Buat janji Ciputra HospitalWhatsapp Ciputra Hospital

Rumah Sakit Terbaik Berstandarisasi Internasional | Ciputra Hospital

  • Beranda
  • Rumah Sakit
    • CitraRaya Tangerang
    • CitraGarden City Jakarta
    • Ciputra Mitra Hospital Banjarmasin
    • Ciputra Hospital Surabaya
  • Cari Dokter
  • Center of Excellence
  • Artikel
  1. Beranda
  2. ›
  3. Artikel Kesehatan
  4. ›
  5. Usia Menopause Wanita, Kenali Ciri dan Cara Mengatasinya
  • Home
  • Artikel Kesehatan
  • Usia Menopause Wanita, Kenali Ciri dan Cara Mengatasinya
Riva
Jumat, 23 Juli 2021 / Published in Artikel Kesehatan

Usia Menopause Wanita, Kenali Ciri dan Cara Mengatasinya

Ciri-ciri menopause pada wanita, mulai dari tubuh terasa panas hingga gangguan ingatan. Normalnya, usia menopause pada wanita berlangsung antara 45-55 tahun. Ketika mengalami kondisi ini, wanita tetap bisa berhubungan intim.

Usia Menopause Wanita

Usia rata-rata seorang wanita mencapai usia menopause adalah 51 tahun.

Perlu diketahui bahwa menopause merupakan hal yang wajar dan umum dialami oleh wanita. Kondisi ini dapat didiagnosis setelah wanita tidak mengalami menstruasi, perdarahan vagina, atau bercak setelah 12 bulan.

Meskipun umum terjadi, menopause kerap menimbulkan gejala tidak nyaman hingga mengganggu aktivitas sehari-hari. Kondisi ini bisa diatasi dengan perawatan mandiri di rumah atau penanganan medis, seperti pola hidup sehat dan terapi hormon untuk meningkatkan kualitas hidup lebih baik.

Daftar Isi

Toggle
  • Apa Itu Menopause?
    • Tahapan Menopause
    • Perbedaan Menopause Alami dan Menopause Dini
  • Kapan Usia Menopause Wanita?
  • Tanda-Tanda Usia Menopause
    • 1. Tubuh Terasa Panas
    • 2. Keringat Berlebihan
    • 3. Vagina Terasa Kering
    • 4. Kesulitan Tidur
    • 5. Perubahan Suasana Hati
    • 6. Gairah Seks Menurun
    • 7. Gangguan Ingatan
  • Ciri-Ciri Haid Menjelang Menopause
  • Apa Penyebab Wanita Mengalami Menopause Dini?
  • Diagnosis Menopause
    • 1. Kriteria 12 Bulan Tanpa Menstruasi
    • 2. Pemeriksaan Hormon FSH
  • Komplikasi Jangka Panjang Menopause
    • 1. Osteoporosis
    • 2. Penyakit Jantung
    • 3. Demensia
  • Cara Mengatasi Gejala Menopause
    • 1. Perawatan Mandiri di Rumah
    • 2. Terapi Hormon
  • Kontraindikasi Terapi Hormon (HRT)
    • 1. Riwayat Kanker Tertentu
    • 2. Gangguan Pembekuan Darah dan Penyakit Hati
  • Kapan Harus ke Dokter?

Apa Itu Menopause?

Usia menopause adalah fase wanita berhenti mengalami menstruasi dan tidak lagi bisa hamil secara alami. Haid merupakan fase meluruhnya dinding rahim akibat tidak terbuahinya sel telur.

Kondisi ini biasanya terjadi sekali dalam sebulan dengan rentang waktu rata-rata 7-14 hari. Menopause juga menjadi salah satu fase normal yang dialami oleh wanita pada rentang usia antara 45 sampai 55 tahun.

Pada usia menopause, wanita akan memiliki frekuensi haid yang sedikit atau bahkan berhenti secara tiba-tiba. Hal ini disertai dengan adanya penurunan kadar estrogen dalam tubuh wanita.

Tahapan Menopause

Menopause tidak terjadi secara tiba-tiba, tetapi melalui beberapa tahap perubahan hormon dalam tubuh. Setiap tahap dapat menimbulkan gejala yang berbeda pada masing-masing wanita.

