Ciri-ciri orang depresi adalah perasaan sedih atau hampa yang berlangsung terus-menerus, memiliki kecemasan yang berlebihan, kehilangan minat pada aktivitas favorit, hingga kehilangan tingkat percaya diri. Depresi bahkan juga bisa memicu keinginan untuk bunuh diri. Apabila Anda merasakan gejala depresi seperti rasa sedih yang tidak kunjung usai hingga menggangu aktivitas, segera berkonsultasi pada psikolog.

Ciri-Ciri dan Tanda-Tanda Depresi Muncul Tanpa Disadari
Ciri-ciri orang depresi tanpa Anda sadari sering terjadi pada awal seseorang menderitanya. Tanda orang depresi memang sulit dikenali secara langsung sehingga perlu waktu untuk mengenalinya. Ini adalah 10 ciri depresi yang muncul tanpa Anda sadari, antara lain:
1. Kecemasan yang berlebihan
Seorang dengan kecemasan yang berlebihan dengan durasi dan frekuensi yang tidak wajar merupakan salah satu tanda depresi. Ada beberapa momen yang dapat memicu munculnya depresi. Misalnya stres karena tingginya beban kerja yang ada di tempat kerjanya.
2. Perubahan perilaku dan mood secara signifikan
Perubahan mood yang signifikan dan cenderung cepat merupakan tanda lain ciri penderita depresi. Ketika orang sekitar atau dokter sadar akan perubahan mood tersebut, hal ini dapat Anda pastikan ada sesuatu yang tidak baik dalam diri Anda. Perubahan mood ini mungkin tidak mudah untuk disadari oleh penderita sehingga perlu adanya bantuan orang lain atau dokter.
Baca juga: Gangguan Depresi Persisten Begini Bahayanya!
3. Kehilangan minat pada aktivitas favorit
Depresi dapat membuat seseorang kehilangan rasa senang atau kenikmatan dalam melakukan hal-hal yang biasanya mereka sukai. Berkurangnya minat atau bahkan menarik diri dari aktivitas yang sebelumnya Anda nantikan, seperti olahraga, hobi, atau berkumpul bersama teman, kerap menjadi salah satu tanda utama depresi mayor.
Misalnya, seseorang yang biasanya rutin berolahraga bisa tiba-tiba kehilangan semangat untuk melakukannya. Begitu pula dengan kebiasaan berkumpul bersama teman-teman yang perlahan mulai Anda tinggalkan tanpa alasan yang jelas.
Selain itu, penurunan minat ini juga bisa terlihat dari berkurangnya gairah seksual seseorang. Menurunnya libido, bahkan hingga munculnya disfungsi ereksi, juga termasuk salah satu gejala yang umum ditemukan pada penderita depresi mayor.
4. Perubahan pola makan
Pola makan secara tidak langsung berhubungan dengan kesehatan mental seseorang. Ketika seseorang mengalami kenaikan atau penurunan berat badan tanpa ia sadari dan mulai tidak memerdulikan kalori yang masuk. Hal ini dapat menjadi tanda bahwa ada sesuatu yang tidak baik secara kondisi mentalnya.
5. Perubahan tingkat percaya diri
Setiap orang memiliki hal-hal yang ingin dan perlu untuk dilakukannya dalam dirinya. Namun, ketika seseorang mulai tidak bisa fokus dan menemukan hal apa yang ingin ia kembangkan serta terobsesi dengan masa lalunya. Maka orang itu dapat diduga sedang menderita depresi.
Baca Juga: Anak Bisa Depresi Karena Orangtua, Cek Kriterianya
6. Perubahan pola tidur
Kesehatan diri seseorang, termasuk kondisi mental, dapat memengaruhi pola tidur mereka. Depresi sering kali muncul dengan rasa lelah yang berlebihan dan kekurangan energi, sehingga membuat penderitanya tidur secara berlebihan sebagai salah satu cara tubuh merespons kelelahan tersebut.
Menariknya, tidak semua orang menyadari bahwa rasa lelah yang mereka alami berkaitan dengan depresi. Sebagian orang, terutama dari kelompok usia yang lebih tua, cenderung menggambarkan kondisinya sebagai rasa lelah atau mengantuk saja, sehingga gejala ini kadang banyak orang salahartikan sebagai kondisi lain dan menyebabkan penyebab sebenarnya tidak terdeteksi dengan tepat.
Di sisi lain, depresi juga erat kaitannya dengan insomnia, di mana keduanya bisa saling memperburuk satu sama lain. Kurangnya waktu tidur yang berkualitas dapat memicu kecemasan, yang pada akhirnya membuat pola tidur semakin terganggu. Jika Anda merasa pola tidur mulai berubah drastis, menggunakan alat monitor tidur dapat membantu memantau durasi dan kualitas istirahat Anda sehari-hari.
