Ditulis oleh Tim Konten Medis
Ruam popok adalah peradangan pada area kulit bayi yang tertutup popok, seperti bokong, paha, hingga kelamin akibat gesekan, kulit lembap, hingga terpapar urine atau feses yang tidak rutin diganti. Cara mengatasinya bisa dnegan pemberian salep ruam popok khusus bayi, rutin membersihkan area organtin intin bayi setiap hari, hingga menghindari pemicu ruam lainnya, seperti sabun, bedak, atau tisu dengan kandungan kimia yang tidak cocok untuk kulit bayi.

Ruam popok pada bayi biasanya muncul dengan kulit kemerahan, tampak meradang, terasa hangat, hingga membuat bayi menjadi lebih rewel terutama saat popok Anda ganti. Pada beberapa kondisi, ruam juga bisa muncul bintik, kulit mengelupas, atau bahkan luka kecil jika iritasi berlangsung cukup lama dan tidak segera Anda tangani.
Meski terlihat sepele, ruam kulit ini dapat membuat bayi tidak nyaman dan berisiko berkembang menjadi infeksi bila Anda biarkan. Oleh karena itu, pencegahan penting Anda lakukan sejak dini dengan menjaga area popok tetap bersih dan kering, mengganti popok secara rutin, serta menghindari produk yang berpotensi mengiritasi kulit sensitif bayi.
Apa Itu Ruam Popok Bayi?
Ruam popok adalah kondisi iritasi kulit yang muncul di area pantat, paha bagian dalam, hingga sekitar alat kelamin bayi, dengan tanda kemerahan, kulit tampak meradang, dan terkadang terasa hangat saat tersentuh. Kondisi ini umumnya terjadi karena kulit terlalu lama terpapar popok yang basah atau kotor, gesekan popok yang berulang, serta sensitivitas kulit bayi yang masih sangat halus.
Selain itu, ruam popok pada bayi juga bisa karena penggunaan produk tertentu seperti sabun, tisu basah, atau deterjen yang kurang cocok dengan kulitnya. Meski terlihat mengkhawatirkan, keluhan ini biasanya dapat membaik dengan perawatan sederhana di rumah, seperti mengganti popok lebih sering, membiarkan kulit bayi kering secara alami, dan mengoleskan krim pelindung kulit secara rutin.
Baca Juga: 10 Cara Merawat Kulit Bayi yang Tepat agar Tetap Sehat
Jenis Ruam Popok Bayi
Ruam popok dapat muncul dengan ciri dan penyebab yang berbeda-beda, tergantung pada kondisi kulit bayi dan faktor pemicunya. Mengenali jenis ruam popok pada bayi sejak awal membantu orang tua memilih perawatan yang tepat agar iritasi tidak bertambah parah dan kulit bayi bisa pulih lebih cepat.
- Ruam popok iritan. Jenis ini paling sering terjadi akibat kulit bayi terlalu lama lembap karena urin atau feses yang menempel di area popok. Kondisi tersebut membuat lapisan pelindung kulit melemah sehingga mudah mengalami kemerahan dan iritasi.
- Ruam popok jamur (Candida). Ruam ini karena pertumbuhan jamur candida yang sebenarnya sudah ada secara alami di saluran pencernaan bayi. Biasanya muncul sebagai ruam merah cerah yang sulit membaik hanya dengan perawatan biasa.
- Ruam popok akibat bakteri. Pada beberapa kasus, infeksi bakteri seperti stafilokokus atau streptokokus dapat memicu ruam popok. Kulit bisa tampak lebih meradang, berkerak, atau muncul luka kecil sehingga memerlukan perhatian khusus.
- Ruam popok karena reaksi alergi. Bayi dengan kulit sensitif dapat mengalami reaksi alergi terhadap bahan pada popok, tisu basah, atau krim tertentu. Ruam biasanya muncul setelah penggunaan produk baru dan membaik saat pemicunya berhenti.
Penyebab Ruam Popok Bayi
Ruam popok bayi dapat terjadi karena kombinasi antara kondisi kulit yang sensitif dan lingkungan area popok yang lembap serta tertutup hampir sepanjang hari. Jika faktor pemicunya tidak Anda kenali sejak awal, iritasi ringan bisa berkembang menjadi ruam yang lebih parah dan membuat bayi tidak nyaman.
- Popok basah atau kotor terlalu lama. Popok yang jarang diganti membuat kulit bayi terlalu lama terpapar urin dan feses sehingga mudah mengalami iritasi. Kondisi ini semakin berisiko jika bayi sering buang air besar atau sedang diare.
- Gesekan atau tekanan pada kulit. Popok atau pakaian yang terlalu ketat dapat menimbulkan gesekan terus-menerus pada kulit bayi. Gesekan ini dapat merusak lapisan pelindung kulit dan memicu kemerahan.
- Penggunaan produk baru. Kulit bayi bisa bereaksi terhadap merek popok, tisu basah, atau deterjen baru yang digunakan. Kandungan tertentu pada losion, bedak, atau minyak juga dapat memperparah iritasi.
