Buat janji Ciputra HospitalWhatsapp Ciputra Hospital

Rumah Sakit Terbaik Berstandarisasi Internasional | Ciputra Hospital

  • Beranda
  • Rumah Sakit
    • CitraRaya Tangerang
    • CitraGarden City Jakarta
    • Ciputra Mitra Hospital Banjarmasin
    • Ciputra Hospital Surabaya
  • Cari Dokter
  • Center of Excellence
  • Artikel
  1. Beranda
  2. ›
  3. Artikel Kesehatan
  4. ›
  5. 11 Penyebab Menstruasi Tidak Teratur & Cara Mengatasinya
  • Home
  • Artikel Kesehatan
  • 11 Penyebab Menstruasi Tidak Teratur & Cara Mengatasinya
Defara
Senin, 09 Mei 2022 / Published in Artikel Kesehatan, Fertilitas

11 Penyebab Menstruasi Tidak Teratur & Cara Mengatasinya

Menstruasi tidak teratur terjadi ketika siklus haid Anda lebih dari 35 hari atau durasinya bervariasi dari bulan ke bulan. Penyebab menstruasi tidak teratur bisa dikarenakan berbagai faktor, termasuk ketidakseimbangan hormon, kondisi medis seperti PCOS, endometriosis, atau mioma rahim, serta perubahan berat badan atau stres.

Menstruasi Tidak Teratur
Siklus menstruasi rata-rata terjadi setiap 21-35 hari.

Siklus menstruasi setiap wanita berbeda-beda, tetapi jika siklus Anda melebihi 35 hari bisa disebut menstruasi tidak teratur. Ketidakpastian ini sering kali menimbulkan kekhawatiran karena dapat menjadi tanda masalah kesehatan. Lantas, apa penyebab kondisi ini? Bagaimana cara mengatasi menstruasi tidak teratur?

Yuk, simak penjelasan lengkapnya di bawah ini!

Daftar Isi

Toggle
  • Kapan Dikatakan Menstruasi Tidak Teratur?
  • Kondisi yang Berhubungan dengan Menstruasi Tidak Teratur
    • 1. Amenore
    • 2. Oligomenore
    • 3. Dismenore
    • 4. Perdarahan Uterin Tidak Normal
  • Penyebab Haid Tidak Teratur
    • 1. Kehamilan
    • 2. Menyusui
    • 3. Stres
    • 4. Perimenopause
    • 5. Berat Badan Kurang
    • 6. Endometriosis
    • 7. Mioma Rahim (Fibroid)
    • 8. Masalah Tiroid
    • 9. Latihan Berlebihan
    • 10. Kanker Serviks dan Endometrium
    • 11. Sindrom Ovarium Polikistik (PCOS)
  • Cara Menghitung Siklus Menstruasi
  • Pengobatan untuk Mengatasi Haid Tidak Teratur
  • Kapan Harus ke Dokter?

Kapan Dikatakan Menstruasi Tidak Teratur?

Menstruasi yang tidak teratur adalah hal yang umum terjadi pada banyak wanita, dan siklus menstruasi dapat berbeda-beda antara satu wanita dengan lainnya. Secara normal, siklus menstruasi terjadi setiap 21-35 hari, di mana salah satu ovarium melepaskan sel telur.

Jika pembuahan tidak terjadi, rahim akan mengeluarkan lapisan dindingnya melalui vagina sebagai menstruasi. Menstruasi dikatakan tidak teratur jika:

  • Jarak antar siklus menstruasi berubah-ubah.
  • Jumlah darah yang dikeluarkan selama menstruasi lebih banyak atau lebih sedikit dari biasanya.
  • Durasi menstruasi sangat bervariasi atau tidak konsisten.
  • Siklus menstruasi berlangsung kurang dari 21 hari atau lebih dari 35 hari.
  • Mengalami menstruasi yang hilang selama tiga bulan berturut-turut.
  • Aliran darah menstruasi sangat berat atau sangat ringan.
  • Menstruasi berlangsung lebih dari tujuh hari.
  • Interval antara siklus menstruasi berbeda lebih dari sembilan hari.
  • Menstruasi disertai dengan nyeri parah, kram, mual, atau muntah.
  • Pendarahan atau bercak darah terjadi di luar periode menstruasi, setelah menopause, atau setelah berhubungan seksual.
  • Menggunakan satu atau lebih pembalut atau tampon dalam satu jam karena pendarahan yang sangat banyak.