7. Rasa sakit secara fisik
Tubuh manusia secara tidak langsung mampu merespon stres dan perubahaan mood dalam diri seseorang. Jika seseorang sering merasa sakit atau kecapekan secara fisik tanpa mengetahui apa penyebabnya, maka kemungkinan ini adalah ciri depresi.
8. Keinginan untuk bunuh diri
Pikiran untuk menyakiti diri sendiri atau mengakhiri hidup merupakan salah satu tanda depresi yang tidak boleh Anda abaikan. Orang yang memiliki pikiran seperti ini biasanya telah menunjukkan gejala depresi atau masalah kesehatan mental lainnya sebelumnya, dan seringkali membicarakannya atau bahkan sudah pernah mencoba melakukannya sebelum benar-benar melakukan percobaan yang lebih serius.
Karena itu, penting untuk segera mencari bantuan profesional begitu tanda-tanda ini muncul, baik pada diri sendiri maupun orang terdekat. Semakin cepat penanganan Anda lakukan, semakin besar peluang untuk mendapatkan dukungan dan penanganan yang tepat.
Apabila seseorang berada dalam kondisi berisiko tinggi untuk menyakiti diri sendiri atau orang lain, berikut beberapa hal yang bisa orang-orang sekitar lakukan:
- Segera hubungi layanan darurat setempat atau ajak ke unit gawat darurat rumah sakit terdekat.
- Hubungi layanan dukungan psikologis
- Temani orang tersebut dan jangan tinggalkan sendirian sampai bantuan datang.
- Jauhkan benda-benda berbahaya seperti senjata tajam, senjata api, maupun obat-obatan dari jangkauannya.
- Dengarkan dengan penuh perhatian tanpa menghakimi, membantah, mengancam, atau membentak.
9. Kesulitan mengikuti kegiatan sekolah
Kesulitan dalam mengikuti kegiatan di sekolah merupakan ciri depresi yang dapat muncul pada penderita anak-anak atau pelajar lainnya. Contoh perilaku yang ditunjukkan adalah sering datang terlambat, tidak ada energi untuk mengerjakan tugas, dan munculnya perilaku buruk lainnya.
Baca juga: Kenali Gangguan Depresi Mayor
10. Emosi negatif lebih dominan
Beberapa orang percaya bahwa emosi negatif selalu berjalan beriringan dengan gangguan depresi. Penderita depresi akan memiliki emosi negatif yang mempengaruhi kehidupannya, yang juga akan berpengaruh kepada orang lain, serta kesehatan emosi dan fisiknya.
Depresi merupakan penyakit mental yang banyak orang-orang derita di dunia. Sebagian besar penderita depresi merupakan seorang wanita. Ciri-ciri orang depresi muncul tanpa penderita langsung sadari.
Ada beberapa ciri yang perlu untuk diwaspadai, seperti perubahan mood signifikan, perubahan pola tidur, makan hingga muncul pemikiran untuk bunuh diri. Jika Anda mengalami atau melihat sekitar Anda memiliki 10 ciri di atas, maka lebih baik Anda berkonsultasi dengan dokter.
Gangguan Penyakit yang Bisa Menyebabkan Gejala Depresi
Selain depresi mayor, ada beberapa kondisi kesehatan lain yang juga bisa menimbulkan gejala serupa. Oleh karena itu, penting untuk mendapatkan diagnosis yang tepat dari dokter agar penanganan yang diberikan juga sesuai dengan kondisi yang sebenarnya dialami.
- Gangguan bipolar I dan II. Gangguan suasana hati ini muncul dengan perubahan ekstrem, mulai dari fase euforia (mania) hingga fase depresi, sehingga kadang sulit Anda bedakan dari depresi mayor.
- Gangguan siklotimik. Kondisi ini juga melibatkan fase euforia dan depresi, namun dengan tingkat keparahan yang lebih ringan dari gangguan bipolar.
- Gangguan disregulasi suasana hati yang mengganggu. Umumnya anak-anak alami, gangguan ini muncul dengan iritabilitas dan kemarahan kronis yang sering disertai ledakan emosi, dan berpotensi berkembang menjadi gangguan depresi atau kecemasan saat remaja maupun dewasa.
- Gangguan depresi persisten (distimia). Bentuk depresi ini cenderung lebih ringan namun berlangsung dalam jangka waktu lama, sehingga dapat mengganggu aktivitas dan rutinitas sehari-hari meski tidak sampai melumpuhkan.
- Gangguan disforia pramenstruasi. Gejala depresi pada kondisi ini berkaitan dengan perubahan hormon, biasanya muncul seminggu sebelum menstruasi dan membaik beberapa hari setelah mulai menstruasi.
- Gangguan depresi lainnya. Kategori ini mencakup depresi yang dipicu oleh penggunaan zat terlarang, efek samping obat tertentu, maupun kondisi medis lain yang mendasarinya.



