Ditulis oleh Tim Konten Medis
Tambal gigi dapat dilakukan dalam dua prosedur, yaitu tambal gigi sementara dan tambal gigi permanen. Untuk menentukannya, Anda perlu melakukan konsultasi dengan dokter. Simak ulasan lengkap dalam artikel berikut.
Perawatan menambal gigi biasanya dilakukan dalam satu kali kunjungan ke dokter.
Baca Juga: Penyebab Gigi Berlubang dan Perawatannya
Tambal Gigi
Tambal gigi adalah perawatan yang dilakukan untuk memperbaiki gigi rusak atau gigi berlubang. Tambal gigi dilakukan dengan prosedur memasukkan bahan tambalan ke bagian gigi yang rusak atau berlubang. Tambal gigi akan mengembalikan bentuk dan kondisi gigi seperti semula. Alhasil, gigi dapat bekerja dan berfungsi secara normal. Namun sebaliknya, jika gigi yang rusak atau berlubang tidak segera ditambal. Maka bisa menyebabkan kerusakan dan lubang yang semakin parah. Jika kerusakan sudah parah, maka Anda diharuskan untuk melakukan pencabutan gigi.
Perawatan menambal gigi biasanya dilakukan dalam satu kali kunjungan ke dokter. Tambal gigi terkadang dapat menyebabkan rasa sakit. Namun, tidak semua orang mengalaminya. Tambal gigi merupakan perawatan yang aman dan tidak menimbulkan dampak buruk pada gigi. Hanya saja, setelah melakukan tambal gigi. Dokter akan menghimbau Anda untuk menghindari mengunyah makanan pada area gigi yang baru ditambal selama kurang lebih 24 jam.
Baca Juga: Mengobati Abses Gigi Ini Langkah-langkahnya
Jenis Tambal Gigi
Jenisnya dapat dibedakan dari bahan yang digunakan. Pemilihan bahan tambal gigi biasanya akan disesuaikan dengan kondisi gigi yang perlu ditambal. Jenis tambal gigi yang dapat dijadikan pilihan meliputi:
- Amalgam
Amalgam adalah bahan tambalan yang terbuat dari campuran beberapa jenis logam dan berwarna perak. Amalgam mengandung merkuri, perak, timah, tembaga dan jenis logam lainnya. Amalgam sering digunakan untuk menambal gigi bagian belakang karena warnanya kurang menarik. Penggunaan amalgam sebagai tambal gigi bisa bertahan setidaknya 10 hingga 15 tahun. Meski demikian saat ini beberapa dokter tidak menganjurkan amalgam sebagai bahan tambalan gigi. Pasalnya amalgam mengandung merkuri yang dapat membahayakan kesehatan tubuh. - Komposit resin
Komposit resin merupakan bahan untuk menambal gigi yang terbuat dari partikel plastik dan kaca halus. Proses penambalan menggunakan komposit resin dilakukan dengan sinar cahaya biru. Sinar biru yang dipancarkan berfungsi untuk mengeraskan partikel komposit resin pada gigi. Penggunaan komposit resin memiliki kelebihan materialnya yang kuat. Selain itu, warna komposit resin akan menyatu dengan warna gigi asli sehingga tampak asli. - Emas
Menambal gigi menggunakan emas akan memadukan emas dengan logam lainnya. Bahan emas dapat bertahan setidaknya 10 hingga 15 tahun. Kelebihan lainnya dari bahan emas adalah tidak menimbulkan korosi. Selain itu, dilihat dari penampilannya, emas dapat memberikan nilai estetika kepada penggunanya. - Porselen
Porselen merupakan bahan menambal gigi populer lainnya. Porselen menjadi populer karena dianggap memiliki tampilan warna yang mirip dengan gigi asli. Selain itu, porselen juga dikenal memiliki kekuatan dan ketahanan yang cukup bagus, sehingga dapat bertahan kurang lebih selama tujuh tahun.
Penting untuk memahami pemilihan bahan menambal gigi harus sesuai dengan petunjuk dokter. Dokter dapat memberikan saran yang tepat sesuai dengan kebutuhan Anda. Pastikan Anda sudah berkonsultasi dengan dokter gigi sebelum melakukan penambalan gigi.
Baca Juga: Gigi dan Gusi Sehat: Bagaimana Cara Merawatnya?