Baca Juga: 10 Jamu Pelancar Haid dari Bahan Alami Penuh Manfaat

Kondisi yang Berhubungan dengan Menstruasi Tidak Teratur

Menstruasi yang tidak teratur bisa menjadi tanda adanya masalah kesehatan yang perlu perhatian. Memahami berbagai kondisi yang dapat memengaruhi siklus menstruasi Anda sangat penting untuk menjaga kesehatan reproduksi.

Berikut beberapa kondisi umum yang berhubungan dengan menstruasi tidak teratur yang perlu Anda ketahui:

1. Amenore

Amenore adalah kondisi di mana menstruasi berhenti sepenuhnya. Jika Anda tidak mengalami menstruasi selama 90 hari atau lebih, tidak hamil, menyusui, atau sedang mengalami menopause (yang umumnya terjadi antara usia 45 hingga 55 tahun). Kondisi ini bisa dianggap tidak normal.

Amenore juga bisa menjadi masalah jika menstruasi belum dimulai pada usia 15 atau 16 tahun, atau jika menstruasi tidak dimulai dalam waktu tiga tahun setelah perkembangan payudara.

2. Oligomenore

Kondisi ini ditandai dengan menstruasi yang jarang terjadi. Anda mungkin mengalami periode menstruasi yang lebih dari 35 hari atau hanya mengalami enam hingga delapan periode dalam setahun.

Oligomenore dapat mengindikasikan ketidakseimbangan hormonal atau masalah kesehatan lainnya yang memerlukan perhatian medis.

3. Dismenore

Istilah medis ini menggambarkan menstruasi yang disertai dengan rasa sakit dan kram parah. Meski sedikit ketidaknyamanan selama menstruasi adalah hal yang normal, dismenore dapat menyebabkan nyeri hingga mengganggu aktivitas sehari-hari. Gejala ini sering kali memerlukan penanganan khusus untuk mengurangi rasa sakit.

4. Perdarahan Uterin Tidak Normal

Kondisi ini mencakup berbagai jenis perdarahan yang tidak sesuai dengan siklus menstruasi normal. Ini bisa termasuk perdarahan di antara periode menstruasi, perdarahan yang berlangsung lebih lama dari biasanya, atau menstruasi yang sangat berat. Perdarahan yang tidak normal bisa jadi tanda adanya masalah kesehatan yang perlu diperiksa oleh dokter.

Penyebab Haid Tidak Teratur

Berikut beberapa penyebab haid tidak teratur yang perlu Anda waspadai:

1. Kehamilan

Kehamilan dapat menghentikan menstruasi. Salah satu tanda awalnya adalah tidak munculnya haid atau adanya bercak darah. Gejala awal kehamilan lainnya termasuk mual di pagi hari, sensitif terhadap bau, nyeri atau rasa kembung pada payudara, serta kelelahan.

Jika menstruasi terlambat, melakukan tes kehamilan di rumah atau berkonsultasi dengan dokter bisa menjadi langkah pertama. Bila tes menunjukkan hasil positif, penting untuk segera berkonsultasi dengan dokter untuk langkah selanjutnya. Jika terjadi pendarahan setelah hasil tes positif, ini bisa menjadi tanda keguguran atau kehamilan ektopik yang memerlukan perhatian medis segera.

Baca Juga: Siklus Menstruasi Wanita (Women Cycle)

2. Menyusui

Prolaktin adalah hormon yang berperan dalam produksi ASI dan juga dapat menghambat ovulasi, terutama pada ibu menyusui secara eksklusif dan sering dalam beberapa bulan pertama setelah kelahiran bayi. Ini menyebabkan menstruasi tidak terjadi selama periode tersebut, kondisi ini dikenal sebagai amenore laktasi.

Biasanya, siklus menstruasi akan kembali normal setelah frekuensi menyusui berkurang atau setelah berhenti menyusui.

3. Stres

Stres yang tinggi bisa memengaruhi siklus menstruasi. Sebuah penelitian tahun 2021 yang dipublikasikan di Frontiers in Endocrinology (Phelan et al.) menunjukkan bahwa stres selama pandemi COVID-19 membuat 54% responden mengalami perubahan pada siklus haid mereka.

