Daging tumbuh atau skin tag (acrochordon) adalah pertumbuhan kulit jinak, tidak menular, dan bukan kanker. Kondisi ini umumnya muncul di lipatan kulit, seperti leher, ketiak, kelopak mata, pangkal paha, hingga bokong. Ciri-ciri daging tumbuh meliputi benjolan yang bertekstur halus hingga lunak dan menonjol.

Daging tumbuh menyerang orang dewasa.
Berbeda dari kutil, daging tumbuh tidak disebabkan virus dan tidak menular. Cara mengatasinya bisa dengan eksisi, krioterapi, atau kauterisasi.
Hindari memotong atau menghilangkan sendiri daging yang tumbuh. Hal ini bisa memicu infeksi dan komplikasi serius. Segera ke dokter bila skin tag berubah warna, membesar cepat, berdarah, atau nyeri.
Baca Juga: Apa itu Kutil? Kenali Penyebab dan Cara Menghilangkannya
Ciri-Ciri Penyakit Daging Tumbuh
Ciri skin tag cenderung dengan munculnya lipatan atau tonjolan sel kulit ekstra padaarea tubuh. Berikut ciri-ciri skin tag yang perlu Anda ketahui:
- Tonjolan kulit cenderung bertekstur halus dan lunak
- Sel kulit akan terlihat lebih menonjol dan menggantung pada permukaan kulit
- Penyakit daging tumbuh cenderung tidak menular
- Daging tumbuh cenderung tidak menimbulkan rasa sakit atau ketidaknyamanan
Struktur penyakit daging tumbuh terdiri dari inti serat dan saluran, sel saraf, sel lemak, dan penutup atau epidermis. Tonjolan daging ini biasanya berwarna sedikit lebih kecoklatan daripada warna kulit asli penderitanya.
Skin tag muncul dalam ukuran kecil, seperti peniti yang kemudian akan membesar dengan diameter berkisar dua milimeter hingga satu sentimeter, dan bergerombol. Tidak hanya itu, skin tag sering ditemui pada area tubuh, seperti ketiak, kelopak mata, selangkangan atau paha, area leher, di bawah payudara, dan alat kelamin.
Baca Juga: Penyebab Bisul dan Cara Mengobatinya
Penyebab Munculnya Daging Tumbuh pada Kulit
Penyebab munculnya skin tag umumnya sering tidak diketahui. Penderita baru akan menyadarinya ketika skin tag itu berulang kali tergores pakaian dan perhiasan yang mereka kenakan.
Skin tag adalah sekelompok kolagen dan pembuluh darah yang terperangkap dalam potongan kulit tebal. Hal inilah yang menyebabkan daging tumbuh lebih mudah bersinggungan atau tergores dengan bidang lainnya. Penyebab munculnya skin tag berkaitan dengan bertambahnya usia dan gangguan metabolisme tubuh seseorang, obesitas atau diabetes.
Baca Juga: Penyakit Kulit Eksim Basah
Penanganan Medis untuk Menghilangkan Daging Tumbuh
Daging tubuh dapat Anda hilangkan melalui berbagai prosedur yang dipilih sesuai ukuran, lokasi, dan kondisi benjolan. Sebelum tindakan dilakukan, dokter umumnya akan memberikan anestesi lokal agar area yang ditangani mati rasa sehingga prosedur terasa lebih nyaman.
- Kauterisasi. Dokter menggunakan alat yang menghasilkan panas untuk mengangkat daging tubuh.
- Krioterapi. Dokter menyemprotkan nitrogen cair pada daging tumbuh hingga jaringan membeku.
- Elektokauterisasi. Dokter membakar daging tumbuh menggunakan arus listrik yang khusus.
- Ligasi. Dokter menghilangkan daging tumbuh dengan memutuskan aliran darah menggunakan benang medis.
- Pembedahan. Dokter memotong daging tumbuh pada pangkalnya menggunakan gunting bedah atau alat bedah.
Amankah Menghilangkan Skin Tag Secara Alami?
