Buat janji Ciputra HospitalWhatsapp Ciputra Hospital

Rumah Sakit Terbaik Berstandarisasi Internasional | Ciputra Hospital

  • Home
  • Rumah Sakit
    • CitraRaya Tangerang
    • CitraGarden City Jakarta
    • Ciputra Mitra Hospital Banjarmasin
    • Ciputra Hospital Surabaya
  • Fasilitas & Layanan
  • Center of Excellence
  • Cari Dokter
  • Artikel
  • Home
  • Artikel Kesehatan
  • Diabetes Gestasional: Gejala dan Cara Mengatasinya
Asifah
Senin, 06 April 2026 / Published in Artikel Kesehatan

Diabetes Gestasional: Gejala dan Cara Mengatasinya

Ditulis oleh Tim Konten Medis

Diabetes gestasional adalah kondisi meningkatnya kadar gula darah yang terjadi hanya selama kehamilan dan biasanya muncul pada usia kehamilan 24–28 minggu. Gejalanya sering tidak terasa, namun ibu hamil yang berusia di atas 40 tahun, memiliki berat badan berlebih, atau pernah mengalami sebelumnya termasuk dalam kelompok yang berisiko tinggi.

diabetes gestasional
Diabetes gestasional biasanya muncul pada usia kehamilan 24 hingga 28 minggu.

Selama masa kehamilan, kadar gula darah normal ibu hamil umumnya berada di bawah 95 mg/dL saat puasa dan tidak melebihi 140 mg/dL satu jam setelah makan. Jika hasil pemeriksaan menunjukkan kadar gula darah lebih tinggi dari batas tersebut, maka kondisi ini dapat mengarah pada penyakit ini, yaitu peningkatan kadar gula darah yang terjadi khusus selama masa kehamilan.

Ketika kadar gula darah tidak terkontrol, ibu hamil berisiko mengalami tekanan darah tinggi, persalinan prematur, atau harus melahirkan melalui operasi sesar. Selain itu, bayi juga dapat mengalami gangguan pernapasan, berat badan lahir berlebih, atau bahkan kadar gula darah rendah setelah lahir akibat penyakit diabetes yang ibu hamil alami.

Daftar Isi

Toggle
  • Apa Itu Diabetes Gestasional?
  • Penyebab Ibu Hamil Terkena Diabetes
  • Golongan yang Berisiko Terkena Diabetes Gestasional Saat Hamil 
  • Gejala Diabetes Gestasional
  • Dampak Diabetes Saat Hamil
    • 1. Komplikasi pada Bayi
    • 2. Komplikasi pada Ibu Hamil
  • Cara Mengatasi Diabetes Gestasional pada Ibu Hamil
    • 1. Pola Makan Sehat
    • 2. Tetap Aktif Bergerak
    • 3. Pemantauan Kadar Gula Darah
    • 4. Penggunaan Obat-obatan
    • 5. Pemantauan Kondisi Janin
    • 6. Pemeriksaan Setelah Melahirkan
  • Pencegahan Terkena Diabetes Saat Hamil 

Apa Itu Diabetes Gestasional?

Diabetes gestasional adalah salah satu jenis yang terjadi hanya selama masa kehamilan, ketika kadar gula darah meningkat karena tubuh tidak mampu memproduksi atau menggunakan insulin dengan baik. Kondisi ini biasanya muncul pada pertengahan kehamilan, tepatnya antara minggu ke-24 hingga ke-28, dan dapat Anda ketahui melalui pemeriksaan darah oleh tenaga kesehatan.

Meskipun terdengar mengkhawatirkan, kondisi ini umumnya dapat Anda kendalikan dengan pola makan sehat, olahraga ringan, dan pemantauan rutin, sehingga ibu hamil tetap dapat melahirkan bayi yang sehat tanpa komplikasi.

Baca Juga: Apa Penyebab Diabetes? Waspadai Genetik dan Gaya Hidup

Penyebab Ibu Hamil Terkena Diabetes

Penyebab ibu hamil terkena diabetes berasal dari perubahan hormon selama kehamilan yang memengaruhi cara tubuh mengolah gula menjadi energi. Hormon kehamilan yang plasenta hasilkan dapat menghambat kerja insulin, yaitu hormon yang bertugas menjaga kadar gula darah tetap normal.