  • Perimenopause. Perimenopause merupakan fase transisi sebelum menopause yang biasanya dimulai beberapa tahun sebelum menstruasi benar-benar berhenti. Pada tahap ini, produksi hormon estrogen mulai berubah sehingga siklus haid menjadi tidak teratur.
  • Menopause. Menopause ditetapkan ketika seorang wanita tidak mengalami menstruasi selama 12 bulan berturut-turut. Pada tahap ini, ovarium berhenti melepaskan sel telur dan produksi hormon reproduksi menurun secara signifikan.
  • Pascamenopause. Pascamenopause adalah fase setelah menopause terjadi. Pada tahap ini, gejala menopause pada sebagian wanita mulai berkurang, tetapi risiko masalah kesehatan tertentu dapat meningkat akibat rendahnya kadar estrogen.

Perbedaan Menopause Alami dan Menopause Dini

Menopause alami terjadi sebagai bagian normal dari proses penuaan wanita. Kondisi ini umumnya muncul secara bertahap pada usia pertengahan hingga akhir 40-an atau awal 50-an.

Sementara itu, menopause dini terjadi sebelum usia 40 tahun dan dapat dipengaruhi oleh faktor genetik, gangguan autoimun, pengobatan tertentu, atau prosedur medis seperti pengangkatan ovarium. Menopause dini sering membutuhkan penanganan medis karena dapat memengaruhi kesehatan fisik maupun emosional wanita.

Kapan Usia Menopause Wanita?

Umumnya, usia rata-rata seorang wanita mencapai usia menopause adalah 51 tahun. Diketahui, 1 dari 100 wanita mengalami menopause sebelum usia 40 tahun. Peristiwa tersebut dikenal sebagai menopause dini atau insufisiensi ovarium prematur.

Ciri-ciri dan gejala yang muncul pada setiap wanita menopause akan berbeda tergantung pada kadar estrogen dalam tubuh mereka. Ketika wanita telah memasuki masa menopause, kondisi ini bisa menurunkan peluang atau tidak dapat hamil kembali secara alami.

Wanita juga mengalami kecemasan dan menurunnya gairah seks akibat menurunnya hormon di dalam tubuh. Hal inilah yang perlu dipahami oleh setiap wanita untuk mempersiapkan diri saat mengalami menopause.

Tanda-Tanda Usia Menopause

Tanda-tanda usia menopause akan berbeda-beda pada setiap wanita. Beberapa diantaranya dapat mengalami tanda yang sangat parah dan mengganggu aktivitas sehari-hari.

Gejala umum usia menopause yang normal terjadi pada wanita, yaitu:

1. Tubuh Terasa Panas

Tubuh terasa panas menjadi salah satu gejala paling umum dari perimenopause dan menopause. Kondisi ini terjadi secara alami ketika ovarium berhenti melepaskan sel telur  sehingga menstruasi berhenti.

Dokter menyebut rasa panas akibat menopause sebagai gejala vasomotor (VMS). Rasa panas yang hebat bisa terjadi di bagian tubuh tertentu, seperti wajah, leher, dan dada.

Baca Juga: Siklus Menstruasi Wanita (Women Cycle)

2. Keringat Berlebihan

Saat mengalami menopause, Anda dapat mengalami keringat berlebih di malam hari. Kondisi ini biasanya terjadi bersamaan dengan rasa panas atau gejala vasomotor pada wanita.

Keringat berlebih bisa terjadi akibat perubahan kadar hormon, termasuk estrogen dan progesteron yang memengaruhi pengaturan suhu tubuh. Perubahan ini juga mengganggu cara kerja hormon lainnya yang bertanggung jawab dalam mengatur suhu tubuh.

3. Vagina Terasa Kering

Gejala umum menopause selanjutnya adalah vagina kering. Kondisi ini sering kali berkaitan dengan tanda menopause yang menyerang wanita.

Vagina kering kerap menimbulkan rasa tidak nyaman saat melakukan hubungan seks dan meningkatkan risiko terjadinya iritasi. Bahkan, kondisi ini juga menyebabkan rasa sakit saat olahraga dan buang air kecil.

