Ditulis oleh Tim Konten Medis
Faktor penyebab kanker usus meliputi faktor usia, berat badan berlebih, kadar gula darah tinggi, dan mengidap penyakit radang usus. Kanker usus dapat menimbulkan sejumlah gejala, seperti perubahan kebiasaan buang air besar, pendarahan rektal atau darah dalam feses, dan rasa tidak nyaman di area perut.

Pengidap obesitas berisiko terkena kanker usus.
Kanker usus adalah kondisi ketika tubuh mengalami pertumbuhan sel-sel abnormal di bagian usus besar. Sebagian besar penderita kanker usus besar dapat sembuh dengan perawatan medis.
Operasi bedah menjadi salah satu prosedur yang dapat meningkatkan angka kesembuhan sekitar 50 persen pada pasien. Memiliki berat badan berlebih atau mengidap diabetes dapat memicu terjadinya kanker usus.
Faktor Penyebab Kanker Usus
Meski belum diketahui secara pasti mengenai apa yang menyebabkan kanker usus. Ada beberapa faktor risiko yang dapat meningkatkan peluang Anda terkena kanker usus.
Beberapa faktor penyebab kanker usus antara lain:
1. Usia yang Lebih Tua
Kebanyakan orang menderita kanker usus adalah mereka yang berusia 50 tahun ke atas. Namun, mereka yang memiliki usia di bawah 50 tahun juga memiliki kemungkinan untuk terkena kanker usus.
Selain itu, kanker usus juga sering menyerang pria daripada wanita. Meski demikian, orang yang berusia 50 tahun ke atas bukan berarti Anda akan terkena kanker usus.
Baca Juga: Mengenal Penyakit Sindrom Iritasi Usus Besar
2. Mengidap Sindrom yang Diturunkan
Sindrom bawaan berkaitan dengan kanker kolorektal. Sekitar 5 persen penderita dapat mengalami kondisi ini akibat perubahan gen yang diwariskan oleh orang tua.
Adapun beberapa sindrom yang dapat meningkatkan risiko kanker usus, di antaranya:
- Sindrom Lynch: Termasuk sindrom kanker kolorektal turunan yang paling umum.
- Sindrom Gardner: Jenis sindrom yang menyebabkan tumor nonkanker pada kulit, jaringan lunak, dan tulang.
- Fibrosis kistik: Kondisi bawaan di mana sel-sel tubuh menghasilkan lendir yang lebih kental dan lengket dari biasanya.
- Sindrom Peutz-Jeghers: Orang dengan kondisi ini cenderung memiliki bintik-bintik di sekitar mulut, terkadang di tangan atau kaki.
3. Mengalami Obesitas
Orang yang mengalami obesitas memiliki peningkatan risiko menderita kanker usus lebih besar daripada mereka yang memiliki berat badan ideal. Penelitian membuktikan bahwa pengidap obesitas cenderung berisiko tinggi terkena kanker usus sebelum usia 50 tahun.
Hal ini bisa terjadi karena obesitas membuat kadar insulin dalam tubuh meningkat. Akibatnya, tubuh dapat mengalami pertumbuhan sel-sel kanker.
Selain itu, risiko kematian akibat kanker usus juga meningkat daripada orang yang memiliki berat badan normal.
4. Menderita Penyakit Diabetes
Seseorang yang menderita penyakit tertentu, seperti gangguan diabetes rentan terhadap risiko kanker usus. Kondisi ini bisa terjadi karena tingginya kadar insulin dalam tubuh yang memicu pertumbuhan sel-sel kanker.
Selain itu, gula darah tinggi yang terjadi pada penderita diabetes juga dapat meningkatkan peradangan yang membuat tubuh lebih rentan terkena kanker.
5. Polip Pada Usus
Polip pada usus adalah kondisi abnormal yang terjadi di lapisan usus. Kanker usus dapat berkembang dari polip yang tumbuh di usus. Beberapa polip dapat tumbuh menjadi kanker usus yang ganas jika tidak segera dilakukan perawatan lebih awal.