Tambal Gigi Sementara
Tambal gigi sementara diberikan untuk mengatasi masalah pada gigi. Misalnya, untuk meredakan rasa nyeri akibat gigi berlubang atau masalah lain pada gigi. Selain itu, tambalan gigi sementara juga digunakan untuk mencegah semakin luasnya lubang pada gigi.
Menambal gigi sementara akan menggunakan bahan yang lebih lunak. Artinya, tambalan gigi sementara kualitasnya tidak sebaik menambal gigi permanen. Akibatnya, perlindungan yang dihasilkan hanya bersifat sementara. Bagi Anda yang menerima tambalan gigi sementara telah dijadwalkan ulang oleh dokter untuk melakukan kontrol. Fungsinya untuk mengecek efektivitas tambal gigi sementara yang Anda dapatkan.
Jika tambalan gigi sementara sudah tidak sempurna, selanjutnya dokter akan melakukan evaluasi ulang. Gunanya untuk menentukan apakah perlu dilakukan tambalan ulang atau tidak. Selain itu, dokter juga akan menentukan apakah Anda perlu mendapatkan perawatan gigi jenis lain atau tidak. Jadi, jika Anda mendapatkan tambalan gigi sementara. Selalu rutin berkonsultasi dengan dokter yang merawat gigi Anda supaya aman.
Baca Juga: Cara Mengobati Sakit Gigi Secara Alami
Tambal gigi adalah perawatan yang dilakukan untuk memperbaiki gigi rusak atau gigi berlubang.
Tambal Gigi Permanen
Berbeda dengan tambal gigi sementara yang ketahanannya hanya beberapa minggu. Tambal gigi permanen memiliki ketahanan waktu yang cukup lama, bahkan tahunan. Tambal gigi permanen digunakan jika gigi telah mengalami kerusakan yang cukup parah. Misalnya, ukuran lubang yang muncul cukup besar dan menimbulkan rasa nyeri.
Tambalan gigi permanen akan menggunakan bahan yang lebih keras dan memiliki ketahanan lama. Hal tersebut dipilih agar selama penggunaan, tambalan gigi dapat bertahan lama dan berfungsi dengan tepat. Selain itu, warna bahan tambalan gigi permanen dapat disesuaikan dengan warna alami gigi Anda. Jadi, orang lain tidak akan mengetahui bahwa Anda sudah melakukan tambal gigi.
Untuk proses pemasangan tambal gigi permanen biasanya dokter melakukan beberapa tahap. Pertama, dokter melakukan pengecekan pada kondisi gigi Anda, apakah bisa langsung dipasang tambal gigi permanen atau belum. Jika dirasa belum, maka prosedur lainnya seperti perawatan akar gigi, pembersihan jaringan mati dan lainnya harus dilakukan terlebih dahulu. Jika dirasa telah siap, selanjutnya dokter melakukan prosedur tambal gigi permanen. Mengingat tambalan gigi permanen bersifat jangka panjang. Maka Anda tidak perlu sering melakukan konsultasi selama tidak mengalami masalah. Anda hanya perlu rutin melakukan pengecekan kesehatan gigi setidaknya setahun dua kali.
Baca Juga: Serba-Serbi Dokter Gigi.
Apakah Tambal Gigi Sakit?
Bagi beberapa orang, prosedur tambal gigi tidak menimbulkan rasa sakit. Hanya saja, terkadang beberapa orang merasakan sakit setelah melakukan perawatan tambal gigi. Anda tidak perlu khawatir dengan rasa sakit setelah tambal gigi. Hal ini wajar, sebab tambalan sedang beradaptasi dengan kondisi mulut Anda. Jadi, rasa sakit setelah penambalan adalah hal yang normal dan bersifat sementara.
Baca Juga: Bingung Memilih Sikat Gigi Bayi? Baca Dahulu Tips Berikut!
Harga Tambal Gigi
Biaya yang dikeluarkan tiap orang bisa berbeda-beda. Semua tergantung bagaimana kondisi lubang pada gigi yang mengalami masalah. Umumnya, kisaran harga antara Rp 150.000-1.000.000. Pemilihan lokasi dan dokter juga bisa memengaruhi harga yang akan Anda keluarkan. Jadi, pilihlah perawatan sesuai dengan kebutuhan. Menambal gigi bisa membantu mengatasi masalah gigi berlubang. Sebelum melakukannya konsultasikan dengan dokter gigi untuk mencegah masalah di kemudian hari.
Telah direview oleh dr. Sony Prabowo
Source: