Antibiotik untuk diare umumnya dokter resepkan untuk mengatasi diare akibat infeksi bakteri atau parasit yang parah. Jenis obat yang mungkin dokter resepkan termasuk Siprofloksasin, Levofloksasin, Azitromisin, hingga Rifaximin.

Diare adalah kondisi yang muncul dengan peningkatan frekuensi buang air besar lebih dari tiga kali dalam sehari serta muncul perubahan konsistensi feses menjadi lembek atau cair akibat infeksi virus, bakteri, atau parasit. Selain itu, diare juga bisa muncul akibat konsumsi makanan yang terkontaminasi atau alergi terhadap bahan makanan tertentu.
Gejala diare umumnya meliputi perut mulas, mual, muntah, hingga dehidrasi yang jika Anda biarkan bisa berbahaya. Untuk mengatasinya, penderita perlu menjaga asupan cairan dengan mengonsumsi makanan yang bertekstur lembut serta mudah Anda cerna, dan pada kasus infeksi bakteri, dokter akan meresepkan antibiotik yang sesuai dengan indikasinya.
Jenis Obat untuk Mengatasi Diare
Diare bisa karena infeksi bakteri atau parasit yang memerlukan penanganan dengan obat antibiotik. Jenis antibiotik untuk diare akan disesuaikan dengan penyebab dan tingkat keparahan gejalanya, serta harus Anda minum sesuai aturan mengonsumsi antibiotik untuk diare yang diresepkan oleh dokter. Berikut jenis obat untuk mengatasi diare yang bisa Anda coba:
1. Ciprofloxacin (Cipro®)
Ciprofloxacin merupakan antibiotik golongan kuinolon untuk mengatasi infeksi akibat bakteri, termasuk antibiotik untuk diare berlendir. Obat ini bekerja dengan menghentikan pertumbuhan bakteri penyebab infeksi.
Ciprofloxacin tidak untuk mengobati penyakit yang disebabkan oleh virus seperti flu atau pilek. Penggunaan obat ini harus sesuai petunjuk dokter untuk menghindari efek samping seperti gangguan tendon atau masalah gula darah.
Baca Juga: 10 Obat Diare Dewasa di Apotek yang Cepat Bikin Mampet
2. Levofloxacin (Levaquin®)
Levofloxacin termasuk dalam golongan fluoroquinolone yang sering digunakan sebagai terapi utama untuk diare akibat bakteri tertentu. Obat ini efektif dalam mengatasi infeksi saluran pencernaan yang disebabkan oleh bakteri seperti E. coli dan Shigella.
Namun, penggunaannya kini perlu Anda batasi karena adanya peningkatan resistensi bakteri terhadap obat ini di beberapa wilayah. Dokter biasanya hanya meresepkan obat ini jika tidak ada pilihan antibiotik lain yang lebih aman.
3. Azithromycin (Zmax®)
Azithromycin menjadi alternatif pengganti antibiotik golongan fluoroquinolone. Obat ini efektif untuk diare akibat bakteri seperti Shigella sonnei.
Meskipun efektif, dosis tinggi dapat menimbulkan efek samping ringan seperti mual. Oleh karena itu, penting untuk mengikuti aturan mengonsumsi antibiotik untuk diare yang dokter anjurkan agar hasil pengobatan optimal.
Baca Juga: Bagaimana Cara Mengatasi Sakit Perut?
4. Rifaximin (Xifaxan®)
Rifaximin untuk mengobati diare karena strain E. coli noninvasif. Obat ini bekerja secara lokal di usus tanpa terserap ke dalam darah, sehingga relatif aman bagi sebagian besar pasien.
Namun, karena sulit membedakan antara diare invasif dan noninvasif, dokter mungkin akan memberikan obat tambahan seperti azithromycin sebagai cadangan. Rifaximin cocok untuk orang yang tidak dapat menggunakan fluoroquinolone atau memiliki interaksi obat tertentu.
5. Metronidazole (Flagyl®)
Metronidazole untuk mengobati diare karena infeksi bakteri atau parasit tertentu. Obat ini efektif melawan bakteri anaerob dan beberapa jenis protozoa penyebab diare.
Metronidazole tidak boleh untuk mengatasi diare akibat virus, dan penggunaannya harus sesuai dosis dokter. Efek samping yang mungkin muncul antara lain mual atau rasa logam di mulut.
6. Nitazoxanide (Alinia®)
Nitazoxanide merupakan antibiotik untuk mengatasi diare akibat infeksi parasit. Obat ini bekerja dengan menghentikan pertumbuhan dan penyebaran parasit di dalam saluran pencernaan.
Nitazoxanide tidak efektif untuk diare akibat virus atau bakteri, sehingga penggunaannya harus berdasarkan diagnosis dokter. Konsumsi obat ini sesuai resep akan membantu mempercepat pemulihan dan mencegah komplikasi lebih lanjut.
Baca Juga: 11 Obat Diare Anak di Apotek yang Efektif Redakan Gejala
Jika Anda atau keluarga Anda mengalami efek samping setelah mengonsumsi obat tersebut, segera kunjungi Ciputra Hospital. Dapatkan kemudahan untuk konsultasi dan membuat janji dengan dokter pilihan Anda.
Cek informasi lengkap mengenai layanan Ciputra Hospital, mulai dari rawat jalan hingga Medical Check Up (MCU), hanya di situs resmi atau kunjungi langsung fasilitas terdekat sekarang juga.