- Infeksi jamur atau bakteri. Area popok yang hangat dan lembap menjadi tempat yang mudah bagi jamur dan bakteri untuk berkembang. Infeksi ini dapat menyebar ke lipatan kulit dan membuat ruam sulit sembuh.
- Pengenalan makanan baru. Saat bayi mulai mengonsumsi makanan padat, konsistensi dan frekuensi tinja dapat berubah. Perubahan ini meningkatkan risiko iritasi pada kulit di area popok.
- Kulit bayi yang sensitif. Bayi dengan kondisi kulit tertentu lebih rentan mengalami ruam popok. Iritasi dapat muncul tidak hanya di area popok, tetapi juga di bagian kulit lainnya.
- Penggunaan antibiotik. Antibiotik dapat mengganggu keseimbangan bakteri baik di tubuh sehingga jamur lebih mudah berkembang. Selain itu, antibiotik juga dapat memicu diare yang meningkatkan risiko ruam popok.
Faktor Risiko Ruam Popok Bayi
Ruam popok bayi lebih mudah muncul ketika kondisi kulit sering terpapar kelembapan dan kotoran dalam waktu lama. Beberapa situasi tertentu juga dapat meningkatkan risiko iritasi pada area popok, terutama jika perawatan kebersihan belum optimal atau terjadi perubahan pada pola makan dan kesehatan bayi.
- Area popok tidak selalu bersih dan kering
- Sering buang air besar
- Mengalami diare
- Mulai mengonsumsi makanan pendamping ASI
- Menggunakan antibiotik
Baca Juga: Cara Mengobati Bintik Merah pada Kulit dan Penyebabnya
Gejala Ruam Popok Bayi
Gejala ruam bisa muncul secara bertahap dan sering kali membuat bayi merasa tidak nyaman, rewel, atau lebih sensitif saat popok diganti. Berikut gejala ruam popok akibat iritasi atau alergi:
- Kulit terasa nyeri atau perih
- Kemerahan pada area yang bersentuhan dengan popok
- Kulit mengelupas
- Kulit tampak kering dan bersisik
- Bayi menjadi lebih rewel
Gejala ruam popok akibat infeksi jamur atau bakteri:
- Bintik-bintik merah pada kulit
- Area kemerahan dengan bintik merah yang menyebar
- Kemerahan di lipatan kulit
- Lepuhan atau luka terbuka
- Luka berisi cairan atau nanah
- Cairan yang keluar dari area kulit yang merah
Diagnosis Ruam Popok Bayi
Diagnosis ruam popok bayi umumnya dapat dilakukan dengan mengamati langsung kondisi kulit di area yang tertutup popok, seperti bokong, lipatan paha, dan area genital. Perubahan warna kulit, munculnya kemerahan, bintik, atau iritasi biasanya sudah cukup untuk mengenali apakah bayi mengalami ruam popok.
Pada kebanyakan kasus, ruam popok tidak memerlukan pemeriksaan khusus atau tindakan medis lanjutan karena bisa ditangani dengan perawatan sederhana di rumah. Selama kondisi kulit tidak memburuk atau disertai keluhan lain, orang tua dapat fokus menjaga kebersihan, mengganti popok lebih sering, dan merawat kulit bayi secara rutin.
Komplikasi Ruam Popok Bayi
Apabila ruam popok Anda tidak tangani dengan baik dapat menimbulkan komplikasi yang memengaruhi kondisi kulit bayi dalam jangka waktu tertentu. Meski tidak selalu berbahaya, komplikasi ini bisa membuat proses penyembuhan lebih lama dan menimbulkan rasa tidak nyaman pada bayi. Berikut komplikasi yang perlu Anda waspadai:
- Perubahan warna kulit. Pada sebagian bayi, ruam popok dapat menyebabkan area kulit yang terkena tampak lebih terang dari warna aslinya setelah peradangan mereda. Kondisi ini umumnya membaik secara perlahan, tetapi pada kasus tertentu warna kulit bisa membutuhkan waktu lebih lama untuk kembali normal.
- Infeksi kulit. Ruam popok yang dibiarkan dapat berkembang menjadi infeksi yang lebih serius dan sulit diatasi dengan perawatan biasa. Infeksi ini bisa memperparah iritasi, menimbulkan nyeri, serta memerlukan penanganan medis agar tidak menyebar ke area kulit lain.
Cara Mengatasi Ruam Popok Bayi
Ruam popok umumnya bisa membaik dalam beberapa hari jika Anda rawat dengan tepat dan konsisten sejak awal kemunculannya. Perawatan yang benar tidak hanya membantu meredakan kemerahan dan iritasi, tetapi juga mencegah kondisi kulit semakin parah, sehingga langkah berikut sering digunakan sebagai cara mengatasi ruam popok pada bayi yang praktis dan mudah dilakukan di rumah.
- Segera ganti popok setiap kali basah atau kotor. Popok yang basah atau terkena tinja sebaiknya langsung diganti agar kulit tidak terlalu lama terpapar kelembapan dan zat iritan.
- Bersihkan area popok menggunakan air hangat dan kain lembut. Cara ini sering dianggap sebagai bagian penting dari yang harus dilakukan jika bayi ruam popok karena lebih ramah untuk kulit sensitif.
