Buat janji Ciputra HospitalWhatsapp Ciputra Hospital

Rumah Sakit Terbaik Berstandarisasi Internasional | Ciputra Hospital

  • Home
  • Rumah Sakit
    • CitraRaya Tangerang
    • CitraGarden City Jakarta
    • Ciputra Mitra Hospital Banjarmasin
    • Ciputra Hospital Surabaya
  • Fasilitas & Layanan
  • Center of Excellence
  • Cari Dokter
  • Artikel
  • Home
  • Artikel Kesehatan
  • Penyakit Skizofrenia: Penyebab, Gejala, & Pengobatan
Defara
Rabu, 17 Desember 2025 / Published in Artikel Kesehatan

Penyakit Skizofrenia: Penyebab, Gejala, & Pengobatan

Ditulis oleh Tim Konten Medis

Skizofrenia adalah gangguan kesehatan mental yang membuat penderitanya mengalami gejala halusinasi, delusi, sulit membedakan realitas, serta perubahan perilaku. Kondisi ini memengaruhi seseorang dalam berpikir, merasa, dan berperilaku di lingkungan sosial.

Skizofrenia

Gangguan skizofrenia sering kali mengalami halusinasi yang yang cukup mengganggu.

Penderita skizofrenia kerap tidak menyadari bahwa dirinya mengalami gangguan kesehatan mental. Kondisi ini dapat menimbulkan gejala yang parah apabila tidak mendapatkan penanganan yang tepat.

Gejalanya cenderung bervariasi, mulai dari ringan hingga berat. Jenis gangguan ini bisa mengganggu aktivitas sehari-hari, termasuk aspek kehidupan pekerjaan, sosial, dan hubungan percintaan.

Daftar Isi

Toggle
  • Apa Itu Skizofrenia?
  • Penyebab Skizofrenia
  • Faktor Risiko Penyebab Skizofrenia
  • Gejala Skizofrenia
    • 1. Halusinasi
    • 2. Delusi
    • 3. Pikiran dan Ucapan Membingungkan
    • 4. Gejala Negatif
  • Komplikasi Skizofrenia
  • Cara Mengatasi Skizofrenia
    • 1. Konsumsi Obat
    • 2. Terapi ECT
    • 3. Terapi CBT
    • 4. Terapi Seni
    • 5. Terapi CRT (Crisis Resolution Team)
    • 6. Perawatan Psikologis
  • Cara Mencegah Skizofrenia
  • Pengobatan Skizofrenia ke Dokter 

Apa Itu Skizofrenia?

Skizofrenia adalah gangguan mental serius yang memengaruhi cara berpikir, merasakan, dan berperilaku. Kondisi ini menimbulkan gejala berupa halusinasi, delusi, pemikiran dan perilaku yang tidak terkendali.

Halusinasi biasanya terjadi ketika seseorang melihat atau mendengar suara-suara. Contoh skizofrenia dengan halusinasi, seperti merasa ada yang menyentuh atau memegang tubuh Anda, padahal tidak ada orang lain di sekitar.

Sementara itu, jenis skizofrenia delusi adalah keyakinan kuat seseorang terhadap hal-hal yang tidak benar. Misalnya, merasa ada orang lain yang sedang mengikuti Anda. Padahal, kenyataannya tidak ada.

Penderita skizofrenia seolah-olah kehilangan kontak dengan kenyataan sehingga mengganggu aktivitas sehari-hari. Dokter atau ahli profesional dapat menangani kondisi ini dengan perawatan psikologis untuk mengurangi gejala yang terjadi pada penderita.

Baca Juga: Hoarding Disorder: Penyebab, Gejala, dan Pengobatan

Penyebab Skizofrenia

Sampai saat ini, penyebab utama skizofrenia belum diketahui secara pasti. Namun, para ahli menduga bahwa kondisi ini terjadi karena adanya berbagai alasan, seperti:

  • Ketidakseimbangan sinyal kimia yang digunakan otak untuk komunikasi antar sel
  • Gangguan perkembangan otak sebelum lahir
  • Hilangnya koneksi antara berbagai area otak

Sementara itu, penyebab skizofrenia kambuh biasanya terjadi akibat tidak mengonsumsi obat-obatan secara teratur. Kondisi ini bisa terjadi bersamaan dengan gejala stres, depresi, dan penyalahgunaan zat.

