Scabies pada bayi biasanya muncul dengan rasa gatal yang mengganggu, ruam kemerahan, bintik pada kulit, hingga munculnya luka akibat sering digaruk. Penanganannya dapat Anda lakukan dengan berkonsultasi ke dokter, menggunakan obat sesuai anjuran, menjaga kebersihan kulit bayi, serta membersihkan pakaian dan perlengkapan yang digunakan sehari-hari.

Scabies pada bayi merupakan penyakit kulit yang dapat menular dengan mudah sehingga pencegahan perlu Anda lakukan sejak dini. Beberapa langkah yang dapat Anda lakukan antara lain menjaga kebersihan pakaian dan perlengkapan bayi, membersihkan lingkungan rumah, serta menghindari kontak dengan orang yang memiliki gejala penyakit kulit menular.
Jika tidak Anda tangani dengan baik, scabies pada bayi dapat menimbulkan berbagai komplikasi pada kulit. Garukan yang terus-menerus akibat rasa gatal dapat menyebabkan luka pada kulit yang berisiko mengalami infeksi serta membuat kulit menjadi lebih tebal dan bersisik.
Gejala Scabies pada Bayi
Scabies pada bayi sering kali sulit Anda kenali sejak awal karena bayi belum dapat menjelaskan rasa tidak nyaman yang dirasakannya. Oleh karena itu, orang tua perlu memperhatikan perubahan pada kulit serta perilaku bayi, seperti sering rewel atau menangis akibat rasa gatal.
Gejala scabies pada bayi dapat muncul dalam bentuk kelainan pada kulit maupun rasa gatal yang cukup mengganggu. Tanda-tanda tersebut biasanya muncul secara bertahap dan dapat semakin jelas jika tidak segera Anda tangani.
- Bula, yaitu lepuhan pada kulit yang menonjol dan berisi cairan bening dengan ukuran yang dapat mencapai sekitar satu sentimeter.
- Papula, berupa benjolan kecil dan padat pada kulit yang tampak menonjol di permukaan.
- Pustula, yaitu bintik pada kulit yang berisi cairan kekuningan yang menyerupai nanah.
- Vesikel, berupa bintik kecil yang berisi cairan bening yang terlihat seperti kantung kecil pada permukaan kulit.
- Rasa gatal yang sangat mengganggu, terutama pada malam hari sehingga bayi menjadi lebih rewel atau sulit tidur.
- Muncul ruam kemerahan atau bintik kecil, biasanya terlihat pada telapak tangan, sela-sela jari, pergelangan tangan, kaki, lipatan paha, leher, hingga area sekitar alat kelamin.
- Luka atau koreng pada kulit, yang muncul akibat bayi sering menggaruk area yang terasa gatal.
- Kulit tampak bersisik atau mengelupas, terutama pada bagian yang sering bayi garuk.
- Muncul garis tipis berwarna putih keabu-abuan pada kulit, yang merupakan jalur tempat tungau bergerak di bawah permukaan kulit.
- Area kulit yang terkena dapat menyebar lebih luas, bahkan pada bayi bisa menjalar hingga ke wajah dan kulit kepala jika tidak segera Anda tangani.
Baca Juga: Penyakit Eksim pada Anak: Penyebab, Gejala, Cara Mengatasi
Cara Mengatasi Scabies pada Bayi
Penanganan scabies pada bayi perlu Anda lakukan dengan hati-hati karena kulit bayi masih sangat sensitif dan rentan mengalami iritasi. Oleh karena itu, ketika muncul tanda-tanda yang mengarah pada scabies, orang tua sebaiknya segera mencari penanganan yang tepat agar kondisi kulit bayi tidak semakin memburuk.
1. Konsultasi ke Dokter untuk Diagnosis yang Tepat
Langkah pertama yang perlu Anda lakukan adalah membawa bayi ke dokter ketika muncul ruam, bintik, atau rasa gatal yang membuat bayi sering rewel dan tidak nyaman. Pemeriksaan langsung oleh dokter membantu memastikan apakah keluhan tersebut benar disebabkan oleh scabies atau oleh kondisi kulit lain yang memiliki gejala serupa.
