Buat janji Ciputra HospitalWhatsapp Ciputra Hospital

Rumah Sakit Terbaik Berstandarisasi Internasional | Ciputra Hospital

  • Home
  • Rumah Sakit
    • CitraRaya Tangerang
    • CitraGarden City Jakarta
    • Ciputra Mitra Hospital Banjarmasin
    • Ciputra Hospital Surabaya
  • Fasilitas & Layanan
  • Center of Excellence
  • Cari Dokter
  • Artikel
  • Home
  • Artikel Kesehatan
  • Penyebab Vagina Terasa Ngilu dan Cara Mengatasinya
Asifah
Kamis, 15 Januari 2026 / Published in Artikel Kesehatan

Penyebab Vagina Terasa Ngilu dan Cara Mengatasinya

Ditulis oleh Tim Konten Medis

Penyebab vagina ngilu dapat berasal dari infeksi jamur, infeksi saluran kemih, penyakit menular seksual, iritasi atau alergi, vulvodynia, vaginismus, kista bartholin, cedera, masalah oto panggul dan menopause. Kondisi ini dapat Anda atasi dengan menggunakan obat antibiotik, obat antijamur dan obat antivirus.

penyebab vagina ngilu
Infeksi jamur pada area miss v menjadi penyebab vagina terasa ngilu.

Rasa ngilu pada vagina bisa menjadi tanda adanya gangguan pada area kewanitaan yang perlu Anda perhatikan. Kondisi ini tidak hanya menimbulkan rasa tidak nyaman, tetapi juga dapat mengganggu aktivitas harian dan hubungan intim.

Vagina yang terasa perih, nyeri, atau ngilu bisa karena banyak faktor, mulai dari infeksi hingga perubahan hormon. Mengetahui penyebab dan cara mengatasinya merupakan langkah penting untuk menjaga kesehatan organ reproduksi wanita.

Daftar Isi

Toggle
  • Penyebab Vagina Ngilu
    • 1. Infeksi Jamur (Yeast Infection)
    • 2. Bacterial Vaginosis (BV)
    • 3. Infeksi Saluran Kemih (ISK)
    • 4. Penyakit Menular Seksual (PMS)
    • 5. Iritasi atau Alergi
    • 6. Vulvodynia
    • 7. Vaginismus
    • 8. Kista Bartholin
    • 9. Endometriosis
    • 10. Masalah Otot Panggul
    • 11. Menopause dan Kekeringan Vagina
    • 12. Cedera atau Luka Fisik
  • Cara Mengatasi Vagina Ngilu

Penyebab Vagina Ngilu

Vagina terasa ngilu bisa karena berbagai hal, mulai dari infeksi, iritasi, hingga gangguan pada otot panggul. Kondisi ini bisa membuat area kewanitaan terasa perih, nyeri, atau tidak nyaman, terutama saat buang air kecil atau setelah berhubungan intim.

Berikut beberapa penyebab vagina ngilu yang perlu Anda ketahui:

1. Infeksi Jamur (Yeast Infection)

Infeksi jamur menjadi salah satu penyebab miss V ngilu yang paling umum. Kondisi ini terjadi ketika jamur berkembang berlebihan di area vagina, menyebabkan rasa gatal, nyeri, dan keputihan tebal berwarna putih.

Gejala lainnya meliputi:

  • Vagina perih atau terasa panas
  • Nyeri saat buang air kecil atau berhubungan intim. Infeksi ini lebih sering muncul pada wanita yang sedang hamil, menggunakan antibiotik, atau memiliki kadar gula tinggi dalam darah.

Baca Juga: Ini Gejala Vaginismus yang Bikin Hubungan Intim Terasa Nyeri

2. Bacterial Vaginosis (BV)

Bacterial vaginosis terjadi akibat pertumbuhan bakteri jahat yang berlebihan di dalam vagina. Vagina ngilu setelah berhubungan intim bisa menjadi salah satu tanda BV, muncul bau tidak sedap seperti ikan dan keputihan berwarna abu-abu.

Kondisi ini bisa menimbulkan sensasi terbakar saat buang air kecil dan gatal di sekitar area kewanitaan. BV sering muncul pada wanita yang sering berganti pasangan seksual atau menggunakan produk pembersih kewanitaan berlebihan.

3. Infeksi Saluran Kemih (ISK)

Infeksi saluran kemih dapat menyebabkan vagina sakit dan terasa nyeri saat buang air kecil. Kondisi ini terjadi ketika bakteri masuk ke dalam saluran kemih dan menyebabkan peradangan.

Gejala lainnya termasuk:

  • Rasa terbakar saat buang air kecil
  • Urine berwarna keruh dan berbau tajam. ISK yang tidak Anda obati dapat menyebar ke ginjal, sehingga penting segera mencari cara meredakan nyeri di miss V dengan penanganan medis yang tepat.

4. Penyakit Menular Seksual (PMS)

Beberapa PMS seperti klamidia, gonore, dan herpes genital bisa menyebabkan vagina ngilu dan perih. Gejalanya berupa luka kecil, keputihan tidak normal, dan nyeri saat berhubungan intim.

PMS dapat menimbulkan peradangan pada area kewanitaan jika tidak segera Anda tangani. Untuk mencegahnya, penting menjaga kebersihan dan melakukan hubungan seksual yang aman.

5. Iritasi atau Alergi

Vagina perih bisa juga bisa karena iritasi terhadap bahan kimia dalam sabun, deterjen, pembalut, atau kondom lateks. Reaksi alergi ini dapat menyebabkan rasa terbakar, gatal, dan nyeri di sekitar vagina.

Menghindari produk dengan pewangi atau bahan keras dapat membantu mencegah iritasi. Gunakan pakaian dalam berbahan katun agar sirkulasi udara tetap baik dan area kewanitaan tetap kering.

6. Vulvodynia

Vulvodynia adalah kondisi ketika vagina ngilu tanpa penyebab yang jelas dan berlangsung dalam jangka waktu lama. Rasa sakit bisa muncul saat menyentuhnya atau bahkan tanpa sebab yang jelas.

Penderita biasanya merasakan sensasi terbakar, perih, dan nyeri menusuk di area vulva. Penggunaan celana ketat atau aktivitas seksual dapat memperburuk rasa sakit, sehingga perlu perawatan khusus untuk meredakannya.

7. Vaginismus

Vaginismus terjadi saat otot-otot di sekitar vagina berkontraksi secara tidak sadar, membuat hubungan intim terasa sangat menyakitkan. Kondisi ini sering berkaitan dengan trauma, kecemasan, atau pengalaman seksual yang buruk.

Gejalanya termasuk vagina ngilu, sulit saat penetrasi, dan rasa tegang di area panggul. Penanganan dapat Anda lakukan dengan terapi fisik, latihan relaksasi, atau konseling psikologis.

8. Kista Bartholin

Kista Bartholin muncul akibat tersumbatnya kelenjar Bartholin yang berfungsi menghasilkan pelumas alami vagina. Awalnya, kista ini tidak menimbulkan rasa sakit, tetapi jika terinfeksi bisa menyebabkan nyeri hebat.

Gejalanya berupa benjolan di sisi bibir vagina, disertai rasa sakit saat duduk, berjalan, atau berhubungan intim. Kompres hangat bisa membantu, namun jika membesar perlu penanganan medis untuk mengeluarkan cairannya.

9. Endometriosis

Endometriosis dapat menyebabkan vagina sakit dan terasa ngilu, terutama saat menstruasi atau setelah berhubungan intim. Kondisi ini terjadi ketika jaringan dari dinding rahim tumbuh di luar rahim.

Selain menyebabkan nyeri panggul, gejala lain termasuk haid tidak teratur, nyeri punggung bawah, dan sulit hamil. Perawatan bisa meliputi obat pereda nyeri, terapi hormon, atau operasi ringan untuk mengangkat jaringan berlebih.

10. Masalah Otot Panggul

Kelemahan atau ketegangan pada otot panggul dapat menjadi penyebab miss V ngilu dan nyeri saat berhubungan intim. Kondisi ini sering terjadi setelah melahirkan, operasi panggul, atau akibat penuaan.

Otot yang tegang bisa menyebabkan rasa sakit mendalam di sekitar vagina dan panggul. Latihan seperti senam kegel dan terapi fisik dapat membantu memperkuat otot panggul dan mengurangi nyeri.

11. Menopause dan Kekeringan Vagina

Menurunnya kadar hormon estrogen saat menopause dapat membuat dinding vagina menipis dan kering. Hal ini menyebabkan rasa perih, gatal, dan nyeri saat berhubungan intim.

Selain itu, ciri-ciri miss V tidak sehat pada masa menopause termasuk sensasi terbakar dan pendarahan ringan setelah hubungan seksual. Penggunaan pelembap vagina atau terapi hormon dapat membantu mengurangi keluhan ini.