4. Kesulitan Tidur

Kesulitan tidur merupakan keluhan yang terjadi pada wanita selama masa transisi menopause. Kondisi ini berkaitan erat dengan stres akibat perubahan hormon yang terjadinya

Selain itu, sulit tidur juga bisa terjadi karena tubuh terasa panas dan sering berkeringat di malam hari. Akibatnya, banyak wanita menopause yang sering terbangun dini hari dan tidak mampu tidur nyenyak.

5. Perubahan Suasana Hati

Selama masa transisi menuju menopause, tubuh dapat mengalami penurunan kadar hormon estrogen dan memicu dampak besar di seluruh tubuh. Kondisi ini berkaitan erat dengan perubahan suasana hati saat menopause.

Penurunan hormon estrogen bisa memengaruhi cara tubuh dalam mengelola zat serotonin dan norepinefrin. Zat ini dapat menimbulkan gejala depresi yang bisa terjadi sewaktu-waktu.

Kadar estrogen yang lebih rendah dapat berupa:

  • Mudah tersinggung
  • Stres
  • Daya ingat menurun atau pelupa
  • Sering merasa cemas
  • Sulit berkonsentrasi
  • Tubuh mudah lelah

Baca Juga: Penyebab Haid Lama, Normal atau Tidak?

6. Gairah Seks Menurun

Pada masa perimenopause atau menopause, wanita kerap mengalami kesulitan seksual, mulai dari tidak bergairah hingga tidak mampu mencapai orgasme. Kondisi ini bisa terjadi akibat penurunan kadar estrogen yang dapat mengurangi hasrat seseorang untuk berhubungan seks dan mempersulit gairah seksual.

Bukan hanya itu saja, terdapat faktor lain yang bisa membuat hubungan seksual menjadi kurang menarik. Misalnya, penyakit kronis, mengalami cedera, dan mudah lelah seiring bertambahnya usia. Hal ini juga menyebabkan vagina kering sehingga hubungan intim terasa menyakitkan.

7. Gangguan Ingatan

Saat memasuki masa perimenopause atau pascamenopause, wanita dapat mengalami masalah pada daya ingat yang tidak sama seperti dulu lagi. Kondisi ini merupakan keluhan umum di kalangan usia lanjut yang perlu Anda waspadai.

Penelitian membuktikan bahwa 60 persen wanita saat menopause melaporkan penurunan kinerja kognitif, seperti berpikir dan mengingat. Anda bisa mengatasi kondisi ini dengan menjalani terapi hormon.

Tanda-tanda usia menopause dapat muncul dari beberapa bulan atau bahkan bertahun-tahun sebelum haid berhenti. Kondisi ini umumnya berlangsung selama kurang lebih 4 tahun setelah haid terakhir.

Namun, pada beberapa wanita, tanda-tanda usia menopause akan berlangsung lebih lama dari rata-rata pada umumnya. Hal ini tergantung pada kondisi kesehatan setiap orang.

Ciri-Ciri Haid Menjelang Menopause

Ciri-ciri haid menjelang menopause adalah siklus menstruasi menjadi tidak teratur. Kondisi ini ditandai dengan keluarnya darah haid yang lebih lambat dari biasanya.

Siklus menstruasi pada wanita menopause akan berhenti sepenuhnya dalam waktu 4 tahun setelah haid terakhir. Adapun sejumlah ciri-ciri haid lainnya menjelang menopause, di antaranya:

  • Perubahan suasana hati yang tidak pasti
  • Dorongan atau keinginan berhubungan seks menjadi lebih rendah
  • Muncul rasa panas pada tubuh, mirip demam
  • Banyak memproduksi keringat
  • Jantung berdebar lebih cepat
  • Mengalami sakit kepala
  • Kekeringan dan nyeri pada vagina
  • Hubungan seks terasa lebih menyakitkan
  • Mengalami kesulitan tidur

Berdasarkan kondisi ini, ciri-ciri haid menjelang menopause tidak jauh berbeda dengan tanda-tanda usia menopause. Hal ini dapat terjadi karena siklus tidak teratur dan haid mulai berhenti juga merupakan gejala menopause.

