Buat janji Ciputra HospitalWhatsapp Ciputra Hospital

Rumah Sakit Terbaik Berstandarisasi Internasional | Ciputra Hospital

  • Beranda
  • Rumah Sakit
    • CitraRaya Tangerang
    • CitraGarden City Jakarta
    • Ciputra Mitra Hospital Banjarmasin
    • Ciputra Hospital Surabaya
  • Cari Dokter
  • Center of Excellence
  • Artikel
  1. Beranda
  2. ›
  3. Artikel Kesehatan
  4. ›
  5. Apa Itu Radiologi dan Fungsinya untuk Kesehatan?
  • Home
  • Artikel Kesehatan
  • Apa Itu Radiologi dan Fungsinya untuk Kesehatan?
Devi
Kamis, 17 Desember 2020 / Published in Artikel Kesehatan

Apa Itu Radiologi dan Fungsinya untuk Kesehatan?

Radiologi adalah bagian dari ilmu kedokteran yang mempelajari tentang teknologi pencitraan, baik gelombang elektromagnetik maupun gelombang mekanik untuk memindai bagian dalam tubuh manusia. Fungsi radiologi adalah untuk mendeteksi adanya penyakit dalam.

Apa itu radiologi?

CT Scan salah satu alat radiologi yang digunakan untuk pemeriksaan

Ruang radiologi pada umumnya terdiri atas beberapa bagian yang bergantung pada fungsi dan jumlah sarana yang dimiliki oleh unit layanan kesehatan. Beberapa contoh ruang radiologi yang umum di rumah sakit antara lain ruang CT scan, ruang X-ray, ruang USG, hingga ruang MRI.

Daftar Isi

Toggle
  • Mengenal Dokter Radiologi
  • Prosedur Pemeriksaan Radiologi
  • Alat Radiologi
  • Jenis Pemeriksaan Radiologi
    • 1. Radiologi Diagnostik
    • 2. Radiologi Intervensional
    • 3. Kedokteran Nuklir
  • Persiapan Khusus per Pemeriksaan
    • 1. Persiapan CT Scan dengan Kontras
    • 2. Persiapan USG Abdomen dan Kandung Kemih
    • 3. Persiapan MRI
  • Apakah Pemeriksaan Radiologi Aman?
  • FAQ
    • Apakah radiologi aman untuk ibu hamil?
    • Apakah pemeriksaan radiologi perlu rujukan dokter?
    • Berapa lama hasil pemeriksaan radiologi keluar?
    • Berapa biaya pemeriksaan radiologi?
    • Apa perbedaan CT scan dan MRI?
    • Apa perbedaan USG dan rontgen?

Mengenal Dokter Radiologi

Dokter radiologi adalah seorang ahli radiologi atau radiolog. Seorang ahli radiologi adalah dokter umum yang telah menempuh pendidikan spesialis radiologi selama 7 semester, untuk mendapatkan gelar dokter spesialis radiologi (Sp.Rad).

Dokter radiologi akan membantu pasien dalam melakukan pemeriksaan dengan tujuan melihat apakah ada masalah kesehatan dalam tubuh pasien, agar dapat segera ditegakkan diagnosanya dan dapat diarahkan pada pengobatan yang dibutuhkan oleh pasien.

Peran ahli radiologi sangat penting dalam sektor kesehatan, karena keahliannya dibutuhkan untuk memberikan bantuan kepada pasien, apabila ada masalah-masalah kesehatan atau kondisi medis lainnya yang berkaitan dengan pembedahan, kebidanan, perawatan pada penyakit kanker, pengobatan darurat, penyakit menular dan banyak yang lainnya.

Baca juga: Skrining Tes untuk Mendeteksi Kanker Paru-Paru

Prosedur Pemeriksaan Radiologi

Pemeriksaan radiologi pada pasien dengan memperhatikan beberapa hal sebagai berikut:

  • Saat pemeriksaan pasien perlu membawa laporan dan info medis yang terkait dengan kondisi pasien, serta jangan lupa surat pengantar pemeriksaan radiologi dari dokter.
  • Informasikan kondisi pasien pada dokter, jika pasien sedang mengalami kondisi medis lainnya atau mungkin sedang hamil. Agar ahli radiologi dapat menyesuaikan langkah yang tepat untuk pemeriksaan pasien.
  • Saat pemeriksaan, pasien perlu memakai pakaian yang nyaman dan longgar, agar saat pemeriksaan radiologi baju mudah untuk dibuka. Walau begitu, pasien tidak perlu khawatir karena beberapa rumah sakit akan menyediakan baju ganti khusus dalam pemeriksaan ini.
  • Selanjutnya, pasien perlu melepaskan benda-benda yang menempel pada tubuhnya seperti jam tangan, kacamata, perhiasan. Hal ini karena benda-benda tersebut mengandung logam. Oleh karena itu, pastikan sebelum pemeriksaan, pasien sudah melepaskan benda-benda bermuatan logam yang menempel di tubuhnya.
  • Pastikan beberapa jam sebelum jadwal pemeriksaan, pasien tidak mengonsumsi makanan atau minuman sebelumnya, hal ini dapat didiskusikan pula dengan dokter yang bersangkutan.
  • Persiapan lainnya dapat pasien konsultasikan dengan dokter. Sebab pemeriksaan yang berbeda, dapat pula memiliki persiapan dan persyaratan yang berbeda.

Baca juga: Cara Mendeteksi Kista Ovarium

Alat Radiologi

Alat yang digunakan untuk pemeriksaan banyak dikenal adalah rontgen menggunakan sinar X, CT scan, USG atau ultrasonografi, MRI dan pemeriksaan nuklir. Pemeriksaan radiologi punya fungsinya masing-masing dalam mendeteksi penyakit seperti berikut ini:

  • Rontgen sinar X: Kelainan pada paru-paru seperti pneumonia, bronkitis, kanker paru dan kelainan paru sejenisnya.
  • CT Scan: Pemeriksaan detail pada kepala, dada, perut, dan tulang, misalnya stroke, tumor, perdarahan dalam, cedera organ, hingga patah tulang kompleks.
  • USG (ultrasonografi): Pemeriksaan organ perut (hati, ginjal, kandung empedu), kehamilan, serta evaluasi pembuluh darah; untuk evaluasi jantung digunakan ekokardiografi (jenis USG khusus jantung).
  • MRI: Kelainan pada saraf dan otak seperti stroke, tumor, pendarahan otak, meningitis, dan lain sebagainya.

Baca juga: Pemeriksaan Ginekologi: Fungsi dan Jenisnya

Walau begitu, tidak semua penyakit langsung mendapatkan pemeriksaan. Hanya dokter yang berhak memutuskan apakah perlu pemeriksaan radiologi lanjutan, sehingga penting bagi pasien untuk berkonsultasi terlebih dahulu.

Jenis Pemeriksaan Radiologi

Pemeriksaan radiologi terbagi menjadi beberapa jenis berdasarkan tujuan dan teknologi yang digunakan. Setiap metode memiliki fungsi yang berbeda untuk membantu dokter menegakkan diagnosis maupun melakukan tindakan medis tertentu.

1. Radiologi Diagnostik

Radiologi diagnostik digunakan untuk membantu melihat kondisi organ, tulang, maupun jaringan di dalam tubuh. Jenis pemeriksaan yang termasuk radiologi diagnostik antara lain rontgen, CT scan, MRI, mamografi, dan USG.

Rontgen umumnya digunakan untuk melihat kondisi tulang dan paru-paru, sedangkan CT scan menghasilkan gambar organ tubuh secara lebih detail. MRI lebih sering digunakan untuk memeriksa jaringan lunak, saraf, dan otak, sementara USG memanfaatkan gelombang suara untuk melihat organ tubuh tanpa paparan radiasi.

2. Radiologi Intervensional

Radiologi intervensional merupakan prosedur medis yang menggunakan bantuan pencitraan radiologi untuk membantu tindakan tertentu. Metode ini biasanya digunakan sebagai alternatif tindakan bedah yang lebih minimal invasif.

Contoh tindakan radiologi intervensional meliputi angiografi, pemasangan kateter, biopsi dengan panduan pencitraan, hingga embolisasi pembuluh darah. Prosedur ini membantu dokter melakukan tindakan dengan lebih akurat dan risiko luka yang lebih kecil.

3. Kedokteran Nuklir

Kedokteran nuklir adalah cabang radiologi yang menggunakan zat radioaktif dalam jumlah kecil untuk membantu mendeteksi penyakit tertentu. Pemeriksaan ini dapat membantu menilai fungsi organ sekaligus mendeteksi kelainan pada tahap awal.

Salah satu contoh pemeriksaan kedokteran nuklir adalah PET scan yang sering digunakan untuk membantu mendeteksi kanker, gangguan jantung, maupun kelainan saraf. Pemeriksaan dilakukan dengan memasukkan radiofarmaka ke dalam tubuh sebelum proses pencitraan dilakukan.

