Ditulis oleh Tim Konten Medis
Limbah nuklir adalah sisa material radioaktif dari banyak aktivitas, termasuk teknologi nuklir, pembangkit listrik tenaga nuklir, medis, hingga limbah industri. Paparan jumlah limbah nuklir yang tinggi bisa menyebabkan berbagai kesehatan seperti penyakit kardiovaskular hingga kanker.

Limbah nuklir menjadi salah satu isu lingkungan yang paling sensitif dan berdampak besar bagi kehidupan manusia. Zat radioaktif di dalamnya dapat bertahan selama puluhan hingga ribuan tahun sehingga membutuhkan penanganan yang sangat hati-hati.
Selain berdampak pada lingkungan, limbah nuklir juga bisa mengancam kesehatan manusia jika tidak terkelola dengan benar. Oleh karena itu, pengolahan dan penyimpanan limbah nuklir menjadi hal penting yang harus diawasi ketat oleh setiap negara.
Apa Itu Limbah Nuklir?
Limbah nuklir adalah sisa dari proses yang menggunakan bahan radioaktif, seperti dari reaktor nuklir, rumah sakit, laboratorium penelitian, hingga industri. Limbah ini muncul karena aktivitas manusia yang memanfaatkan tenaga nuklir untuk menghasilkan energi, mengobati penyakit, atau melakukan penelitian ilmiah.
Jenis limbah nuklir dibedakan berdasarkan tingkat radiasinya. Pertama, high-level waste (HLW) yaitu limbah dengan tingkat radiasi dan panas yang sangat tinggi, biasanya berasal dari bahan bakar bekas reaktor nuklir. Limbah ini perlu disimpan dan didinginkan dalam waktu lama sebelum bisa dikelola dengan aman.
Kedua, ada intermediate-level waste (ILW) yang mengandung radiasi lebih rendah dibanding HLW tapi tetap berbahaya. Limbah jenis ini bisa berasal dari lumpur kimia, resin, atau komponen reaktor yang terkontaminasi sehingga perlu diisolasi selama bertahun-tahun agar tidak membahayakan lingkungan.
Terakhir, low-level waste (LLW) adalah limbah dengan tingkat radiasi paling rendah, seperti pakaian pelindung, kain lap, filter, atau plastik yang terpapar zat radioaktif. Meski radiasinya kecil, LLW tetap perlu ditangani dengan hati-hati agar tidak mencemari tanah dan air di sekitarnya.
Baca Juga: Waspadai Bahaya Mikroplastik untuk Kesehatan Tubuh
Bahaya Limbah Nulir untuk Kesehatan Tubuh
Atom-atom dalam sel hidup manusia, hewan, dan tumbuhan dapat terpengaruh akibat radiasi dari ion limbah nuklir yang memiliki cukup energi. Pada tingkat tinggi, radiasi dapat menyebabkan kerusakan langsung pada tubuh dan memberikan efek buruk bagi kesehatan.
Meskipun dampaknya tidak langsung terlihat karena jumlah volumenya yang masih sedikit. Limbah nuklir dapat merusak materi genetik makhluk hidup (DNA).
Sebenarnya risiko radiasi tergantung beberapa hal, termasuk:
- Jenis dan jumlah spesifik bahan radioaktif atau isotop yang dilepaskan
- Berapa banyak radiasi yang terpapar seseorang dan jangka waktu paparan radiasi
- Bagaimana seseorang bersentuhan atau terkontaminasi dengan bahan radioaktif, seperti melalui makanan, udara, air, dan kulit yang terkontaminasi
- Usia seseorang, misalnya mereka yang terpapar bahan radioaktif pada usia lebih muda umumnya berisiko lebih tinggi terkena kanker
Radiasi tingkat tinggi dapat menyebabkan kerusakan langsung pada tubuh termasuk penyakit radiasi dan kematian. Sementara pada radiasi yang lebih rendah risiko kesehatan dalam jangka panjang yang mengganggu kesehatan, seperti penyakit kardiovaskular, katarak, dan kanker.