Ketika stres, tubuh mengeluarkan hormon stres seperti adrenalin dan kortisol. Hormon-hormon ini bisa mengganggu hormon yang mengatur menstruasi sehingga menyebabkan haid menjadi lebih panjang atau lebih berat.

4. Perimenopause

Perimenopause adalah tahap awal menopause yang biasanya terjadi sekitar 4-8 tahun sebelum menopause dimulai, biasanya di usia 40-an. Selama perimenopause, siklus menstruasi bisa menjadi tidak teratur dengan periode yang bisa lebih panjang atau lebih pendek dari biasanya, hingga akhirnya berhenti sepenuhnya saat menopause tiba.

Selain perubahan siklus menstruasi, gejala lain yang mungkin muncul termasuk hot flashes (rasa panas mendadak), keringat malam, perubahan suasana hati, kesulitan tidur, dan kekeringan pada area vagina. Dokter dapat mendiagnosis perimenopause dengan tes darah dan pemeriksaan lainnya untuk memastikan tidak ada kondisi kesehatan lain yang menyebabkan gejala serupa.

5. Berat Badan Kurang

Penurunan berat badan yang berlebihan atau cepat dapat menyebabkan menstruasi menjadi tidak teratur atau berhenti sama sekali yang dikenal sebagai amenore hipotalamik. Kondisi ini terjadi ketika bagian otak yang mengatur hormon yang memengaruhi siklus menstruasi tidak berfungsi dengan baik sehingga mengakibatkan kekurangan estrogen.

Orang dengan berat badan kurang mungkin mengalami kulit atau rambut kering, rambut menipis, kelelahan, kesulitan berkonsentrasi, dan suasana hati yang rendah. Untuk mendiagnosis kondisi ini, dokter mungkin akan menghitung Indeks Massa Tubuh (IMT) dan menilai kemungkinan penyebabnya.

6. Endometriosis

Endometriosis terjadi ketika jaringan yang biasanya melapisi rahim tumbuh di luar rahim. Menurut World Health Organization (WHO), endometriosis memengaruhi sekitar 1 dari 10 (10%) wanita dan anak perempuan usia reproduktif secara global.

Gejala lain termasuk pendarahan berat, menstruasi yang berlangsung lama, dan nyeri saat berhubungan seksual atau buang air besar. Diagnosis endometriosis memerlukan operasi untuk memeriksa secara langsung dan meskipun tidak ada obat yang menyembuhkan, obat-obatan dokter dan terapi hormon dapat membantu mengurangi gejalanya.

7. Mioma Rahim (Fibroid)

Mioma rahim (atau fibroid) adalah benjolan non-kanker yang muncul di dinding rahim dan bisa bervariasi ukuran dari kecil hingga besar. Gejala mungkin termasuk menstruasi yang sangat berat dan nyeri, serta nyeri panggul, punggung bawah, dan kaki. Beberapa orang hanya mengalami menstruasi yang tidak teratur.

Jika fibroid tidak menimbulkan gejala, biasanya tidak perlu perawatan. Namun, jika menyebabkan nyeri atau pendarahan berat, pengobatan atau operasi mungkin diperlukan.

8. Masalah Tiroid

Tiroid memproduksi hormon yang memengaruhi siklus menstruasi. Jika tiroid tidak aktif (hipotiroidisme) dapat menyebabkan menstruasi yang lebih berat dan lama, disertai kelelahan dan penambahan berat badan.

Sebaliknya, tiroid yang terlalu aktif (hipertiroidisme) bisa membuat menstruasi lebih ringan dan pendek, serta gejala seperti penurunan berat badan dan kecemasan. Diagnosis dilakukan dengan tes darah, dan pengobatan bisa melibatkan obat pengganti hormon atau terapi lainnya.

9. Latihan Berlebihan

Latihan intensif, terutama pada atlet wanita atau penari dapat mengganggu siklus menstruasi. Bila latihan berat digabungkan dengan diet ketat bisa menyebabkan gangguan makan, perubahan menstruasi, dan masalah tulang seperti osteoporosis.

Dokter dapat membantu dengan menilai rutinitas olahraga dan diet, serta merekomendasikan perubahan atau dukungan tambahan jika gangguan makan atau latihan berlebihan adalah penyebabnya.