Dalam proses pemeriksaan, dokter biasanya akan menilai kondisi kulit bayi secara menyeluruh dan dapat melakukan pengambilan sampel kulit untuk memastikan adanya tungau penyebab scabies. Setelah diagnosis sudah pasti, dokter akan menentukan jenis pengobatan yang sesuai dan aman digunakan untuk bayi.
2. Menggunakan Obat Oles Sesuai Anjuran Dokter
Setelah diagnosis ditegakkan, dokter biasanya akan meresepkan obat oles berupa krim atau salep khusus yang digunakan untuk membunuh tungau penyebab scabies pada kulit. Obat tersebut umumnya Anda oleskan pada kulit bayi sesuai petunjuk dokter agar pengobatan dapat bekerja secara optimal.
Penggunaan obat perlu Anda lakukan secara teratur sesuai dengan aturan yang diberikan, baik dari segi jumlah maupun lama pemakaian. Hal ini penting Anda lakukan agar tungau benar-benar hilang dan gejala seperti gatal serta ruam pada kulit bayi dapat berangsur membaik.
3. Penggunaan Salep Permethrin
Salah satu jenis obat oles yang sering digunakan untuk mengatasi scabies adalah salep yang mengandung permethrin. Salep ini bekerja dengan cara membantu membasmi tungau yang hidup di lapisan kulit sehingga dapat membantu meredakan gejala scabies.
Penggunaan salep biasanya pada malam hari dan Anda oleskan pada area kulit yang dokter anjurkan. Untuk hasil yang maksimal, salep perlu Anda biarkan menempel pada kulit selama beberapa jam sebelum akhirnya dibersihkan sesuai petunjuk penggunaan.
4. Pemberian Obat Tambahan Jika Diperlukan
Pada beberapa kondisi tertentu, dokter dapat memberikan obat tambahan untuk membantu mengatasi scabies yang bayi alami. Obat tambahan ini dapat berupa obat minum atau pengobatan lain yang sesuai dengan kondisi kulit bayi.
Jika terdapat infeksi bakteri akibat luka garukan pada kulit, dokter juga dapat memberikan obat tambahan untuk membantu mengatasi infeksi tersebut. Dengan penanganan yang tepat, gejala scabies pada bayi biasanya dapat membaik secara bertahap dalam beberapa minggu.
5. Menjaga Kebersihan Kulit Bayi
Menjaga kebersihan kulit bayi merupakan langkah penting dalam membantu proses pemulihan scabies. Bayi dapat Anda mandikan secara rutin menggunakan sabun yang lembut agar kulit tetap bersih dan terhindar dari iritasi.
Selain itu, kuku bayi sebaiknya Anda potong secara rutin untuk mengurangi risiko luka pada kulit akibat garukan. Luka yang muncul karena garukan dapat meningkatkan risiko infeksi pada kulit yang sudah mengalami iritasi.
6. Mengobati Anggota Keluarga yang Tinggal Serumah
Scabies merupakan penyakit kulit yang mudah menular melalui kontak langsung dengan penderita. Oleh karena itu, ketika bayi mengalami scabies, anggota keluarga yang tinggal serumah juga perlu Anda periksa dan mendapatkan penanganan jika diperlukan.
Langkah ini untuk mencegah terjadinya penularan kembali setelah bayi menjalani pengobatan. Dengan penanganan yang Anda lakukan secara menyeluruh pada seluruh anggota keluarga, risiko infeksi ulang dapat diminimalkan.
7. Membersihkan Pakaian dan Perlengkapan Bayi
Selain pengobatan pada kulit, kebersihan pakaian dan perlengkapan bayi juga perlu Anda perhatikan dengan baik. Pakaian, handuk, sprei, serta selimut yang bayi gunakan sebaiknya Anda cuci secara rutin agar tungau tidak kembali menempel pada kulit.
Mencuci perlengkapan tersebut dengan air hangat dan menjemurnya hingga benar-benar kering dapat membantu mengurangi risiko penyebaran tungau. Langkah ini juga membantu menjaga lingkungan bayi tetap bersih selama masa pengobatan.
