Ditulis oleh Tim Konten Medis
Manfaat daun jelatang atau Urtica Dioica untuk kesehatan di antaranya adalah untuk meredakan nyeri sendi karena tinggi kandungan antioksidan, mengurangi asam urat, menurunkan tekanan darah, mengntrol gula darah, hingga membantu mengatasi gangguan saluran kemih. Namun, konsumsinya pada ibu hamil perlu diperhatikan karena berisiko menyebabkan keguguran dan bisa menyebabkan reaksi alergi yang parah sehingga sebaiknya tidak dikonsumsi berlebihan.

Kandungan Nutrisi Daun Jelatang
Daun jelatang (stinging nettle) memiliki komposisi nutrisi yang cukup lengkap dan beragam. Bagian daun maupun akarnya mengandung berbagai vitamin, mineral, lemak sehat, asam amino, hingga senyawa antioksidan alami yang bermanfaat bagi tubuh.
Berkat kandungan tersebut, daun jelatang sering menjadi bahan herbal pendukung kesehatan. Meski begitu, jumlah nutrisi yang Anda peroleh dari suplemen herbal bisa berbeda tergantung pada dosis dan cara pengolahannya. Berikut ini beberapa kandungan nutrisi utama dalam daun jelatang:
- Vitamin. Vitamin A, vitamin C, dan vitamin K, serta beberapa vitamin B
- Mineral. Kalsium, Zat Besi, Magnesium, Fosfor, Kalium, dan Natrium
- Lemak Sehat. Asam Linoleat, Linolenat, Palmitat, Stearat, dan Oleat
- Asam Amino Esensial. Semua jenis asam amino
- Polifenol. Kaempferol, Quercetin, Asam Kafeat, Kumarin, dan Flavonoid lainnya
- Pigmen Alami. Beta-karoten, Lutein, Luteoxanthin, dan Karotenoid lainnya
Baca Juga: 10 Manfaat Daun Jarak, Bagus untuk Kesehatan & Kecantikan
Manfaat Daun Jelatang
Daun jelatang telah lama menjadi tanaman herbal karena kandungan nutrisi dan senyawa aktifnya yang cukup beragam. Berbagai khasiat daun jelatang ini berkaitan dengan efek antioksidan, antiinflamasi, hingga dukungannya terhadap kesehatan jantung, metabolisme, dan sistem kemih. Berikut manfaat daun jelatang yang dapat Anda rasakan:
1. Membantu Meredakan Alergi Musiman
Daun jelatang kerap membantu mengurangi gejala alergi musiman seperti hidung tersumbat, bersin, gatal, dan mata berair yang muncul akibat paparan serbuk sari atau alergen lainnya. Konsumsi ekstraknya dalam jangka pendek dapat membantu meredakan respons tubuh yang berlebihan terhadap histamin sehingga keluhan terasa lebih ringan.
Meski demikian, efeknya dapat berbeda pada setiap orang tergantung kondisi tubuh dan tingkat sensitivitas alergi yang seseorang alami. Penggunaan herbal ini sebaiknya tetap Anda sesuaikan dengan kebutuhan serta tidak menggantikan penanganan medis bila gejala alergi tergolong berat.
2. Mengurangi Peradangan dan Nyeri Sendi
Senyawa aktif dalam daun jelatang memiliki sifat antiinflamasi yang membantu menekan peradangan di dalam tubuh, termasuk pada sendi yang mengalami gangguan seperti osteoarthritis. Penggunaan topikal dalam bentuk krim maupun konsumsi suplemen ekstraknya dapat membantu meredakan nyeri dan kaku sendi secara bertahap.
Selain itu, manfaat daun jelatang untuk asam urat sering orang gunakan karena kemampuannya membantu mengurangi peradangan yang berkaitan dengan penumpukan kristal asam urat di persendian. Dengan berkurangnya peradangan, rasa tidak nyaman saat bergerak pun bisa ikut menurun.
3. Membantu Mengatasi Pembesaran Prostat Jinak (BPH)
Daun dan akar jelatang berguna sebagai bagian dari terapi herbal untuk membantu meredakan gejala benign prostatic hyperplasia (BPH) atau pembesaran prostat nonkanker. Kondisi ini umumnya menimbulkan keluhan seperti sering buang air kecil, terutama pada malam hari, serta aliran urine yang lemah.
Kombinasi ekstrak jelatang dengan herbal lain dapat membantu memperbaiki gejala tersebut tanpa menimbulkan efek samping yang berarti pada sebagian besar pengguna. Namun, penggunaannya tetap perlu Anda pertimbangkan secara bijak terutama pada pria usia lanjut dengan gangguan saluran kemih.