Akibatnya, tubuh tidak dapat menggunakan insulin dengan baik atau memproduksinya dalam jumlah yang cukup, sehingga kadar gula darah meningkat. Kondisi inilah yang kemudian menyebabkan terjadinya penyakit ini selama masa kehamilan.

Golongan yang Berisiko Terkena Diabetes Gestasional Saat Hamil 

Setiap ibu hamil memiliki kemungkinan mengalami penyakit ini, namun risikonya bisa lebih tinggi pada kondisi tertentu. Dengan mengetahui faktor risiko sejak dini, ibu dapat melakukan pemeriksaan dan pencegahan lebih awal untuk menjaga kesehatan diri serta janin. Berikut beberapa golongan yang lebih berisiko terkena penyakit ini saat hamil:

  • Ibu hamil berusia di atas 40 tahun.
  • Memiliki indeks massa tubuh (BMI) lebih dari 30.
  • Pernah melahirkan bayi dengan berat lahir lebih dari 4,5 kg.
  • Mengalaminya pada kehamilan sebelumnya.
  • Memiliki orang tua atau saudara kandung dengan riwayat penyakit tersebut.
  • Berasal dari keturunan Asia Selatan, Afrika, Karibia, atau Timur Tengah.
  • Pernah menjalani operasi penurunan berat badan seperti gastric bypass.

Gejala Diabetes Gestasional

Sebagian besar kasus penyakit ini tidak menunjukkan gejala yang jelas dan sering kali baru Anda ketahui saat pemeriksaan kadar gula darah rutin. Namun, ada tanda-tanda wanita hamil terkena diabetes gestasional yang bisa muncul ketika kadar gula darah terlalu tinggi. Berikut beberapa gejala yang mungkin Anda alami:

  • Sering merasa haus berlebihan.
  • Lebih sering buang air kecil dari biasanya.
  • Mulut terasa kering.
  • Tubuh mudah lelah dan lemas.
  • Pandangan menjadi buram.
  • Mengalami gatal pada area genital atau infeksi jamur.

Baca Juga: 5 Perbedaaan Diabetes Tipe 1 dan 2 yang Mudah Dikenali

Dampak Diabetes Saat Hamil

Jika kadar gula darah tidak terkontrol saat hamil dapat menimbulkan berbagai komplikasi yang memengaruhi kesehatan ibu maupun bayi. Kondisi ini juga bisa meningkatkan kemungkinan persalinan melalui operasi sesar karena ukuran bayi yang terlalu besar atau komplikasi lain selama kehamilan.

1. Komplikasi pada Bayi

  • Berat badan lahir berlebih. Kadar gula darah yang tinggi dapat membuat bayi tumbuh terlalu besar, sehingga berisiko sulit lahir normal atau membutuhkan operasi sesar.
  • Lahir prematur. Saat hamil dapat menyebabkan persalinan terjadi lebih awal dari waktu seharusnya.
  • Gangguan pernapasan. Bayi yang lahir prematur bisa mengalami kesulitan bernapas karena paru-parunya belum berkembang sempurna.
  • Gula darah rendah setelah lahir. Kondisi ini bernama hipoglikemia dan bisa menyebabkan kejang jika tidak segera Anda tangani.
  • Kematian janin. Jika tidak Anda kendalikan, penyakit ini dapat meningkatkan risiko bayi meninggal sebelum atau sesaat setelah melahirkan.

2. Komplikasi pada Ibu Hamil

  • Tekanan darah tinggi dan preeklamsia. Saat hamil dapat memicu peningkatan tekanan darah dan menyebabkan komplikasi serius yang membahayakan ibu dan janin.
  • Persalinan dengan operasi sesar. Ibu dengan penyakit ini lebih berisiko menjalani operasi karena ukuran bayi yang besar atau komplikasi persalinan.
  • Risiko penyakit yang sama di masa depan. Ibu yang pernah mengalami penyakit ini lebih berpeluang mengalaminya kembali di kehamilan berikutnya atau terkena tipe 2 di kemudian hari.

