Ditulis oleh Tim Konten Medis
Penyebab benjolan di bawah dagu bisa terjadi karena penyakit gondokan, pembengkakan kelenjar getah bening atau kelenjar air liur, kista, hingga pertanda kanker. Cara mengatasi yang umum adalah dengan konsumsi vitamin, banyak minum air putih, hingga konsumsi obat tertentu tergantung penyakitnya.

Gondok adalah pembesaran kelenjar tiroid.
Benjolan di bawah dagu bisa berbahaya atau tidak, tergantung penyebabnya sehingga penting untuk memperhatikannya dengan baik. Umumnya benjolan dapat hilang dalam beberapa hari hingga beberapa minggu, terutama jika karena infeksi ringan atau pembengkakan kelenjar getah bening.
Namun, benjolan perlu Anda waspadai jika terus membesar, terasa sangat keras, atau tidak hilang setelah beberapa minggu. Ciri berbahaya lainnya termasuk benjolan muncul nyeri hebat, demam tinggi, atau perubahan pada kulit di sekitarnya seperti kemerahan yang makin meluas.
Penyebab Benjolan di Bawah Dagu
Benjolan di bawah dagu karena berbagai kondisi medis yang berbeda. Berikut penjelasan lebih lengkapnya:
1. Jerawat
Jerawat adalah kondisi kulit umum yang dapat muncul di area bawah dagu. Kondisi ini terjadi ketika folikel rambut tersumbat oleh minyak, bakteri, dan sel kulit mati.
Penyumbatan tersebut dapat menyebabkan peradangan dan membentuk benjolan merah atau bernanah. Faktor seperti hormon, keturunan, dan kebersihan kulit turut memengaruhi munculnya jerawat.
Jerawat biasanya tidak berbahaya, tetapi dapat menimbulkan rasa tidak nyaman dan mengganggu penampilan. Pengobatan sederhana seperti menjaga kebersihan kulit dapat membantu meredakannya.
Baca Juga: Bagaimana Cara Menghilangkan Benjolan di Selangkangan?
2. Lipoma
Lipoma adalah benjolan yang terbentuk dari jaringan lemak di bawah kulit. Benjolan ini biasanya terasa lembut dan dapat bergerak saat Anda sentuh.
Lipoma bersifat jinak dan jarang berkembang menjadi kanker, sehingga umumnya tidak menimbulkan rasa sakit. Namun, pemeriksaan dokter tetap perlu untuk memastikan diagnosis yang tepat.
Dalam beberapa kasus, lipoma dapat terangkat jika ukurannya mengganggu atau menimbulkan ketidaknyamanan. Prosedur pengangkatan biasanya sederhana dan berdasarkan rekomendasi dokter.
3. Gondok
Gondok terjadi ketika kelenjar tiroid membesar secara tidak normal dan menimbulkan benjolan di area leher atau bawah dagu. Kelenjar tiroid berperan penting dalam mengatur hormon yang mengendalikan metabolisme tubuh.
Pembesaran kelenjar tiroid bisa karena adanya kekurangan yodium, penyakit autoimun, atau gangguan tiroid lainnya. Kondisi ini perlu Anda tangani karena bisa menjadi tanda masalah tiroid yang lebih serius.
Pemeriksaan dokter diperlukan untuk mengetahui penyebab pembesaran tersebut. Penanganan biasanya sesuai dengan kondisi kelenjar tiroid masing-masing pasien.
4. Pembengkakan Kelenjar Air Liur
Kelenjar air liur dapat membengkak akibat infeksi atau penyumbatan yang menghambat aliran air liur. Kondisi ini dapat menimbulkan benjolan di bawah dagu yang terasa nyeri.
Kelenjar air liur berfungsi menghasilkan air liur untuk membantu proses pencernaan dan menjaga kesehatan mulut. Jika kelenjar mengalami gangguan, benjolan dapat muncul dan memerlukan perawatan medis.
Pembengkakan dapat disebabkan oleh infeksi bakteri, virus, atau gangguan seperti Sjogren’s syndrome. Pengobatan biasanya disesuaikan dengan penyebab dan tingkat keparahan kondisi.
5. Pembengkakan Kelenjar Getah Bening
Pembengkakan kelenjar getah bening merupakan penyebab umum munculnya benjolan di bawah dagu. Kelenjar ini membantu tubuh melawan infeksi dan penyakit.
Ketika tubuh mengalami infeksi, kelenjar getah bening akan membesar sebagai respons alami. Infeksi tenggorokan, gigi, atau kulit dapat menyebabkan pembengkakan tersebut.
Benjolan biasanya terasa lunak dan sedikit nyeri, serta akan mengecil setelah infeksi sembuh. Jika benjolan bertahan lama, pemeriksaan medis perlu untuk memastikan penyebabnya.