Faktor Risiko Penyebab Skizofrenia

Adapun sejumlah faktor yang dapat meningkatkan risiko terjadinya skizofrenia, antara lain:

  • Mengalami infeksi dan penyakit autoimun
  • Stres ekstrem dalam jangka waktu lama
  • Orang tua yang melahirkan bayi dalam kondisi tertentu, seperti preeklampsia, malnutrisi, dan kekurangan vitamin D
  • Berat badan bayi lahir rendah
  • Penggunaan narkoba rekreasional dalam jumlah besar dan saat usia dini

Gejala Skizofrenia

Skizofrenia terbagi atas 2 jenis, yaitu gejala positif dan gejala negatif. Anda bisa mengenali gejala positif, seperti halusinasi, delusi, ucapan dan pikiran yang membingungkan.

Sementara itu, gejala negatif dapat muncul dengan adanya perilaku seseorang yang mulai menghindari lingkungan sosial. Berikut penjelasannya:

1. Halusinasi

Halusinasi adalah kondisi ketika seseorang melihat, mendengar, mencium, mengecap, atau merasakan sesuatu yang tidak nyata. Kondisi ini sering terjadi pada penderita, terutama mendengar suara-suara yang tidak tahu keberadaannya.

Pada kebanyakan kasus, halusinasi terasa sangat nyata bagi orang yang mengalaminya, meskipun orang di sekitar tidak dapat mendengar suara atau merasakan sensasinya. Suara ini bisa terasa ramah dan menyenangkan, tetapi lebih sering terdengar kasar, kritis, atau cukup mengganggu.

2. Delusi

Ciri-ciri skizofrenia mulai muncul pada seseorang saat mulai mengalami delusi atau waham. Kondisi ini terjadi ketika seseorang berpegang teguh pada pandangan yang tidak realistis.

Waham bisa muncul secara tiba-tiba atau dapat berkembang selama berminggu-minggu atau hitungan bulan. Sebagai contoh, penderita yang mengalami delusi paranoid mempercayai bahwa dirinya sedang terkena pelecehkan atau teraniaya, padahal sebenarnya tidak.

3. Pikiran dan Ucapan Membingungkan

Penderita skizofrenia kerap mengalami pikiran dan ucapan yang membingungkan. Tanda dan gejalanya meliputi sulit berkonsentrasi, membuat percakapan menjadi sulit, dan mudah merasa bingung.

Kebanyakan orang menganggap pikiran penderita skizofrenia seolah-olah “berkabut” atau “kabur” karena sulit memahaminya dengan baik. Kondisi ini menyebabkan perilaku seseorang menjadi tidak teratur dan sulit memprediksinya

4. Gejala Negatif

Gejala negatif pada penderita skizofrenia sering kali menimbulkan masalah hubungan dengan orang-orang terdekat, seperti teman dan keluarga. Kondisi ini juga terkadang disalahartikan sebagai kemalasan atau kekasaran yang disengaja.

Gejala negatifnya meliputi:

  • Tidak ingin mengurus kebutuhan diri sendiri, seperti tidak peduli terhadap kebersihan
  • Sering menghindari orang lain, termasuk teman
  • Merasa terputus dari perasaan atau emosi

Komplikasi Skizofrenia

Jika tidak mendapatkan pengobatan segera mungkin, skizofrenia dapat menimbulkan masalah serius yang memengaruhi berbagai aspek kehidupan. Kondisi ini mencakup beberapa hal, seperti:

  • Mengalami percobaan dan pikirin untuk mengakhiri diri sendiri
  • Gangguan kecemasan dan obsesif-kompulsif (OCD)
  • Penyalahgunaan obat terlarang dan alkohol
  • Tidak mampu bekerja atau sekolah
  • Memiliki masalah keuangan dan tuna wisma
  • Isolasi diri dari lingkungan sekitar
  • Menjadi korban kejahatan
  • Perilaku agresif atau kekerasan, meskipun begitu penderita lebih mungkin diserang daripada menyerang orang lain

Baca Juga: Gangguan Panik dan Depresi

Cara Mengatasi Skizofrenia

Dengan perawatan yang tepat, skizofrenia dapat terkendalikan sehingga penderitanya tetap bisa menjalani aktivitas sehari-hari. Berikut cara mengatasi skizofrenia untuk membantu menjaga kondisi mental tetap stabil:

1. Konsumsi Obat

Pengobatan utama skizofrenia adalah dengan minum obat secara rutin. Obat ini berfungsi untuk mengurangi gejala seperti mendengar suara, pikiran kacau, dan rasa curiga berlebihan.

Obat yang paling sering dokter berikan adalah obat antipsikotik. Cara kerjanya adalah membantu menyeimbangkan zat kimia di otak supaya pikiran dan emosi lebih terkontrol.