Umumnya, kanker usus berkembang dari polip adenoma. Kondisi ini dapat berupa seperti lapisan usus yang sehat dengan bentuk seperti daun, menonjol, atau datar.
Semakin banyak polip di dalam usus, maka risiko terkena kanker juga semakin meningkat. Jika sudah demikian, perawatan secara intens harus segera dilakukan agar berkembang menjadi kanker usus.
Baca Juga: 9 Jenis Makanan yang Membuat Radang Usus
6. Penyakit Radang Usus
Penyakit radang usus kronis, seperti kolitis ulserativa dan kolitis Crohn adalah kondisi dimana lapisan usus mengalami peradangan atau inflamasi. Orang dengan penyakit tersebut dan yang tidak mendapatkan perawatan dokter akan mengembangkan lebih besar risiko terkena kanker usus.
7. Riwayat Keluarga Dengan Kanker Usus
Penelitian membuktikan bahwa orang yang memiliki riwayat keluarga dengan kanker usus. Bahkan, sekitar 5-10 persen kanker usus disebabkan oleh genetik.
Jika Anda memiliki anggota keluarga dengan penyakit kanker usus atau polip, risiko mengalami kanker usus juga cenderung naik. Namun, tidak semua orang dengan riwayat keluarga dengan kanker usus juga akan mengalami penyakit tersebut. Melakukan tes genetik adalah kunci untuk mengetahui kondisi kesehatan sepenuhnya.
8. Menjaga Pola Makan Sehat
Kanker usus berkaitan dengan pola makan yang tidak sehat, seperti rendah serat dan tinggi lemak atau kalori. Makanan tinggi lemak meliputi daging sapi, daging babi, atau daging domba.
Terdapat studi yang melaporkan bahwa terdapat peningkatan risiko kanker usus pada orang yang makan makanan tinggi daging merah atau daging olahan. Oleh karena itu, membatasi konsumsi daging merah atau daging olahan dapat menurunkan risiko terkena kanker usus.
9. Rutin Berolahraga
Terdapat studi yang melaporkan bahwa orang yang jarang berolahraga mengalami peningkatan risiko terkena kanker usus. Anda bisa melakukan olahraga dengan intensitas ringan hingga sedang.
Misalnya, bersepeda, jogging, atau berenang. Pastikan untuk melakukan aktivitas ini secara rutin agar memperoleh manfaatnya secara optimal.
10. Hindari Rokok dan Alkohol
Kebiasaan merokok dan mengkonsumsi alkohol dapat menyebabkan berbagai penyakit, termasuk kanker usus. Adanya zat karsinogen dalam rokok memicu berkembangnya sel kanker apabila dilakukan dalam jangka panjang.
Begitu juga dengan alkohol yang dikonsumsi secara terus menerus juga dapat meningkatkan risiko terkena kanker usus. Memiliki gaya hidup sehat dengan tidak merokok atau mengonsumsi alkohol dapat mengurangi risiko tersebut.
Jika Anda menyadari gejala kanker usus, seperti diare, sembelit, atau perut kembung yang tidak kunjung sembuh dalam waktu lama, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter. Anda bisa kunjungi rumah sakit Ciputra Hospital terdekat untuk konsultasi kesehatan.
Yuk, jaga kesehatan tubuh dengan rutin melakukan medical check up di Ciputra Hospital. Anda juga bisa konsultasi dan buat janji dengan dokter di Ciputra Hospital terdekat.
Cek layanan rumah sakit Ciputra Hospital mulai dari rawat jalan hingga Medical Check Up (MCU) selengkapnya sekarang juga.
Telah direview oleh dr. Pusparina Oeniasih
Source:
- American Cancer Society. What Is Colorectal Cancer?. Februari 2025.
- Healthline. Everything You Need to Know about Colon Cancer (Colorectal Cancer). Februari 2025.
- Mayo Clinic. Colon Cancer. Februari 2025.
- The University of Texas: MD Anderson Cancer Center. Is Colon Cancer Curable?. Februari 2025.