Penyebab hidung perih saat bernapas biasanya terjadi karena udara kering, terlalu dingin, dan berpolusi. Penyebab lainnya bisa karena mengalami infeksi sinus, iritasi bahan kimia dan asap rokok, hingga luka atau lecet akibat penggunaan obat semprot yang salah. Untuk mengatasinya, Anda bisa melakukan perawatan rumahan seperti menghirup uap hangat, cuci hidung dengan larutan saline, banyak minum air putih, hingga mengonsumsi obat dari dokter.

Hidung memiliki fungsi penting sebagai pintu masuk udara sekaligus penyaring debu, kuman, dan partikel asing sebelum masuk ke paru-paru. Selain itu, hidung juga berperan menjaga kelembapan dan suhu udara agar sesuai dengan kebutuhan saluran pernapasan bagian bawah.
Berbagai gangguan pada hidung cukup umum terjadi, mulai dari rhinitis, sinusitis, infeksi saluran pernapasan, hingga iritasi akibat polusi atau bahan kimia. Menjaga kesehatan pernapasan dapat Anda lakukan dengan menghindari asap rokok, menjaga kebersihan hidung, mencukupi asupan cairan, serta memastikan kualitas udara di sekitar tetap bersih dan lembap.
Penyebab Hidung Perih Saat Bernapas
Hidung perih saat bernapas merupakan keluhan yang cukup sering dialami dan bisa muncul secara tiba-tiba maupun berlangsung terus-menerus. Kondisi ini dapat membuat aktivitas sehari-hari terasa tidak nyaman karena sensasi perih, panas, atau kering di dalam rongga hidung saat udara masuk.
Secara umum, hidung terasa perih dapat dipicu oleh perubahan lingkungan, infeksi, hingga penggunaan obat tertentu yang memengaruhi kelembapan dan kesehatan saluran pernapasan. Berikut ini adalah beberapa penyebab hidung perih yang paling umum dan perlu Anda ketahui.
1. Perubahan Cuaca dan Udara Kering
Perubahan cuaca, terutama saat musim dingin atau ketika berada di ruangan ber-AC, dapat membuat udara menjadi sangat kering sehingga kelembapan alami di dalam hidung cepat menguap. Kondisi ini menyebabkan mukosa hidung menjadi kering, mudah mengalami iritasi, dan menimbulkan sensasi perih saat bernafas
Selain itu, sistem pemanas ruangan juga dapat memperparah kekeringan udara sehingga hidung terasa perih dan panas, terutama pada bagian dalam lubang hidung. Jika Anda biarkan, iritasi ini dapat membuat hidung lebih sensitif terhadap debu dan kuman.
2. Rhinitis Alergi (Allergic Rhinitis)
Rhinitis alergi terjadi ketika hidung bereaksi terhadap alergen tertentu seperti debu, jamur, atau bulu hewan, sehingga memicu iritasi pada saluran hidung. Kondisi ini sering dianggap ringan, padahal termasuk salah satu penyakit pada hidung yang dapat menyebabkan rasa perih dan tidak nyaman.
Gejala yang sering menyertai rhinitis alergi antara lain:
- Hidung terasa gatal dan perih
- Bersin berulang
- Hidung tersumbat atau berair
- Mata, tenggorokan, atau kulit terasa gatal
3. Infeksi Hidung dan Sinus (Nasal Infection)
Infeksi pada hidung atau sinus dapat disebabkan oleh virus, bakteri, maupun jamur, dan sering kali diawali dengan gejala mirip flu. Saat terjadi obstruksi ostium sinus dan gangguan drainase mucus, secret dapat tertahan di rongga sinus sehingga memicu peradangan dan dapat berkembang menjadi infeksi, baik virus maupun bakteri.
Beberapa tanda infeksi hidung dan sinus meliputi:
- Hidung tersumbat dan terasa penuh
- Nyeri di sekitar hidung, pipi, atau dahi
- Lendir berwarna hijau atau kuning
- Sakit kepala, demam, dan bau mulut
4. Efek Samping Obat-obatan
Penggunaan obat seperti antihistamin atau dekongestan memang dapat membantu meredakan hidung tersumbat dan alergi. Menggunakan antihistamin generasi pertama atau dekongestan topical secara berlebihan dapat menyebabkan mukosa hidung menjadi kering dan menimbulkan iritasi. Penggunaan dekongestan topical jangka panjang juga dapat menyebabkan rhinitis medikamentosa.
Akibatnya, hidung terasa perih saat bernapas dan sensasi tidak nyaman justru semakin sering muncul. Kondisi ini biasanya terjadi tanpa Anda sadari karena penggunaan obat yang dianggap aman tetapi tidak sesuai anjuran.
5. Infeksi Saluran Pernapasan
Infeksi saluran pernapasan seperti flu, influenza, atau infeksi virus lainnya dapat menyebabkan peradangan pada selaput lendir hidung. Peradangan ini membuat hidung terasa perih, nyeri, dan seperti terbakar, terutama saat bernapas atau menghembuskan napas.
Pada infeksi virus, terjadi peradangan mukosa hidung dan perubahan produksi mucus, sehingga hidung dapat terasa kering, nyeri, atau sensitif saat bernafas. Tidak jarang keluhan ini tetap terasa meskipun gejala utama infeksi mulai membaik.