Dokter akan menyesuaikan jenis dan dosis obat sesuai kondisi pasien. Jika muncul efek samping, dokter bisa mengganti obat atau menurunkan dosis agar tetap aman dan nyaman saat pasien konsumsi.

2. Terapi ECT

Terapi ECT biasanya dokter berikan jika obat tidak memberikan hasil yang cukup. Saat ECT, pasien akan tertidur karena efek obat bius.

Setelah itu, rangsangan listrik ringan dokter berikan ke otak untuk membantu memperbaiki kerja otak. Prosedur ini berlangsung singkat dan pasien tidak merasakan sakit.

Terapi ECT juga sering membantu memperbaiki kondisi mental yang sangat berat.

3. Terapi CBT

Terapi CBT membantu pasien mengenali pola pikir yang tidak sesuai kenyataan. Pasien kemudian dokter bimbing untuk mengubah cara berpikir tersebut menjadi lebih logis dan sehat.

Dalam terapi ini, pasien belajar memahami pikiran yang salah, seperti keyakinan yang tidak nyata. Terapis akan membantu pasien agar tidak langsung mempercayai atau mengikuti pikiran tersebut.

Terapi CBT dilakukan secara bertahap dalam beberapa kali pertemuan. Setiap sesi biasanya berlangsung sekitar satu jam dan bisa dirujuk melalui dokter atau tenaga kesehatan.

4. Terapi Seni

Terapi seni membantu pasien menyalurkan perasaan dan pengalaman melalui kegiatan kreatif seperti menggambar atau melukis. Cara ini berguna bagi pasien yang sulit menyampaikan isi pikiran dengan kata-kata.

Terapi ini bisa dilakukan sendiri atau bersama kelompok kecil dengan pendampingan terapis. Pasien tidak dituntut berbicara banyak, cukup mengekspresikan diri lewat aktivitas seni.

Pada beberapa pasien, terapi seni membantu mengurangi rasa hampa dan kurangnya emosi. Aktivitas ini juga bisa membuat pasien lebih rileks dan lebih mudah berinteraksi dengan orang lain.

5. Terapi CRT (Crisis Resolution Team)

Terapi CRT diberikan saat pasien mengalami kondisi kejiwaan yang berat atau mendadak. Tim ini bertugas membantu pasien yang sedang berada dalam situasi krisis.

Tujuan utama CRT adalah memberikan perawatan tanpa harus langsung dirawat di rumah sakit. Pasien dokter upayakan tetap mendapatkan perawatan di lingkungan yang aman dan nyaman.

Perawatan dapat Anda lakukan di rumah atau tempat khusus penanganan krisis. Setelah kondisi membaik, tim akan menyusun rencana lanjutan agar krisis tidak terjadi kembali.

6. Perawatan Psikologis

Setelah gejala membaik, pasien tetap perlu melanjutkan pengobatan dan perawatan psikologis. Perawatan ini penting untuk menjaga kondisi tetap stabil dalam jangka panjang.

Perawatan psikologis membantu pasien mengelola stres dan mengenali tanda awal kekambuhan. Dengan begitu, penanganan bisa dilakukan lebih cepat.

Dukungan berkelanjutan membantu pasien menjalani kehidupan sehari-hari dengan lebih mandiri. Dengan perawatan yang tepat, banyak pasien skizofrenia dapat mengontrol kondisinya dengan baik.

Jenis perawatan psikologis yang dibutuhkan:

  • Terapi individu, untuk membantu pasien mengatur pola pikir dan menghadapi stres.
  • Pelatihan keterampilan sosial, agar pasien lebih percaya diri berkomunikasi dan beraktivitas.
  • Terapi keluarga, untuk membantu keluarga memahami cara mendampingi pasien.
  • Pendampingan kerja, untuk membantu pasien mempersiapkan diri, mendapatkan, dan mempertahankan pekerjaan.

Cara Mencegah Skizofrenia

Tidak ada cara pasti untuk mencegah skizofrenia. Namun, Anda tidak perlu khawatir karena terdapat perawatan medis yang mampu meredakan dan menghentikan gejala agar bertambah parah.

Penderita juga sebaiknya mengonsumsi obat-obatan secara teratur dan sesuai anjuran dokter. Hal ini sangat penting agar terhindar dari gejala kambuh.