Persiapan Khusus per Pemeriksaan

Beberapa pemeriksaan radiologi memerlukan persiapan khusus agar hasil yang diperoleh lebih akurat. Jenis persiapan biasanya disesuaikan dengan metode pemeriksaan dan area tubuh yang akan diperiksa.

1. Persiapan CT Scan dengan Kontras

Pasien yang menjalani CT scan abdomen dengan kontras umumnya diminta berpuasa selama beberapa jam sebelum pemeriksaan. Hal ini bertujuan untuk membantu menghasilkan gambar organ yang lebih jelas dan mengurangi risiko mual setelah pemberian kontras.

Dokter juga biasanya akan menanyakan riwayat alergi, penyakit ginjal, atau penggunaan obat tertentu sebelum pemeriksaan dilakukan. Pasien dianjurkan minum cukup air setelah prosedur untuk membantu mengeluarkan zat kontras dari tubuh.

2. Persiapan USG Abdomen dan Kandung Kemih

Pada pemeriksaan USG abdomen, pasien biasanya diminta berpuasa sekitar 6–8 jam sebelum tindakan dilakukan. Tujuannya agar organ dalam perut dapat terlihat lebih jelas selama pemeriksaan.

Sementara itu, USG kandung kemih umumnya mengharuskan pasien minum air putih dan menahan buang air kecil sebelum pemeriksaan. Kandung kemih yang penuh membantu dokter melihat struktur organ dengan lebih optimal.

3. Persiapan MRI

Sebelum menjalani MRI, pasien perlu melepas benda berbahan logam seperti perhiasan, jam tangan, atau alat elektronik. Hal ini karena MRI menggunakan medan magnet yang kuat selama proses pemeriksaan.

Pasien juga perlu memberi tahu dokter apabila memiliki implan logam, pacemaker, atau riwayat operasi tertentu. Pada beberapa kasus, MRI dengan kontras mungkin memerlukan pemeriksaan fungsi ginjal terlebih dahulu.

Apakah Pemeriksaan Radiologi Aman?

Pemeriksaan radiologi umumnya aman dilakukan apabila sesuai indikasi dan dilakukan di bawah pengawasan tenaga medis profesional. Dokter akan mempertimbangkan manfaat dan risiko sebelum merekomendasikan pemeriksaan tertentu.

Paparan radiasi pada pemeriksaan seperti rontgen dan CT scan biasanya berada dalam batas aman medis. Namun, penggunaan radiasi tetap disesuaikan dengan kondisi pasien untuk meminimalkan risiko paparan berlebih.

Penggunaan zat kontras juga dapat menimbulkan efek samping pada sebagian orang, terutama yang memiliki riwayat alergi atau gangguan ginjal. Oleh karena itu, pasien perlu memberi tahu kondisi kesehatan yang dimiliki sebelum pemeriksaan dilakukan.

MRI tidak menggunakan radiasi, tetapi tidak selalu aman bagi pasien dengan alat logam tertentu di dalam tubuh. Pada ibu hamil, pemeriksaan radiologi akan dipertimbangkan secara hati-hati dan hanya dilakukan bila manfaatnya lebih besar dibanding risikonya.

FAQ

Apakah radiologi aman untuk ibu hamil?

Beberapa pemeriksaan radiologi yang menggunakan radiasi biasanya dihindari selama kehamilan, terutama pada trimester pertama. Namun, dokter dapat mempertimbangkan pemeriksaan tertentu apabila manfaatnya lebih besar daripada risikonya.

Apakah pemeriksaan radiologi perlu rujukan dokter?

Sebagian besar pemeriksaan radiologi memerlukan rujukan dokter agar jenis pemeriksaan yang dilakukan sesuai dengan kondisi pasien. Konsultasi dokter juga membantu menentukan apakah pemeriksaan memang diperlukan.

Berapa lama hasil pemeriksaan radiologi keluar?

Waktu keluarnya hasil radiologi dapat berbeda tergantung jenis pemeriksaan dan tingkat kesulitannya. Pada umumnya, hasil dapat diperoleh dalam beberapa jam hingga beberapa hari setelah pemeriksaan dilakukan.

Berapa biaya pemeriksaan radiologi?

Biaya pemeriksaan radiologi bervariasi tergantung jenis tindakan, penggunaan kontras, serta fasilitas kesehatan tempat pemeriksaan dilakukan. Pemeriksaan sederhana seperti rontgen biasanya lebih terjangkau dibanding CT scan atau MRI.

