Ditulis oleh Tim Konten Medis
Proses pembentukan urine merupakan rangkaian penting yang melibatkan filtrasi, reabsorpsi, dan sekresi untuk menjaga keseimbangan cairan tubuh. Cara menjaga kesehatan kandung kemih dengan mencukupi kebutuhan cairan harian, mengurangi kafein, jaga berat badan, latihan otot dasar panggul, hindari merokok, mengonsumsi makanan tinggi serat, jangan menahan buang air kecil, dan hindari menggunakan produk pewangi di area kewanitaan.

Proses pembentukan urine merupakan rangkaian penting yang terjadi di dalam ginjal untuk menjaga kestabilan kondisi tubuh. Setiap faktor yang memengaruhi proses pembentukan urine bekerja secara teratur agar cairan, elektrolit, dan limbah dapat Anda kelola dengan benar tanpa mengganggu fungsi organ lainnya.
Dengan memahami prosesnya, kita dapat mengetahui fungsi ginjal dalam membantu proses pembentukan urine. Pengetahuan ini juga membantu kita mengenali kebiasaan yang bisa mendukung kinerja ginjal dan mencegah gangguan pada kandung kemih.
Proses Pembentukan Urine
Proses pembentukan urine adalah mekanisme penting yang dilakukan ginjal untuk menjaga keseimbangan cairan, menyaring zat sisa, dan mempertahankan fungsi tubuh tetap stabil. Setiap tahap memiliki peran khusus yang saling berkaitan untuk menentukan kandungan urine yang keluar dari tubuh.
Berikut urutan proses pembentukan urine yang benar:
1. Penyaringan (Filtrasi di Glomerulus)
Pada tahap awal, darah yang masuk melalui arteriol aferen akan mengalir ke glomerulus untuk disaring. Zat yang ukurannya kecil seperti air, ion, dan limbah nitrogen akan masuk ke ruang filtrasi, sementara sel darah dan protein besar tetap berada di pembuluh darah.
Tekanan darah yang tinggi di glomerulus membantu proses ini berjalan secara optimal tanpa membutuhkan energi tambahan. Hasil penyaringan ini kemudian membentuk filtrat glomerulus yang akan bergerak menuju tubulus ginjal untuk tahap berikutnya.
Baca Juga: 5 Ciri-ciri Ginjal Sehat dan Normal, Yuk Kenali!
2. Penyerapan Kembali (Reabsorpsi)
Saat filtrat melewati tubulus, ginjal mulai menyerap kembali zat penting seperti air, natrium, glukosa, dan asam amino agar tidak terbuang percuma. Tanpa proses reabsorpsi, tubuh bisa kehilangan hampir semua cairan dan nutrisi yang dibutuhkan.
Sebagian besar proses ini terjadi secara aktif karena sel-sel tubulus memilih zat yang benar-benar tubuh perlukan. Hampir 99% air dan berbagai ion penting dikembalikan ke darah, sedangkan filtrat yang tidak dibutuhkan akan diteruskan menuju bagian akhir nefron.
3. Pengeluaran Urine (Sekresi)
Pada tahap sekresi, ginjal mengeluarkan zat yang sebelumnya tidak tersaring di glomerulus, seperti obat-obatan, racun, ion berlebih, atau sisa metabolisme tertentu. Zat-zat ini dipindahkan dari kapiler ke dalam tubulus untuk memastikan tubuh tidak menumpuk racun.
Setelah proses sekresi selesai, cairan dalam tubulus berubah menjadi urine yang siap keluar dari tubuh. Inilah tahap akhir dari proses pengeluaran urine sebelum disalurkan ke pelvis ginjal dan menuju kandung kemih.
Baca Juga: Bagaimana Cara Mencegah Penyakit Ginjal? Ikuti Langkah Ini
Cara Menjaga Kesehatan Kandung Kemih
Menjaga kesehatan kandung kemih penting untuk mencegah infeksi dan menjaga kenyamanan saat beraktivitas sehari-hari. Berikut beberapa cara menjaga kesehatan kandung kemih yang dapat Anda lakukan:
- Cukupi kebutuhan cairan harian. Minumlah air secara teratur agar tubuh tetap terhidrasi, tetapi hindari konsumsi berlebihan yang dapat memicu sering buang air kecil.
- Kurangi konsumsi kafein, minuman bersoda, dan alkohol. Jenis minuman ini dapat merangsang kandung kemih sehingga membuat Anda lebih sering ingin buang air kecil.
- Jaga berat badan tetap ideal. Berat badan berlebih dapat memberi tekanan ekstra pada kandung kemih dan memicu inkontinensia.
- Lakukan latihan otot dasar panggul. Cara melakukannya cukup dengan menahan dan mengencangkan otot seperti saat menahan buang angin atau urine selama beberapa detik.
- Hindari kebiasaan merokok. Merokok dapat meningkatkan tekanan pada kandung kemih dan memicu masalah inkontinensia.
- Atasi dan cegah sembelit. Makan makanan tinggi serat seperti buah, sayur, dan biji-bijian dapat membantu menjaga pencernaan tetap lancar.
- Buang air kecil saat Anda merasa perlu. Menahan urine terlalu lama dapat meningkatkan risiko infeksi dan melemahkan fungsi kandung kemih.
- Bagi yang memiliki vagina, bersihkan area intim dengan benar. Setelah buang air besar, usap dari depan ke belakang agar bakteri tidak berpindah ke uretra.
- Buang air kecil setelah berhubungan seksual. Kebiasaan ini membantu mengeluarkan bakteri yang mungkin masuk ke uretra.
- Hindari penggunaan produk berpewangi di area kewanitaan.
Baca Juga: Mengenal 8 Penyebab Gagal Ginjal Akut dan Kronis
Jika Anda atau keluarga Anda mengalami gangguan pada kandung kemih , segera kunjungi Ciputra Hospital. Dapatkan kemudahan untuk konsultasi dan membuat janji dengan dokter pilihan Anda.
Cek informasi lengkap mengenai layanan Ciputra Hospital, mulai dari rawat jalan hingga Medical Check Up (MCU), hanya di situs resmi atau kunjungi langsung fasilitas terdekat sekarang juga.
Telah Direview oleh dr. Sony Prabowo, MARS
Source
- Lumen. Physiology of Urine Formation in the Nephrons. Januari 2026
- Oregon State University. Physiology of Urine Formation: Overview. Januari 2026
- Bupa. Ten tips to keep your bladder healthy. Januari 2026