4. Mendukung Kesehatan Jantung dan Tekanan Darah
Daun jelatang berpotensi membantu menjaga tekanan darah tetap stabil melalui mekanisme pelebaran pembuluh darah dan peningkatan aliran darah. Kandungan tertentu di dalamnya juga berperan dalam membantu relaksasi otot pembuluh darah sehingga beban kerja jantung menjadi lebih ringan.
Selain itu, peningkatan kadar oksida nitrat dalam tubuh dapat mendukung kesehatan pembuluh darah dan mengurangi risiko gangguan kardiovaskular. Efek ini menjadikan jelatang sebagai salah satu herbal yang sering berkaitan dengan perlindungan jantung secara alami.
5. Membantu Mengontrol Kadar Gula Darah
Daun jelatang memiliki potensi dalam membantu menjaga kadar gula darah tetap stabil, terutama pada individu dengan diabetes tipe 2. Senyawa aktifnya dapat mendukung kerja insulin atau meniru sebagian efeknya sehingga membantu proses penyerapan glukosa oleh sel tubuh.
Penggunaan rutin dalam dosis tertentu berkaitan dengan penurunan kadar gula darah puasa serta perbaikan profil lemak darah. Meski demikian, pemantauan kadar gula darah tetap penting penderita diabetes lakukan secara berkala.
6. Berpotensi Membantu Gagal Jantung dan Gangguan Vena Kronis
Dalam bentuk jus herbal, daun jelatang menunjukkan efek diuretik alami yang membantu tubuh mengeluarkan kelebihan cairan dan garam. Dengan berkurangnya retensi cairan, tekanan darah serta pembengkakan pada tungkai akibat insufisiensi vena kronis dapat ikut membaik.
Efek ini juga bermanfaat pada kondisi gagal jantung ringan serta penumpukan cairan di jaringan tubuh. Namun, penggunaannya perlu Anda perhatikan agar tidak menimbulkan ketidakseimbangan elektrolit.
7. Menunjang Kesehatan Metabolisme dan Profil Lemak
Ekstrak daun jelatang dapat membantu menurunkan kadar trigliserida serta meningkatkan kadar kolesterol baik (HDL) dalam darah. Perubahan ini berkontribusi pada penurunan risiko penyakit jantung, terutama pada individu dengan gangguan metabolik.
Selain itu, peningkatan sirkulasi darah yang lebih optimal turut mendukung fungsi organ vital dan membantu menjaga kesehatan pembuluh darah dalam jangka panjang.
8. Sumber Nutrisi Alami untuk Tubuh
Daun jelatang mengandung karbohidrat, protein, lemak sehat, vitamin, dan mineral yang mendukung berbagai fungsi tubuh. Kandungan kalsium dan magnesium di dalamnya juga berkontribusi terhadap manfaat daun jelatang untuk kesehatan tulang, terutama dalam menjaga kepadatan dan kekuatan struktur tulang.
Selain itu, zat besi dalam jelatang membantu pembentukan sel darah merah sehingga tubuh tidak mudah lelah. Kandungan vitamin dan antioksidannya pun mendukung sistem imun serta perlindungan sel dari kerusakan akibat radikal bebas.
9. Manfaat Lainnya
- Membantu Mengurangi Perdarahan Berlebih. Produk herbal berbahan jelatang dapat membantu mengontrol perdarahan tertentu, termasuk setelah prosedur medis, dengan mendukung proses pembekuan darah secara alami.
- Menjaga Kesehatan Hati. Kandungan antioksidan di dalamnya membantu melindungi sel hati dari paparan racun, logam berat, dan stres oksidatif yang dapat merusak jaringan hati dalam jangka panjang.
- Bersifat Diuretik Alami. Efek diuretiknya membantu tubuh mengeluarkan kelebihan cairan dan garam sehingga turut mendukung manfaat daun jelatang untuk ginjal dalam menjaga keseimbangan cairan tubuh.
- Mendukung Penyembuhan Luka dan Luka Bakar. Penggunaan topikal dalam bentuk krim dapat membantu mempercepat proses regenerasi kulit serta mendukung pemulihan jaringan yang rusak akibat luka ringan maupun luka bakar.
- Membantu Menjaga Kesehatan Rambut. Kandungan vitamin dan mineralnya bermanfaat dalam produk perawatan karena manfaat daun jelatang untuk rambut membantu memperkuat akar dan mengurangi kerontokan.
Baca Juga: 8 Manfaat Daun Jati Cina dan Risiko Efek Samping
Risiko Efek Samping
Meskipun daun jelatang sebagai tanaman herbal dengan berbagai manfaat, penggunaan jelatang tetap perlu Anda perhatikan karena dapat menimbulkan reaksi tertentu pada sebagian orang. Memahami kemungkinan bahaya daun jelatang sejak awal membantu Anda lebih waspada sebelum mengonsumsinya, terutama dalam bentuk suplemen atau ekstrak pekat.
