Ditulis oleh Tim Konten Medis
Bahaya puasa tanpa sahur bisa menyebabkan sakit kepala, tubuh lemas, dan mengalami perubahan pola makan. Saat sahur, Anda dapat mengonsumsi makanan tinggi karbohidrat kompleks, sayuran berdaun hijau, dan lemak sehat untuk menjaga tubuh berenergi sepanjang hari.

Tidak sahur bisa menyebabkan sakit kepala.
Manfaat puasa bagi kesehatan, seperti mengurangi risiko gula darah naik, mencegah peradangan, dan meningkatkan kesehatan jantung. Banyak orang melakukan aktivitas ini sebagai bagian dari ibadah keagamaan, khususnya bagi umat Muslim saat bulan Ramadhan.
Sebelum berpuasa, umat Muslim dianjurkan untuk makan sahur terlebih dahulu agar menjaga tubuh tetap bertenaga. Jika tidak sahur, tubuh akan terasa lemas dan tidak bisa menjalani aktivitas sehari-hari dengan baik.
Efek Samping Puasa Tanpa Sahur
Berikut ini adalah bahaya puasa tanpa sahur untuk kesehatan yang perlu Anda perhatikan:
1. Sakit Kepala
Sakit kepala bisa menjadi tanda bahwa tubuh membutuhkan lebih banyak kalori. Sebab, kelaparan atau tidak sahur terjadi ketika kadar gula darah turun lebih rendah dari biasanya.
Pada beberapa kasus, kondisi ini juga disertai dengan gejala lain, seperti pusing, sakit perut, kedinginan, dan hilang keseimbangan. Sakit kepala karena tidak sahur dapat mengganggu aktivitas sehari-hari sehingga tidak bisa bekerja secara optimal.
Baca Juga: Manfaat Puasa 72 Jam, Aturan, dan Risiko Efek Sampingnya
2. Risiko Maag Kambuh
Bahaya puasa tanpa sahur untuk penderita maag dapat mengalami risiko kekambuhan. Kondisi ini dapat menimbulkan gejala nyeri dada, perut kembung, dan mual.
Saat sahur, penderita maag dapat makan secara perlahan-lahan dan tidak tidur setelah makan untuk mencegah gejala kambuh terjadi. Selain itu, minum teh jahe juga bisa meredakan keluhan maag saat puasa. Anda bisa mengonsumsinya ketika waktu berbuka puasa.
3. Mudah Sakit
Dampak puasa tanpa sahur bisa membuat Anda mudah sakit. Hal ini dapat terjadi karena tubuh tidak memperoleh asupan nutrisi yang cukup akibat pola makan tidak seimbang.
Bahkan, risiko kesehatan jika puasa tanpa sahur juga menyebabkan terkena gejala flu biasa yang berlangsung lebih lama dari biasanya. Cobalah untuk sahur dengan mengonsumsi makanan gizi seimbang berupa tinggi karbohidrat kompleks, lemak sehat, dan sumber protein rendah lemak.
Selain itu, pastikan untuk minum air putih yang cukup agar terhindar dari gejala dehidrasi. Anda bisa menerapkan pola 2-4-2 saat berpuasa, yaitu 2 gelas saat sahur, 4 gelas saat makan malam, dan 2 gelas saat berbuka.
4. Tubuh Menggigil atau Kedinginan
Tubuh membutuhkan kalori yang cukup untuk menjaga suhu tubuh tetap normal selama puasa. Mengonsumsi kalori terlalu sedikit atau tidak sahur sama sekali bisa mengakibatkan suhu inti tubuh menurun yang memicu tubuh menggigil atau kedinginan secara terus-menerus.
Penelitian membuktikan bahwa orang yang mengonsumsi kalori dalam jumlah rendah memiliki suhu tubuh lebih rendah daripada orang yang makan lebih banyak kalor. Saat sahur, Anda disarankan untuk mengonsumsi makanan tinggi karbohidrat kompleks berupa ubi jalar, kentang, jagung, dan buncis.
5. Sembelit
Ada beberapa tanda bahaya puasa bagi kesehatan, salah satunya adalah sembelit. Kondisi ini bisa terjadi karena tubuh memperoleh asupan kalori yang rendah.
Akibatnya, tubuh hanya memproduksi sedikit feses di saluran pencernaan dan memicu terjadinya sembelit. Selain buang air besar kurang dari 3 kali dalam seminggu, gejala sembelit dapat berupa mengejan saat buang air besar, rektum seolah-olah terasa seperti tersumbat, dan feses keras serta sulit untuk mengeluarkannya.