12. Cedera atau Luka Fisik

Cedera di area kewanitaan bisa menyebabkan vagina ngilu, terutama setelah melahirkan atau berhubungan intim yang terlalu keras. Luka kecil akibat mencukur atau waxing juga dapat menimbulkan rasa perih sementara.

Jika nyeri tidak kunjung membaik, segera periksakan ke dokter karena luka yang tidak dirawat dapat menyebabkan infeksi. Menjaga kebersihan dan memberikan waktu bagi jaringan untuk pulih bisa membantu mempercepat penyembuhan.

Baca Juga: 10 Penyebab Gatal pada Kemaluan Wanita dan Cara Mengatasi

Cara Mengatasi Vagina Ngilu

Rasa ngilu atau perih pada vagina bisa membuat aktivitas sehari-hari terasa tidak nyaman. Kondisi ini bisa disebabkan oleh berbagai hal, mulai dari infeksi hingga iritasi pada area kewanitaan. Untuk mengatasinya, perawatan yang tepat perlu disesuaikan dengan penyebabnya agar gejala tidak semakin parah. 

Untuk cara mengatasi vagina terasa ngilu, penggunaan obat pereda nyeri seperti panadol atau ibuprofen (Advil) dapat membantu mengurangi rasa sakit dan ketidaknyamanan.  Selain itu, krim kortikosteroid topikal, seperti hydrocortisone, bisa digunakan untuk mengurangi gatal atau peradangan ringan di area sekitar vulva dan vagina. Berikut beberapa jenis perawatan yang umumnya diresepkan:

  • Antibiotik: Apabila rasa sakit karena infeksi bakteri, seperti sifilis atau chancroid. Obat ini perlu Anda minum sesuai dosis hingga habis agar infeksi benar-benar sembuh.
  • Obat antijamur: Apabila penyebabnya adalah infeksi jamur, seperti infeksi ragi atau yeast infection. Obat ini bisa berupa krim, salep, atau pil oral.
  • Obat antivirus: Apabila penyebabnya adalah infeksi virus, seperti herpes genital. Obat ini membantu mengurangi tingkat keparahan dan durasi gejala, serta mencegah kekambuhan.

Baca Juga: Catat, 10 Cara Menghilangkan Gatal pada Miss V

Jika Anda atau keluarga Anda mengalami vagina gatal, segera kunjungi Ciputra Hospital.  Dapatkan kemudahan untuk konsultasi dan membuat janji dengan dokter pilihan Anda. 

Cek informasi lengkap mengenai layanan Ciputra Hospital, mulai dari rawat jalan hingga Medical Check Up (MCU), hanya di situs resmi atau kunjungi langsung fasilitas terdekat sekarang juga.

Telah Direview oleh dr. Princess Ruth

Source

  • Verywell health. Why Does My Vagina Hurt? 10 Causes. Januari 2026
  • Cleveland Clinic. Pain Down There? 9 Reasons Your Vagina Hurts. Januari 2026
  • healthline. What to Know About Female Genital Sores. Januari 2026

Diperbarui pada 15 Januari 2026

Artikel Terkait

  • douching adalah
    Mengenal Vaginal Douching dan Bahayanya untuk Organ Intim
  • infeksi jamur vagina saat hamil
    Terkena Infeksi Jamur Vagina Saat Hamil, Harus Bagaimana?
  • Bahaya Vaginal Douche
    Waspadai 7 Bahaya Vaginal Douche untuk Organ Kewanitaan
Tagged under: Kesehatan Wanita

Artikel Terkait

  • douching adalah
    Mengenal Vaginal Douching dan Bahayanya untuk Organ Intim
  • infeksi jamur vagina saat hamil
    Terkena Infeksi Jamur Vagina Saat Hamil, Harus Bagaimana?
  • Bahaya Vaginal Douche
    Waspadai 7 Bahaya Vaginal Douche untuk Organ Kewanitaan

Ciputra Hospital

Ciputra Hospital menyediakan layanan kesehatan berkualitas tinggi dengan fasilitas teknologi canggih.

Unit Rumah Sakit:

Ciputra Hospital – CitraRaya Tangerang
Ciputra Hospital – CitraGarden City Jakarta
Ciputra Mitra Hospital Banjarmasin
Ciputra Hospital Surabaya

Unit Klinik:

Ciputra Medical Center
Ciputra SMG Eye Clinic
C Derma
Ciputra IVF

Karir / Lowongan

Lokasi Kami:

CitraRaya – Tangerang
CitraGarden – Jakarta
Banjarmasin
Surabaya

Lowongan

  • GET SOCIAL

© 2025 All rights reserved. Ciputra Hospital

TOP