Sebagian orang mencoba menghilangkan skin tag di rumah menggunakan berbagai bahan alami atau produk yang dijual bebas. Namun, cara ini belum tentu aman karena dapat memicu iritasi, infeksi, perdarahan, hingga kerusakan pada kulit di sekitarnya jika tidak digunakan dengan tepat.
- Minyak Vitamin E. Sebagian orang mengoleskan minyak vitamin E dengan harapan skin tag akan mengecil dan lepas dengan sendirinya. Meski demikian, manfaatnya belum terbukti secara konsisten dan penggunaan minyak ini juga dapat memicu iritasi atau dermatitis kontak pada kulit yang sensitif.
- Krim dan Plester Penghilang. Hasilnya biasanya tidak instan dan memerlukan beberapa hari hingga minggu. Penggunaannya juga berisiko menyebabkan kulit kemerahan, terasa terbakar, iritasi atau bahkan menimbulkan luka.
- Alat Pembeku. Freeze kit bekerja dengan membekukan jaringan skin tag menggunakan nitrous oxide atau kombinasi dimetil eter, propana, dan isobutana.
- Minyak Tea Tree. Tea tree oil sering digunakan sebagai alternatif alami untuk mengeringkan skin tag. Akan tetapi, bahan ini dapat memicu reaksi alergi atau dermatitis kontak pada sebagian orang dan biasanya memerlukan waktu yang cukup lama untuk menunjukkan hasil.
- Cuka Sari Apel. Cuka apel dipercaya dapat membantu mengikis jaringan skin tag karena sifatnya yang asam. Namun, penggunaan langsung pada kulit berpotensi menyebabkan iritasi, kemerahan, luka, bahkan luka bakar kimia jika digunakan secara berlebihan.
Perbedaan Kutil dan Skin Tag
Berikut perbedaan kutil dan skin tag yang perlu Anda ketahui:
| Fitur | Kutil | Skin Tag |
| Tekstur & Sensasi | Kasar, tegas, dan bergelombang | Lembut, halus, dan berdaging |
| Penampilan | Seperti kembang kol, berbentuk datar atau kubah, dan terkadang dengan titik-titik hitam kecil | Menggantung dari batang sempit |
| Penyebab | Human Papillomavirus (HPV) | Genetik, penuaan, gesekan, atau perubahan hormon |
| Penularan | Ya, dapat menular melalui kontak langsung | Tidak dapat menular kepada orang lain |
| Lokasi | Paling umum terletak di tangan, jari, dan telapak kaki | Lipatan pada tubuh seperti leher, ketiak, selangkangan, dan di bawah payudara |
Kapan Harus ke Dokter
Skin tag umumnya tidak berbahaya. Akan tetapi seseorang sebaiknya konsultasi dengan dokter apabila memiliki gejala seperti:
- Skin tag semakin besar
- Skin tag menjadi sakit
- Mulai keluar darah
- Berkembang menjadi banyak
Anda bisa mengunjungi Ciputra Hospital terdekat untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Ciputra Hospital menyediakan beragam layanan kesehatan mulai dari konsultasi dengan dokter anak hingga Medical Check Up (MCU).
Anda dapat memeriksa jadwal dokter di Ciputra Hospital dan membuat janji lebih mudah dan cepat melalui layanan WhatsApp. Mari percayakan kesehatan Anda dan keluarga Anda di Ciputra Hospital!
FAQ
Apakah skin tag bisa hilang sendiri?
Ya, skin tag dapat hilang dengan sendirinya walaupun kasus ini jarang terjadi.
Apakah skin tag berbahaya atau bisa jadi kanker?
Skin tag umunya tidak berbahaya dan bukan gejala kanker.
Apakah aman menghilangkan skin tag sendiri di rumah?
Tidak, menghilangkan skin tag sendiri di rumah sebaiknya tidak Anda lakukan karena berisiko munculnya infeksi bakteri, perdarahan hebat, dan jaringan parut.
Apa beda skin tag dengan kutil?
Skin tag merupakan pertumbuhan jikan pada jaringan kulit berlebih dan tidak menular. Sedangkan kutil merupakan penebalan kulit akibat virus HPV dan dapat menular.