Apa Penyebab Wanita Mengalami Menopause Dini?

Penyebab menopause dini bisa terjadi karena pengobatan kanker, operasi, atau kondisi kesehatan tertentu. Namun, pada beberapa kasus, kondisi ini terkadang tidak diketahui penyebab utamanya.

Berikut ini adalah beberapa cara mencegah menopause dini:

  • Kenali faktor utama penyebab usia menopause, misalkan hormon pada tubuh
  • Hindari melakukan olahraga secara berlebihan, karena hal ini tidak baik dan dapat mempercepat usia menopause
  • Hindarilah kebiasaan merokok atau vape
  • Hindari lingkungan yang mengandung gas-gas beracun
  • Perbanyak minum air putih, normalnya adalah 8 gelas dalam sehari
  • Mengatur dan memperhatikan berat badan tetap ideal
  • Mulai pertimbangkan untuk melakukan terapi hormon

Baca Juga: 10 Penyebab Menstruasi Tidak Teratur dan Cara Mengatasinya

Diagnosis Menopause

Menopause umumnya dapat dikenali melalui perubahan siklus menstruasi dan gejala yang dialami wanita. Namun, pada beberapa kondisi, pemeriksaan medis tetap diperlukan untuk memastikan apakah keluhan yang muncul benar-benar berkaitan dengan menopause atau disebabkan oleh kondisi kesehatan lain.

1. Kriteria 12 Bulan Tanpa Menstruasi

Menopause biasanya didiagnosis ketika seorang wanita tidak mengalami menstruasi selama 12 bulan berturut-turut tanpa penyebab lain. Kondisi ini menandakan bahwa fungsi ovarium telah menurun dan proses reproduksi alami telah berakhir.

Dokter biasanya juga akan menanyakan riwayat menstruasi, usia, serta gejala yang dirasakan pasien. Pemeriksaan ini membantu memastikan bahwa perubahan yang terjadi memang berkaitan dengan menopause alami.

2. Pemeriksaan Hormon FSH

Pemeriksaan hormon Follicle Stimulating Hormone (FSH) dapat membantu mendukung diagnosis menopause. Kadar FSH yang meningkat umumnya menunjukkan bahwa ovarium mulai kehilangan kemampuan untuk memproduksi hormon reproduksi secara normal.

Tes hormon biasanya dilakukan apabila menopause terjadi pada usia yang terlalu muda atau gejalanya tidak khas. Selain FSH, dokter juga dapat memeriksa hormon lain untuk mengetahui kondisi kesehatan reproduksi secara menyeluruh.

Komplikasi Jangka Panjang Menopause

Perubahan hormon setelah menopause tidak hanya memengaruhi sistem reproduksi, tetapi juga dapat berdampak pada kesehatan tubuh secara keseluruhan. Penurunan kadar estrogen dalam jangka panjang dapat meningkatkan risiko beberapa penyakit kronis apabila tidak diimbangi dengan pola hidup sehat.

1. Osteoporosis

Menurunnya kadar estrogen setelah menopause dapat menyebabkan kepadatan tulang berkurang secara bertahap. Kondisi ini membuat tulang menjadi lebih rapuh dan meningkatkan risiko patah tulang.

Osteoporosis sering berkembang tanpa gejala yang jelas hingga terjadi cedera atau patah tulang. Oleh karena itu, asupan kalsium, vitamin D, dan aktivitas fisik rutin penting dilakukan untuk menjaga kesehatan tulang.

2. Penyakit Jantung

Wanita pascamenopause memiliki risiko lebih tinggi mengalami penyakit jantung dibandingkan sebelumnya. Penurunan hormon estrogen dapat memengaruhi kadar kolesterol dan kesehatan pembuluh darah.

Risiko dapat meningkat apabila disertai kebiasaan merokok, tekanan darah tinggi, atau pola makan yang kurang sehat. Menjaga berat badan ideal dan rutin berolahraga dapat membantu menurunkan risiko gangguan jantung.

3. Demensia

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa perubahan hormon pada masa menopause dapat memengaruhi fungsi otak dan daya ingat. Sebagian wanita mungkin mengalami sulit konsentrasi atau mudah lupa selama masa transisi menopause.

