Ditulis oleh Tim Konten Medis
Manfaat mendengarkan musik saat hamil meliputi peningkatan kualitas tidur, pengurangan stres, serta dukungan bagi tumbuh kembang janin. Musik juga membantu perkembangan otak dan pendengaran bayi. Sedangkan manfaat musik untuk bayi di kandungan dapat membantu perkembangan otak janin, dan menstimulasi pendengan.

Kehamilan adalah masa penting yang dipenuhi berbagai perubahan fisik dan emosional. Dalam proses adaptasi tersebut, musik bisa menjadi teman yang menenangkan dan memberi manfaat kesehatan yang nyata bagi ibu hamil.
Selain itu, mendengarkan musik juga menjadi bentuk stimulasi awal untuk bayi dalam kandungan. Jika dilakukan dengan cara yang tepat, aktivitas ini dapat memperkuat ikatan antara ibu dan janin sejak dini.
Manfaat Mendengarkan Musik saat Hamil untuk Ibu
Mendengarkan musik saat hamil bukan hanya menghadirkan ketenangan dan kenyamanan bagi ibu, tetapi juga memberikan dampak positif yang luas terhadap kesehatan fisik dan mental selama masa kehamilan. Terapi musik telah dikenal membantu berbagai kondisi seperti kecemasan, tekanan darah tinggi, gangguan tidur, hingga nyeri persalinan.
Selain itu, memutar musik juga dapat membantu menciptakan ikatan awal antara ibu dan janin. Dengan memilih musik yang bagus untuk janin dalam kandungan, ibu bisa memperoleh manfaat maksimal bagi dirinya maupun buah hati.
Berikut ini adalah berbagai manfaat mendengarkan musik bagi ibu hamil yang terbukti dari berbagai studi medis.
1. Membantu Tidur Lebih Nyenyak
Salah satu keluhan umum selama kehamilan adalah kesulitan tidur akibat perubahan hormon dan fisik. Terapi musik diketahui mampu meningkatkan kualitas tidur pada ibu hamil dengan menciptakan suasana yang menenangkan secara alami. Musik yang lembut dan berirama lambat dapat membantu tubuh dan pikiran lebih rileks, sehingga memudahkan proses tidur dan membuat ibu lebih segar saat bangun.
Kualitas tidur yang baik sangat penting untuk mendukung perkembangan janin serta menjaga kesehatan ibu selama kehamilan. Dengan rutin mendengarkan musik menjelang tidur, ibu hamil dapat mengurangi gangguan tidur seperti insomnia atau tidur gelisah yang sering muncul terutama di trimester akhir.
2. Mengurangi Stres dan Kecemasan Saat Hamil
Masa kehamilan sering kali disertai dengan kekhawatiran, baik tentang kondisi janin, proses persalinan, maupun perubahan fisik yang terjadi. Musik terbukti mampu mengurangi tingkat stres dan kecemasan pada ibu hamil dengan mengaktifkan hormon serotonin dan dopamin yang berperan dalam menciptakan perasaan bahagia dan tenang.
Mendengarkan musik yang menenangkan setiap hari juga dapat menurunkan detak jantung dan menstabilkan tekanan darah, sehingga membantu ibu merasa lebih stabil secara emosional. Efek ini juga berdampak positif pada janin, karena lingkungan emosional yang tenang akan mendukung pertumbuhan dan perkembangan bayi secara optimal.
3. Mendukung Pengobatan Preeklampsia
Preeklampsia merupakan kondisi serius yang ditandai dengan tekanan darah tinggi selama kehamilan. Ini menunjukkan bahwa terapi musik dapat menjadi terapi tambahan yang efektif untuk membantu menurunkan tekanan darah pada ibu hamil dengan preeklampsia. Musik membantu menenangkan sistem saraf otonom, sehingga memperbaiki sirkulasi darah dan mengurangi ketegangan dalam tubuh.
Meskipun musik tidak menggantikan pengobatan medis utama, penggunaannya sebagai pendamping terapi konvensional dapat meningkatkan kenyamanan ibu selama masa pemulihan. Oleh karena itu, memilih musik yang tepat dan mendengarkannya secara rutin bisa menjadi langkah kecil yang berdampak besar bagi ibu dengan risiko tekanan darah tinggi.
