Ditulis oleh Tim Konten Medis
Sulitnya buang air besar pada bayi adalah masalah yang umum, tetapi dapat menimbulkan kecemasan bagi para orang tua. Tidak hanya itu, kondisi ini dapat membuat bayi merasa tidak nyaman dan gelisah. Untuk itu, penting mengetahui penyebab dan cara mengatasi bayi susah BAB di bawah ini.
Bayi susah BAB menunjukkan berbagai gejala, salah satunya menangis atau gelisah.
Gejala Bayi Susah BAB
Bayi susah BAB atau mengalami sembelit bisa menunjukkan berbagai gejala. Berikut adalah beberapa gejala yang mungkin muncul pada bayi yang mengalami kesulitan buang air besar:
- Sembelit
- Kesulitan saat BAB
- Perut kencang dan tegang
- Menangis atau gelisah
- Kotoran yang keras
- Berkembangnya wasir (hemoroid)
- Nafsu makan berkurang
- Bayi mungkin tampak lebih mudah marah dan sulit dikendalikan
- Menggigil atau berkeringat
Baca Juga: Catat! Ini 7 Cara Mengatasi Diare yang Efektif
Penyebab Bayi Susah BAB
Ada beberapa faktor yang menjadi penyebab bayi susah BAB. Berikut penjelasan lengkapnya:
1. Efek Dehidrasi
Dehidrasi dapat menjadi salah satu penyebab utama ketika bayi mengalami kesulitan buang air besar. Bayi yang tidak mendapatkan cukup cairan dalam tubuhnya dapat mengalami feses yang keras dan kering. Hal ini karena tubuh mereka mencoba untuk menyerap lebih banyak air dari feses, membuatnya lebih padat dan sulit untuk dikeluarkan.
Faktor-faktor yang dapat menyebabkan dehidrasi pada bayi termasuk kurangnya konsumsi ASI atau susu formula yang cukup, terutama saat cuaca panas atau jika bayi mengalami demam. Oleh karena itu, penting bagi orang tua untuk memantau asupan cairan bayi mereka dan memastikan mereka mendapatkan cukup cairan untuk mencegah dehidrasi yang dapat memperparah masalah sembelit.
2. Pencernaan Masih dalam Tahap Perkembangan
Pencernaan bayi adalah sistem yang kompleks terus berkembang seiring pertumbuhan mereka. Sistem pencernaan bayi mungkin belum sepenuhnya matang pada awal kehidupan mereka. Sebagai hasilnya, proses pencernaan makanan bisa berjalan lebih lambat dan kurang efisien, yang dapat menyebabkan feses menjadi lebih keras dan sulit untuk dikeluarkan.
Namun, seiring berjalannya waktu, sistem pencernaan bayi akan menjadi lebih matang dan efisien dan masalah sembelit akibat faktor ini akan berkurang secara alami seiring perkembangan bayi. Orang tua dapat membantu dengan memberikan nutrisi yang sesuai dan memberikan waktu yang diperlukan untuk sistem pencernaan bayi berkembang dengan baik.
3. Konsumsi Makanan Padat
Ketika bayi mulai memperkenalkan makanan padat ke dalam diet mereka, seperti sereal atau makanan bayi pertama, terkadang feses mereka dapat menjadi keras dan menyebabkan sembelit. Ini terjadi karena makanan padat umumnya memiliki kadar serat rendah yang diperlukan untuk merangsang pergerakan usus sehat.
Penting untuk mengenalkan makanan padat secara bertahap dan memilih makanan yang kaya serat, seperti buah-buahan, sayuran, dan biji-bijian, saat bayi siap. Dengan demikian, Anda dapat membantu mencegah perkembangan sembelit saat memulai proses ini dan memastikan bayi mendapatkan nutrisi yang seimbang.
Berikan bayi makanan yang tinggi serat, seperti buah-buahan, sayuran, atau bubur gandum untuk mengatasi masalah sembelit.
4. Kondisi Medis atau Penyakit Tertentu
Terkadang, bayi susah BAB bisa mengalami masalah lebih serius yang disebabkan oleh kondisi medis atau penyakit tertentu. Misalnya, penyakit Hirschsprung adalah gangguan saluran pencernaan langka yang dapat mengganggu gerakan usus dan menyebabkan sembelit berat. Juga, hipotiroidisme, yaitu gangguan tiroid yang kurang aktif, dapat memperlambat sistem pencernaan dan menyebabkan sembelit.