Limbah nuklir dapat merusak DNA dalam sel makhluk hidup, yang menyebabkan kanker di kemudian hari. Risiko kesehatan penyebab kanker akibat radiasi lebih sensitif terjadi pada anak-anak dan remaja karena tubuh mereka dalam masa pertumbuhan.
Mereka juga memiliki lebih banyak waktu untuk hidup setelah paparan radiasi di mana kanker juga dapat berkembang.
Faktor yang Memengaruhi Dampak Radiasi Limbah Nuklir pada Tubuh
Radiasi yang memengaruhi kesehatan Anda tergantung pada kondisi tubuh seseorang, faktor yang mendukung meliputi:
1. Seberapa Cepat Penerimaan Dosis
Jika seseorang menerima dosis dalam jangka waktu yang lama, dampaknya terhadap kesehatan tidak akan separah jika dosis yang sama diterima berenergi sangat tinggi.
Baca Juga: 13 Penyakit yang Disebabkan oleh Virus dan Pencegahannya
2. Penerimaan Dosis
Jika radiasi hanya mengenai sebagian dari tubuh, dampaknya terhadap kesehatan tidak akan separah jika radiasi terpapar ke seluruh tubuh.
3. Seberapa Sensitif Tubuh Terhadap Radiasi
Sensitivitas individu terhadap radiasi juga merupakan faktor yang berpengaruh dalam kesehatan. Janin yang sedang berkembang adalah yang paling rentan terhadap efek radiasi.
Bayi, anak-anak, orang tua, wanita hamil, dan orang-orang dengan sistem kekebalan tubuh yang terganggu lebih rentan terganggu daripada orang dewasa yang sehat.
Bagaimana Cara Melindungi Diri dari Paparan Limbah Berbahaya?
Pembangkit tenaga nuklir memiliki standar keselamatan dan keamanan yang juga mendapatkan langsung oleh komisi khusus pengaturan nuklir. Jika terjadi kecelakaan di pembangkit listrik tenaga nuklir terjadi, tingkat radiasi di wilayah tersebut berbahaya.
Bahan radioaktif dari pembangkit listrik tenaga nuklir dapat mengendap dan mencemari orang-orang yang berada di luar ruangan, bangunan, makanan, air hingga hewan ternak. Selain itu, bahan radioaktif juga bisa terhirup melalui pernapasan, makanan atau minuman yang sudah terkontaminasi.
Bila terkena paparan radiasi, Anda dapat mengalami efek kesehatan jangka panjang, seperti kanker. Sebenarnya kita tidak akan sadar sudah terpapar limbah nuklir atau tidak.
Namun, jika Anda berada di dekat fasilitas yang mengelola limbah tersebut selalu ikuti petunjuk keselamatan dari petugas yang mengoprasikan pembangkit tenaga listrik tenaga nuklir. Anda dapat menjauh, menjaga jarak dengan limbah radioaktif atau kontaminasi limbah lain yang berbahaya untuk tubuh.
Baca Juga: Penyebab Rotavirus, Gejala, dan Cara Mengatasinya
Segera periksa ke dokter jika muncul gejala seperti mual, muntah, kelelahan ekstrem, atau kulit kemerahan setelah terpapar bahan radioaktif. Anda bisa kunjungi Ciputra Hospital, dapatkan kemudahan untuk konsultasi dan membuat janji dengan dokter pilihan Anda.
Cek informasi lengkap mengenai layanan Ciputra Hospital, mulai dari rawat jalan hingga Medical Check Up (MCU), hanya di situs resmi atau kunjungi langsung fasilitas terdekat sekarang juga.
Telah direview oleh dr. Steffe Lie
Source:
- NRC Gov. Backgrounder on Radioactive Waste. Oktober 2025.
- EPA. Radioactive Waste. Oktober 2025.







