Ditulis oleh Tim Konten Medis
Ikan hiu sebaiknya Anda hindari, karena dagingnya mengandung methylmercury, timbal, arsenik, dan urea yang berbahaya bagi tubuh. Konsumsi daging hiu secara rutin dapat menimbulkan penyakit serius mulai dari gangguan saraf, kerusakan organ vital, hingga risiko kanker.

Daging hiu kerap sebagai sumber protein yang bernilai tinggi, bahkan sering dipromosikan melalui manfaat minyak ikan hiu dan manfaat sirip ikan hiu. Namun, di balik itu semua, konsumsi daging hiu justru menyimpan bahaya besar bagi kesehatan tubuh manusia.
Kandungan berbahaya seperti merkuri, timbal, arsenik, dan urea membuat daging hiu tidak aman untuk dikonsumsi. Jika Anda konsumsi terus-menerus, zat-zat ini bisa menimbulkan dampak serius seperti kerusakan saraf, gangguan fungsi organ, hingga meningkatkan risiko kanker.
Keamanan Konsumsi Daging Ikan Hiu
Meskipun daging hiu sering dianggap sebagai sumber protein, kenyataannya daging ini menyimpan risiko kesehatan serius. Kandungan zat berbahaya seperti merkuri dan arsenik membuat daging hiu tidak aman untuk dikonsumsi dan sebaiknya dihindari.
Mengonsumsi daging hiu secara rutin dapat meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular, kerusakan saraf, gangguan fungsi otak, bahkan dalam jangka panjang bisa memicu kanker. Hal ini membuat manfaat minyak ikan hiu yang sering dipromosikan, tidak sebanding dengan bahaya sirip ikan hiu maupun dagingnya.
1. Methylmercury dalam Daging Hiu
Salah satu zat berbahaya yang paling banyak ditemukan dalam daging hiu adalah methylmercury. Zat ini terbentuk dari akumulasi merkuri di lautan dan kemudian diserap oleh tubuh hiu melalui rantai makanan.
Sekali masuk ke tubuh manusia, methylmercury dapat bertahan lama dan menumpuk seiring waktu. Konsumsi methylmercury sangat berisiko karena bisa memengaruhi berbagai organ penting dalam tubuh, antara lain:
- sakit kepala
- tremor atau gemetaran
- gangguan kognitif
- cacat lahir serius
- kerusakan sistem saraf pusat
- masalah ingatan
- depresi
- kerusakan ginjal
- kanker
- kerusakan otak
Baca Juga: Ketahui 13 Manfaat Ikan Salmon untuk Kesehatan Tubuh
2. Kandungan Timbal (Lead)
Selain merkuri, daging hiu juga diketahui mengandung timbal dengan kadar yang berbahaya. Timbal terkenal sebagai racun berbahaya yang bisa merusak tubuh jika masuk melalui makanan. Efek keracunan timbal antara lain:
- sakit kepala
- rasa nyeri pada tubuh
- kejang
- koma
3. Kandungan Arsenik
Daging hiu juga menyimpan arsenik dalam jumlah tinggi, jauh melebihi standar aman konsumsi. Arsenik yang menumpuk di tubuh sangat berbahaya karena menyerang banyak organ penting manusia. Efek berbahaya dari arsenik antara lain:
- kerusakan paru-paru
- kerusakan kulit
- kerusakan ginjal
- kerusakan hati
- serangan jantung
- stroke
- kanker
- kematian
4. Kandungan Urea
Selain logam berat, daging hiu juga mengandung urea dalam jumlah tinggi. Setelah hiu mati, urea akan berubah menjadi amonia yang membuat daging hiu berbau sangat menyengat.
Untuk menutupi bau tersebut, daging hiu biasanya direndam dalam susu sebelum dipasarkan. Namun, meskipun baunya bisa dikurangi, kandungan berbahaya di dalamnya tetap tidak hilang.
Baca Juga: Manfaat Ikan Mujair untuk Ibu Hamil: Gizi dan Cara Mengolah
Tips Konsumsi Daging Hiu
Daging hiu memang sering menajdi sumber protein dengan berbagai manfaat, namun pada kenyataannya konsumsi daging ini tidak sepenuhnya aman. Kandungan logam berat dan zat berbahaya membuat manfaat ikan hiu tidak sebanding dengan sirip ikan hiu maupun dagingnya.
Jika memang ada kondisi tertentu yang membuat orang tetap mengonsumsinya, ada beberapa hal penting yang perlu Anda perhatikan.
1. Batasi Jumlah dan Frekuensi Konsumsi
Jika harus mengonsumsi daging hiu karena alasan tertentu, sebaiknya dilakukan dalam jumlah kecil dan tidak terlalu sering. Porsi yang besar dan rutin justru meningkatkan penumpukan zat berbahaya dalam tubuh sehingga lebih berisiko bagi kesehatan.
Sesekali mengonsumsi daging hiu mungkin tidak terlalu berbahaya dengan kebiasaan makan dalam jumlah besar secara rutin. Namun tetap Anda ingat, manfaat sirip ikan hiu seringkali tidak sebanding dengan risiko kesehatan jangka panjang.
2. Pilih Alternatif Sumber Protein Lain
Daripada bergantung pada daging hiu, ada baiknya memilih ikan lain yang lebih aman dikonsumsi. Ikan seperti salmon, tilapia, atau tuna memiliki kandungan gizi yang mirip tanpa risiko tinggi paparan racun berbahaya.
Dengan memperbanyak variasi dalam konsumsi seafood, tubuh tetap mendapatkan nutrisi penting tanpa harus menghadapi bahaya sirip ikan hiu atau kandungan beracun dalam dagingnya. Diversifikasi makanan juga mendukung pola makan sehat jangka panjang.
3. Perhatikan Kelompok Rentan
Kelompok tertentu seperti ibu hamil, anak-anak, dan orang lanjut usia lebih mudah terkena dampak negatif dari racun dalam daging hiu. Karena sistem tubuh mereka lebih sensitif, sebaiknya daging hiu benar-benar kelompok ini hindari.
Mengutamakan keamanan bagi kelompok rentan jauh lebih penting dari mengejar manfaat ikan hiu yang belum tentu sebanding dengan risikonya. Dengan begitu, kesehatan bisa lebih terjaga dan terhindar dari dampak berbahaya yang sulit teratasi.
Baca Juga: Rekomendasi 7 Ikan yang Bagus untuk Ibu Hamil
Jika Anda atau keluarga Anda mengalami efek samping setelah mengkonsumsi ikan hiu, segera kunjungi Ciputra Hospital. Dapatkan kemudahan untuk konsultasi dan membuat janji dengan dokter pilihan Anda.
Cek informasi lengkap mengenai layanan Ciputra Hospital, mulai dari rawat jalan hingga Medical Check Up (MCU), hanya di situs resmi atau kunjungi langsung fasilitas terdekat sekarang juga.
Telah Direview oleh dr. Sony Prabowo, MARS
Source
- Keiko Conservation. The Dangers Of Eating Shark Meat. Januari 2026
- Shark Spotters. Eating shark meat might be riskier than you think. Januari 2026