8. Menghindari Pengobatan Tanpa Petunjuk Dokter
Kulit bayi memiliki sensitivitas yang lebih tinggi dari orang dewasa sehingga penggunaan produk sembarangan dapat menimbulkan iritasi. Oleh karena itu, sebaiknya hindari penggunaan obat, minyak, atau bahan alami tanpa saran dari tenaga medis.
Mengikuti petunjuk pengobatan yang dokter berikan merupakan langkah paling aman untuk membantu mengatasi scabies pada bayi. Dengan penanganan yang tepat, kondisi kulit bayi dapat pulih secara bertahap dan risiko komplikasi dapat Anda cegah.
Baca Juga: Cara Mengatasi Biang Keringat pada Bayi, Ikuti 6 Tips Ini
Cara Mencegah Scabies pada Bayi
Scabies merupakan penyakit kulit yang dapat menular dengan mudah melalui kontak langsung maupun penggunaan barang pribadi secara bersama. Oleh karena itu, langkah pencegahan perlu Anda lakukan dengan baik untuk melindungi bayi dari risiko penularan maupun infeksi yang berulang.
Selain menjaga kebersihan diri bayi, orang tua juga perlu memperhatikan kebersihan lingkungan serta orang-orang yang sering melakukan kontak dengan bayi. Dengan menerapkan beberapa langkah pencegahan secara konsisten, risiko penularan scabies pada bayi dapat diminimalkan.
- Memeriksakan bayi ke dokter jika muncul tanda-tanda seperti gatal atau ruam pada kulit agar kondisi dapat segera Anda tangani dengan tepat.
- Menjauhkan bayi dari orang yang mengalami gejala gatal atau penyakit kulit menular untuk mengurangi risiko penularan.
- Memeriksakan anggota keluarga yang tinggal serumah, terutama jika ada yang mengalami gejala serupa agar penanganan dapat Anda lakukan secara bersamaan.
- Menjaga kebersihan pakaian dan perlengkapan bayi, termasuk handuk, selimut, dan sprei yang digunakan setiap hari.
- Mencuci pakaian, seprai, dan selimut dengan air panas, kemudian mengeringkannya hingga benar-benar kering agar tungau dapat mati.
- Tidak menggunakan barang pribadi bayi secara bergantian, seperti bantal, selimut, atau handuk dengan orang lain.
- Membersihkan lingkungan rumah secara rutin, termasuk mainan, tempat tidur, dan benda berbahan kain yang sering bayi gunakan.
- Menjaga sirkulasi udara di dalam ruangan agar tetap bersih dan tidak terlalu lembap.
- Mengganti pakaian, handuk, dan sprei bayi secara rutin untuk menjaga kebersihan serta mengurangi risiko penyebaran tungau.
- Memastikan kebersihan tempat penitipan anak atau daycare, terutama jika bayi sering berada di lingkungan tersebut.
Komplikasi Scabies pada Bayi
Scabies pada bayi dapat menimbulkan rasa gatal yang sangat mengganggu sehingga bayi sering menggaruk area kulit yang terasa tidak nyaman. Garukan yang terjadi secara terus-menerus dapat menyebabkan luka pada kulit dan meningkatkan risiko terjadinya infeksi.
Luka pada kulit yang terbuka dapat memudahkan bakteri masuk dan memicu infeksi kulit, seperti munculnya luka bernanah atau iritasi yang semakin parah. Selain itu, pada beberapa kasus, kulit juga dapat mengalami penebalan serta tampak bersisik akibat iritasi yang berlangsung dalam waktu lama.
Baca Juga: Apa Ada Herpes Pada Anak? Kenali Gejalanya!
Jika bayi Anda atau keluarga Anda mengalami penyakit scabies, segera kunjungi Ciputra Hospital. Dapatkan kemudahan untuk konsultasi dan membuat janji dengan dokter pilihan Anda.
Cek informasi lengkap mengenai layanan Ciputra Hospital, mulai dari rawat jalan hingga Medical Check Up (MCU), hanya di situs resmi atau kunjungi langsung fasilitas terdekat sekarang juga.