Jika bayi Anda memiliki gejala yang mencurigakan atau gejala sembelit yang tidak merespon perawatan rumah, segera konsultasikan dengan dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut dan diagnosis yang tepat. Pengenalan dini dan pengobatan penyakit yang mendasarinya akan sangat penting untuk kesehatan bayi Anda.
Baca Juga: Mengenal Infeksi Rotavirus, Penyebab Anak-Anak Mengalami Diare Akut
5. Menelan Udara saat Menyusu
Ketika bayi menyusu, proses menyusunya yang tidak tepat bisa mengakibatkan mereka menelan sejumlah besar udara. Ini dapat menyebabkan gangguan dalam pencernaan dan merupakan salah satu penyebab umum bayi susah BAB. Bayi yang menelan udara lebih dari seharusnya mungkin mengalami perut kembung, gas, dan ketidaknyamanan.
Untuk menghindari masalah ini, penting memastikan bayi melekat dengan baik saat menyusu. Memastikan bayi mengambil areola (bagian putih pada payudara yang mengelilingi puting) dengan baik dan memastikan puting tidak masuk terlalu dalam ke mulut bayi adalah langkah-langkah penting untuk mencegahnya menelan udara berlebihan selama makan.
6. Tidak Cocok dengan Susu Formula yang Dikonsumsi
Ketika bayi mengonsumsi susu formula, ada kemungkinan bahwa mereka mungkin tidak cocok dengan jenis atau merek susu formula tertentu. Beberapa bayi bisa mengalami sembelit atau bahkan alergi terhadap komponen-komponen tertentu dalam susu formula. Hal ini bisa mencakup protein susu sapi atau bahan-bahan lain dalam susu formula.
Jika bayi menunjukkan gejala sembelit yang berkepanjangan atau reaksi alergi setelah mengonsumsi susu formula tertentu, sangat disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter atau ahli gizi anak. Dokter akan membantu mengevaluasi masalah ini dan mungkin merekomendasikan penggantian dengan jenis susu formula yang lebih cocok dengan kebutuhan bayi Anda untuk mencegah masalah sembelit.
Cara Mengatasi Bayi Susah BAB
Mengatasi bayi susah BAB bisa menjadi tugas yang menantang, tetapi dengan beberapa perubahan dalam perawatan dan pola makan bayi, Anda dapat membantu bayi Anda merasa lebih nyaman. Berikut adalah beberapa cara untuk mengatasi bayi yang susah BAB:
1. Perubahan Diet
Bila bayi Anda sedang susah BAB, pertimbangkan untuk membuat perubahan pada dietnya. Jika bayi masih dalam usia ASI atau susu formula, pastikan mereka mendapatkan cukup cairan. Bila bayi sudah memulai makanan padat, perkenalkan makanan yang tinggi serat, seperti buah-buahan, sayuran, atau bubur gandum. Hindari makanan yang mungkin memperparah sembelit, seperti pisang atau makanan olahan.
2. Pemberian Air Putih (Sesuai Usia)
Untuk bayi yang sudah cukup besar, memberikan sedikit air putih setelah pemberian ASI atau susu formula dapat membantu mencegah dehidrasi dan melunakkan feses. Namun, perlu berkonsultasi dengan dokter anak terlebih dahulu untuk memastikan jumlah dan waktu yang tepat.
3. Pijatan Perut
Melakukan pijatan perut lembut dengan gerakan melingkar searah jarum jam bisa membantu merangsang pergerakan usus bayi. Ini dapat membantu mendorong feses agar lebih mudah dikeluarkan dan mengurangi ketidaknyamanan.
Baca Juga: Diare pada Anak: Penyebab dan Perawatan
4. Latihan Kaki
Gerakan kaki seperti bersepeda atau menekuk lututnya ke dada dapat membantu merangsang peristaltik usus. Gerakan ini dapat membantu mendorong feses ke bawah dan memudahkan bayi buang air besar.
Jika bayi Anda terus mengalami masalah sembelit yang serius atau berkepanjangan, sangat penting untuk berkonsultasi dengan dokter anak. Dokter dapat melakukan evaluasi lebih lanjut dan memberikan saran medis yang sesuai. Mereka juga dapat memeriksa apakah ada kondisi medis yang mendasari yang perlu ditangani.
Telah di review oleh dr. Steffe Lie
Source:
- Usus dan Sembelit Bayi Anda
- Sembelit pada Bayi (0 hingga 1 Tahun)
- Pengobatan Rumahan Terbaik untuk Sembelit Bayi
- Kebiasaan Buang Air Besar pada Bayi yang Diberi Susu