Ditulis oleh Tim Konten Medis
Vaksin hepatitis B adalah imunisasi untuk melindungi tubuh dari infeksi virus hepatitis B yang bisa diberikan kepada bayi maupun orang dewasa. Pemberian vaksin dalam 3 dosis dengan jarak minimal 1 bulan antara dosis pertama dan kedua, serta 5 bulan antara dosis kedua dan ketiga.

Vaksin hepatitis B diberikan 2, 3, atau 4 kali.
Hepatitis B adalah penyakit yang menyerang hati. Penyebab hepatitis B karena adanya infeksi virus hepatitis B (HBV). Pada hepatitis B akut (jangka pendek), gejalanya bisa membuat tubuh merasa tidak nyaman, seperti demam, lelah, kehilangan nafsu makan, mual, muntah, hingga penyakit kuning.
Sementara itu, hepatitis B kronis (jangka panjang) bisa menyebabkan masalah yang lebih serius, seperti sirosis hati, kanker hati, bahkan kematian. Untuk mengurangi atau mencegah risiko penularan virus ini, vaksin hepatitis B menjadi langkah pencegahan yang penting.
Lalu, apa itu vaksin hepatitis B dan siapa saja yang bisa mendapatkan vaksin ini? Yuk, simak penjelasan lebih lanjut di bawah ini!
Apa Itu Vaksin Hepatitis B?
Vaksin hepatitis B bertujuan melindungi tubuh dari infeksi virus hepatitis B yang bisa menimbulkan kerusakan serius pada hati. Pemberian vaksin ini dilakukan dalam 2, 3, atau 4 dosis, tergantung pada kebutuhan individu.
Vaksin telah terbukti aman dan efektif, bahkan untuk orang yang berusia di atas 40 tahun, penderita obesitas, perokok, serta mereka yang memiliki masalah kesehatan lainnya. WHO dan CDC merekomendasikan vaksin ini untuk semua bayi yang baru lahir dan anak-anak di bawah usia 18 tahun.
Selain itu, vaksin ini juga untuk orang dewasa dengan diabetes atau mereka yang berisiko tinggi terpapar virus hepatitis B. Vaksin hepatitis B dapat memberikan perlindungan seumur hidup, termasuk mencegah penyakit hati kronis dan kanker hati.
Hal ini karena virus hepatitis B merupakan penyebab utama kanker hati di dunia. Adapun beberapa manfaat vaksin hepatitis B antara lain:
- Melindungi anak dari hepatitis B
- Mencegah penularan hepatitis B karena anak-anak yang terinfeksi seringkali tidak menunjukkan gejala, namun bisa menularkannya.
- Mencegah penyakit hati dan kanker karena penyakit hepatitis B.
Baca Juga: Gejala Hepatitis B Akut dan Kronis
Dosis dan Jadwal Vaksin Hepatitis B
Melansir Kementerian Kesehatan RI (Kemenkes), vaksin hepatitis B dewasa dilakukan sebanyak 3 kali. Jarak minimal antara dosis pertama dan kedua adalah 1 bulan, sedangkan jarak minimal antara dosis kedua dan ketiga adalah 5 bulan.
Pemberian vaksin hepatitis B dapat Anda lakukan tanpa memperhatikan riwayat suntik hepatitis B sebelumnya. Syarat vaksin hepatitis B untuk dewasa adalah tidak memiliki riwayat alergi terhadap kandungan vaksin dan kondisi kesehatan yang mendukung pemberian vaksin.
Vaksin Hepatitis B pada Bayi
Vaksin hepatitis B pada bayi sebaiknya diberikan dalam waktu 24 jam setelah kelahiran dan dilanjutkan dengan dosis-dosis berikutnya. Biasanya, bayi menerima total 3 dosis pada usia 8, 12, dan 16 minggu setelah lahir.
Namun, ada juga jadwal pemberian vaksin yang mencakup 4 dosis, yaitu pada usia 4, 8, 12, dan 16 minggu. Pemberian vaksin ini sangat penting karena infeksi virus hepatitis B pada bayi dapat berdampak serius, terutama jika ibu bayi sudah terinfeksi sebelumnya.
Untuk itu, ibu hamil sebaiknya rutin melakukan tes darah untuk memeriksa infeksi hepatitis B sebagai bagian dari perawatan kehamilan. Bayi yang lahir dari ibu dengan hepatitis B akan melakukan suntikan HBIG (Hepatitis B Immunoglobulin) segera setelah lahir, sebagai tambahan perlindungan selain vaksin hepatitis B.
Setelah itu, pada usia 1 tahun, bayi perlu menjalani tes untuk memastikan apakah mereka terinfeksi virus hepatitis B atau tidak. Jika terbukti terinfeksi, bayi memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami hepatitis B kronis di kemudian hari.