4. Mengurangi Stres dan Kecemasan Saat Persalinan
Menjelang dan selama proses persalinan, ibu bisa mengalami peningkatan kecemasan karena rasa sakit dan ketidakpastian. Terapi musik dapat membantu mengelola kecemasan tersebut dengan menciptakan suasana lebih damai di ruang bersalin. Musik berirama lambat dan melodi yang familiar bisa memberikan efek relaksasi yang mendalam.
Selain itu, musik juga bisa menjadi pengalihan perhatian dari rasa sakit, membuat proses persalinan terasa lebih ringan secara psikologis. Dengan memutar musik selama persalinan, ibu dapat merasa lebih percaya diri, lebih terkendali, dan lebih terhubung dengan proses melahirkan itu sendiri.
5. Membantu Mengurangi Depresi Selama Kehamilan
Depresi selama kehamilan adalah kondisi yang umum, namun sering tidak disadari. Mendengarkan musik secara teratur terbukti dapat membantu mengurangi gejala depresi, karena musik mampu merangsang otak untuk melepaskan hormon-hormon yang meningkatkan suasana hati. Aktivitas ini juga bisa menjadi bentuk self-care yang mudah dilakukan di rumah.
Musik juga bisa menjadi media refleksi diri dan menenangkan pikiran, membantu ibu melepaskan ketegangan emosional yang terpendam. Dengan begitu, musik tidak hanya sebagai hiburan, tetapi juga sebagai alat penyembuhan emosional yang aman dan alami.
6. Meredakan Nyeri Persalinan
Musik berperan penting dalam membantu mengurangi rasa sakit saat persalinan. Beberapa studi menunjukkan bahwa ibu yang mendengarkan musik selama proses persalinan merasa nyeri lebih ringan dibandingkan yang tidak. Hal ini disebabkan karena musik mengalihkan fokus dan memperlambat persepsi terhadap rasa sakit.
Musik juga mempengaruhi sistem saraf pusat dan dapat memicu pelepasan endorfin, hormon alami tubuh untuk meredakan nyeri. Oleh karena itu, mempersiapkan playlist khusus untuk momen persalinan bisa menjadi strategi cerdas dalam mengelola rasa sakit secara non medis.
7. Membantu Mengelola Kecemasan Sebelum Operasi Caesar
Bagi ibu yang menjalani operasi caesar terencana, mendengarkan musik sebelum prosedur terbukti membantu mengurangi rasa cemas dan tegang. Musik dapat memberikan efek menenangkan sehingga ibu lebih siap secara mental menghadapi proses operasi. Ini juga dapat meningkatkan kepuasan terhadap pengalaman persalinan itu sendiri.
Musik bahkan terbukti bermanfaat ketika operasi dengan anestesi regional seperti spinal atau epidural, karena membantu mengurangi ketegangan otot dan menstabilkan emosi selama proses berlangsung. Dengan begitu, pengalaman kelahiran bisa menjadi lebih positif dan bermakna.
8. Mencegah Depresi Pascapersalinan (Postnatal Depression/PND)
Menjaga kesehatan mental selama kehamilan, terutama di trimester ketiga, sangat penting untuk mencegah risiko depresi pasca persalinan. Ini juga menunjukkan bahwa mendengarkan musik secara rutin menjelang persalinan dapat membantu mengatur suasana hati dan memperkuat ketahanan mental ibu.
Musik menjadi alat sederhana namun kuat untuk menciptakan ruang emosional yang aman, membantu ibu menyiapkan diri secara mental dan emosional dalam menghadapi kehidupan setelah melahirkan. Karena itu, menjadikan musik sebagai bagian dari rutinitas harian dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi kesejahteraan ibu dan anak.
Baca Juga: 10 Cara Meningkatkan Konsentrasi Bayi, Orangtua Perlu Tahu!
Manfaat Mendengarkan Musik untuk Bayi dalam Kandungan
Mendengarkan musik selama kehamilan bukan hanya memberikan ketenangan bagi ibu, tetapi juga bermanfaat bagi tumbuh kembang janin. Sejak dalam kandungan, bayi sudah mampu merespons suara dan irama, termasuk musik yang diputar oleh ibunya.
Musik dapat menjadi stimulasi awal yang mendukung perkembangan otak dan pendengaran si kecil. Oleh karena itu, penting bagi ibu untuk memilih musik yang bagus untuk janin dalam kandungan dan memahami cara mendengarkan musik untuk janin yang tepat.