Cara Mengatasi Diabetes Gestasional pada Ibu Hamil

Menjaga kesehatan selama kehamilan sangat penting, terutama bagi yang mengalaminya pada ibu hamil. Dengan pola makan seimbang, olahraga teratur, dan pemantauan rutin, kadar gula darah normal ibu hamil dapat tetap terjaga sehingga risiko komplikasi bisa Anda cegah.

1. Pola Makan Sehat

Salah satu langkah utama untuk mengatasinya adalah menerapkan pola makan bergizi dan seimbang. Ibu hamil dengan mengonsumsi makanan tinggi serat seperti buah, sayur, biji-bijian utuh, serta sumber protein rendah lemak.

Hindari makanan tinggi lemak, manis, dan karbohidrat olahan seperti nasi putih, roti putih, serta kue manis. Ibu juga dapat berkonsultasi dengan ahli gizi untuk menyusun rencana makan yang sesuai dengan kebutuhan dan kondisi tubuh selama kehamilan.

2. Tetap Aktif Bergerak

Aktivitas fisik berperan penting dalam menjaga kadar gula darah tetap stabil selama kehamilan. Olahraga ringan seperti berjalan kaki, bersepeda santai, atau berenang dapat membantu meningkatkan metabolisme dan mengurangi ketidaknyamanan seperti nyeri punggung dan kram otot.

Jika sebelumnya jarang berolahraga, mulailah dengan durasi singkat dan tingkatkan perlahan hingga mencapai sekitar 30 menit per hari. Pastikan untuk selalu berkonsultasi dengan tenaga kesehatan sebelum memulai rutinitas olahraga baru.

3. Pemantauan Kadar Gula Darah

Selama hamil, menyarankan ibu hamil untuk rutin memeriksa kadar gula darah beberapa kali sehari, terutama saat pagi hari dan setelah makan. Langkah ini membantu memastikan kadar gula darah tetap dalam batas normal dan mencegah komplikasi yang berisiko bagi ibu maupun janin.

Pemantauan ini biasanya menggunakan alat cek gula darah sederhana di rumah. Dengan pencatatan rutin, dokter dapat menilai apakah pengelolaan penyakit ini sudah berjalan efektif atau perlu penyesuaian.

4. Penggunaan Obat-obatan

Jika pola makan dan olahraga belum cukup untuk mengontrol gula darah, dokter mungkin akan meresepkan suntikan insulin. Insulin membantu menurunkan kadar gula darah dengan cepat dan aman bagi ibu serta janin.

Dalam beberapa kasus, obat oral juga dapat Anda konsumsi sesuai anjuran dokter. Penggunaan obat ini harus terawasi dengan ketat agar tetap aman selama masa kehamilan.

5. Pemantauan Kondisi Janin

Selama kehamilan, dokter akan memantau perkembangan janin melalui USG atau pemeriksaan lain secara berkala. Pemantauan ini penting untuk memastikan janin tumbuh dengan baik dan tidak mengalami komplikasi akibat kadar gula darah tinggi.

Jika mendekati waktu persalinan dan belum terjadi kontraksi alami, dokter mungkin akan mempertimbangkan induksi untuk meminimalkan risiko bagi ibu dan janin. Melakukan langkah ini dengan pengawasan medis yang aman.

6. Pemeriksaan Setelah Melahirkan

Setelah melahirkan, kadar gula darah ibu akan dokter periksa kembali untuk memastikan sudah kembali normal. Melakukan pemeriksaan lanjutan biasanya dalam waktu 6 hingga 12 minggu setelah persalinan.

Meskipun kadar gula sudah normal, ibu hamil tetap memeriksakan diri setiap tiga tahun sekali untuk memantau risiko di kemudian hari. Gaya hidup sehat dan pola makan seimbang tetap menjadi kunci untuk menjaga kesehatan jangka panjang.