- Batasi penggunaan tisu basah beralkohol atau berpewangi. Kandungan alkohol dan parfum pada tisu basah dapat memperparah iritasi dan membuat kulit semakin kering.
- Pilih sabun bayi yang lembut dan bebas pewangi untuk mendukung cara mengobati ruam popok pada bayi tanpa memperparah kondisi kulit.
- Menggosok atau menyeka dengan tekanan kuat dapat merusak lapisan pelindung kulit bayi. Sebaiknya bersihkan dengan gerakan lembut dan perlahan agar iritasi tidak semakin parah.
- Keringkan kulit dengan cara ditepuk dan biarkan terkena udara. Setelah dibersihkan, keringkan area popok dengan menepuk perlahan menggunakan handuk lembut.
- Oleskan krim pelindung atau zinc oxide secara tebal. Penggunaan salep ruam popok membantu membentuk lapisan pelindung yang mengurangi kontak langsung kulit dengan urine dan tinja.
- Hindari penggunaan bedak bayi dan krim steroid. Fokus pada perawatan sederhana yang aman sebagai obat ruam popok paling ampuh untuk penggunaan sehari-hari.
- Biarkan bayi tanpa popok beberapa waktu. Memberi waktu bayi bermain atau tidur tanpa popok membantu kulit bernapas dan mempercepat proses penyembuhan.
- Pasang popok dengan longgar dan hindari lapisan plastik. Popok yang terlalu ketat atau penggunaan celana plastik dapat meningkatkan gesekan dan panas pada kulit.
Cara Mencegah Ruam Popok Bayi
Mencegah ruam popok bayi dapat Anda lakukan dengan kebiasaan perawatan kulit yang sederhana namun konsisten setiap hari. Fokus utama pencegahan adalah menjaga area popok tetap bersih, kering, dan terlindungi agar kulit bayi tidak mudah mengalami iritasi atau peradangan.
- Ganti popok sesering mungkin. Segera ganti popok yang basah atau kotor agar kulit bayi tidak terlalu lama terpapar urine dan tinja.
- Bersihkan area popok dengan air hangat. Bilas pantat bayi setiap kali mengganti popok menggunakan air hangat untuk membersihkan sisa kotoran dengan lembut..
- Keringkan kulit dengan lembut. Tepuk-tepuk area popok menggunakan handuk bersih atau biarkan kering secara alami sebelum memakaikan popok baru.
- Gunakan krim pelindung secara rutin. Oleskan krim, salep, atau pasta pelindung untuk membentuk lapisan pelindung di kulit bayi.
- Cuci tangan setelah mengganti popok. Mencuci tangan dengan sabun membantu mencegah penyebaran kuman ke bagian tubuh bayi lainnya.
- Pastikan popok tidak terlalu ketat. Pasang popok dengan nyaman agar ada sirkulasi udara di dalamnya dan kulit tidak mudah lembap.
- Berikan waktu tanpa popok. Sesekali biarkan bayi tanpa popok agar kulitnya terkena udara secara langsung.
Pengobatan Ruam Popok Bayi Ke Dokter
Sebagian besar ruam popok bayi memang bisa membaik dengan perawatan rumahan, tetapi ada kondisi tertentu yang memerlukan pemeriksaan langsung oleh tenaga medis. Mengenali tanda bahaya sejak dini penting agar ruam popok tidak berkembang menjadi infeksi yang lebih serius dan mengganggu kenyamanan serta kesehatan bayi. Segera bawa bayi ke dokter jika Anda menemukan kondisi berikut:
- Ruam popok tampak sangat nyeri, tidak membaik setelah dirawat selama sekitar tiga hari, justru semakin parah, atau menyebar ke area kulit lainnya.
- Kulit di area popok muncul lepuhan, tampak merah terang dengan benjolan yang menonjol, terutama jika bayi sedang atau baru saja mengonsumsi antibiotik.
- Terdapat cairan berwarna kuning atau kehijauan, bau tidak sedap, atau tanda bernanah di sekitar area ruam.
- Bayi mengalami demam dengan suhu lebih dari 38 derajat Celsius yang disertai munculnya ruam popok di area genital dan sekitarnya.
Baca Juga: Cara Mengatasi Biang Keringat pada Bayi, Ikuti 6 Tips Ini
Jika anak Anda atau keluarga Anda mengalami Ruam Popok Bayi, segera kunjungi Ciputra Hospital. Dapatkan kemudahan untuk konsultasi dan membuat janji dengan dokter pilihan Anda.
Cek informasi lengkap mengenai layanan Ciputra Hospital, mulai dari rawat jalan hingga Medical Check Up (MCU), hanya di situs resmi atau kunjungi langsung fasilitas terdekat sekarang juga.
Telah Direview oleh dr. Sony Prabowo, MARS
Source:
- Mayo Clinic. Diaper rash. Januari 2026
- Nemours Kids Health. Diaper Rash. Januari 2026
- Cleveland Clinic. Diaper Rash (Diaper Dermatitis). Januari 2026






