- Berusia antara 40 hingga 50 tahun
- Pernah melahirkan setidaknya satu kali
- Memiliki riwayat operasi pada rahim, seperti pengangkatan fibroid atau kuret (D&C)
- Mengalami endometriosis
Selain itu, kondisi ini juga semakin sering ditemukan pada wanita usia 30-an. Risiko dapat meningkat jika terdapat perdarahan vagina yang tidak normal atau nyeri haid yang berlebihan.
Gejala Adenomiosis
Gejala adenomiosis dapat berbeda pada setiap orang, bahkan sebagian tidak merasakan tanda apa pun. Namun, pada beberapa kasus, kondisi ini dapat menimbulkan keluhan yang mengganggu aktivitas sehari-hari.
- Kram menstruasi yang terasa nyeri (dismenore)
- Perdarahan menstruasi yang banyak atau berlangsung lama
- Siklus menstruasi yang tidak normal
- Nyeri pada area panggul, baik dengan atau tanpa kram hebat
- Nyeri saat berhubungan intim
- Kesulitan untuk hamil (infertilitas)
- Rahim membesar
- Perut terasa kembung atau penuh
- Nyeri panggul yang berlangsung terus-menerus
- Rasa tekanan atau nyeri di bagian bawah perut akibat pembesaran rahim
Baca Juga: Apakah Haid Tidak Teratur Adalah Gejala Kanker Rahim?
Diagnosis Adenomiosis
Diagnosis adenomiosis sering kali tidak mudah karena gejalanya mirip dengan gangguan rahim lainnya, seperti miom, endometriosis, atau polip rahim. Oleh karena itu, pemeriksaan biasanya untuk menyingkirkan kemungkinan penyebab lain sebelum memastikan kondisi ini.
- Pemeriksaan panggul. Dokter akan memeriksa kondisi rahim untuk mengetahui apakah ukurannya membesar atau terasa nyeri. Pemeriksaan ini membantu mendeteksi adanya perubahan pada area panggul.
- USG transvaginal. Pemeriksaan ini menggunakan alat khusus yang dimasukkan ke dalam vagina untuk menghasilkan gambaran rahim dan organ sekitarnya. Metode ini membantu melihat kemungkinan adanya tanda adenomiosis.
- MRI (Magnetic Resonance Imaging). MRI untuk mendapatkan gambaran lebih detail tentang kondisi rahim. Pemeriksaan ini juga membantu membedakan adenomiosis dengan gangguan rahim lainnya.
- Biopsi endometrium. Prosedur ini dilakukan dengan mengambil sampel jaringan dari lapisan rahim untuk diperiksa di laboratorium. Tujuannya adalah memastikan tidak ada kondisi serius lain, meskipun tidak dapat memastikan adenomiosis.
- Histerektomi (pengangkatan rahim). Kepastian diagnosis biasanya didapat setelah pemeriksaan jaringan rahim pasca operasi. Metode ini menjadi cara paling akurat untuk memastikan adanya adenomiosis.
Komplikasi Adenomiosis
Perdarahan menstruasi yang berlebihan akibat adenomiosis dapat meningkatkan risiko anemia, yaitu kondisi ketika tubuh kekurangan sel darah merah yang sehat. Akibatnya, tubuh dapat terasa lelah, lemas, hingga mengalami sesak napas karena pasokan oksigen tidak optimal.
Selain itu, nyeri dan perdarahan yang terjadi juga dapat mengganggu aktivitas sehari-hari dan kualitas hidup. Adenomiosis juga berpotensi menimbulkan masalah pada kehamilan, seperti keguguran, kelahiran prematur, serta bayi dengan berat badan rendah, dan dapat berkaitan dengan kesulitan untuk hamil.
Cara Mengatasi Adenomiosis
Penanganan adenomiosis bertujuan untuk meredakan nyeri serta mengurangi perdarahan yang berlebihan. Pilihan terapi biasanya sesuai dengan tingkat keparahan gejala dan kondisi masing-masing individu.
- Obat pereda nyeri (NSAID). Obat seperti ibuprofen atau naproxen dapat membantu mengurangi kram dan nyeri saat menstruasi. Penggunaan obat ini umumnya Anda sesuaikan dengan kebutuhan dan anjuran medis.
- Terapi hormon. Obat hormonal seperti pil KB, suntik hormon, atau IUD hormonal dapat membantu mengatur siklus menstruasi dan mengurangi perdarahan. Terapi ini juga dapat menekan pertumbuhan jaringan endometrium.
- Obat nonhormonal. Obat seperti asam traneksamat untuk mengurangi jumlah perdarahan saat menstruasi. Biasanya diberikan pada kondisi dengan perdarahan yang cukup berat.
- Adenomiomektomi. Prosedur ini untuk mengangkat jaringan adenomiosis dari otot rahim tanpa mengangkat rahim secara keseluruhan. Metode ini bertujuan mempertahankan fungsi rahim.
- Histerektomi. Melakukan operasi ini dengan mengangkat rahim sebagai solusi permanen untuk adenomiosis. Setelah prosedur ini, menstruasi akan berhenti dan kehamilan tidak lagi memungkinkan.
Cara Mencegah Adenomiosis
Hingga saat ini, belum ada cara pasti yang dapat dilakukan untuk mencegah adenomiosis. Hal ini karena penyebab kondisi ini belum diketahui secara jelas.
Meskipun demikian, menjaga kesehatan organ reproduksi tetap penting untuk mengurangi risiko gangguan pada rahim. Pemeriksaan rutin dan mengenali gejala sejak dini dapat membantu penanganan lebih cepat jika terjadi masalah.
Pengobatan Adenomiosis Ke Dokter
Pemeriksaan ke dokter penting dilakukan jika gejala adenomiosis mulai terasa mengganggu atau semakin berat. Penanganan lebih awal dapat membantu mencegah kondisi menjadi lebih parah dan meningkatkan kualitas hidup.
- Perdarahan menstruasi yang sangat banyak
- Kram menstruasi yang sangat nyeri
- Nyeri saat berhubungan intim
- Perut terasa penuh atau berat
Baca Juga: Penyebab Haid Lama, Normal atau Tidak?
Jika Anda atau keluarga Anda mengalami Adenomiosis, segera kunjungi Ciputra Hospital. Dapatkan kemudahan untuk konsultasi dan membuat janji dengan dokter pilihan Anda.
Cek informasi lengkap mengenai layanan Ciputra Hospital, mulai dari rawat jalan hingga Medical Check Up (MCU), hanya di situs resmi atau kunjungi langsung fasilitas terdekat sekarang juga.