Golongan yang Direkomendasikan untuk Vaksin Hepatitis B
Penerima imunisasi hepatitis B merupakan orang-orang yang memiliki risiko tinggi terinfeksi virus hepatitis B. Ada beberapa kelompok pasti yang direkomendasikan oleh CDC untuk diberikan dosis vaksinasi, yaitu:
- Bayi baru lahir
- Semua anak-anak dengan usia di bawah 19 tahun dan belum pernah vaksin
- Pasangan atau orang-orang yang aktif secara seksual dan memiliki lebih dari 1 pasangan (monogami), baik wanita dan pria atau sesama jenis
- Para pengguna narkoba dengan cara disuntikan
- Seluruh pekerja kesehatan dan keselamatan public yang berisiko terpapar oleh darah
- Penderita penyakit ginjal stadium akhir, pasien pra-dialisis, hemodialisis, dialisis peritoneal, dan dialisis di rumah
- Penghuni dan staf fasilitas untuk penyandang disabilitas perkembangan
- Para pelancong dan keluarga yang berasal dari negara-negara, seperti Asia, Afrika, Amerika Selatan, Kepulauan Pasifik, Eropa Timur, dan Timur Tengah
- Orang dengan hepatitis C, infeksi HIV, dan penderita diabetes pada rentan usia 19-59 tahun
Semua orang memiliki kemungkinan untuk tertular dan menularkan virus hepatitis B. Maka dari itu, penting untuk setiap orang yang sadar akan kesehatan menjadwalkan vaksinasi hepatitis B.
Jumlah pemberian dosis pada setiap orang kemungkinan juga akan berbeda, bisa 2, 3, atau 4 kali. Hal ini perlu untuk dikonsultasikan kepada dokter yang berkaitan.
Efek Samping Vaksin Hepatitis B
Vaksin hepatitis B tergolong aman dan jarang menimbulkan efek samping pada penerimanya. Menurut data dari Hepatitis B Foundation, lebih dari 1 miliar dosis vaksin telah diberikan di seluruh dunia.
Vaksin ini salah satu yang paling aman dan efektif. Selain itu, tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa vaksin ini berkaitan dengan kasus Sudden Infant Death Syndrome (SID), autisme, multiple sclerosis, atau gangguan neurologis lainnya.
Berikut beberapa efek samping yang mungkin terjadi:
- Rasa sakit pada area suntikan
- Bengkak pada area suntikan
- Kemerahan pada area suntikan
Baca Juga: Ini Cara Penularan Hepatitis B ke Tubuh yang Perlu Diwaspadai
Biaya Vaksin Hepatitis B
Harga vaksin hepatitis B bervariasi tergantung pada lokasi dan fasilitas kesehatan tempat Anda melakukan vaksinasi. Secara umum, harga vaksin ini berkisar antara Rp150.000 hingga Rp300.000 per dosis di klinik atau rumah sakit swasta.
Jika Anda melakukan vaksinasi di fasilitas kesehatan pemerintah, harganya mungkin lebih terjangkau. Untuk bayi baru lahir, vaksin hepatitis B umumnya tertanggung oleh BPJS Kesehatan jika Anda lakukan di fasilitas kesehatan yang bekerja sama dengan BPJS.
Namun, untuk vaksinasi pada anak-anak, remaja, atau dewasa tidak tertanggung oleh BPJS dan memerlukan biaya mandiri. Pastikan untuk memeriksa dengan fasilitas kesehatan atau kantor BPJS terkait untuk konfirmasi lebih lanjut.
Sebagai langkah penting untuk melindungi diri dan keluarga dari risiko penyakit hepatitis B, vaksinasi adalah pilihan yang tepat. Vaksin ini tidak hanya memberikan perlindungan terhadap infeksi, tetapi juga mencegah komplikasi serius seperti penyakit hati kronis dan kanker hati.
Baca Juga: 5 Perbedaan Hepatitis B dan C, Mana yang Lebih Bahaya?
Bagi Anda yang ingin melakukan vaksinasi hepatitis B dengan pelayanan profesional dan fasilitas terbaik, Ciputra Hospital bisa menjadi pilihan.
Yuk, jaga kesehatan tubuh dengan rutin melakukan medical check up di Ciputra Hospital. Anda juga bisa konsultasi dan buat janji dengan dokter di Ciputra Hospital terdekat.
Cek layanan rumah sakit Ciputra Hospital mulai dari rawat jalan hingga Medical Check Up (MCU) selengkapnya sekarang juga.
Telah direview oleh dr. Catherine Elizabeth
Source:
- Mayo Clinic Health System. Hepatitis B Vaccine: What to Know to Protect Yourself. Januari 2025.
- Healthline. Hepatitis B Vaccine: All You Need to Know. Januari 2025.