6. Fibroma
Fibroma adalah benjolan dari jaringan ikat yang tumbuh di bawah kulit atau di dalam mulut. Pertumbuhan ini bersifat jinak dan biasanya tidak berbahaya.
Fibroma di bawah dagu dapat terasa keras atau padat, tetapi umumnya tumbuh perlahan. Penyebabnya bisa karena iritasi kronis atau trauma pada jaringan.
Meskipun biasanya tidak menimbulkan masalah, fibroma besar dapat terangkat melalui prosedur bedah sederhana. Dokter akan menentukan tindakan yang perlu berdasarkan kondisi pasien.
Baca Juga: Benjolan Kanker Payudara Letaknya Dimana? Kenali Cirinya
7. Kista
Kista adalah kantong berisi cairan yang dapat muncul di berbagai bagian tubuh, termasuk di bawah dagu. Kondisi ini dapat terjadi akibat penyumbatan folikel rambut atau kelenjar minyak.
Kista bisa bersifat jinak, tetapi dapat menimbulkan keluhan jika terinfeksi atau meradang. Rasa nyeri atau perubahan bentuk benjolan dapat menjadi tanda peradangan.
Perawatan akan sesuai dengan ukuran dan gejala yang pasien rasakan. Dalam beberapa kasus, kista perlu dikeringkan atau diangkat oleh tenaga medis.
8. Kanker
Benjolan di bawah dagu juga bisa menjadi tanda kanker, terutama kanker kelenjar getah bening atau kanker mulut. Benjolan yang keras, membesar, dan tidak hilang dapat menjadi gejala awal.
Kanker mulut dapat menyebabkan benjolan pada jaringan di dalam mulut atau daerah sekitarnya. Pemeriksaan medis diperlukan jika benjolan tidak membaik dalam waktu lama atau disertai gejala lain.
Gejala pendukung seperti nyeri, perubahan warna kulit, atau perubahan tekstur pada kulit perlu diwaspadai. Evaluasi dokter sangat penting untuk menentukan penyebab pasti benjolan tersebut.
9. Abses Gigi
Abses gigi adalah infeksi pada gigi atau gusi yang membentuk kantong nanah. Kondisi ini dapat menyebabkan pembengkakan hingga ke bawah dagu.
Abses gigi biasanya disertai rasa sakit yang kuat dan membutuhkan penanganan medis segera. Jika tidak diobati, infeksi dapat menyebar ke jaringan di sekitarnya.
Dokter gigi akan memberikan perawatan untuk mengatasi infeksi dan mengurangi pembengkakan. Penanganan yang cepat membantu mencegah komplikasi yang lebih serius.
10. Radang Amandel
Radang amandel terjadi ketika amandel membesar akibat infeksi bakteri atau virus. Pembesaran ini dapat memunculkan benjolan di leher atau bawah dagu.
Gejala lain yang biasanya muncul adalah sakit tenggorokan, kesulitan menelan, dan demam. Kondisi ini umumnya memerlukan pemeriksaan dokter untuk menentukan pengobatan yang tepat.
Perawatan dapat berupa obat antibiotik jika disebabkan bakteri atau pengobatan suportif jika berasal dari infeksi virus. Pemantauan gejala penting dilakukan untuk mencegah komplikasi.
Kapan Harus ke Dokter
Benjolan di bawah dagu biasanya bisa hilang sendiri, terutama jika penyebabnya adalah infeksi yang membaik setelah diobati. Namun, penting untuk memperhatikan perubahan benjolan agar tidak terlambat mendapatkan penanganan.
Kapan harus ke dokter:
- Benjolan muncul tanpa sebab yang jelas.
- Benjolan semakin membesar.
- Benjolan tidak hilang setelah dua minggu.
- Benjolan terasa keras atau tidak bisa digerakkan.
- Benjolan disertai penurunan berat badan tanpa sebab, demam, atau keringat malam.
Segera cari bantuan medis jika:
- Anda kesulitan bernapas.
- Anda kesulitan menelan.
Baca Juga: Waspadai Penyebab Benjolan di Anus dan Cara Mengatasinya
Penting untuk Anda ingat bahwa benjolan di bawah dagu tidak selalu merupakan tanda kanker atau masalah serius. Namun, jika Anda memiliki benjolan yang bertahan atau memunculkan gejala seperti nyeri, perubahan ukuran, atau perubahan warna, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter.
Anda bisa kunjungi Ciputra Hospital dan cek informasi lengkap mengenai layanan Ciputra Hospital, mulai dari rawat jalan hingga Medical Check Up (MCU) hanya di situs resmi atau kunjungi langsung fasilitas terdekat sekarang juga.
Telah direview oleh dr. Caesilia
Source:
- Healthline. What’s Causing This Lump Under My Chin?. Desember 2025.
- Medical News Today. What Causes a Lump Under The Chin?. Desember 2025.