10. Kanker Serviks dan Endometrium

Kanker serviks dan endometrium dapat menyebabkan pendarahan tidak biasa mirip dengan menstruasi, serta pendarahan antara periode atau setelah berhubungan seksual. Gejala ini sering muncul di tahap awal, jadi penting untuk konsultasi dengan dokter jika mengalami pendarahan yang tidak biasa.

Diagnosis dilakukan dengan tes jaringan dan pencitraan medis, dan perawatan bisa melibatkan operasi, kemoterapi, atau radiasi.

11. Sindrom Ovarium Polikistik (PCOS)

PCOS (Polycystic Ovary Syndrome) adalah gangguan hormonal yang umum pada wanita usia reproduktif dan menjadi salah satu penyebab utama menstruasi tidak teratur. Penderita PCOS sering mengalami oligomenore (haid jarang) atau bahkan amenore karena ovulasi tidak berlangsung normal.

Gejala lain dapat berupa jerawat persisten, pertumbuhan rambut berlebih (hirsutism), penambahan berat badan, serta kesulitan hamil. Diagnosis PCOS dilakukan oleh dokter spesialis kandungan melalui pemeriksaan hormon dan USG panggul. Penanganan disesuaikan dengan tujuan pasien, pengaturan siklus dengan kontrasepsi hormonal, modifikasi gaya hidup, atau terapi kesuburan bila merencanakan kehamilan.

Baca Juga: Haid/ Menstruasi yang Sehat Seperti Apa?

Cara Menghitung Siklus Menstruasi

Cara menghitung siklus menstruasi akan mudah jika dibantu dengan kalender atau aplikasi khusus. Pemantauan siklus menstruasi selama 3 bulan dapat dijadikan acuan untuk melihat kekonsitensian siklus yang terjadi. Mulailah untuk membuat catatan terkait tentang:

  • Kapan menstruasi dimulai dan kapan berhenti
  • Seberapa ringan atau berat darah menstruasi yang keluar
  • Seberapa sering melakukan pergantian pembalut atau tampon
  • Seberapa parah kram yang terjadi
  • Bagaimanakah perubahan suasana hati saat menstruasi

Untuk menghitung siklus menstruasi Anda, mulailah dengan mencatat hari pertama menstruasi terakhir Anda dan menghitung jumlah hari hingga hari pertama menstruasi berikutnya. Siklus menstruasi pada umumnya terjadi selama 21-35 hari dan masa subur terjadi pada hari ke-12 hingga 14 sebelum terjadinya menstruasi berikutnya dan menghitung durasi siklus ini dapat membantu Anda memantau pola menstruasi secara akurat.

Anda bisa menggunakan kalkulator masa subur online yang akan memudahkan perhitungan dan membantu menentukan waktu terbaik untuk konsepsi. Kunjungi kalkulator masa subur online untuk hasil yang lebih akurat.

Pengobatan untuk Mengatasi Haid Tidak Teratur

Pengobatan untuk haid tidak teratur sering kali melibatkan obat-obatan. Jika tidak efektif, tindakan bedah mungkin diperlukan:

  • Kontrasepsi Hormonal: Mengatur siklus dan mengatasi perdarahan tidak teratur, tersedia dalam bentuk pil, cincin vaginal, suntikan, atau IUD.
  • Asam Traneksamat: Obat untuk mengatasi perdarahan menstruasi berat.
  • Penghilang Nyeri: Obat seperti ibuprofen atau parasetamol untuk meredakan kram.
  • Terapi Hormon: Membantu mengatasi haid tidak teratur akibat perimenopause dan gejala menopause lainnya, tetapi perlu diskusikan risiko dengan dokter.
  • Antibiotik: Jika penyebabnya adalah infeksi.
  • Agonis GnRH: Mengurangi mioma rahim dan mengontrol perdarahan berat, namun dapat menghentikan menstruasi sementara.

Opsi Bedah

  • Ablasi Endometrial: Menghancurkan jaringan rahim untuk mengurangi perdarahan, tidak disarankan jika Anda ingin hamil di masa depan.
  • Miomektomi: Mengangkat mioma rahim.
  • Embolisasi Arteri Rahim: Menghentikan aliran darah ke rahim untuk mengatasi mioma.
  • Histerektomi: Mengangkat rahim, biasanya sebagai opsi terakhir jika ada kerusakan parah.

Kapan Harus ke Dokter?