Apa perbedaan CT scan dan MRI?

CT scan menggunakan sinar-X untuk menghasilkan gambar organ tubuh secara detail dan biasanya lebih cepat dilakukan. Sementara itu, MRI menggunakan medan magnet dan lebih optimal untuk melihat jaringan lunak seperti otot, saraf, dan otak.

Apa perbedaan USG dan rontgen?

USG menggunakan gelombang suara sehingga tidak menimbulkan paparan radiasi. Sedangkan rontgen menggunakan sinar-X dan lebih sering digunakan untuk melihat kondisi tulang maupun paru-paru.

Untuk konsultasi dan jadwal pemeriksaan, Anda dapat buat janji pemeriksaan radiologi di Ciputra Hospital bersama dokter spesialis kami.

Ditinjau secara medis oleh dr. Sylvani Gani, terakhir pada 25 Mei 2026
Diterbitkan 17 Desember 2020
Ditulis oleh Tim Konten Medis
Sumber referensi (2)
  1. Medline Plus Imaging and radiology. Diakses Mei 2026
  2. Better Health X-ray examinations. Diakses Mei 2026

Artikel Terkait

  • Apa itu Fisioterapi dan Fungsinya Bagi Kesehatan Tulang
    Apa itu Fisioterapi dan Fungsinya Bagi Kesehatan Tulangfisioterapi
  • Apa Itu Terapis Wicara
    Apa Itu Terapis Wicara?terapi wicara
  • cara mengobati carpal tunnel syndrome
    5 Cara Efektif Mengobati Carpal Tunnel Syndrome (CTS)Gangguan Penyakit
Tagged under: Tindakan Medis

Artikel Terkait

  • Apa itu Fisioterapi dan Fungsinya Bagi Kesehatan Tulang
    Apa itu Fisioterapi dan Fungsinya Bagi Kesehatan Tulangfisioterapi
  • Apa Itu Terapis Wicara
    Apa Itu Terapis Wicara?terapi wicara
  • cara mengobati carpal tunnel syndrome
    5 Cara Efektif Mengobati Carpal Tunnel Syndrome (CTS)Gangguan Penyakit

Ciputra Hospital

Ciputra Hospital menyediakan layanan kesehatan berkualitas tinggi dengan fasilitas teknologi canggih.

Unit Rumah Sakit:

Ciputra Hospital – CitraRaya Tangerang
Ciputra Hospital – CitraGarden City Jakarta
Ciputra Mitra Hospital Banjarmasin
Ciputra Hospital Surabaya

Unit Klinik:

Ciputra Medical Center
Ciputra SMG Eye Clinic
C Derma
Ciputra IVF

Karir / Lowongan

  • GET SOCIAL

© 2025 All rights reserved. Ciputra Hospital

TOP
Rumah Sakit Terbaik Berstandarisasi Internasional | Ciputra Hospital

Ciputra Hospital menyediakan layanan kesehatan berkualitas tinggi dengan fasilitas teknologi canggih.

GET SOCIAL

Rumah Sakit

  • Ciputra Hospital – CitraRaya Tangerang
    Cari Dokter Tangerang
  • Ciputra Hospital – CitraGarden City Jakarta
    Cari Dokter Jakarta
  • Ciputra Mitra Hospital Banjarmasin
    Cari Dokter Banjarmasin
  • Ciputra Hospital Surabaya
    Cari Dokter Surabaya

Klinik

  • Ciputra Medical Center
    Kesehatan Umum
    Cari Dokter di Mega Kuningan
  • Ciputra SMG Eye Clinic
    Klinik Mata · Lasik & Katarak
    Cari Dokter di Lotte Kuningan
    Cari Dokter di PIM Pondok Indah
    Cari Dokter di Surabaya
  • C Derma
    Kulit & Estetika
    Cari Dokter di Lotte Kuningan
    Cari Dokter di PIM Pondok Indah
  • Ciputra IVF
    Fertilitas & Bayi Tabung
    Cari Dokter di CitraGarden City
    Cari Dokter di Lotte Kuningan
  • Ciputra Cardiac Center
    Pusat Jantung
    Cari Dokter Jantung

Hubungi Kami

WhatsApp Kami Karir / Lowongan

© 2026 PT Ciputra Health. All rights reserved.

  • Kebijakan Privasi
  • Syarat & Ketentuan
  • Direktori Dokter