1. Membantu Perkembangan Otak Janin
Paparan musik secara rutin selama masa kehamilan dapat merangsang perkembangan otak janin. Salah satu studi menunjukkan bahwa bayi yang mendengar lagu saat dalam kandungan mampu mengenalinya kembali setelah lahir.
Efek dari memori awal ini bahkan bisa bertahan hingga bayi berusia empat bulan. Musik membantu membangun hubungan awal dengan suara, pola, dan irama, yang pada akhirnya mendukung keterampilan kognitif si kecil.
Musik juga membantu memperkuat koneksi antara neuron di otak bayi, sehingga mendukung proses belajar sejak dini. Inilah mengapa memutar musik untuk bayi dalam kandungan bisa menjadi bagian penting dari stimulasi awal. Pilihlah musik dengan ritme yang tenang dan harmonis, seperti musik klasik atau instrumental, agar manfaatnya optimal bagi perkembangan otak janin.
2. Menstimulasi Pendengaran dan Cara Bicara Anak
Suara musik yang diperdengarkan secara teratur selama kehamilan terbukti membantu mengembangkan sistem pendengaran bayi. Hal ini menunjukkan bahwa bayi yang terbiasa mendengar musik sejak dalam kandungan memiliki respons otak yang lebih tajam terhadap suara dan ujaran. Hal ini menjadi dasar penting bagi kemampuan bicara dan bahasa anak di masa depan.
Musik berirama lembut juga membantu melatih kepekaan bayi terhadap pola bunyi, intonasi, dan ritme. Kondisi ini mendorong terbentuknya neural plasticity, yaitu kemampuan otak untuk beradaptasi terhadap berbagai stimulasi suara. Oleh karena itu, menjadikan musik sebagai bagian dari rutinitas harian selama kehamilan bisa memberikan manfaat jangka panjang dalam mendukung perkembangan komunikasi anak.
Baca Juga: Kenali 8 Tanda Kehamilan Sehat dan Janin Berkembang Baik
Aturan Mendengarkan Musik yang Benar Saat Hamil
Mendengarkan musik saat hamil memang memberikan banyak manfaat, namun tetap perlu Anda lakukan dengan cara yang tepat dan aman bagi janin. Perlu Anda ketahui bahwa lingkungan dalam rahim sebenarnya sudah cukup bising oleh suara detak jantung, aliran darah, serta aktivitas organ tubuh ibu.
Selain itu, suara ibu sendiri ikut diperkuat oleh getaran dari tulang, sehingga janin menerima gelombang suara yang lebih intens. Oleh karena itu, penting untuk menjaga volume suara eksternal tetap dalam batas aman, yaitu sekitar 50–60 desibel atau setara dengan percakapan normal.
Hindari meletakkan headphone langsung di perut, karena suara dari earphone dapat menjadi terlalu keras saat mencapai telinga janin dan berpotensi mengganggu perkembangan pendengarannya. Meski ibu hamil masih boleh menikmati konser atau menonton film di bioskop sesekali, paparan suara keras secara rutin sebaiknya Anda hindari, terutama setelah usia kehamilan 18 minggu saat sistem pendengaran janin mulai aktif.
Untuk mendapatkan manfaat optimal, durasi mendengarkan musik untuk janin sebaiknya sekitar 20–30 menit sekali putar, dan tidak lebih dari 1–2 kali dalam sehari. Dengan durasi dan volume yang tepat, musik dapat menjadi stimulasi yang menenangkan sekaligus mendukung tumbuh kembang janin tanpa risiko berlebihan.
Baca Juga: Perkembangan Janin Trimester 1 dan Tumbuh Kembangnya
kunjungi Ciputra Hospital, dapatkan kemudahan untuk konsultasi dan membuat janji dengan dokter pilihan Anda.
Cek informasi lengkap mengenai layanan Ciputra Hospital, mulai dari rawat jalan hingga Medical Check Up (MCU), hanya di situs resmi atau kunjungi langsung fasilitas terdekat sekarang juga.
Telah Direview oleh dr. Sony Prabowo, MARS
Source:
- healthline. Womb Tunes: Music Your Baby Will Love. Februari 2026
- Aptamil. Pregnancy music: the effect on unborn babies. Februari 2026
- Unicef. How music affects your baby’s brain: Mini Parenting Master Class. Februari 2026







