Ditulis oleh Tim Konten Medis
Minum obat setelah minum susu bisa menurunkan efektivitas obat karena kandungan kalsium dalam susu menghambat penyerapannya di tubuh. Untuk hasil pengobatan yang optimal, berikan jeda waktu yang cukup antara minum susu dan obat, biasanya sekitar dua jam atau sesuai anjuran dokter.

Banyak orang terbiasa minum susu setiap hari untuk menjaga kesehatan tulang dan daya tahan tubuh. Namun, tidak semua orang tahu bahwa waktu minum susu bisa memengaruhi cara kerja obat yang Anda konsumsi.
Beberapa kandungan dalam susu, terutama kalsium, dapat mengikat zat aktif dalam obat dan menurunkan daya serapnya di tubuh. Karena itu, penting untuk memahami aturan dan jarak minum susu dan obat agar tetap efektif dan tidak menimbulkan interaksi yang merugikan.
Penyebab Tidak Boleh Minum Obat Setelah Minum Susu
Susu memang menyehatkan, namun ternyata tidak semua obat bisa Anda minum bersamaan dengannya. Beberapa kandungan dalam susu dapat menghambat penyerapan obat di dalam tubuh sehingga efektivitasnya menurun. Inilah penyebab tidak boleh minum susu sebelum minum obat yang perlu Anda perhatikan agar tetap berjalan optimal.
- Produk susu (seperti susu, keju, yogurt, atau es krim): Kandungan kalsium dalam susu dapat bereaksi dengan zat aktif pada beberapa jenis obat, terutama antibiotik, sehingga obat tidak terserap sempurna ke dalam tubuh. Akibatnya, efek pengobatan bisa menjadi lebih lemah.
- Suplemen kalsium: Kalsium yang terdapat dalam vitamin atau obat bebas juga bisa menghambat penyerapan obat tertentu. Disarankan memberi jeda minimal dua jam antara konsumsi suplemen kalsium dan obat agar tidak saling mengganggu.
- Produk yang mengandung zat besi: Zat besi dalam multivitamin atau obat anemia dapat bereaksi dengan obat tertentu dan mengurangi kemampuannya bekerja dengan baik. Untuk mencegah interaksi, sebaiknya hindari mengonsumsi obat yang mengandung zat besi berdekatan dengan waktu minum obat lain.
- Obat antasida: Obat ini biasanya mengandung kalsium, aluminium, atau magnesium yang dapat menghambat penyerapan obat di saluran pencernaan. Memberi jeda waktu yang cukup antara konsumsi antasida dan obat lain sangat penting agar efek pengobatan tetap maksimal.
Baca Juga: Catat, Ini Perbedaan Susu UHT dan Evaporasi
Jenis Obat yang Tidak Boleh Diminum Bersama Susu
Susu memang menyehatkan dan kaya akan kalsium, namun ternyata tidak semua obat aman Anda minum bersamaan dengan susu. Beberapa jenis obat bisa kehilangan efektivitasnya karena zat dalam susu, terutama kalsium, dapat mengganggu proses penyerapan obat di dalam tubuh.
Oleh karena itu, penting untuk mengetahui jaraknya agar tetap bekerja dengan optimal. Berikut jenisnya yang tidak boleh Anda barengi:
1. Antibiotik Tetrasiklin
Obat antibiotik dari golongan tetrasiklin, seperti tetracycline dan doxycycline, dapat kehilangan sebagian besar efektivitasnya jika Anda minum bersamaan. Hal ini karena kalsium dalam susu akan mengikat obat di lambung dan membuatnya sulit diserap tubuh.
Untuk menghindari hal ini, sebaiknya hindari mengonsumsi susu satu jam sebelum atau dua jam setelahnya. Menjaga jarak membantu antibiotik bekerja maksimal melawan infeksi yang sedang diobati.
2. Antibiotik Fluoroquinolone
Fluoroquinolone, seperti ciprofloxacin dan norfloxacin, juga tidak boleh bersamaan dengan susu. Protein dan kalsium dalam susu bisa menempel pada obat ini dan menurunkan jumlah obat yang masuk ke dalam aliran darah.
Agar lebih efektif, minum obat ini saat perut kosong atau setidaknya dua jam sebelum dan enam jam setelah mengonsumsi produk susu. Dengan begitu, Anda membantu tubuh menyerap obat secara optimal tanpa gangguan.
3. Obat Tiroid (Levothyroxine)
Susu dapat menurunkan penyerapan levothyroxine, yaitu obat yang digunakan untuk mengatasi gangguan tiroid. Kandungan kalsium dalam susu dapat menghambat kerja obat di saluran pencernaan.
Disarankan untuk meminum levothyroxine pada pagi hari dengan perut kosong dan menunggu sekitar 30–60 menit sebelum sarapan. Pastikan juga memberi jeda beberapa jam antara minum susu dan obat agar efek terapi tidak berkurang.
4. Obat Osteoporosis (Bisphosphonate)
Obat osteoporosis seperti alendronate, risedronate, dan ibandronate tidak boleh bersamaan dengan susu. Kandungan mineral dalam susu, termasuk kalsium, bisa mengikat obat dan membuatnya tidak terserap oleh tubuh.
Minumlah obat ini hanya dengan air putih dan tunggu setidaknya 30 menit sebelum mengonsumsi makanan atau minuman lain. Menjaga jarak ini penting agar pengobatan tulang tetap efektif.
Baca Juga: Ketahui 16 Manfaat Susu Kedelai untuk Jaga Kesehatan Tubuh
5. Suplemen Zat Besi
Susu juga bisa menurunkan penyerapan zat besi karena kalsium bersaing dengan zat besi di usus. Akibatnya, tubuh menjadi kurang maksimal dalam menyerap zat besi yang dibutuhkan untuk membentuk sel darah merah.
Untuk hasil terbaik, minumlah suplemen zat besi saat perut kosong dan hindari konsumsi susu pada waktu yang sama. Jika harus Anda minum dengan makanan, pilih makanan yang kaya vitamin C untuk membantu penyerapan zat besi.
6. Obat HIV (Integrase Inhibitor)
Beberapa obat HIV seperti dolutegravir, bictegravir, dan elvitegravir dapat bereaksi dengan kalsium dalam susu. Hal ini bisa menurunkan kadar obat dalam tubuh dan membuat pengobatan menjadi kurang efektif.
Agar aman, sebaiknya konsumsi obat HIV dua jam sebelum atau enam jam setelah minum susu atau suplemen kalsium. Dengan menjaga jarak, efektivitas terapi akan tetap terjaga.
7. Penicillamine
Penicillamine adalah obat untuk kondisi tertentu seperti penyakit Wilson. Susu dapat menurunkan penyerapan obat ini karena kalsium dalam susu menghambat proses penyerapan di lambung.
Untuk hasil terbaik, minum penicillamine satu jam sebelum atau dua jam setelah makan dan hindari susu di waktu yang sama. Menjaga jarak minum susu dan obat ini sangat penting agar pengobatan bekerja sesuai tujuannya.
Baca Juga: Apa Itu Susu Evaporasi? Kenali Kegunaan dan Kandungannya
Yuk kunjungi Ciputra Hospital, dan dapatkan kemudahan untuk konsultasi dan membuat janji dengan dokter pilihan Anda. Cek informasi lengkap mengenai layanan Ciputra Hospital, mulai dari rawat jalan hingga Medical Check Up (MCU), hanya di situs resmi atau kunjungi langsung fasilitas terdekat sekarang juga.
Telah Direview oleh dr. Sony Prabowo, MARS
Source
- Pharmasave. Do Not Take With Dairy Products, Antacids, Or Iron Preparation. Januari 2026
- verywell health. 7 Medications You Should Never Take With Milk. Januari 2026