Cara mencegah kondisi ini bisa dengan konsumsi makanan berserat tinggi, seperti sayur, buah, dan kacang-kacangan. Pastikan untuk minum banyak cairan saat sahur dan berpuasa serta olahraga intensitas ringan secara teratur.
Baca Juga: 8 Larangan saat Puasa Ramadhan, Buruk Bagi Kesehatan
6. Perubahan Suasana Hati
Orang tidak sahur cenderung mengalami perubahan suasana hati, seperti mudah marah. Mengutip dari Medical News Today, gizi buruk bisa menyebabkan perubahan emosional yang berdampak negatif pada kesehatan mental secara menyeluruh.
Selain itu, makanan yang dikonsumsi juga dapat memengaruhi suasana hati seseorang. Anda bisa makan ikan berlemak, makanan fermentasi (kimchi, yoghurt, kefir), dan pisang untuk membantu meningkatkan neurotransmitter yang memicu perasaan senang, seperti dopamin dan serotonin.
7. Tubuh Lemas
Salah satu efek puasa tanpa sahur adalah merasa lelah dan lemas terus-menerus. Selama berpuasa, tubuh membutuhkan energi dari kalori dalam makanan dan minuman yang dikonsumsi seseorang.
Energi ini dapat digunakan untuk menjaga fungsi tubuh bekerja dengan baik, seperti berpikir, berjalan, dan melakukan aktivitas lainnya. Jika orang berpuasa tanpa sahur, hal ini bisa menyebabkan rasa lelah fisik dan mental, serta mengganggu fungsi sehari-hari seseorang.
8. Kekurangan Berat Badan
Banyak orang menganggap bahwa puasa mampu menurunkan berat badan secara otomatis. Padahal, kondisi ini tidak selalu terjadi tergantung pada bagaimana Anda mengatur pola makan saat berbuka.
Namun, orang yang jarang sahur dan tidak makan yang cukup saat berbuka puasa bisa meningkatkan risiko kekurangan berat badan. Oleh sebab itu, penting untuk memperhatikan asupan kalori dan kualitas makanan yang dikonsumsi agar menjaga berat badan tetap ideal.
Apabila sering melewatkan waktu sahur, cobalah untuk memasang alarm, hindari konsumsi kafein saat malam hari, dan tidur lebih awal. Cara ini cukup efektif agar bisa bangun dini hari dan mencegah telat bangun sahur.
9. Mengalami Perubahan Pola Makan
Saat puasa, tubuh dapat mengalami perubahan pola makan. Aktivitas ini menganjurkan Anda untuk makan dan minum saat sahur dan berbuka puasa saja.
Pada minggu pertama puasa, beberapa orang biasanya mengalami masa adaptasi sehingga merasa lapar dan haus seharian. Akibatnya, mereka makan berlebihan saat berbuka puasa sehingga memicu gangguan pencernaan.
Anda bisa mencegah kondisi ini dengan makan dan minum secukupnya saat sahur dan berbuka puasa. Cobalah untuk makan secara perlahan-lahan agar tubuh mengendalikan rasa lapar dan kenyang secara optimal. Batasi asupan makanan dan minuman manis untuk mencegah lonjakan kadar gula darah.
Perlu diingat bahwa tidak semua orang dapat menjalani puasa karena bisa mengakibatkan efek samping. Sebagai contoh, puasa bisa meningkatkan risiko lonjakan dan penurunan kadar gula darah bagi penderita diabetes.
Selain itu, puasa juga tidak dianjurkan untuk lansia, orang yang mengidap penyakit kronis, dan sedang menjalani perawatan kanker. Jika ingin berpuasa tetapi ada kondisi medis tertentu, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu.
Anda bisa kunjungi rumah sakit Ciputra Hospital terdekat untuk konsultasi kesehatan. Yuk, jaga kesehatan tubuh dengan rutin melakukan medical check up di Ciputra Hospital.
Anda juga bisa konsultasi dan buat janji dengan dokter di Ciputra Hospital terdekat. Cek layanan rumah sakit Ciputra Hospital mulai dari rawat jalan hingga Medical Check Up (MCU) selengkapnya sekarang juga.
Telah direview oleh dr. Sony Prabowo, MARS.
Source:
- Healthline. 11 Signs That You’re Not Eating Enough. Maret 2025.
- Healthline. 9 Healthy Foods That Lift Your Mood. Maret 2025.
- Mayo Clinic. Constipation. Maret 2025.
- Medical News Today. What Are The Signs of Not Eating Enough?. Maret 2025.