Pencegahan Terkena Diabetes Saat Hamil 

Tidak ada cara pasti untuk sepenuhnya mencegahnya saat hamil, namun menerapkan gaya hidup sehat sebelum dan selama kehamilan dapat membantu menurunkan risikonya. Dengan menjaga pola makan, berat badan, dan aktivitas fisik, ibu dapat mempersiapkan kehamilan yang lebih sehat serta mengurangi kemungkinan mengalami penyakit ini. Berikut beberapa cara yang dapat Anda lakukan untuk mencegahnya saat hamil:

  • Konsumsi makanan sehat. Pilih makanan tinggi serat, rendah lemak, dan rendah kalori seperti buah, sayur, serta biji-bijian utuh. Perhatikan juga porsi makan agar tidak berlebihan.
  • Tetap aktif bergerak. Lakukan olahraga ringan seperti berjalan cepat, bersepeda, atau berenang selama 30 menit hampir setiap hari. Aktivitas sederhana seperti naik tangga atau berjalan kaki juga bermanfaat.
  • Pertahankan berat badan ideal sebelum hamil. Jika berencana untuk hamil, menurunkan berat badan berlebih dapat membantu mengurangi risiko penyakit ini. Biasakan pola makan seimbang dan kaya nutrisi.
  • Kendalikan kenaikan berat badan saat hamil. Kenaikan berat badan adalah hal wajar, namun pastikan tidak berlebihan. Konsultasikan dengan tenaga kesehatan untuk mengetahui batas kenaikan berat badan yang sesuai dengan kondisi tubuh Anda.

Baca Juga: Diabetes Insipidus

Yuk kunjungi Ciputra Hospital, dan dapatkan kemudahan untuk konsultasi dan membuat janji dengan dokter pilihan Anda. Cek informasi lengkap mengenai layanan Ciputra Hospital, mulai dari rawat jalan hingga Medical Check Up (MCU), hanya di situs resmi atau kunjungi langsung fasilitas terdekat sekarang juga.

Telah Direview oleh dr. M Rayhan Samudra

Source

  • Cleveland Clinic. Gestational Diabetes. April 2026
  • NHS. Gestational Diabetes. April 2026
  • Mayo Clinic. Gestational Diabetes. April 2026

Diperbarui pada 6 April 2026

Artikel Terkait

  • cara mencegah diabetes melitus
    10 Cara Mencegah Diabetes Melitus Sejak Usia Muda
  • beras merah untuk diabetes
    6 Manfaat Beras Merah untuk Diabetes dan Aturan Konsumsi
  • diabetes tipe 5
    Apa Itu Diabetes Tipe 5? Kenali Jenis Gejalanya
  • mengatasi kurus karena diabetes
    Berat Badan Penderita Diabetes Turun Drastis? Ini Cara Mengatasi Kurus karena Diabetes!
  • diabetes pada pria
    Ciri-Ciri Diabetes pada Pria dan Dampaknya pada Kesuburan
Tagged under: penyakit diabetes

Artikel Terkait

  • cara mencegah diabetes melitus
    10 Cara Mencegah Diabetes Melitus Sejak Usia Muda
  • beras merah untuk diabetes
    6 Manfaat Beras Merah untuk Diabetes dan Aturan Konsumsi
  • diabetes tipe 5
    Apa Itu Diabetes Tipe 5? Kenali Jenis Gejalanya
  • mengatasi kurus karena diabetes
    Berat Badan Penderita Diabetes Turun Drastis? Ini Cara Mengatasi Kurus karena Diabetes!
  • diabetes pada pria
    Ciri-Ciri Diabetes pada Pria dan Dampaknya pada Kesuburan

Ciputra Hospital

Ciputra Hospital menyediakan layanan kesehatan berkualitas tinggi dengan fasilitas teknologi canggih.

Unit Rumah Sakit:

Ciputra Hospital – CitraRaya Tangerang
Ciputra Hospital – CitraGarden City Jakarta
Ciputra Mitra Hospital Banjarmasin
Ciputra Hospital Surabaya

Unit Klinik:

Ciputra Medical Center
Ciputra SMG Eye Clinic
C Derma
Ciputra IVF

Karir / Lowongan

  • GET SOCIAL

© 2025 All rights reserved. Ciputra Hospital

TOP