Menstruasi yang tidak teratur memang bisa terjadi sesekali. Namun, pada kondisi tertentu, Anda perlu segera berkonsultasi dengan dokter spesialis kandungan untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang tepat. Segera periksakan diri jika Anda mengalami:

  • Siklus menstruasi berhenti lebih dari 3 bulan tanpa adanya kehamilan
  • Perdarahan berlangsung lebih dari 7 hari atau jumlahnya sangat banyak
  • Nyeri hebat yang sampai mengganggu aktivitas sehari-hari
  • Perdarahan yang terjadi setelah menopause
  • Perdarahan setelah berhubungan seksual

Untuk memastikan penyebab dan mendapatkan penanganan yang sesuai, Anda bisa kunjungi rumah sakit Ciputra Hospital terdekat untuk konsultasi kesehatan. Yuk, jaga kesehatan tubuh dengan rutin melakukan medical check up di Ciputra Hospital. Cek layanan rumah sakit Ciputra Hospital mulai dari rawat jalan hingga Medical Check Up (MCU) selengkapnya sekarang juga.

Ditinjau secara medis oleh dr. Surya Seftiawan Pratama, terakhir pada 22 Mei 2026
Diterbitkan 9 Mei 2022
Ditulis oleh Tim Konten Medis

Artikel Terkait

  • 5 Cara agar Menstruasi Teratur
    Haid/ Menstruasi yang Sehat Seperti Apa?menstruasi normal
  • Siklus Menstruasi Wanita
    Siklus Menstruasi Wanita: Fase, Gejala, dan Ciri Normalnyamenstruasi wanita
  • 5 Cara agar Menstruasi Teratur
    Haid/ Menstruasi yang Sehat Seperti Apa?menstruasi normal
Tagged under: Kesehatan Wanita

Artikel Terkait

  • 5 Cara agar Menstruasi Teratur
    Haid/ Menstruasi yang Sehat Seperti Apa?menstruasi normal
  • Siklus Menstruasi Wanita
    Siklus Menstruasi Wanita: Fase, Gejala, dan Ciri Normalnyamenstruasi wanita
  • 5 Cara agar Menstruasi Teratur
    Haid/ Menstruasi yang Sehat Seperti Apa?menstruasi normal

Ciputra Hospital

Ciputra Hospital menyediakan layanan kesehatan berkualitas tinggi dengan fasilitas teknologi canggih.

Unit Rumah Sakit:

Ciputra Hospital – CitraRaya Tangerang
Ciputra Hospital – CitraGarden City Jakarta
Ciputra Mitra Hospital Banjarmasin
Ciputra Hospital Surabaya

Unit Klinik:

Ciputra Medical Center
Ciputra SMG Eye Clinic
C Derma
Ciputra IVF

Karir / Lowongan

  • GET SOCIAL

© 2025 All rights reserved. Ciputra Hospital

TOP
Rumah Sakit Terbaik Berstandarisasi Internasional | Ciputra Hospital

Ciputra Hospital menyediakan layanan kesehatan berkualitas tinggi dengan fasilitas teknologi canggih.

GET SOCIAL

Rumah Sakit

  • Ciputra Hospital – CitraRaya Tangerang
    Cari Dokter Tangerang
  • Ciputra Hospital – CitraGarden City Jakarta
    Cari Dokter Jakarta
  • Ciputra Mitra Hospital Banjarmasin
    Cari Dokter Banjarmasin
  • Ciputra Hospital Surabaya
    Cari Dokter Surabaya

Klinik

  • Ciputra Medical Center
    Kesehatan Umum
    Cari Dokter di Mega Kuningan
  • Ciputra SMG Eye Clinic
    Klinik Mata · Lasik & Katarak
    Cari Dokter di Lotte Kuningan
    Cari Dokter di PIM Pondok Indah
    Cari Dokter di Surabaya
  • C Derma
    Kulit & Estetika
    Cari Dokter di Lotte Kuningan
    Cari Dokter di PIM Pondok Indah
  • Ciputra IVF
    Fertilitas & Bayi Tabung
    Cari Dokter di CitraGarden City
    Cari Dokter di Lotte Kuningan
  • Ciputra Cardiac Center
    Pusat Jantung
    Cari Dokter Jantung

Hubungi Kami

WhatsApp Kami Karir / Lowongan

© 2026 PT Ciputra Health. All rights reserved.

  • Kebijakan Privasi
  • Syarat & Ketentuan
  • Direktori Dokter