Meskipun tidak semua wanita akan mengalami demensia, risiko gangguan kognitif dapat meningkat seiring bertambahnya usia. Menjaga kesehatan otak melalui pola hidup sehat dan aktivitas mental aktif dapat membantu mempertahankan fungsi kognitif.

Cara Mengatasi Gejala Menopause

Selain mencegah, Anda juga bisa mengatasi gejala menopause dengan beberapa cara, seperti:

1. Perawatan Mandiri di Rumah

Umumnya, gejala menopause akan hilang dengan sendirinya seiring berjalannya waktu. Anda bisa menjalani perawatan mandiri di rumah dengan menerapkan hal-hal, sebagai berikut:

  • Mengenakan pakaian berbahan katun untuk mengurangi rasa panas dan keringat berlebih
  • Menggunakan pelumas vagina berbahan dasar air saat berhubungan intim
  • Istirahat yang cukup
  • Lakukan pijat atau relaksasi otot
  • Memperkuat dasar panggul dengan latihan kegel
  • Konsumsi makanan gizi seimbang, seperti sayur, buah, dan biji-bijian utuh
  • Mengelola berat badan
  • Menghentikan kebiasaan merokok dan hindari paparan asap rokok
  • Olahraga secara teratur

2. Terapi Hormon

Salah satu cara efektif untuk mengatasi gejala menopause adalah dengan terapi hormon estrogen. Terapi ini mampu meredakan hot flashes atau tubuh terasa panas dan memperlambat pengeroposan tulang.

Dokter dapat merekomendasikan estrogen dalam dosis rendah dan selama waktu tertentu untuk mengurangi gejala yang terjadi pada penderita. Terapi ini bermanfaat untuk wanita berusia di bawah 60 tahun dan dalam kurun waktu 10 tahun sejak menopause. 

Kontraindikasi Terapi Hormon (HRT)

Hormone Replacement Therapy (HRT) dapat membantu meredakan gejala menopause pada sebagian wanita. Namun, terapi ini tidak selalu cocok untuk semua orang karena terdapat beberapa kondisi medis yang dapat meningkatkan risiko efek samping serius.

1. Riwayat Kanker Tertentu

Wanita dengan riwayat kanker payudara atau kanker yang sensitif terhadap hormon biasanya perlu berhati-hati dalam menggunakan HRT. Terapi hormon dapat memengaruhi pertumbuhan sel yang dipengaruhi oleh estrogen atau progesteron.

Dokter akan mempertimbangkan manfaat dan risiko sebelum memberikan terapi hormon. Pada beberapa kasus, pilihan pengobatan nonhormonal mungkin lebih disarankan untuk membantu mengurangi gejala menopause.

2. Gangguan Pembekuan Darah dan Penyakit Hati

HRT juga perlu dihindari pada wanita dengan riwayat gangguan pembekuan darah, stroke, atau penyakit hati tertentu. Penggunaan hormon dapat meningkatkan risiko terjadinya penggumpalan darah pada sebagian pasien.

Sebelum memulai terapi, dokter biasanya akan melakukan evaluasi kondisi kesehatan secara menyeluruh. Pemeriksaan ini penting untuk memastikan terapi yang diberikan tetap aman dan sesuai dengan kebutuhan pasien.

Kapan Harus ke Dokter?

Gejala menopause umumnya merupakan bagian alami dari proses penuaan wanita. Namun, beberapa kondisi tertentu perlu diperiksakan agar keluhan tidak mengganggu kualitas hidup atau menandakan adanya gangguan kesehatan lain.

Segera konsultasikan ke dokter apabila mengalami kondisi berikut:

  • Menstruasi berhenti sebelum usia 40 tahun.
  • Perdarahan sangat banyak atau muncul kembali setelah menopause.
  • Hot flashes dan gangguan tidur terasa sangat mengganggu aktivitas.
  • Nyeri saat berhubungan intim atau vagina terasa sangat kering.
  • Perubahan suasana hati berat hingga memicu depresi atau kecemasan berlebihan.
  • Mengalami nyeri dada, sesak napas, atau gejala lain yang mengarah pada penyakit jantung.
  • Terdapat penurunan berat badan drastis tanpa sebab yang jelas.