1. Efek Samping Umum
- Diare
- Peningkatan frekuensi buang air kecil
- Iritasi kulit
- Gangguan lambung
- Berkeringat berlebih
2. Efek Samping Serius
- Reaksi alergi berat. Reaksi alergi parah dapat muncul dengan sesak napas, gatal hebat, pembengkakan, atau munculnya ruam luas pada kulit. Kondisi ini memerlukan penanganan medis segera karena dapat berkembang menjadi keadaan yang mengancam jiwa.
- Perubahan tekanan darah. Jelatang dapat memengaruhi tekanan darah sehingga pada sebagian orang bisa terjadi peningkatan atau penurunan tekanan darah yang signifikan. Tekanan darah terlalu rendah dapat menyebabkan pusing dan pingsan, sedangkan tekanan darah sangat tinggi berisiko memicu komplikasi serius seperti serangan jantung atau stroke.
- Penurunan kadar gula darah berlebihan. Efek penurunan gula darah yang terlalu kuat dapat menimbulkan gejala seperti tubuh gemetar, keringat dingin, lemas ekstrem, hingga kebingungan. Kondisi ini perlu Anda waspadai terutama pada penderita diabetes yang juga menggunakan obat penurun gula darah.
Hal yang Perlu Diperhatikan
Sebelum menggunakan jelatang sebagai herbal, penting untuk memahami kondisi tertentu yang memerlukan kehati-hatian. Selain itu, cara mengonsumsi daun jelatang juga perlu Anda sesuaikan dengan kondisi kesehatan masing-masing agar manfaatnya optimal dan risiko efek samping dapat Anda cegah. Berikut beberapa hal yang perlu Anda perhatikan:
- Riwayat Alergi Berat. Hindari penggunaan jika memiliki alergi terhadap jelatang atau bagian tanamannya karena dapat memicu reaksi serius.
- Kehamilan. Jelatang tidak dianjurkan selama kehamilan karena berpotensi memengaruhi kondisi rahim dan meningkatkan risiko komplikasi.
- Menyusui. Meski kadang untuk membantu produksi ASI atau mengatasi anemia, keamanan penggunaannya pada ibu menyusui dan bayi masih perlu kehati-hatian.
- Lansia (Usia di atas 65 tahun). Umumnya dapat Anda toleransikan dengan baik, tetapi risiko efek samping obat bisa lebih tinggi sehingga perlu pemantauan lebih ketat.
- Anak-anak. Penggunaan pada anak perlu pengawasan karena dapat memengaruhi siklus hormon atau menstruasi.
- Penderita Diabetes. Jelatang dapat menurunkan kadar gula darah sehingga perlu pemantauan rutin agar tidak terjadi hipoglikemia.
- Tekanan Darah Tinggi atau Tekanan darah Rendah. Karena dapat memengaruhi tekanan darah, penggunaannya sebaiknya perlu pemantauan agar tidak terjadi perubahan yang berlebihan.
- Kolesterol Tinggi. Dapat memengaruhi kadar kolesterol sehingga perlu evaluasi berkala bila Anda gunakan bersamaan dengan obat penurun kolesterol.
- Gangguan Ginjal. Efek diuretiknya dapat meningkatkan produksi urine sehingga penderita gangguan ginjal memerlukan pengawasan medis.
- Hewan Peliharaan. Jelatang dapat menimbulkan reaksi toksik pada hewan seperti gatal, napas cepat, air liur berlebihan, hingga gangguan saraf, sehingga penggunaannya di sekitar hewan perlu sangat berhati-hati.
Baca Juga: 8 Manfaat Daun Pandan, Nutrisi, dan Efek Samping
Jika Anda atau keluarga Anda mengalami efek samping setelah mengonsumsi daun jelatang, segera kunjungi Ciputra Hospital. Dapatkan kemudahan untuk konsultasi dan membuat janji dengan dokter pilihan Anda.
Cek informasi lengkap mengenai layanan Ciputra Hospital, mulai dari rawat jalan hingga Medical Check Up (MCU), hanya di situs resmi atau kunjungi langsung fasilitas terdekat sekarang juga.
Telah Direview oleh dr. Nilam Sari, S.Tr, Gz
Source:
- verywell health. 6 Benefits of Stinging Nettle for Your Health. Februari 2026
- healthline. 6 Evidence-Based Benefits of Stinging Nettle. Februari 2026
- Medical News Today. What are the health benefits of stinging nettle, and what does it look like?. Februari 2026