6. Penggunaan Semprotan Hidung Berlebihan
Semprotan hidung dekongestan sering untuk meredakan hidung tersumbat secara cepat. Namun, penggunaan berlebihan dapat merusak lapisan dalam hidung dan menyebabkan iritasi yang berkepanjangan.
Akibatnya, hidung terasa perih dan panas justru semakin parah, sehingga timbul ketergantungan pada semprotan hidung. Kondisi ini membuat saluran hidung sulit pulih secara alami dan keluhan terasa perih saat bernapas melalui hidung terus berulang.
Baca Juga: Infeksi Pilek atau Sinus? Ini Cara Membedakannya
Cara Mengatasi Hidung Perih Saat Bernapas
Hidung yang terasa perih saat bernapas dapat mengganggu kenyamanan, terutama saat udara kering, sedang flu, atau sering terpapar iritan. Penanganan yang tepat dapat membantu mengurangi rasa nyeri, panas, dan kering di dalam hidung sekaligus mencegah keluhan muncul kembali.
Berikut beberapa langkah yang dapat Anda lakukan sebagai cara mengatasi hidung sakit saat bernafas agar saluran hidung kembali terasa nyaman:
- Menghirup uap hangat (steam inhalation). Uap air hangat membantu melembapkan lapisan dalam hidung dan meredakan iritasi yang menyebabkan rasa perih. Cara ini juga dapat membantu mengencerkan lendir sehingga pernapasan terasa lebih lega.
- Membilas hidung dengan larutan saline. Larutan saline membantu membersihkan debu, alergen, dan kotoran yang menempel di rongga hidung. Penggunaan rutin dapat menjaga kelembapan alami hidung dan mengurangi sensasi terbakar.
- Menggunakan humidifier di dalam ruangan. Humidifier membantu menjaga kelembapan udara, terutama di ruangan ber-AC atau saat cuaca dingin. Udara yang cukup lembap dapat mencegah hidung menjadi kering dan iritasi.
- Mengonsumsi obat bebas sesuai kebutuhan. Antihistamin atau semprotan saline dapat membantu meredakan iritasi dan gejala alergi ringan. Penggunaan semprotan hidung sebaiknya sesuai aturan agar tidak memperparah kekeringan hidung.
- Menggunakan obat resep bila diperlukan. Pada kondisi infeksi atau peradangan yang tidak membaik, dokter dapat memberikan obat khusus seperti semprotan kortikosteroid atau terapi lainnya. Penggunaan obat ini perlu sesuai anjuran agar aman dan efektif.
- Menjalani tindakan medis tertentu. Pada kasus sinusitis kronis tertentu, dokter dapat mempertimbangkan tindakan seperti Functional Endoscopic Sinus Surgery (FESS) untuk mmeperbaiki drainase sinus. Prosedur ini bertujuan memperbaiki aliran udara dan mengurangi rasa perih saat bernapas.
- Menghindari paparan iritan. Asap rokok, bau bahan kimia, parfum menyengat, dan polusi udara dapat memicu iritasi hidung. Membatasi paparan zat-zat tersebut membantu menjaga kesehatan saluran pernapasan.
- Menggunakan semprotan hidung dengan bijak. Semprotan dekongestan tidak disarankan digunakan terlalu sering atau terlalu lama. Untuk perawatan harian, semprotan saline lebih aman dan membantu menjaga kebersihan hidung.
- Menjaga kebersihan hidung secara rutin. Membersihkan hidung dengan larutan khusus atau alat bilas hidung dapat membantu mengurangi iritasi. Kebiasaan ini juga membantu melindungi selaput lendir dari kekeringan dan peradangan.
Baca Juga: 10 Cara Cepat Mengatasi Hidung Tersumbat untuk Napas Lega
Kapan Harus ke Dokter?
Keluhan pada hidung umumnya dapat membaik dengan perawatan sederhana di rumah, terutama jika disebabkan oleh udara kering atau iritasi ringan. Namun, ada kondisi tertentu yang menandakan masalah lebih serius sehingga memerlukan pemeriksaan medis lebih lanjut.
Berikut beberapa kondisi yang perlu Anda waspadai sebagai tanda-tanda sinusitis atau gangguan lain pada hidung, sehingga Anda disarankan segera ke dokter:
- Keluhan tidak membaik lebih dari satu minggu
- Demam tinggi
- Kesulitan bernapas atau rasa tertekan di tenggorokan
- Muncul biduran atau reaksi alergi berat
- Pusing berat hingga hampir pingsan
- Nyeri wajah yang hebat
- Adanya darah pada lendir hidung
Baca Juga: Bagaimana Mengatasi Hidung Tersumbat Tapi Tidak Pilek?
Jika Anda atau keluarga Anda mengalami sakit pada hidung saat bernapas, segera kunjungi Ciputra Hospital. Dapatkan kemudahan untuk konsultasi dan membuat janji dengan dokter pilihan Anda.
Cek informasi lengkap mengenai layanan Ciputra Hospital, mulai dari rawat jalan hingga Medical Check Up (MCU), hanya di situs resmi atau kunjungi langsung fasilitas terdekat sekarang juga.