Jika Anda mengalami tanda-tanda menopause, seperti tubuh terasa panas, gangguan fungsi seksual, dan sering berkeringat berlebih yang tidak kunjung hilang dalam waktu lama,  sebaiknya segera periksakan diri ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Anda bisa kunjungi rumah sakit Ciputra Hospital terdekat untuk konsultasi kesehatan.

Yuk, jaga kesehatan tubuh dengan rutin melakukan medical check up di Ciputra Hospital. Anda juga bisa konsultasi dan buat janji dengan dokter di Ciputra Hospital terdekat.

Cek layanan rumah sakit Ciputra Hospital mulai dari rawat jalan hingga Medical Check Up (MCU) selengkapnya sekarang juga.

Ditinjau secara medis oleh dr. Sony Prabowo, terakhir pada 11 Mei 2026
Diterbitkan 23 Juli 2021
Ditulis oleh Tim Konten Medis

Artikel Terkait

  • Hipertensi Usia Muda
    Penyebab Hipertensi di Usia Muda dan Cara MengatasinyaGangguan Penyakit
  • Hipertensi Usia Muda
    Penyebab Hipertensi di Usia Muda dan Cara MengatasinyaGangguan Penyakit
  • Hipertensi Usia Muda
    Penyebab Hipertensi di Usia Muda dan Cara MengatasinyaGangguan Penyakit
Tagged under: Kesehatan Wanita

Artikel Terkait

  • Hipertensi Usia Muda
    Penyebab Hipertensi di Usia Muda dan Cara MengatasinyaGangguan Penyakit
  • Hipertensi Usia Muda
    Penyebab Hipertensi di Usia Muda dan Cara MengatasinyaGangguan Penyakit
  • Hipertensi Usia Muda
    Penyebab Hipertensi di Usia Muda dan Cara MengatasinyaGangguan Penyakit

Ciputra Hospital

Ciputra Hospital menyediakan layanan kesehatan berkualitas tinggi dengan fasilitas teknologi canggih.

Unit Rumah Sakit:

Ciputra Hospital – CitraRaya Tangerang
Ciputra Hospital – CitraGarden City Jakarta
Ciputra Mitra Hospital Banjarmasin
Ciputra Hospital Surabaya

Unit Klinik:

Ciputra Medical Center
Ciputra SMG Eye Clinic
C Derma
Ciputra IVF

Karir / Lowongan

  • GET SOCIAL

© 2025 All rights reserved. Ciputra Hospital

TOP
Rumah Sakit Terbaik Berstandarisasi Internasional | Ciputra Hospital

Ciputra Hospital menyediakan layanan kesehatan berkualitas tinggi dengan fasilitas teknologi canggih.

GET SOCIAL

Rumah Sakit

  • Ciputra Hospital – CitraRaya Tangerang
    Cari Dokter Tangerang
  • Ciputra Hospital – CitraGarden City Jakarta
    Cari Dokter Jakarta
  • Ciputra Mitra Hospital Banjarmasin
    Cari Dokter Banjarmasin
  • Ciputra Hospital Surabaya
    Cari Dokter Surabaya

Klinik

  • Ciputra Medical Center
    Kesehatan Umum
    Cari Dokter di Mega Kuningan
  • Ciputra SMG Eye Clinic
    Klinik Mata · Lasik & Katarak
    Cari Dokter di Lotte Kuningan
    Cari Dokter di PIM Pondok Indah
    Cari Dokter di Surabaya
  • C Derma
    Kulit & Estetika
    Cari Dokter di Lotte Kuningan
    Cari Dokter di PIM Pondok Indah
  • Ciputra IVF
    Fertilitas & Bayi Tabung
    Cari Dokter di CitraGarden City
    Cari Dokter di Lotte Kuningan
  • Ciputra Cardiac Center
    Pusat Jantung
    Cari Dokter Jantung

Hubungi Kami

WhatsApp Kami Karir / Lowongan

© 2026 PT Ciputra Health. All rights reserved.

  • Kebijakan Privasi
  • Syarat & Ketentuan
  • Direktori Dokter