Ditulis oleh Tim Konten Medis

Fungsi dan Manfaat Albendazole
Obat albendazole memiliki manfaat utama untuk mengatasi infeksi akibat cacing pita tertentu. Salah satu kondisi yang dapat albendazole tangani adalah neurocysticercosis, yaitu infeksi pada sistem saraf yang disebabkan oleh cacing pita babi.
Selain itu, manfaat albendazole juga untuk mengobati penyakit kista hidatid, yaitu penyakit yang dapat muncul di hati, paru-paru, maupun rongga perut akibat infeksi cacing pita anjing. Tidak hanya itu, obat albendazole juga dapat tenaga kesehatan resepkan untuk menangani jenis infeksi lain sesuai kebutuhan medis.
Dengan manfaat albendazole ini, pasien yang mengalami infeksi cacing dapat memperoleh penanganan yang tepat sehingga kondisi tubuh kembali sehat dan terjaga.
Baca Juga: Ciri-Ciri Orang Terkena Cacing Pita dan Cara Mendeteksinya
Dosis Penggunaan Albendazole
Penggunaan obat albendazole harus Anda sesuaikan dengan kondisi kesehatan dan arahan dokter. Dosis albendazole bisa berbeda untuk setiap pasien, tergantung pada jenis penyakit, berat badan, serta usia.
Oleh karena itu, penting memahami aturan umum yang biasanya diresepkan, baik albendazole untuk anak maupun albendazole untuk dewasa.
1. Untuk Penyakit Kista Hidatid
- Dewasa dengan berat 60 kg atau lebih: 400 mg, 2 kali sehari, diminum bersama makanan selama 28 hari (1 siklus), lalu tidak boleh diminum kembali selama 14 hari. Pengobatan dilakukan dalam 3 siklus.
- Dewasa dengan berat kurang dari 60 kg: 15 mg per kg berat badan per hari, dibagi dalam 2 dosis, diminum bersama makanan selama 28 hari, lalu tidak boleh diminum kembali selama 14 hari. Total maksimal 800 mg per hari, dilakukan 3 siklus.
- Anak-anak: dosis ditentukan langsung oleh dokter.
2. Untuk Neurocysticercosis
- Dewasa dan anak dengan berat 60 kg atau lebih: 400 mg, 2 kali sehari, diminum bersama makanan selama 8 hingga 30 hari.
- Dewasa dan anak dengan berat kurang dari 60 kg: 15 mg per kg berat badan per hari, dibagi dalam 2 dosis, diminum bersama makanan selama 8 hingga 30 hari.
Aturan Sebelum Konsumsi Obat Albendazole
Sebelum mengonsumsi obat albendazole, penting untuk berkonsultasi dengan tenaga medis agar penggunaannya aman dan sesuai kondisi kesehatan Anda. Hal ini karena albendazole dapat berinteraksi dengan masalah medis tertentu maupun obat lain yang sedang Anda konsumsi.
Dengan memberi tahu riwayat kesehatan, dokter dapat menentukan apakah obat ini tepat untuk Anda. Beberapa kondisi kesehatan yang perlu Anda sampaikan kepada dokter sebelum mengonsumsi albendazole antara lain:
- Gangguan pada hati
- Sumbatan pada saluran empedu
- gangguan pada ginjal
- Gangguan darah, seperti kadar sel darah merah, putih, atau trombosit yang rendah
- Gangguan penglihatan atau penyakit pada mata
- Riwayat epilepsi atau kejang
- Reaksi alergi terhadap obat albendazole, obat lain, makanan, atau zat tambahan tertentu
- Kondisi sedang hamil atau merencanakan kehamilan
- Kondisi sedang menyusui
Baca Juga: 10 Jenis Obat Cacing untuk Dewasa dan Anak-Anak
Cara Konsumsi Albendazole
Agar manfaat obat dapat Anda rasakan dengan maksimal, cara minum obat albendazole harus Anda lakukan sesuai aturan. Mengikuti petunjuk dokter maupun label resep akan membantu obat bekerja lebih efektif sekaligus mencegah risiko penggunaan yang salah. Berikut cara konsumsi albendazole yang perlu Anda perhatikan:
- Minum sesuai dosis dan aturan dokter.
- Konsumsi bersama makanan, terutama yang mengandung lemak agar penyerapannya lebih baik.