Berikut beberapa langkah pencegahan yang bisa Anda lakukan sehari-hari:

  • Hindari penggunaan narkoba dan alkohol: Narkoba dapat merusak fungsi otak dan meningkatkan risiko gangguan mental. Alkohol juga termasuk zat adiktif sehingga sebaiknya batasi atau hindari, terutama pada remaja yang otaknya masih berkembang.
  • Jauhkan diri dari kekerasan dan pengalaman traumatis: Kekerasan fisik atau emosional dapat berdampak besar pada kesehatan jiwa. Jika sedang berada dalam situasi berbahaya atau mengalami trauma, segera cari bantuan ke tenaga kesehatan atau layanan darurat.
  • Pertahankan hubungan sosial yang baik: Berinteraksi dengan keluarga dan teman membantu menjaga kepercayaan diri dan mengurangi rasa kesepian. Dukungan sosial juga dapat menurunkan stres dan membantu menjaga kesehatan mental.
  • Kelola stres dengan cara yang sehat: Stres yang berkepanjangan dapat memperburuk kondisi mental. Mengatur waktu istirahat, melakukan aktivitas yang Amda sukai, dan berbagi cerita dengan orang terpercaya dapat membantu mengendalikan stres.

Baca Juga: Depresi dan Kecemasan: Gangguan Kesehatan Mental yang Perlu Kita Waspadai

Pengobatan Skizofrenia ke Dokter 

Tujuan pengobatan dengan antipsikotik adalah untuk mengelola gejala pada dosis serendah mungkin. Dokter dapat mencoba berbagai jenis dan kombinasi obat sesuai kebutuhan dan kondisi kesehatan penderita. Selain itu, obat lainnya yang bisa meredakan skizofrenia dapat berupa antidepresan, penstabil suasana hati, atau obat anti kecemasan.

Apabila gejala gangguan mental, termasuk sering halusinasi tidak kunjung membaik setelah perawatan rumahan dan bahkan semakin parah, sebaiknya segera berkonsultasi pada dokter. Anda bisa kunjungi rumah sakit Ciputra Hospital terdekat untuk konsultasi kesehatan.

Cek layanan rumah sakit Ciputra Hospital mulai dari rawat jalan hingga Medical Check Up (MCU). Yuk, jaga dan cek kondisi kesehatan Anda sekeluarga bersama Ciputra Hospital!

Telah direview oleh dr. Kenneth

Source:

  • Mayo Clinic. Schizophrenia. Desember 2025.
  • NHS. Symptoms – Schizophrenia. Desember 2025.
  • Very Well Health. What Are the Different Types of Schizophrenia?. Desember 2025.

Diperbarui pada 17 Desember 2025

Artikel Terkait

  • Kesehatan Mental Anak
    Apa Itu Kesehatan Mental Anak? Jenis dan Tips Menjaganya
  • Cara Menghibur Orang Depresi
    10 Cara Menghibur Orang Depresi
  • Anak Depresi karena Orang Tua
    Anak Depresi karena Orangtua, Ini Penyebab dan Gejalanya
  • Apakah Depresi Penyakit Keturunan
    Apakah Depresi Penyakit Keturunan?
  • Tes psikologi depresi
    Inilah Rekomendasi 10 Tes Psikologi Depresi
  • Gangguan Depresi Mayor
    Kenali Gangguan Depresi Mayor
Tagged under: Gangguan Penyakit, Kesehatan Mental

Artikel Terkait

  • Kesehatan Mental Anak
    Apa Itu Kesehatan Mental Anak? Jenis dan Tips Menjaganya
  • Cara Menghibur Orang Depresi
    10 Cara Menghibur Orang Depresi
  • Anak Depresi karena Orang Tua
    Anak Depresi karena Orangtua, Ini Penyebab dan Gejalanya
  • Apakah Depresi Penyakit Keturunan
    Apakah Depresi Penyakit Keturunan?
  • Tes psikologi depresi
    Inilah Rekomendasi 10 Tes Psikologi Depresi
  • Gangguan Depresi Mayor
    Kenali Gangguan Depresi Mayor

Ciputra Hospital

Ciputra Hospital menyediakan layanan kesehatan berkualitas tinggi dengan fasilitas teknologi canggih.

Unit Rumah Sakit:

Ciputra Hospital – CitraRaya Tangerang
Ciputra Hospital – CitraGarden City Jakarta
Ciputra Mitra Hospital Banjarmasin
Ciputra Hospital Surabaya

Unit Klinik:

Ciputra Medical Center
Ciputra SMG Eye Clinic
C Derma
Ciputra IVF

Karir / Lowongan

Lokasi Kami:

CitraRaya – Tangerang
CitraGarden – Jakarta
Banjarmasin
Surabaya

Lowongan

  • GET SOCIAL

© 2025 All rights reserved. Ciputra Hospital

TOP