- Tablet bisa Anda telan langsung, kunyah, atau hancurkan lalu minum dengan air.
- Minum pada waktu yang sama setiap hari agar tidak lupa dosis.
- Habiskan seluruh obat sesuai lama pengobatan yang ditentukan dokter.
- Jangan menghentikan penggunaan obat sebelum waktunya, meskipun sudah merasa membaik.
Peringatan
Ada beberapa hal penting yang harus Anda perhatikan sebelum mengonsumsi obat albendazole untuk menghindari risiko serius agar penggunaannya tetap aman. Berikut beberapa peringatan penggunaan albendazole:
- Gangguan Sumsum Tulang. Albendazole dapat menyebabkan penekanan sumsum tulang, sehingga perlu Anda lakukan pemantauan darah secara rutin.
- Risiko pada Kehamilan. Albendazole dapat membahayakan janin, Pasien wanita harus menggunakan kontrasepsi efektif dan melakukan tes kehamilan sebelum terapi dimulai.
- Gejala Neurologis. Pada penderita neurocysticercosis, dapat muncul kejang atau gejala saraf lain sehingga perlu terapi tambahan.
- Risiko Kerusakan Retina. Periksa kondisi mata sebelum terapi bila ada kemungkinan kista pada retina.
- Gangguan Fungsi Hati. Albendazole dapat meningkatkan enzim hati, Sehingga perlu pemantauan rutin dan penggunaan harus Anda hentikan jika terjadi peningkatan yang signifikan.
Interaksi Obat
Penggunaan obat albendazole perlu Anda perhatikan karena dapat berinteraksi dengan beberapa jenis obat lain. Interaksi ini dapat memengaruhi cara kerja obat dalam tubuh sehingga penting untuk memberi tahu dokter mengenai semua obat dan suplemen yang sedang dikonsumsi.
Berikut beberapa obat yang dapat berinteraksi dengan albendazole:
- Cimetidine (Tagamet HB). obat untuk mengatasi sakit maag atau asam lambung.
- Dexamethasone. obat untuk kondisi peradangan tertentu.
- Praziquantel. obat yang juga digunakan untuk mengatasi infeksi cacing.
- Theophylline (Theo 24, Elixophyllin). obat untuk asma atau gangguan pernapasan lainnya.
Efek Samping Albendazole
Obat albendazole memang bermanfaat untuk mengatasi infeksi cacing, tetapi tetap memiliki risiko efek samping. Beberapa di antaranya umum terjadi dan dapat hilang dengan sendirinya, sementara ada juga efek samping yang lebih serius meski jarang muncul.
Penting untuk mengenali gejala-gejalanya agar dapat segera mendapatkan penanganan medis bila Anda perlukan.
1. Efek Samping Umum
2. Efek Samping yang Jarang
- Demam
- Nyeri dada
- Batuk
- Radang tenggorokan
- Gusi berdarah
- Bercak merah kecil pada kulit
- Luka atau bercak putih di bibir dan mulut
- Kelenjar bengkak
- Urin berdarah
- Tinja hitam atau berdarah
3. Efek Samping yang Sangat Jarang
- Kejang
- Tekanan tinggi di otak (sakit kepala berat, mual, muntah, gangguan penglihatan)
- Gangguan hati (kulit dan mata menguning, urin gelap, dan tinja pucat)
- Reaksi alergi parah (ruam kulit, gatal, bengkak pada wajah, bibir,dan lidah)
- Kulit melepuh atau mengelupas
- Nyeri sendi atau otot
- Sesak dada
Baca Juga: Cara Minum Obat Cacing, Efek Samping, dan Pantangannya
Jika Anda atau keluarga Anda mengalami efek samping setelah mengkonsumsi obat Albendazole, segera kunjungi Ciputra Hospital, dapatkan kemudahan untuk konsultasi dan membuat janji dengan dokter pilihan Anda.
Cek informasi lengkap mengenai layanan Ciputra Hospital, mulai dari rawat jalan hingga Medical Check Up (MCU), hanya di situs resmi atau kunjungi langsung fasilitas terdekat sekarang juga.
Telah Direview oleh dr. Medarissa Azzihra Putri
Source:
- WebMD. Albendazole – Uses, Side Effects, and More. April 2026
- Cleveland Clinic. Albendazole Tablets. April 2026
- Mayo Clinic. Albendazole (oral route). April 2026







